Hasil Samping Tanaman Buah Pepaya

Berpokok Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia nonblok

Pepaya
(
Carica papaya
L.
), ataupun
battek
adalah tumbuhan nan diperkirakan berasal berusul Meksiko adegan selatan dan bagian paksina berasal Amerika Selatan.[1]
Pepaya kini telah menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya.
C. papaya
merupakan suatu-satunya jenis internal genus

Carica
. Nama kates intern bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda, “papaja”, yang pada gilirannya kembali mengambil dari logo bahasa Arawak, “papaya”. Privat bahasa Jawa pepaya disebut “katès” dan privat bahasa Sunda “gedang”.[2]
[3]

Morfologi

[sunting
|
sunting sumber]

Puas daunnya memiliki ilmu bentuk kata memiliki lamina serta petiolus. Lemak tulang daunya memiliki 5 Costa alias ibu tulang yang disertai dengan nervus lateralis atau yang disebut cabang tulang dan Urat daun ataupun nan disebut vena. Daun ini termasuk daun dengan toreh yang tidak merdeka dan termasuk macam tepi daun yang berkeluk bercangap menjari ataupun palmatifidus tiap Apex folii ataupun ujung daun ialah Acutus atau runcing.

Kegunaan

[sunting
|
sunting mata air]

Biji kemaluan pepaya dimakan dagingnya, baik ketika muda maupun masak. Daging buah muda dimasak sebagai sayuran padahal daging buah masak dimakan bugar atau sebagai sintesis koktail buah. Pepaya dimanfaatkan pula daunnya sebagai sayuran dan pelunak daging. Patera kates muda dimakan sebagai lalapan (setelah dilayukan dengan air panas) maupun dijadikan pembungkus buntil. Oleh orang Manado, bunga pepaya yang diurap menjadi sayuran yang biasa dimakan. Beras ketan keliki (dapat ditemukan di batang, daun, dan buah) mengandung enzim papain, semacam protease, yang boleh melunakkan daging dan mengubah konformasi zat putih telur lainnya. Papain mutakadim diproduksi secara massal dan menjadi komoditas dagang.

Cak bagi memproduksi papain, bahan baku nan perlu dipersiapakan adalah getah betik. Provisional bahan penolongnya berupa air dan sulfit. Air digunakan sebagai pengencer getah pepaya, padahal sulfit digunakan perumpamaan pelarut bahan kimia.

Pengambilan Beras ketan Buah
Pengutipan getah buah dilakukan pada biji kemaluan yang sudah berumur 2.5-3 bulan. Buah yang sedang dalam masa penyadapan harus tegar tergantung puas kunarpa pokoknya. Penorehan dilakukan sampai sapta kali dengan jeda penyadapan empat hari, maka waktu yang diperlukan kerjakan penggoresan adalah seputar 28 perian. Hari yang tepat bakal menyadap adalah pagi tahun sebelum matahari terbit atau sore hari sebelum mentari terbenam.[4]

Daun kates juga berkhasiat obat dan perasannya digunakan internal pengobatan tradisional buat menambah nafsu bersantap.

Pemerian

[sunting
|
sunting sumber]

Tanaman kates umumnya tidak bercabang atau bercabang adv minim, tumbuh hingga setinggi 5–10 m dengan daun-daunan yang membentuk serupa spiral pada batang pohon adegan atas. Daunnya menyirip lima dengan gagang cangkul yang panjang dan bertembuk di putaran tengah. Bentuknya dapat bercangap ataupun tidak. Keliki kultivar galibnya bercangap n domestik.

Pepaya ialah
monodioecious’
(berumah distingtif sekaligus berumah dua) dengan tiga kelamin: tumbuhan jantan, lebah ratulebah, dan pengacau (hermafrodit). Tumbuhan jantan dikenal sebagai “kates sampir”, yang kendatipun berani sama sekali dapat menghasilkan buah pula secara “partenogenesis”. Buah ini mandul (lain menghasilkan kredit kreatif), dan dijadikan bahan perunding tradisional. Anakan kates memiliki mahkota rente bercat asfar pucat dengan tangkai alias duduk plong batang. Rente berani pada tumbuhan berani tumbuh lega tangkai panjang. Bunga lazimnya ditemukan pada daerah sekitar pucuk.

Rancangan buah bulat sebatas memanjang, dengan ujung umumnya meruncing. Warna biji pelir momen muda hijau gelap, dan selepas masak hijau muda hingga asfar. Bentuk buah membulat bila berasal dari tanaman betina dan mundur (bulat panjang) bila dihasilkan tanaman pengacau. Tumbuhan perusuh makin disukai dalam budidaya karena dapat menghasilkan buah bertambah banyak dan buahnya lebih besar. Daging buah terbit bermula karpela yang menebal, bercelup asfar hingga merah, tergantung varietasnya. Babak tengah biji pelir berongga. Nilai-biji bercelup hitam atau kehitaman dan terbungkus semacam lapisan ingusan (pulp) lakukan mencegahnya dari kekeringan. Dalam budidaya, biji-nilai bagi ditanam pula diambil bersumber babak perdua biji zakar.

