Hadits Tentang Sabar Dan Ikhlas

Kali ini akan dishare kumpulan hadits mengenai kudus kamil bahasa arab dan artinya. Umat selam penting kiranya mengkaji dan mengerti hadist hadits ikhlas yang disabdakan makanya Nabi Muhammad SAW sebagai pelepas agar hati menjadi kudrati dari rasam kebiasaan yang ternoda.

N domestik agama islam, perkara suci ini sangatlah terdepan an harus diperhatikan. Keadaan ini dikarenakan segala amal ibadah akan dinilai dari niatnya. Ikhlas sendiri bisa diartikan ialah mengerjakan setiap ibadah atau amal kebajikan tetapi karena Yang mahakuasa Ta’ala dan doang mengasakan ridha-Nya. Bukan cak bagi tujuan lain selain Allah SWT.

Jika hati kita ikhlas dan diniatkan untuk memperoleh ridho Almalik SWT, maka amal perbuatan dan ibadah kita akan dituruti maka itu Tuhan SWT. Sahaja kalau sebaliknya, kita beribadah tidak ikhlas dan ada tujuan lain selain Allah SWT, maka ibadah kita akan tertolak. Justru bukan pahala nan didapat, sahaja lebih lagi dosa riya’.

Masuknya rasam riya, ujub dan bangga diri dapat masuk kedalam hati barangkali semata-mata dengan adv amat halus dan kita bahkan enggak merasakannya. Contohnya ialah khalayak yang menderma karena mengharap reputasi dan kursi serta memimpikan pujian dari makhluk lainnya.

Amal ibadah mereka akan sia sia sekadar. Sedangkan hamba allah yang bersedekah nirmala dan ikhlas hanya karena Tuhan SWT, maka amalnya dikabulkan dan diganjar maka itu pahala. Mereka nan ikhlas tidak akan mudah memutuskan amalnya, bukan mundur, dan tak celih-malasan sejajar sekali. Sebab, alasan yang melatarbelakangi amalnya tidak pernah sirna, yaitu mengharap ridho Yang mahakuasa SWT.

Kumpulan Hadits Tentang Ikhlas Lengkap Bahasa Arab dan Artinya

Pentingnya sifat ikhlas ini mutakadim disinggung di bermacam-macam dalil baik itu dari ayat tulen Al-Alquran maupun hadist tentang ikhlas. Dalam hadits adapun tahir banyak dijelaskan bagaimana pentingnya koteng muslim ikhlas n domestik menyumbang dan beribadah.

Dan bagaimana bahayanya kalau tidak ikhlas saat mengerjakan amal ibadah. Dan simultan saja selengkapnya simak berikut ini daftar kumpulan hadits tentang asli hipotetis dalam catatan bahasa arab dan fungsi/terjemahan Indonesianya.

Kumpulan Hadits Mengenai Murni

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رضي الله عنه قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ : إنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ – وَفِي رِوَايَةٍ : بِالنِّيَّةِ – وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا ، فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ .

Terjemah Dari Umar polong Khaththab ra, ia berkata; Aku mendengar Rasulullah saw berucap; Amal itu hanyalah dengan niat, dan bagi setiap orang (perlawanan) sesuai dengan barang apa yang diniatkannya. Barangsiapa berhijrah (dengan niat) kepada Allah dan RasulNya, maka (ia mendapatkan balasan) hijrahnya kepada Yang mahakuasa dan RasulNya, dan barangsiapa berhijrah (dengan karsa) kepada (keuntungan) dunia yang akan diperolehnya, atau wanita yang akan dinikahinya, maka (ia mendapatkan pertampikan) hijrahnya kepada segala apa yang anda hijrah kepadanya.

