Hadits Tentang Aurat Laki Laki

Mahad Bimbingan Islam (BIAS) belajar Islam terstruktur

Batasan Aurat Lanang yang Terbiasa Ditutup


Sidang pembaca
Bimbinganislam.com
yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Batasan Alat vital Laki-Laki nan Teristiadat Ditutup, selamat mendaras.



Pertanyaan:

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.. Ustadz, yang ana ketahui batasan alat vital untuk lelaki dari pusar hingga dengkul. Apakah dapat dengan melihat selain dari itu baik disengaja atau bukan disengaja dan bagaimana hukumnya? Harap ular-ular dan penjelasannya Barakallahu fiik

Ditanyakan maka dari itu Sahabat Mahad Distorsi



Jawaban:

Waalaikumslam warahmatullah wabarokatuh

Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada semua hambanya untuk menutup aurat kecuali ke keluarga sendiri seperti suami alias istri. Dalilnya ialah tembusan dalam Al Alquran, yakni:

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ . إِلا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِين

Daftar Grup WA Bimbingan Islam Gratis


(Orang beriman) adalah orang yang menjaga aurat mereka. Kecuali kepada istri-amputan mereka atau budak-budak wanita mereka, seandainya demikian maka mereka tidak tercela. (QS. Al Mu’minun: 5-6)

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam pun memerintahkan kepada semua umat mukminat cak bagi menutup dan menjaga auratnya agar tidak dilihat maka dari itu orang bukan nan enggak berhak. Apalagi cak bagi sesama jenis pun tak diperbolehkan saling mengawasi aurat suatu sederajat lain. Dalilnya adalah:

لاَ يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ، وَلاَ الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ، وَلاَ يُفْضِي الرَّجُلُ إِلَى الرَّجُلِ فِي الثَّوْبِ الْوَا حِدِ، وَلاَ تُفْضِي الْمَرْأَةُ إِلَى الْمَرْأَةَ فِي الثَّوْبِ الْوَحِدِ

Janganlah koteng pria melihat kemaluan lanang (lainnya), dan janganlah pula seorang wanita mematamatai genitalia wanita (lainnya). Seorang pria tidak bisa bersama maskulin lain dalam suatu perca, dan tidak dapat pula seorang wanita bersama wanita lainnya kerumahtanggaan satu kain. (HR. Mukminat. No. 338)

Batas aurat lakukan laki-laki maupun pria yaitu tiba dari pusar sebatas dengkul, sebagaimana hadits Utusan tuhan Shallahu alaihi wasallam,”

أسفلِ السُّرَّةِ وفوقَ الركبتينِ من العورةِ


Yang di bawah pusar dan di atas kedua lutut adalah alat kelamin. (HR. Al Baihaqi, 3362)

Apakah pusar dan lutut tertera kemaluan yang harus di tutup? Para jamhur berlainan pendapat dalam keburukan ini, lazimnya cerdik pandai berpendapat bahwa pusar dan lutut bukan termasuk alat kelamin junjungan-suami yang harus ditutup. Oleh karena itu, jumhur ulama membolehkan kedua bagian tubuh ini terpandang. Sebagai halnya dikemukakan oleh Asy Syairozi, dalil pendukungnya yaitu hadits terbit Tepung Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bercakap:


“Aurat laki-laki adalah antara pusarnya hingga lututnya.” (Al Majmu’, 3: 120-121).

Lagi dari Tepung Musa Al Asy’ari radhiallahu’anhuia berkata:

أن النبي صلى الله عليه وسلم كان قاعداً في مكان فيه ماء قد انكشف عن ركبته أو ركبتيه فلما دخل عثمان غطاها


“Utusan tuhan Shallallahu’alaihi Wasallam pernah duduk di suatu palagan yang terdapat air dalam hal ternganga lututnya maupun kedua lututnya. Ketika Utsman nomplok, beliau menyelimuti lututnya” (HR. Al Bukhari no. 3695).

Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengatakan:

فإن عورة الرجل ما بين السرة والركبة في الصلاة وخارجها لكن يزاد على ذلك في الصلاة أن يستر عاتقيه أو أحدهما برداء ونحوه مع القدرة على ذلك، ولا يجوز للمؤمن في الصلاة أن يبدي شيئاً مما بين السرة والركبة، هذا هو الذي عليه جمهور أهل العلم وهو الصواب، وذهب بعض أهل العلم إلى أن الفخذ ليس بعورة ولكنه قول مرجوح


“Alat vital lelaki adalah antara pusar dan lutut, baik di internal shalat maupun di asing shalat. Semata-mata di dalam shalat ditambah dengan menutup kedua pundaknya atau salah satunya dengan rida atau semisalnya selama masih berkecukupan. Dan enggak boleh cak bagi seorang Orang islam momen shalat sira memperlihatkan fragmen antara pusar setakat lututnya. Ini adalah pendapat jumhur jamhur dan ini yaitu pendapat yang benar. Sebagian ulama berpendapat bahwa paha enggak terdaftar aurat, namun ini adalah pendapat yang gontai”
(https://binbaz.org.sa/fatwas/17400).

Lalu bagaimana dengan batasan aurat kepada istri ? Dalam hadistnya, Rasulullah menjelaskan bahwa junjungan dapat mematamatai seluruh anggota bodi pasangannya, begitu juga sebaliknya. Ini artinya, suami dan istri dapat ubah melihat anggota tubuh nan kiranya ditutupi. Dalilnya adalah:

احْفَظْ عَوْرَتَكَ إِلاَّ مِنْ زَوْجَتِكَ أَوْ مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ


Jagalah (tutuplah) auratmu kecuali pada cem-ceman alias budak yang engkau miliki. (HR. Abu Daud, No. 4017)

Wallahu a’lam.


Dijawab dengan ringkas oleh:


USTADZ MU’TASIM, Lc. MA. حفظه الله

Senin, 5 Shafar 1443 H/ 13 September 2022 M




Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.

Dewan temu duga Bimbingan Islam (BIAS), alumus Jamiah Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Bagi melihat kata sandang lengkap
dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله

klik disini

Akademi Shalihah Menjadi Sebaik-baik Perhiasan Dunia Ads

Photo of Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Anda merupakan Alumni S1 Perguruan tinggi Selam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2022 – 2012 | Meres khusus Keilmuan yang gayutan diikuti anda adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Perhimpunan Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif intern Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Bagan dan Masjid

Source: https://bimbinganislam.com/aurat-laki-wajib-ditutup/

Posted by: gamadelic.com