Hasil Persilangan Antara Tanaman Tinggi Berbuah Coklat

Benak kalian mungkin perantaraan menanya-tanya ketika mendapati hasil persilangan antara bunga berwarna merah, didapatkan bunga berwarna tahir? Alias kalian penasaran mengapa anak cucu berusul dua emak kucing belanda berwarna abu-serbuk didapatkan keturunan bercat hitam?  Semua keadaan tersebut dapat kalian temukan jawabannya jika kalian telah mempelajari mekanisme pewarisan aturan (hereditas) atau genetika mendel.


Syariat PEWARISAN Kebiasaan MENDEL

Jika individu dengan resan A mengamalkan perkawinan dengan individu lain dengan sifat B, sifat keturunannya dapat mengikuti salah satu induknya alias yakni hasil kombinasi dari sifat kedua induknya. Penurunan ataupun pewarisan sifat dari induk atau tetua kepada generasi (baka) berikutnya disebut
Hereditas. Peristiwa pewarisan sifat tersebut mengikuti pola-paradigma hereditas. Hukum Mendel merupakan Hukum Hereditas nan menjelaskan prinsip-prinsip penjatuhan adat sreg organisme.

Untuk melebarkan teorinya, Mendel menggunakan bahan kajian berupa pohon kacang kapri alias kacang polong. Mendel mengamati sapta sifat polong kapri (Pisum sativum) tersebut, antara lain: biji bulat dibandingkan dengan biji kerepot; biji warna kuning dibandingkan dengan biji rona ahmar; biji pelir warna hijau dibandingkan dengan buah corak kuning; buah mulus dibandingkan dengan biji pelir berlekuk; anak uang warna ungu dibandingkan dengan bunga warna bersih; dan letak anak uang diaksial (ketiak) dibandingkan anakan di terminal ujung; serta batang tinggi dibandingkan dengan buntang sumir.

  1. Hukum I Mendel (Hukum segregasi):

Plong waktu pembentukan gamet,gen


di dalam

alel

mengalami


segregasi (separasi)

secara bebas pecah diploid menjadi haploid.

Siuman ya, bahwa

Alel

itu sendiri merupakan pasangan gen yang terletak di lokus nan setimbang plong kromosom homolog. Hukum I Mendel dijelaskan oleh Mendel dalam susuk persilangan monohibrid (satu aturan selisih). Bikin melincirkan kalian mempelajari persimpangan monohibrid, berikut dijelaskan istilah-istilah yang berkaitan dengan persimpangan.

  • Alel Dominan dan Alel Resesif

Setiap  insan memiliki 2 alel bagi gen yang mengendalikan satu resan. Alel Dominan akan diekspresikan seutuhnya pada kenampakan turunan, sedangkan ale resesif tidak diekspresikan secara jelas pada kenampakan individu. Contohnya: alel bunga ungu (P) yakni dominan dan alel bunga putih (p) adalah resesif.(Jangan lupa bedakan huruf kapital dan leter kecil pada penulisan gen)

  • Homozigot dan Heterozigot

Suatu sifat anak adam disimbolkan dengan sepasang alel.Jika sekelamin alel tersebut identik/separas maka disebut
Homozigot,
contohnya pada tanaman kacang polong galur ikhlas kerjakan rente ungu (PP) alias bunga zakiah (pp). Sebaliknya jika sepasang alel tersebut berlainan maka disebut
Heterozigot
, contohnya pokok kayu ercis tak galur murni cak bagi anakan ungu (Pp).

  • Genotip dan Fenotip

Genotip
adalah perkariban (tata letak) genetik dari suatu kebiasaan atau karakter individu. Genotip menunjukkan aturan dasar yang enggak tertumbuk pandangan dan bersifat menurun atau diwariskan sreg keturunannya. Contohnya: PP, Pp atau pp .

Sementara itu,
Fenotip
adalah hasil ekspresi dari genotip dengan lingkungannya yang berupa sifat yang tampak pecah asing sehingga boleh diamati. Sebagai transendental adalah ukuran tanaman (tinggi atau pendek), dandan bunga (ungu maupun bersih), bentuk poin (melingkar atau kisut) dsb.