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ حَدَّثَنِي سَلَمَةُ بْنُ كُهَيْلٍ ح و حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ سَلَمَةَ قَالَ سَمِعْتُ جُنْدَبًا يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَمْ أَسْمَعْ أَحَدًا يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَيْرَهُ فَدَنَوْتُ مِنْهُ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَمَّعَ سَمَّعَ اللَّهُ بِهِ وَمَنْ يُرَائِي يُرَائِي اللَّهُ بِهِ(البخاري)

Nabi SAW bersabda: komoditas kelihatannya yang memperdengarkan (amalnya) maka Halikuljabbar akan memperdengarkannya, dan siapa-siapa yang pamer (amalnya) maka Allah akan pamer dengan orang tersebut. (Bukhori)

Dari Abu Hurairah RA, ia merenjeng lidah : Rasulullah SAW pernah berucap,

 عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص : اِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ اِلىَ اَجْسَامِكُمْ وَلاَ اِلىَ صُوَرِكُمْ وَ لٰكِنْ يَنْظُرُ اِلىَ قُلُوْبِكُمْ. مسلم

“Sesungguhnya Allah tidak mengaram (menilai) bagan tubuhmu dan lain pula membiji kebagusan wajahmu, semata-mata Tuhan melihat (menilai) keikhlasan hatimu”. [HR. Muslim]

حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍ الرَّازِيُّ عَنْ الرَّبِيعِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ فَارَقَ الدُّنْيَا عَلَى الْإِخْلَاصِ لِلَّهِ وَحْدَهُ وَعِبَادَتِهِ لَا شَرِيكَ لَهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ مَاتَ وَاللَّهُ عَنْهُ رَاضٍ قَالَ أَنَسٌ وَهُوَ دِينُ اللَّهِ الَّذِي جَاءَتْ بِهِ الرُّسُلُ وَبَلَّغُوهُ عَنْ رَبِّهِمْ قَبْلَ هَرْجِ الْأَحَادِيثِ وَاخْتِلَافِ الْأَهْوَاءِ وَتَصْدِيقُ ذَلِكَ فِي كِتَابِ اللَّهِ فِي آخِرِ مَا نَزَلَ يَقُولُ اللَّهُ فَإِنْ تَابُوا قَالَ خَلْعُ الْأَوْثَانِ وَعِبَادَتِهَا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوْا الزَّكَاةَ وَقَالَ فِي آيَةٍ أُخْرَى فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوْا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ حَدَّثَنَا أَبُو حَاتِمٍ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى الْعَبْسِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍ الرَّازِيُّ عَنْ الرَّبِيعِ بْنِ أَنَسٍ مِثْلَهُ(ابن مجه:69)

Dari Anas ibn Malik, engkau berucap, Rasulullah bersabda: Barang mana tahu memisahkan diri dari dunia dengan ikhlas karena Allah dan ibadah kepadaNya yang tidak menyukutukannya, dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat kemudian beliau senyap, maka Sang pencipta ridho terhadapnya. Anas bersabda: itulah agama nan para utusan nomplok dengan mengangkut agama tersebut, dan para utusan menyodorkan itu semua mulai sejak Tuhan mereka sebelum datang (turun narasi perang) dan bercampurnya hawa nafsu. Pembenaran itu semua ada pada penutup sesuatu yang telah diturunkan, Yang mahakuasa berfirman Fain Larangan dst.(Ibn Majah).

وَ رَوَى اْلبُخَارِيُّ وَ مُسْلِمٌ: لَوْ اَنَّ اَحَدُكُمْ يَعْمَلُ فىِ صَخْرَةٍ صَمَّاءَ لَيْسَ لَهَا بَابٌ وَ لاَ كَوَّةٌ لَخَرَجَ عَمَلُهُ كَائِنًا مَا كَانَ. متفق عليه

“Sekiranya salah seorang di antara sira melakukan suatu ulah di dalam gorong-gorong yang tidak ada pintu dan lubangnya, maka dedikasi itu tegar akan dapat keluar (tegar dicatat makanya Almalik) menurut keadaannya”. [HR. Bukhari dan Muslim]

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ زَكَرِيَّاءَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سُوقَةَ عَنْ نَافِعِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ قَالَ حَدَّثَتْنِي عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَغْزُو جَيْشٌ الْكَعْبَةَ فَإِذَا كَانُوا بِبَيْدَاءَ مِنْ الْأَرْضِ يُخْسَفُ بِأَوَّلِهِمْ وَآخِرِهِمْ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يُخْسَفُ بِأَوَّلِهِمْ وَآخِرِهِمْ وَفِيهِمْ أَسْوَاقُهُمْ وَمَنْ لَيْسَ مِنْهُمْ قَالَ يُخْسَفُ بِأَوَّلِهِمْ وَآخِرِهِمْ ثُمَّ يُبْعَثُونَ عَلَى نِيَّاتِهِمْ(البخاري)

Rasulullah SAW bersabda: para laskar akan bergulat buat subversif ka’bah, maka ketika tentara sudah lalu sampai di tanah baida’, mereka di masukkan ke tanah berusul yang utama hingga yang ragil. Aisah berkata: saya mengomong hai rasulullah, bagaimana mereka dimasukkan ke persil berpokok  yang utama sebatas yang ragil dan didalamnya terdapat pasar mereka, dan manusia yang bukan golongan mereka. Nabi bercakap: mereka dimasukkan ketanah (dirusak) dari semula hingga akhir kemudian mereka dibangunkan sesuai dengan niat mereka (Bukhori).

حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ خَالِدِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِلَالٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَكْشِفُ رَبُّنَا عَنْ سَاقِهِ فَيَسْجُدُ لَهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ وَمُؤْمِنَةٍ فَيَبْقَى كُلُّ مَنْ كَانَ يَسْجُدُ فِي الدُّنْيَا رِيَاءً وَسُمْعَةً فَيَذْهَبُ لِيَسْجُدَ فَيَعُودُ ظَهْرُهُ طَبَقًا وَاحِدًا (البخاري)

Laki-laki berbicara saya mendengar bermula nabi dia bersabda Tuhanku membuka kekuasaannya kemudian setiap anak adam mu’min laki-suami dan perempuan sujud padaNya, maka masih tunak makhluk yang sujud di dunia karena riya’ dan sum’ah kemudian ia pergi bakal bersujud maka punggungnya pula dengan panjang suatu (Bukhori)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ الرَّجُلُ يُقَاتِلُ حَمِيَّةً وَيُقَاتِلُ شَجَاعَةً وَيُقَاتِلُ رِيَاءً فَأَيُّ ذَلِكَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ(البخاري)

Pecah Tepung Musa engkau berbicara; laki-laki sudah datang kepada nabi SAW, kemudian junjungan-laki berkata: seorang junjungan-laki berperang dengan panasnya hawa nafsu, dan suami-laki berperang dengan pemberani, dan lanang berperang dengan riya’(pamer), maka mana laki-laki nan bergelut di jalan Allah. Rasul mengomong; seseorang yang kutat agar kalimat Allah menjadi mulia, maka dia termasuk cucu adam yang berperang di jalan Allah (Bukhori)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berucap, “Hamba allah nan paling mendapat habuan dengan syafa’atku lusa puas musim kiamat merupakan manusia yang mengucapkan la ilaha illallah dengan ikhlas dari relung hati atau dirinya.” (HR. Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu)

Agama ialah keikhlasan (kesetiaan ataupun loyalitas). Kami lalu bertanya, “Loyalitas kepada mungkin, ya Rasulullah?” Rasulullah Saw menjawab, “Kepada Halikuljabbar, kepada kitabNya (Al Qur’an), kepada rasulNya, kepada penguasa muslimin dan kepada rakyat awam.” (HR. Muslim)

Sahabat Sa’ad bin Abi Waqash ra merenjeng lidah, bahwa Rasulullah saw sudah bersabda: “Peranakan nan anda lepaskan amung-mata mencari keridhaan Allah, akan mendatangkan pahala besar bagimu. Dan termaktub mendapat habuan pahala besar lagi nafkah nan kamu berikan kepada istrimu.” (HR. Bukhari).

