Hukum Membersihkan Telinga Saat Puasa

Mengaryakan Korek Hidung dan Telinga Saat Puasa

Pertanyaan:

Batalkah
puasa
seseorang ketika dia
mengorek telinga
alias hidungnya? Itu batasannya sama dengan apa? Dan apakah ada dalil-dalilnya?

Jazakallah khoir

Dari: Ahmad


Jawaban:

Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du…

Beberapa kesempatan,
KonsultasiSyariah.com
mendapatkan soal tentang hukum menggeragau indra atau telinga, apakah boleh membatalkan puasa. Kami yakin ini bagian dari nyawa kabilah muslimin agar puasanya jamak dan dipedulikan oleh Allah. Hingga situasi kecil semacam ini dikhawatirkan boleh membatalkan puasa.

Meskipun kekhawatiran ini istimewa, cuma memadai kita syukuri, karena tidak mana tahu ini muncul selain karena kognisi agar ibadahnya lazim dan masin lidah oleh Allah.

Kaum muslimin yang budiman

Putaran dari kaidah yang perlu kita pasrah garis tebal, bahwa tidak terserah perbuatan nan statusnya membatalkan puasa kecuali jika terserah dalil yang menegaskan peristiwa itu. Maupun dengan ungkapan lain, kita tidak bisa menganggap bahwa satu perbuatan tertentu bisa membatalkan puasa sonder ada dalilnya. Karena semua pembatal ibadah telah dijelaskan maka itu Dzat yang membuat syariat, melewati oral Rasul-Nya
shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Oleh karena itu, siapa yang mengklaim bahwa perbuatan X bisa membatalkan puasa, temporer dia tidak mempunyai dalilnya maka berarti ia sudah bebicara atas stempel Tuhan tanpa ilmu. Dan karuan sahaja ini hukumnya terlarang. Allah berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

Janganlah ia mengajuk sesuatu nan sira tidak n kepunyaan ilmunya. Sesungguhnya rungu, pengihatan, dan hati, semua itu akan dipertanggung-jawabkan.” (QS. Al-Isra’: 36).

Terkait hukum mengorek hidung atau telinga, kami belum merodong ada satu dalil-sekali lagi yang menunjukkan bahwa itu membatalkan puasa. Baik dalil khusus, maupun dalil umum. Andaipun kita analogikan dengan pembatal puasa yang kita kenal, seperti bersantap, minum, atau hubungan raga, bukan ada nan sesuai. Karena kita pula sepakat bahwa mengakas hidung dan telinga tidak identik dengan makan, minum, justru hubungan fisik. Karena dengan tegas bisa kita pastikan bahwa semua ini kadang kala bukan pembaatal puasa.

Saran dan Nasehat

Semoga bagian ini bisa membagi pencerahan tambahan.

Sebagaimana nan kita saksikan, kabilah muslimin sangat semangat lakukan menghindari pembatal puasa. Setakat yang sejatinya bukan pembatal sekalipun, mereka anggap sebagai pembatal puasa. Sekali sekali lagi, ini karena semangat mereka agar puasanya diterima maka dari itu Allah dan menjadi pahala.

Hanya cerbak, spirit semacam ini tidak diiringi dengan nyawa bakal meninggalkan pembatal yang lebih berbahaya. Itulah
PEMBATAL PAHALA PUASA. Kita seia bahwa ketika kita puasa, kita tidak mungkin bisa sempurna 100%. Artinya, puasa kita karuan ada yang rendah. Sebab utamanya, kita masih sering melakukan pembatal pahala puasa. Apa itu? Itulah dosa dan maksiat.

Satu hadis nan patut kita taruh di depan kelopak mata kita: dari Abu Hurairah
radhiallahu ‘anhu
Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam
berujar:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Siapa yang bukan bisa menjauhi mulut Zur, dan mengamalkan Zur, maka Allah tidak titit amalnya berupa meninggalkan bersantap dan minumnya (puasa).” (HR. Ahmda, Bukhari, Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah dan nan lainnya).

Masya Allah, Yang mahakuasa tak butuh puasa kita… bagaimana bisa jadi kita bisa berharap pahala dari-Nya?

Apa makna ucapan Zur dan kelakuan Zur?

Zur
yaitu kedustaan dan digresi dari kebenaran. Ucapan zur adalah ucapan bidah dan semua ucapan yang menyimpang berbunga keabsahan. Sementara perbuatan Zur adalah semua tindakan maksiat yang Allah larang, nan yaitu konsekuensi dari penyimpangan terhadap keabsahan. (Syarh Dr. Dib Bagha bakal
Shahih Bukhari, 3:26).

Ini jauh lebih berbahaya berpokok puas pembatal puasa biasa. Ini bisa menggerogoti pahala puasa yang kita cak bagi.

Duh… alangkah indahnya andaikan kita bertarak sambil berhias disiplin.
Alangkah sejuknya ketika mileu kita zakiah dari kemaluan yang berceceran.
Alangkah tenangnya, ketika  lingkungan kita bersih berpokok denging-ngiang gosip dan musik.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Kurat Baits (Dewan Pembangun KonsultasiSyariah.com)

🔍 Hukum Suami Candik Pisah Flat, Bulan Suro Enggak Boleh Menikah, Pengasuh Nikah Anak asuh Diluar Nikah, Sholat Lilin lebah Sebelum Tidur, Rencana Jual Beli Online, Syarat Shalat Sah Dan Pemendekan salat

Flashdisk Video Cara Shalat dan Bacaan Shalat

KLIK Buram Cak bagi MEMBELI FLASHDISK VIDEO Prinsip SHOLAT, Ataupun HUBUNGI: +62813 26 3333 28

Source: https://konsultasisyariah.com/12882-memakai-korek-hidung-dan-telinga-saat-puasa.html

Posted by: gamadelic.com