Gambaran tentang lokus alel, homozigot, heterozigot, genotipe dan fenotipe, bisa dilihat pada sketsa berikut:

  • Persilangan Monohibrid Pada Tanaman

Persilangan monohibrid merupakanpersilangan dengan suatu sifat beda. Maksudnya adalah plong persilangan ini, tetapi memperhatikan satu sifat saja, seperti corak bunganya saja (abang, jati, dsb) alias bentuk buahnya saja (melingkar, lonjong, dsb).  Tiap-tiap persilangan diberi huruf angka,  pokok kayu indung diberi simbol
P
(abreviasi dari parental). Keturunan I (keturunan mula-mula) disebut filial disingkat
F1, keturunan II disebut
F2
dan seterusnya. Perhatikan contoh persilangan pada siat bunga ercis yaitu bunga berwarna ungu dengan putih berikut:



Pecah persimpangan tersebut, dapat diketahui bahwa F1 (Nasab pertama) semuanya berwarna ungu dengan genotip (Pp).

Selanjutnya, ayo kita tatap bagaimana corak bunga F2 hasil berasal persilangan  F1 dengan F1 (F1 disilangkan sesamanya)!

Ternyata warna bunga pada F2 (keturunan ke-dua) suka-suka ungu dan tulen. Genotip ungu meliputi (PP) dan (Pp)

Makara nisbah (Perimbangan) Fenotip F2 = Ungu : Putih = 3 : 1

Tentang skala Genotip F2 = PP : Pp : pp = 1 : 2 : 1

Jika dinarasikan , hal segregasi yang terjadi menurut Mendel adalah seumpama berikut:

  • Pada masa pembentukan gamet jantan, alel-alel PP ini memisah menjadi P dan P, sehingga kamp gamet pada tanaman berusul ungu sahaja mengandung satu macam alel yaitu alel P semata-mata.
  • Sebaliknya, tanaman lebah ratulebah berbunga putih, bersifat homozigot resesif dan genotipnya pp. Alel ini memisah menjadi p dan p plong tahun pembentukan gamet betina (sel telur), sehingga sel kelamin-gamet betina pokok kayu putih sahaja memiliki suatu macam alel p.
  1. Hukum II Mendel (Hukum Asortasi)

Syariat Mendel II dikenal sebagai Hukum Asortasi yaitu, hukum berpasangan ataupun penggabungan secara bebas. Syariat ini menyatakan bahwa setiap gen atau sifat, akan berpasangan secara bebas dengan gen atau sifat tidak.

Berikut akan dijelaskan Hukum II Mendel pada persilangan Dihibrid (dua sifat beda). Misalnya: rang poin kacang kapri (bulat dan kisut) dan warna (kuning dan hijau).

Pada persilangan antara tanaman ercis berbiji bulat dandan kuning homozigot (BBKK) dengan ercis berbiji kisut rona hijau (bbkk), akan menghasilkan 16 kombinasi genotip keturunan sebanyak 100% tanaman berbiji buntar dan bercelup kuning.

Selanjutnya, apabila tanam an F1 tersebut disilangkan sesamanya (sama-sederajat F1), ternyata puas keturunan kedua (F2), rasio F2 = 9 : 3 : 3 : 1. Kerjakan lebih jelasnya perhatikan persilangan dihibrid berikut!

B berkarakter dominan terhadap b, K dominan terhadap k, jadi BbKk = Bulat kuning.

Dengan demikian  semua F1 bersifatBuntak Kuning

Yuk, sekarang kita temukan hasil F2 seandainya F1 disilangkan sesamanya!

Dengan demikian, akan diperoleh F2 = bulat kuning (B_K_), bulat bau kencur (B_kk), kisut kuning (bbK_), kisut yunior (bbkk).

Untuk rasio fenotipnya merupakan sebagai berikut:


Neraca fenotip =
bulat asfar : bulat bau kencur : kisut asfar : kisut bau kencur = 9 : 3 : 3 : 1.

Peristiwa pembentukan gamet pada persilangan dihibrid tersebut di atas, terjadi 4 spesies pengelompokan gen.

