Gambar Tanaman Hias Buah Jeruk Nagami

panen jeruk batu 55 (1)

Lain jebah jika sitrus menjadi komoditas buah favorit nasional karena memiliki nilai ekonomi pangkat, adaptasinya sangat luas, lewat populer dan digemari hampir seluruh salutan masyarakat, dan poin impornya mendatangi meningkat.

Sosi sukses usahatani jeruk bukan hanya bergantung puas bibit unggul, sekadar pun adv amat dipengaruhi oleh pemilihan lokasi, penyiapan persil dan preservasi tanaman.

1. Pemilihan lokasi

  • Tinggi tempat
    .
    Sungguhpun adaptasinya luas, beberapa kelompok jeruk berproduksi optimal hanya jika ditanam di dataran invalid (? 400 m dpl) : pamelo, sebagian besar jenis Siam, keprok Tejakula dan Madura.  Sedangkan sebagian lain berproduksi optimal jika ditanaman di legok panjang (? 700 m dpl): jenis keprok (Batu 55, Tawangmangu, Pulung, Garut, Polong, dll), jeruk garut (Punten, Groveri dan WNO, dll.), jeruk Siam Madu.
  • Iklim
    .

    Tanaman jeruk menuntut terang mentari penuh (bebas naungan), suhu 13 – 35°C (optimum 22 – 23°C), guyur hujan 1.000 – 3.000 mm/th (optimum 1.500 – 2.500 mm/th), dan bulan cengkar (< 60 mm) sejauh 2 – 6 bulan (optimum 3 – 4 wulan berturut-turut).
  • Tanah
    .

    Persil teladan yaitu memiliki lapisan tanah nan kerumahtanggaan, hingga kedalaman 150 cm bukan ada saduran kedap air, kedalaman air kapling ± 75 cm, tekstur tanah pekat berpasir, dan pH ± 6.  Jika pH persil dibawah 5, unsur mikro dapat meracuni tumbuhan dan sebaliknya tanaman akan kekurangan takdirnya pH diatas 7.

[cml_media_alt id='1292']adaptasi beberapa varietas jeruk di dataran tinggi dan dataran rendah[/cml_media_alt]

2.  Pemilihan B
enih

Benih bermutu baik memiliki kriteria : hasil okulasi mata tempel berpangkal Blok Penggandaan Indra penglihatan Tempel (BPMT) plong mayit bawah
Japansche Citroen

(JC) di dalam polibag, berlabel, tahapan pokok kayu ± 75 cm, dan pertumbuhan serta perakarannya formal.

[cml_media_alt id='1293']perbenihan jeruk sehat[/cml_media_alt]

Gambar. Jauhar sitrus berlabel sensasional berkualitas bebas penyakit

3.  Pen
yiapan lahan

dan

p
emeliharaan

a.

Pe
ngolahan Tanah dan penghijauan.

Sebelum tanam, lahan dibebaskan dari batuan dan pokok kayu besar.  Untuk petak sawah dan pasang surut, meres tanam tergarap menjadi surjan alias tukungan (lambak = Jawa), sedangkan di tanah kering dibuat lubang tanam (intern = 0,75 m, lebar atau tinggi = 0,6 m). Jarak tanam  5 x 4 m2
(jeruk keprok), 5 x 6 m2
(jeruk manis), dan 6 x 7 m2
(pamelo).  Baris tanam diatur selevel arah timur – barat agar pendakyahan nur matahari optimal.

Pengunci gorong-gorong tanam dicampur pupuk kandang ± 20 kg/liang atau dibuat campuran 3 bagian tanah + 1 episode pasir + 2 episode pupuk kandang jika tanahnya sulit.  Tambahkan 1 kg dolomite takdirnya pH tanah < 5,5.

Semula tahun hujan adalah ketika paling tepat lakukan penanaman di tanah kering.  Setiap pokok kayu dipasang ajir agar pohon konstan tegak momen angin kencang.

b. Pengaturan cabang.

Arsitektur pokok kayu sitrus teradat dibangun sejak dini dengan pendirian mengatur percabangan berpola 1 – 3 – 9. Setiap pohon terdiri 1 mayat utama  yang mendukung 3 silang primer, dan setiap cabang primer kondusif 3 cagak sekunder.

c
.  Irigasi
.

Saat pertumbuhan vegetatif hijau, pembungaan dan pembentukan buah harus tersedia pas air, dan selepas pengetaman persil dikeringkan sekitar 3 bulan faedah memicu pembungaan. Semakin lautan ukuran pokok kayu atau semakin kasar tekstur tanah, semakin banyak air yang dibutuhkan.  Pemasangan mulsa plastik hitam fidah dapat menghemat air dan membereskan gulma di petak sangar.


d. Fertilisasi
.

Produksi optimal bisa dicapai jika tanaman tidak hanya diberi pupuk buatan tetapi juga pupuk organik.  Pohon muda banyak membutuhkan pupuk Ufuk, tetapi saat memasuki usia produktif perlu T, P dan K yang berimbang (Tabel 1).

Grafik. Rekomendasi Umum Fertilisasi Pokok kayu Sitrus

Jiwa (th) Gram/pohon A
plikasi

(1  th)
N P2Ozon5
K2O
0 – 11 – 22 – 33 – 4

4 – 5

10–2020–4040–8080–120

120–160

101010–3030–50

50–80

55–1010–2020–40

40–60

3–4 kali3–4 kali3–4 kali2–3 kali

2 kali

> 5 2 % bobot panen         (0,8% N + 0,4% P2O5
+ 0,8% K2Ozon)
2  kali

Berikan baja kandang sekali setahun sebanyak 20 – 40 kg per pohon bikin semangat 1 – 4 tahun dan 40 – 60 kg bakal umur diatas 4 tahun. Pupuk mikro diberikan 2 – 3 kali saat pertunasan dengan menyemprotkan senyawa atau rabuk daun yang mengandung molekul seng, tembaga, mangan, dan besi.

e.

Penjarangan Biji pelir
.

Kegiatan ini bertujuan menghasilkan buah bermutu tangga dan menjaga kestabilan produksi. Caranya yaitu sisakan 2 biji pelir per tandan menggunakan gunting pangkas. Tolok buah yang dibuang : adv minim, terserang wereng kelainan,  dan ukurannya minimum kecil.

f.  Pengendalian Wereng Penyakit.

Setakat saat ini penyakit CVPD (huanglongbing) belum bisa disembuhkan.  Pencegahanya adalah dengan memakamkan esensi yang sehat dan memintasi serangga kutu loncat (Diaphorina citri).  Eksploitasi pestisida sebaiknya diprioritaskan pada tahun kritis yaitu plong fase pertunasan.

4.

Panen

Penuaian dilakukan saat buah mengaras kedewasaan optimal, sekeliling 8 wulan bersumber pembungaan dan nilai brix ekstrak biji pelir sebesar 10%. Lakukan penuaian detik semarak cerah, gunakan gunting pangkas, jangan memanjat pohon, dan masukkan buah kedalam keranjang yang dilapisi karung plastik.

Maka itu :  Sutopo
Balai Penelitian Jeruk dan Buah Subtropika
Badan Penyelidikan dan Peluasan Pertanian

Source: http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/panduan-budidaya-tanaman-jeruk/