Sahabat Ibni Umar ra menanggali, bahwa Rasulullah saw telah berujar: “Apabila Allah menurunkan adzab kepada sekelompok kaum, maka adzab itu akan menghinggapi orang-orang yang makmur di dalamnya. Dan kemudian mereka akan dibangkitkan berdasar niat mereka sendirisendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Berasal Serbuk Hurairah r.a., Rasulullah s.a.w bertutur: Apabila hari Khiamat maka Allah akan menghukum diantara para makhluk dan semua umat bertekuk dengkul. Nan purwa akan dipanggil ialah orang nan pandai alQur’an, orang yang mati fisabilillah dan orang kaya. Maka Almalik bertanya kepada insan nan pakar AlQur’an: Lain kah Aku telah mengajarkan kepada mu atas apa nan Aku turunkan kepada utusanku. Jawab orang itu: Bersusila Halikuljabbar ku. Firman Sang pencipta: Lalu apakah yang telah dia lakukan atas barang apa nan sira ketahui itu. Jawabnya: Aku telah mempelajarinya di waktu malam dan mengamalkannya di waktu siang. Firman Yang mahakuasa: Dusta kau. Malaikat juga berkata: Dusta kau, sebenarnya engkau doang ingin di gelar qari dan pandai internal AlQur’an, dan mutakadim disebut sedemikian itu. Lalu dipanggil basyar ki berjebah dan ditanya: Segala apa nan engkau telah perbuatkan terhadap harta yang telah Aku kurniakan itu? Jawabnya: Aku telah mengunakannya kerjakan kondusif sanak saudara dan bersedekah. Firman Almalik: Dusta kau Para Malaikat pula berkata: Bidah kau, kau mengamalkan begitu hanya ingin disebut sebagai karim, dan telah terkenal demikina itu. Lalu dihadapkan orang yang antap syahid berjihad fisabilillah, ditanya: Kenapa dia terbunuh? Jawabnya: Aku mutakadim bergelut untuk menegakkan agama Mu sehingga aku terbunuh. Halikuljabbar berfirman: Kebohongan engkau. Malaikat pun berkata: Dusta engkau, engkau doang kepingin disebut pahlawan yang berani berani dan sudah disebut demikian itu. Kemudian Nabi s.a.w menampar paha ku sambil bersabda: HaiAbu Hurairah, ketiga-tiga turunan itu lah yang mula-mula di bakar didalam jago merah neraka puas hari khiamat.

Semenjak Umamah ra, sira berkata : “seseorang lelaki nomplok kepada Rasulullah saw, dan bertanya : “bagaimana pendapat Tuan akan seorang laki-suami yang tampil ke wadah laga, untuk bergumul dengan tujuan mencari upah dan nama…? apa yang engkau dapat…? Rasulullah saw menjawab : “ia tidak memperoleh segala apa-apa.” Adam itu bertanya sampai tiga siapa, Rasul saw tetap menjawab : “ia bukan memperoleh apa-segala”. Kemudian beliau bersabda : “Tuhan ‘Azza wa Jalla tidak menerima suatu amalan kecuali apabila dilaksanakan dengan ikhlas demi mengejar keridhaan-Nya semata” (HR. Serbuk Daud & Nasa’i)

Nabi SAW telah bercakap: “Yang sangat aku takuti atas kamu yakni syirik kecil”. Sahabat bertanya: “Ya Rasulullah apakah syirik kerdil itu.” Jawab baginda: “Riya’. Pada hari pembalasan kelak Tuhan berucap kepada mereka; pergi lah kamu kepada bani adam-orang yang dahulu anda beramal kerana mereka di dunia, lihatlah disana kalau-kalau engkau berbahagia kebaikkan berasal mereka.”

Barangsiapa memperbaiki hubungannya dengan Allah maka Allah akan menyempurnakan hubungannya dengan manusia. Barangsiapa memperbaiki barang apa yang dirahasiakannya maka Allah akan memperbaiki apa yang dilahirkannya (terang-terangan). (HR. Al Hakim)

Maukah kukabarkan kepada kalian mengenai sesuatu yang bertambah aku takutkan mencamkan kalian daripada al-Masih ad-Dajjal?”. Para sahabat menjawab, “Kepingin ya Rasulullah.” Ia merenjeng lidah, “Yakni syirik yang problematis. Tatkala seorang berdiri menunaikan sholat lantas membagus-baguskan sholatnya karena merasa dirinya diperhatikan oleh orang lain.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah, al-Bushiri berujar sanadnya hasan)

Koteng sahabat bersabda kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, seseorang melakukan amal (keistimewaan) dengan dirahasiakan dan bila diketahui orang dia pun menyukainya (merasa senang).” Rasulullah Saw berkata, “Baginya dua pahala merupakan pahala dirahasiakannya dan pahala pendar-terangan.” (HR. Tirmidzi)

Demikianlah kumpulan hadits tentang jati lengkap bahasa arab dan artinya. Semoga penjelasan mengenai dalil hadist ikhlas diatas penting dan bisa menjadi pengajian pengkajian bakal kita supaya lebih ikhlas lagi kerumahtanggaan beramal dan beribadah. Wallahu a’lam.

Source: https://www.muslimdakwah.com/2018/03/hadits-tentang-ikhlas.html

Posted by: gamadelic.com