Gen B mengelompok dengan gen K mewujudkan gamet BK;

gen B merombong dengan gen k membentuk gamet Bk;

gen b mengelompok dengan gen K membentuk gamet bK; dan

gen b mengelompok dengan gen k takhlik gamet bk.

Cak hendak mencoba memintasi persilangan dihibrid? yuk simak video berikut!….


3.       Persimpangan Resiprok

Pada intinya, persimpangan resiprok adalah persilangan dengan kebiasaan nan dibalik antara indung bahaduri dan betinanya. Umpama: semula, persimpangan antara ercis terbit ungu (jantan/serdak konsentrat
) dengan ercis berpunca suci (lebah ratulebah/
putik
), akan didapatkan semua nasab F1nya berbunga ungu. Dan nasab F2nya menghasilkan ercis terbit ungu dan ceria dengan perbandingan 3:1. (Lihat persilangan monohibrid pada tanaman).

Demikian halnya kalau dibalik, bahadur/serbuk sari diambil bermula pokok kayu kacang polong terbit putih dan diserbukkan puas putik ercis berpangkal ungu, hasil yang diperoleh baik pada F1 ataupun F2nya konstan sejajar seperti tadinya. Persilangan nan yaitu lawan dari persilangan sebelumnya inilah yang disebut
persilangan resiprok.

4.       Back Cross (Persilangan Pencong) dan Test Cross (Uji Cabang)

Back cross
merupakan persilangan antara keturunan F1 yang heterozigot dengan salah suatu induknya yang homozigot dominan. Perhatikan konseptual berikut:

Dua individu F2 lega sempurna di atas, memiliki genotip yang berbeda (TT dan Tt) namun n kepunyaan fenotip yang setolok (tinggi).

Simak aja nih videonya, kalau kalian cak hendak bertambah paham lagi!






Test cross

adalah persimpangan antara F1 dengan salah satu induknya nan homozigot resesif. Insan F1 tidak ataupun belum diketahui genotipnya. Maka itu karena itu, uji silang ini berujud untuk menguji ketidak murnian individu dengan mengetahui rasio fenotip keturunannya. Dengan demikian, dapat diketahui sosok yang diuji ialah heterozigot atau homozigot. Perhatikanlah contoh test cross antara bunga ercis yang letaknya diketiak patera/aksial sekadar belum diketahui genotipnya dengan induknya yang letak bunganya di ujung/halte (aa) berikut ini.

F1: 50% Anak uang Aksial (Aa) : 50% Bunga Setopan (aa).

Berarti genotip semenjak bunga aksial tersebut berkepribadian heterozigot (Aa)
Ingin lebih paham? coba deh simak video berikut!


5.       Sifat Intermediet

Sreg tanaman anak uang martil empat (Mirabilis jalapa), persilangan antara pokok kayu bunga pukul empat berwarna
merah
dengan bunga berwarna
kudus,ternyata menghasilkan individu keturunan dengan bunga bercat
bangkang muda
yang berwatak
intermediet. Rona jambon adalah warna antara merah dan putih yang disebabkan maka itu ekspresi bersumber alel penentu corak merah dengan ekspresi dari alel warna putih. Oleh karena itu, kedua alel penentu sifat beda tersebut dikatakan mempunyai
kekuatan yang sama dalam memengaruhi munculnya sifat. Adat antara yang diturunkan dari aturan induk pertama dengan sifat induk ke-2 inilah yang disebut bak sifat intermediet. Perhatikan bagan persilangan berikut!

Makin mantul lagi seandainya kalian mau simak video berikut!


B. Digresi SEMU HUKUM MENDEL

Ingat-ingat ya…. ternyata, tak semua persilangan monohibrida menghasilkan perbandingan fenotip F1 = 3 : 1 maupun perbandingan genotip F1 = 1 : 2 : 1, dan persilangan dihibrida menghasilkan neraca genotip F1 = 9 : 3 : 3 : 1.

Dalam prakteknya, hasil persimpangan dihibrida, dapat menghasilkan  skala nan merupakan variasi dari perbandingan 9 : 3 : 3 : 1 yakni 12 : 3 : 1 maupun 9 : 7 atau pun 15 : 1. Walaupun demikian, perbandingan tersebut tetap mengikuti aturan Syariat Mendel. Oleh karena itu, hasil perbandingan tersebut dikatakan sebagai
digresi semu Hukum Mendel.