Kelamin bahadur keliki ditentukan oleh suatu kromosom Y-terbelakang, nan 10% dari keseluruhan panjangnya tidak mengalami rekombinasi.[5]
Suatu parameter genetik RAPD pun sudah lalu ditemukan cak bagi membedakan pepaya berkelamin lebah ratulebah bermula keliki jantan atau kecut.[6]

Kultivar

[sunting
|
sunting sumber]

Secara umum terdapat dua variasi betik nan biasanya ditanam. Nan satu memiliki daging yang manis, sirah alias merah jingga, dan yang lainnya memiliki daging kuning; di Australia, pepaya ini masing-masing disebut “pepaya sirah” dan “pepaya kuning”.[7]
Saja apa pun jenisnya, buah betik yang dipetik muda pelahap disebut “pepaya hijau”.
[penis rujukan]

Pepaya ‘Maradol’, ‘Sunrise’, dan ‘Caribbean Red’ bertelur besar berbuah abang yang sering dijual di pasar AS umumnya ditanam di Meksiko dan Belize.[8]

Puas tahun 2022, pengkaji Filipina melaporkan bahwa dengan hibridisasi keliki dengan

Vasconcellea quercifolia
, mereka telah melebarkan kates yang kebal terhadap virus ringpot pepaya (PRV).[9]

Kultivar hasil rekayasa genetik

[sunting
|
sunting sendang]

Carica papaya
adalah pohon biji pelir transgenik purwa yang genomnya diurutkan.[10]
Menanggapi epidemi
papaya ringspot virus
di Hawaii, pada periode 1998, keliki nan diubah secara genetik disetujui dan dibawa ke pasar (termasuk jenis ‘SunUp’ dan ‘Rainbow’.) Spesies nan resisten terhadap PRV memiliki beberapa DNA dari virus ini yang dimasukkan ke dalam DNA pokok kayu.[11]
[12]
Pada 2010, 80% pohon keliki Hawaii telah dimodifikasi secara genetik. Modifikasi tersebut dibuat oleh ilmuwan Jamiah Hawaii, yang membuat benih yang dimodifikasi tersaji cak bagi petani tanpa biaya.[13]
[14]

Produksi pepaya – 2022
Negara (Miliar ton)


India
6.0


Brasil
1.1


Meksiko
1.0


Republik Dominika
1.0



 Indonesia
0.9

Dunia
13.3

Sumber: FAOSTAT, PBB
[15]

Manfaat pepaya

[sunting
|
sunting sumber]

Fungsi buah pepaya

[sunting
|
sunting sumur]

Pepaya punya kurnia yang banyak karena pepaya banyak mengandung vitamin A yang baik buat kesehatan mata, pepaya lagi memperlancar pencernaan untuk yang sulit campakkan air lautan. Di beberapa wadah buah pepaya secebis matang dijadikan rujak buah manis bersama dengan buah bengkoang, nanas, apel, belimbing, jambu air. Getah biji zakar keliki lagi tergolong mahal karena getah pepaya bisa dikerjakan menjadi tepung papain yang berguna bagi kebutuhan rumah tangga dan industri. Pada terapi herbal pepaya boleh mencegah kanker,[16]
sembelit, kesehatan mata.

Manfaat poin pepaya

[sunting
|
sunting mata air]

Dukun Wahyu Triasmara menjelaskan bahwa biji buah keliki berguna sebagai antioksidan n domestik darah karena dapat menurunkan predestinasi kolesterol dan LDL, serta meningkatkan kadar HDL (lipoprotein densitas tahapan). Biji pepaya n kepunyaan efek hipolipidemia kerjakan pengobatan hiperlipidemia yang disebabkan maka dari itu kadar lemak nabati maupun kolesterol dalam total terlalu tinggi karena bibit biji tersebut weduk rahim alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, antrakuinon, dan antosianin. Menurutnya biji pepaya dapat dikonsumsi dengan cara diblender dan disajikan seperti membuat jus, ataupun dengan cara diseduh seperti mana menyeduh pertinggal pasca- lebih-lebih silam dikeringkan dan diblender.[17]

Wereng dan Penyakit

[sunting
|
sunting sumber]

Virus

[sunting
|
sunting sumber]

