Gambar Tanaman Cabe Buah Banjir

Baureno – Hujan angin lebat yang gebyur wilayah Bojonegoro sejak sepekan terakhir membuat sejumlah anak asuh Wai Wai Solo melimpah. Meski air tidak hingga menyalurkan perkampungan warga, namun luberan air anak asuh sungai itu membentuk beberapa tanaman milik petambak terendam banjir.

Beberapa tanaman yang terendam air di antaranya milu, cabai dan padi. Tanaman seperti cabai mestinya belum waktunya penuaian, namun karena lahannya terendam air sehingga petani mengerapkan proses penuaian. Sedangkan tanaman jagung dan pari galibnya belum berbuntut, sehingga diperkirakan mengalami gagal panen.

Sejumlah lahan perkebunan yang terbenam air itu tersebar di sejumlah kecamatan di Bojonegoro. Di antaranya Kecamatan Baureno, Kanor, Balen, Kapas dan Sumberejo. Ribuan hektare lahan yang sebelumnya bercat hijau dipenuhi tanaman padi, milu dan cabai tampak menjadi putih dipenuhi hamparan air.

Akibat banjir air hujan abu itu, warga di Desa Sembunglor, Kecamatan Baureno terdesak mengulangulang proses panen pohon cabainya. Sebab, kalau enggak dipanen justru mereka akan mengalami kerugian yang besar.

“Sebagian masih banyak yang plonco (buah cabainya,red). Tapi terdesak kita panen untuk mengurangi kerugian,” ujar salah satu pemilik tanaman sahang, Soleh (56).

Untuk mempercepat proses panen cabai itu, engkau memperkerjakan sebanyak heksa- orang. Menurut dia, saat ini harga cili varietas dungu nan ia panen itu per kilogramnya seharga Rp4.500. “Itu kalau buahnya berwarna merah semua, tapi jika sebagian banyak yang plonco ya paling namun Rp3.000/kilogram,” jelasnya.

Selain di Kecamatan Baureno, bilang petani cili di Kecamatan Kanor dan Balen juga sedang mengamalkan panen lada dini. Rata-rata air nan menggenangi sejumlah pokok kayu itu proporsional lutut orang dewasa. Meski ketinggian air hanya segitu, namun para pekebun memastikan beberapa tanaman itu akan senyap.

“Tanaman milu, cabai dan pari jika terbenam air akan mudah mati” kata salah satu petani enggak di Kecamatan Kanor, Samsuri.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Kedaruratan Bencana BPBD Pemkab Bojonegoro, Sukirno mengatakan, guyur hujan yang akan mengguyur kawasan Bojonegoro diprediksi masih tataran sebatas pengunci Februari mendatang.

“Prediksi BMKG Jawa Timur hujan dengan intensitas strata baru akan turun berangkat awal Februari mendatang. Sehingga saya bertarget warga yang dahulu di bantaran Sungai Bengawan Solo kerjakan waspada banjir, lagi warga di bantaran yang akan panen padi kerjakan segera melakukan proses panen padi, sebelum terendam air,” ujarnya. (humas)

Comments


comments


Source: https://tribratanewsbojonegoro.com/tergenang-banjir-tanaman-cabai-di-baureno-dipanen-dini/