Simak baik-baik ya, jenis penyimpangan semu Hukum Mendel berikut!

a. Atavisme

Pada interaksi gen ini, suatu resan ditentukan oleh alel-alel terbit gen yang berbeda yangt berinteraksi alias saling memengaruhi n domestik mengemukakan sifat fenotip, sehingga menghasilkan keturunan nan berbeda dengan induknya.

Misalnya, puas ayam jago dijumpai empat spesies bentuk pial (menusuk), antara lain:sumpel (walnut)

dengan genotip R-P-
,

gerigi (rose) dengan genotip R-pp,

poin (pea) dengan genotip rrP-;
dan

belah (single) dengan genotip rrpp. Perhatikan Tulang beragangan 5.1. Empat macam pial ayam!

Jika ayam berpial rose disilangkan dengan pea (skor), semua baka F1nya berpial walnut. Perhatikanlah diagram persilangan berikut!

Ternyata mulai sejak persilangan ayam berpial rose dan pea, dihasilkan fenotip baru merupakan walnut. Apa nan menyebabkan terbentuknya pial walnut? Pial walnut muncul karena interaksi 2 pasang alel (gen) nan dominan.

Sementara itu, persilangan antara sesama mandung berpial walnut dihasilkan 4 macam pial adalah walnut, rose, pea, dan 1 pial yang hijau merupakan single dengan skala 9 : 3 : 3 : 1. Pial singlel terjadi karena adanya 2 pasang alel (gen) nan resesif.

Berikut video tutorial cak bertanya atavisme, simak ya…


b. Kriptomeri

Kriptomeri berasal dari kata Kriptos (Yunani) berguna gadungan, sehingga kriptomeri dikatakan sebagai gen dominan yang seolah-olah tersembunyi jika mengirik koteng dan akan tertumbuk pandangan pengaruhnya apabila bersama-sebagai halnya gen dominan yang lainnya. Peristiwa kriptomeri ini terjadi pada persimpangan anakan
Linaria marocanna
berwarna abang (AAbb), dengan bungaLinaria maroccanaberwarna kudrati (aaBB).

A = suka-suka pigmen antosianin

a = lain cak semau pigmen antosianin

B = plasma basa

b = plasma senderut

Warna bangkang
disebabkan oleh
adanya pigmen antosianin intern lingkungan bersut
(AAbb/Aabb).

W

arna ungu
disebabkan oleh
adanya pigmen antosianin dalam lingkungan


basa (AABB/AaBB).

Jika di dalam plasma tidak terdapat pigmen antosianin, baik di kerumahtanggaan lingkungan asam alias basa, maka akan terbentuk warna safi (aaBB/aaBb/aabb).

Yuk, disimak sahaja, bagaimana hasilnya jika
Linaria maroccana
 merah disilangkan dengan
Linaria maroccana
putih!

c. Polimeri

Polimeri adalah resan nan muncul puas persilangan heterozigot dengan banyak kebiasaan beda nan berdiri sendiri, tetapi memengaruhi adegan yang sama dari satu organisme. Contohnya adalah garai berbiji berma yang mempunyai dua gen yaitu M1 dan M2, sehingga apabila kedua gen tersebut beradu maka ekspresi corak akan semakin kuat.

Coba kini, lakukan persimpangan sorgum berbiji bangkang (M1M1M2M2) dengan gandum berbiji putih (m1m1m2m2), nantinya nan menghasilkan keturunan F2 dengan perbandingan merah : tahir = 15 : 1. Ini dapat dilihat pada tulang beragangan persilangan di bawah ini!

d. Epistasis-Hipostasis

Epistasis
yaitu sebuah atau sekelamin gen yang menutupi alias mengalahkan ekspresi gen lain yang tidak selokus (sealel). Sedangkan
Hipostasis
adalah gen yang tertutupi oleh sebuah ataupun sejodoh gen enggak nan tak selokus (yang bukan alelnya).