Papaya ringspot virus
ialah virus nan banyak menyerang betik di Florida. Tanda-tanda permulaan virus merupakan daun muda yang menguning dan kesuntukan urat patera, serta daun asfar nan berbintik-bintik. Patera yang terinfeksi bisa melepuh, garang, atau menyempit, dengan bilah mencuat ke atas dari tengah daun. Tangkai daun dan batangnya bisa menciptakan menjadikan garis-garis bergajih berwarna hijau tua dan lama-kelamaan menjadi bertambah pendek. Titik ring berbentuk lingkaran, tanda berbentuk C yang bercat hijau bertambah tua berpunca pada buahnya. Pada tahap selanjutnya virus, merek bisa menjadi abu-abu dan berkerak. Infeksi virus memengaruhi pertumbuhan dan menempatkan kualitas buah. Salah suatu sekuritas terbesar dari infeksi virus pada pepaya yakni rasanya. Per hari 2010, amung cara kerjakan mereservasi pepaya dari virus ini ialah menerobos perkomplotan genetik.[18]

Cendawan

[sunting
|
sunting perigi]

Serat antraknosa diketahui secara tersendiri mengecap keliki, terutama buah yang sudah matang. Masalah ini dimulai dari yang kecil dengan rendah merek, seperti titik-tutul basah pada biji pelir yang matang. Bintik-bintik tersebut menjadi cekung, berubah menjadi coklat atau hitam, dan mungkin membesar. Di beberapa tempat nan lebih tua, serat bisa menghasilkan spora bercelup merah muda. Buah menjadi panjang hati dan memiliki rasa nan tidak legit karena serat tumbuh ke dalam buah.[19]

Galeri

[sunting
|
sunting sumber]

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^


    Morton JF (1987). “Papaya”. NewCROP, the New Crop Resource Online Programa, Center for New Crops & Plant Products, Purdue University; from p. 336–346. In: Fruits of warm climates, JF Morton, Miami, FL. Diakses tanggal
    23 May
    2022
    .





  2. ^


    Aldyla, Indra Wardani. “Pepaya / Gandul (jawa) | Biodiversity Warriors”. Diakses tanggal
    2022-05-23
    .





  3. ^


    Aksan, Hermawan (14 Februari 2022). “Gandul”.
    Tribunjabar
    . Diakses copot
    23 Mei
    2022
    .





  4. ^

    Enzim Papain Dari Pepaya

  5. ^

    Liu Z. et al. 2004. Nature 427:348-352

  6. ^

    Urasaki et al. 2002. TAG 104:281-285

  7. ^


    “Papaya Varieties”. Papaya Australia. 2022. Diakses tanggal
    9 December
    2022
    .





  8. ^


    Sagon, Candy (13 October 2004). “Maradol Papaya”.
    Market Watch (13 Oct 2004). The Washington Post. Diakses tanggal
    21 July
    2022
    .





  9. ^


    Siar, S. V.; Beligan, G. A.; Sajise, A. J. C.; Villegas, V. N.; Drew, R. A. (2011). “Euphytica, Tagihan 181, Number 2”.
    Euphytica. SpringerLink.
    181
    (2): 159–168. doi:10.1007/s10681-011-0388-z.





  10. ^


    Borrell. “Papaya genome project bears fruit”.
    ugr.es.





  11. ^


    “Genetically Altered Papayas Save the Harvest”.
    mhhe.com.





  12. ^


    “Hawaiipapaya.com”. Hawaiipapaya.com. Diarsipkan pecah versi asli copot 2022-01-07. Diakses tanggal
    2013-06-15
    .





  13. ^

    Ronald, Pamela and McWilliams, James (14 May 2010) Genetically Engineered Distortions The New York Times, accessed 1 October 2022

  14. ^

    [1] Diarsipkan March 31, 2022, di Wayback Machine.

  15. ^


    “Papaya production in 2022; Crops/Regions/World list/Production Quantity (pick lists)”. UN Food and Agriculture Organization, Corporate Statistical Database (FAOSTAT). 2022. Diakses sungkap
    28 February
    2022
    .





  16. ^

    Cegah Puru ajal, Makan Pepaya

  17. ^



    Sikat Racun dan Kolesterol dengan Kopi Kredit Pepaya, Tribun Mahakuasa, 3 April 2022, diakses copot
    20 Oktober
    2022






  18. ^


    Gonsalves, D., S. Tripathi, J. B. Carr, and J. Y. Suzuki (2010). “Papaya ringspot virus”.




  19. ^


    Mossler, M.A.; Crane, J. (2008). “Florida crop/pest management profile: papaya”
    (PDF). University of Florida. Diarsipkan berpokok varian sejati
    (PDF)
    tanggal 30 June 2022.




Tatap pula

[sunting
|
sunting sumber]

  • Daun pepaya

Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Pepaya