Pembahasan berikut ini merupakan penjelasan tentang susunan manuver dan energi baik energi gerak atau energi potensial dilengkapi dengan contoh soalnya dan pembahasannya.


Hubungan usaha dan energi

Mengapa sebuah benda dapat mengamalkan usaha? Gaya nan bekerja pada satu benda menyebabkan benda berpindah dari kedudukan awal, dikatakan benda mengerjakan usaha.

Sebuah benda boleh berbuat usaha pada benda lain jika punya energi. Semakin banyak energi nan dimiliki sebuah benda, semakin samudra juga usaha yang dapat dilakukannya.

Usaha dan energi memiliki hubungan nan sangat erat. Jika pada suatu benda terjadi perubahan energi maka benda itu mendapatkan gerakan berpunca gaya yang bekerja padanya. Bagaimana asosiasi antara persuasi dengan energi kinetik dan energi potensial?


1. Pergaulan antara usaha dan energi kinetik

Tahukah kamu, mengapa benda bisa bergerak? Benda dikatakan bergerak jika ada tendensi yang berkreasi pada benda itu dan benda mengalami evakuasi sehingga melakukan usaha. Besarnya aksi yang dilakukan benda merupakan perlintasan energi kinetik pada benda.

Secara matematis dirumuskan bagaikan berikut.

W = Ek2
– Ek1

Manifesto:
W = propaganda nan dilakukan oleh benda (J)
Ek1
= energi kinetik awal benda (J)
Ek2
= energi kinetik akhir benda (J)

Contoh Soal tentang Hubungan aksi dan Energi gerak

Wawan mengayuh sepeda purwa dengan kelajuan 1 m/s. Kemudian, kelajuannya ditambah sehingga menjadi 2 m/s. Seandainya komposit sepeda nan dikayuh 15 kg, berapakah usaha yang dilakukan Wawan plong sepedanya?

Hubungan Usaha dan Energi Kinetik atau Potensial serta Contoh Soalnya

Gambar: Eksemplar Manuver

Pembahasan


Diketahui
:
v1
= 1 m/s
v2
= 2 m/s
m = 15 kg


Ditanya
:
W = …?


Jawab
:

Ek1
= 1/2 x mv1

2


= 1/2 x 15 kg (1 m/s)
2


= 7,5 kg m
2
/s
2
 = 7,5 J

Ek2 = 1/2 x mv2
2


= 1/2 x 15 kg (2 m/s)
2


= 30 kg m
2
/s
2
 = 7,5 J

W = Ek 2 – Ek 1
= 30 J – 7,5 J = 22,5 J

Jadi, persuasi yang dilakukan Wawan lega sepedanya sebesar 22,5 joule.


2. Koalisi gerakan dan energi potensial

Pernahkah engkau menjangkitkan benda dari tempat nan lebih minus ke tempat yang lebih tinggi, misalnya dari kursi ke atas meja, atau sebaliknya? Jika persaudaraan, itu berarti dia sudah lalu melakukan usaha plong benda itu sehingga benda berpindah dari geta ke meja.

Energi potensial benda yang berada di kedudukan setelah ia pindahkan ke meja maka berubah karena keluhuran kursi dan meja berbeda. Sekiranya energi potensial benda puas saat berada di kursi sebesar EP1 dan energi potensial benda setelah berada di bidang datar sebesar EP2 maka besar persuasi yang kamu lakukan lega benda dirumuskan sebagai berikut.

W = EP2– EP1

Keterangan:
W = kampanye yang dilakukan puas benda (J)
Ep1
= energi potensial benda pada keadaan awal (J)
Ep2
= energi potensial benda plong keadaan penghabisan (J)

Contoh Soal tentang Hubungan Usaha dan Energi Potensial

Sebuah TV nan massanya 5 kg dipindahkan dari tempat setinggi 100 cm ke bekas yang tingginya 3 m. Kalau akselerasi gravitasi bumi di tempat itu 10 m/s2, berapa usaha yang dilakukan pada TV?

Pembahasan


Diketahui
:
m = 5 kg
h1 = 100 cm = 1 m
h2 = 3 m
g = 10 m/s2


Ditanya
: W = …?


Jawab
: W = Ep2
– Ep1

= mgh2
– mgh1

= mg (h2
– h1)
= 5 kg×10 m/s2 (3 m – 1 m)
= 100 kg m2/s2 = 100 J

Jadi, manuver yang dilakukan lega TV sebesar 100 Joule.

Baca sekali lagi:
Konotasi Induksi Elektromagnetik