Misalnya, cante bersekam hitam (HHkk) disilangkan dengan garai bersekam asfar (hhKK) menghasilkan F1 cante bersekam hitam. Jika F1 disilangkan sesamanya, akan menghasilkan F2 dengan perbandingan fenotip 12 hitam : 3 kuning : 1 putih. Hal ini terjadi karena faktor H menudungi faktor K. Faktor H disebut epistasis dan faktor K adalah hipostasis  Agar kalian lebih memahami, perhatikan gambar epistasis-hipostasis berikut!

Untuk latihan soal kriptomeri, polimeri dan epistasis/hipostasis, simak video berikut ya…


e.

Gen-gen Komplementer.

Gen-gen komplementer merupakan interaksi antara gen-gen dominan yang berbeda doang jika muncul bersama akan saling melengkapi, sehingga  akan ganti membantu dalam menentukan fenotip. Seandainya keseleo satu gen bukan ada, maka pemunculan fenotip menjadi tertunda.

Contoh komplementer dapat ditemukan pada kasus persilangan anak uangLathyrus odoratusyang terdiri dari gen:

C = mewujudkan pigmen warna

c = tidak membentuk pigmen warna

P = membuat enzim pengaktif

p = tidak membentuk enzim pengaktif

Persilangan antara bunga
Lathyrus odoratus berwarna tahir dengan bungaLathyrus odoratus
bercat ceria pula, akan memperoleh keturunan F1 dengan fenotip ungu, kemudian F1 disilangkan dengan sesamanya, maka generasi ataupun nasab F2 cak semau yang ungu dan putih. Cak bagi lebih jelasnya perhatikan tulang beragangan persilangan berikut!

Berdasarkan hasil persilangan dapat  dilihat bahwa gen C dan P tak akan menunjukkan rona (ungu) apabila keduanya tidak terdapat bersama-sama dalam satu genotip.

Takdirnya kepingin lebih jelas, klik dan simak video berikut!




==================================================================

PENERAPAN HUKUM MENDEL DI Meres Perladangan DAN PETERNAKAN

  1. Teknik Perbaikan Mutu Tanaman dan Ternak

Alas kata adapun konsep gen dan pewarisan telah membantu manusia n domestik melakukan perbaikan mutu genetik untuk memperoleh aturan memenangi pohon dan fauna budidaya. Sifat-rasam unggul puas tanaman misalnya kerjakan tanaman rimba dengan karakter cepat penuaian, siklus sukma sumir, pengetaman berdampak tahapan, serta tahan terhadap serangan hama dan ki aib. Sifat-kebiasaan unggul lega hewan misalnya sapi dengan segel boleh menghasilkan daging, susu, dan lemak susu yang banyak; ayam dengan keunggulan banyak bertelur dan cepat makmur; serta sreg kuda dengan keunggulan dapat berlari cepat.

Perbaikan loklok genetik lega tanaman dan hewan dapat dilakukan dengan plural cara, merupakan seleksi, persimpangan (hibridisasi), dan mutasi buatan.


Pemilahan

Banyak varietas tanaman dan hewan nan penting bagi manusia diperoleh dari proses seleksi, karena variasi memang sudah ada di antara anggota spesies yang sama. Sudah laluiteratif kali

manusia memintal adat-sifat yang diinginkan dari tiap generasi pohon alias kembali  sato. Gen-gen nan berperilaku unggul dipertahankan dan akan diwariskan kepada bunga sehingga diperoleh tanaman atau fauna yang dibudiyakan berkualitas hierarki.

Seleksi puas tumbuhan misalnya seleksi terhadap beraneka macam varietas pari, garai, dan kentang, yang memperlihatkan rasam tahan terhadap hama alias menghasilkan panen strata. Penyortiran pada sato misalnya pada sapi Hereford karena menghasilkan total dan kualitas daging kian baik.


Persilangan (Hibridisasi)

Persilangan atau hibridisasi merupakan perkawinan di antara dua insan tanaman ataupun dabat yang berpunca dari diversifikasi yang sederajat, cuma berbeda adat genetiknya. Persimpangan pada tanaman misalnya persilangan pada padi.

Contohnya persilangan antah keberagaman A yang memiliki budi bentuk gabah gemuk tataran (GG), tahan hama (HH), namun tekstur nasi tidak pulen atau pera (pp) dan warna gabah kusam (kk), dengan padi macam B yang memiliki fiil rencana padi renceng sumir (gg), tidak tahan hama (hh), cuma tekstur nasi pulen (PP) dan warna pari asfar bersih (KK), Hasil persilangannya adalah antah hibrid (hasil persilangan) dengan semua sifat dominan.

Maka itu karena hibrid merupakan heterozigot dan tak merupakan alur zombi, untuk mendapatkan hibrid F1 yang sama mesti dilakukan persilangan terus-menerus dengan menggunakan parental nan sama. Bila mau memperoleh silsilah mumi maka hibrid F1 disilang kembali dengan sesamanya. Melintasi persilangan yang repetitif-ulang akan diperoleh silsilah mimu dengan karakter yang diinginkan.

Persimpangan lega hewan ternak terutama bermaksud untuk meningkatkan sumber protein internal masa relatif singkat. Misalnya ayam pedaging atau sapi yang pertumbuhannya cepat dengan jasad yang cepat rani atau sapi perah yang air susu dan lezat susunya banyak. Persimpangan plong dabat dapat dilakukan dengan cara persimpangan sanak, persilangan mumi, persilangan luar, dan persimpangan baur.

Persilangan Sanak (Inbreeding)

Persilangan sanak yakni perkawinan antara hewan nekat dan betina yang masih satu keluarga. Misalnya emak gagah dikawinkan dengan anak asuh-anak betinanya, sehingga disebut
closebreeding.
Harapan persilangan ini adalah bagi menghasilkan keturunan yang bergalur mumi.

Persimpangan Kadaver (Pure Breeding)

Persilangan mumi yakni perkawinan antara hewan bahaduri dan lebah ratulebah dari ras yang sama.
Tujuan persilangan ini adalah kerjakan mendapatkan zuriat yang homozigot. Misalnya perkawinan sapi jantan dan betina ras Bali.

Persilangan Luar (Cross Breeding)

Persimpangan luar ialah perkawinan antara hewan jantan dan betina dari dua ras yang berbeda.
Tujuan persilangan ini adalah lakukan mendapatkan anak cucu dengan sifat-sifat baru. Misalnya perkawinan antara sapi Madura yang kuat dengan sapi Fries Holland dari Belanda yang produksi susunya strata.

Persilangan Baur (Up Breeding)

Persilangan baur merupakan perkawinan antara hewan jantan dengan kualitas ulung yang rata-rata berasal berpokok luar negeri dengan satwa betina yang berasal bersumber negeri lokal. Harapan persilangan ini adalah cak bagi merevisi mutu sato di daerah setempat.


Alih tugas Buatan

Mutasi buatan yaitu perubahan relasi atau jumlah materi genetik/DNA (mutasi gen) atau kromosom (mutasi kromosom) puas kamp-sel tubuh makhluk kehidupan, nan dilakukan dengan sengaja oleh manusia.

Mutasi buatan dapat terjadi melewati beberapa pendirian, ialah radiasi sinar radioaktif (radioisotop) misalnya binar X, alpha, beta, dan gamma, ataupun dengan fusi kimia berupa kolkisin.
Mutasi imitasi paling banyak dilakukan sreg tanaman. Mutasi tiruan dengan radiasi panah gamma pada skor-biji pohon gabah dan palawija yang dilakukan maka itu BATAN (Badan Tenaga Atom Kewarganegaraan) menghasilkan gabah Atomita I dan Atomita II yang berumur panen pendek, hasil produksi tahapan, dan tahan terhadap terjangan hama wereng.

Mutasi sintetis dengan perendaman ponten-kredit tumbuhan perkebunan dan pertanaman dalam kolkisin menyebabkan tanaman memiliki buah nan besar dan tidak berbiji. Misalnya buah mendikai, kates, jeruk, dan anggur minus biji.


2. Penerapan Hukum Mendel pada Meres Pertanaman

Penerapan syariat Mendel di meres pertanian bertujuan kerjakan
memperoleh konsentrat unggul, misalnya tanaman yang produksinya tinggi, cepat
berbuah, buahnya ki akbar, rasanya enak, resistan terhadap wereng, tahan terhadap
kesuntukan dan sebagainya.

Penyilangan pada tanaman misalnya penyilangan padi dengan fenotip resistan hama pera (HHpp) dengan tidak tahan hama pulen (hhPP).

Penyilangan dimaksudkan mendapatkan keturunan padi dengan kualitas menjuarai yaitu tahan hama pulen.

Hasil percobaan persimpangan, secara teoritis dapat dilihat sreg bagan berikut:

Berlandaskan rang persilangan boleh diketahui bahwa fenotipe keturunan mula-mula (F1) 100%
tahan hama pulen

Sedangkan skala fenotipe F2 = 9 tahan hama pulen : 3 resistan hama pera : 3 tidak tahan hama pulen : 1 tidak tahan hama pera.


3. Penerapan Hukum Mendel lega Parasan Peternakan

Sama seperti sreg bidang persawahan, penerapan hukum Mendel di rataan peternakan juga  bertujuan cak bagi memperoleh sari menang.

Segala apa saja sifat unggul yang diinginkan? Ya, model sifat unggul ternak yang diinginkan adalah cepat bertelur sreg mandung petelur, banyak menghasilkan susu pada ternak sapi, atau tahan terhadap penyakit plong peternakan iwak dan sebagainya.

Perbaikan keturunan sreg ternak, dapat dilakukan melalui persimpangan sesuai dengan
tujuan yang diharapkan, misalnya dengan pendirian
purebreeding, inbreeding, outcrossing, crossbreeding,
maupun
upbreeding
.

a. Purebreeding,
yaitu persilangan peliharaan jantan dan betina dalam satu jenis. Misalnya persilangan sapi madura nekat dengan sapi madura betina. Tujuannya adalah untuk mempertahankan fenotipe unggul dengan genotipe homozigot.

b.
Inbreeding,
yaitu persilangan piaraan bahaduri dan lebah ratulebah sedarah, Misalnya persilangan induk bahadur dengan lebah ratulebah keturunannya sendiri. Tujuannya adalah untuk mempertahankan siat-sifat menang yang dimiliki rasnya.

c.
Outcrossing,
yaitu persilangan seekor ternak jantan dari satu gerombolan dengan beberapa betina gerombolan enggak yang masih satu ras tetapi tidak sedarah. Misalnya persilangan antara pejantan sapi bali dari suatu area dengan sapi bali betina distrik lain. Tujuannya yakni cak bagi menjaga keotentikan sifat unggul suatu ras.

d.
Crossbreeding,
yaitu persilangan ternak bahadur dan betina nan berlainan ras. Misalnya persimpangan antara sapi
Fries Holland
dengan sapi Madura. Tujuannya adalah untuk mendapatkan ras baru yang memiliki sifat-sifat berjaya dari kedua ras tersebut.

e.
Upbreeding,
yaitu persilangan antara pejantan yang telah diketahui mutunya
(rata-rata didatangkan terbit luar kawasan), dengan betina-netina setempat. Misalnya persilangan antara sapi pejantan Ongole dari India dengan sapi betina Sumba menghasilkan Peranakan Ongole (PO) atau Sumba Ongole (SO).  Tujuannya buat mengoreksi loklok peliharaan setempat.

Penyilangan plong hewan, misalnya Sapi dengan sifat segar kurus (BBgg) disilangkan dengan sapi dengan adat ringkih mampu. Penyilangan dilakukan dengan harapan bagi menghasilkan keturunan dengan kualitas unggul yaitu sapi dengan resan bugar gemuk.

Secara teoritis, hasil persilangan dapat diperkirakan menggunakan rangka persimpangan menurut Mendel sbb:

Bersendikan tulangtulangan persilangan dapat diketahui bahwa fenotipe keturunan pertama (F1) 100%
bugar mampu.

Padahal rasio fenotipe F2 = 9 fit gemuk : 3 bugar mersik : 3 ringkih berpunya : 1 ringkih kurus.

Source: https://jendelabiologi.com/kelas-xii/5-genetika-mendel/