Gambar Nabi Adam Dan Hawa

Lukisan yang menggambarkan Adam dan Temperatur.

Dalam tangan kanan agama Abrahamik,
Adam dan Master
adalah kedua sosok nan diyakini bak kutub hamba allah permulaan di bumi dan keseluruhan anak adam maju ini diyakini merupakan keturunan bersumber mereka berdua. Garis ki akbar kisah mereka sama antara yang tertuang dalam Al-Qur’an dengan Kitab Kejadian, meski terwalak beberapa perbedaan.Kisah Adam dan Hawa memengaruhi pandangan masyarakat penganut agama Abrahamik; baik terkait manusia, gender, dan identitas.

Kisah

[sunting
|
sunting sumber]

Dalam Al-Qur’an (kitab suci Islam), narasi Adam termasuk privat surah Al-Baqarah (2): 30-39, Al-A’raf (07): 11-25, Al-Hijr (15): 26-44, Al-Isra’ (17): 61-65, Thaha (20): 115-126, dan Shad (38): 67-88, sedangkan kisah Lanang dalam Tanakh (kitab suci Yahudi) dan Bibel (kitab bersih Kristen) terdaftar pada Kitab Kejadian (Beresyit) pasal 2-5. Selain dari kitab suci, kisah Adam juga terdapat dalam beberapa riwayat hadits dan literatur Rabinik.

Biar secara garis samudra separas, suka-suka perbedaan di antara Al-Qur’an dan Alkitab mengenai kisah Adam.

  • Narasi kreasi Adam privat Al-Qur’an diawali dengan percakapan antara Allah dan para malaikat. Tuhan menyatakan hendak menciptakan anak adam yang berperan perumpamaan khalifah (konsul, penerus) di bumi, semata-mata malaikat memandang bahwa mereka yang kian pantas menerima peran tersebut karena mereka belalah bertasbih pada Allah, sedangkan cucu adam dipandang cuma akan merusak bumi dan menumpahkan pembawaan di sana.[1]
    Alkitab tak menyertakan percakapan ini. Kisah Maskulin n domestik Bibel diawali dengan Allah menciptakan alam semesta beserta isinya.[2]
  • Alkitab menerangkan bahwa individu (Pria) diciptakan menurut rupa dan tulangtulangan Allah,[3]
    sedangkan Al-Qur’an menyatakan bahwa tidak ada yang serupa dengan Almalik.[4]
  • Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah mengajarkan nama segala sesuatu pada Adam,[5]
    sedangkan dalam Bibel disebutkan bahwa Tuhan menanyakan Laki-laki menjatah segel fauna-hewan.[6]
  • Al-Qur’an menguraikan bahwa Allah memerintahkan para malaikat bakal bersujud kepada Pria. Para malaikat melakukannya, tetapi iblis menyorong sehingga dia diusir dari suralaya.[7]
    [8]
    Kisahan ini lain terdapat intern Injil.
  • Alkitab menyebutkan bahwa saat Lelaki tidur, Allah menciptakan Hawa dari benak rusuknya.[9]
    Al-Qur’an tidak menjelaskan akan halnya penciptaan Suhu, tetapi ayat Al-Qur’an yang menyatakan bahwa manusia diciptakan “dari diri nan satu dan Yang mahakuasa menciptakan pasangannya dari dirinya”[10]
    [11]
    ditafsirkan sebagai penciptaan Hawa yang berasal berpokok bagian Adam. Salah suatu riwayat hadits menyebutkan bahwa wanita diciptakan bersumber iga.[12]
  • Bibel menyebutkan bahwa ular menasihati Hawa gado buah terlarang. Sesudah memakannya, Hawa kemudian membujuk Pria agar ikut memakannya pun. Setelahnya, Allah kemudian mengutuk ular dan membuatnya melanglang menggunakan perut seusia usia, memvonis Suhu dengan menerimakan kecapekan saat mengandung dan melahirkan dan membuat suaminya berkuasa atasnya, dan menghukum Adam dengan menjadikannya bersusah payah mencari kandungan dari tanah sebatas dia sendiri sekali lagi menjadi tanah.[13]
    Al-Qur’an tidak mengistilahkan mengenai rincian ikab yang masing-masing mereka terima, juga tidak menyebutkan bahwa Master gado buah bawah tangan lebih dulu bermula Laki-laki. Al-Qur’an hanya menyebutkan bahwa keduanya bersalah.

Geta

[sunting
|
sunting sendang]

Pandangan umum dalam agama Abrahamik adalah bahwa Laki-laki dan Hawa adalah manusia permulaan dan semua individu modern ini merupakan anak cucu mereka.

Gereja Katolik memufakati Laki-laki dan Hawa laksana santo dan santa.[14]
Pesta liturgi tradisional untuk Adam dan Master dirayakan pada 24 Desember sejak Abad Pertengahan.

Islam mengakui Laki-laki sebagai nabi dan tercantum dalam daftar 25 nabi. Al-Asy’hipodrom berpendapat bahwa Temperatur yaitu seorang nabiah (rasul dara).[15]
Beberapa ulama yang kondusif adanya nabiah antara lain Ibnu Hazm, Al-Qurthubi, dan Abuk al-Hasan al-Asy’ari.[15]
[16]
[17]
Meski demikian, kebanyakan jamhur berpendapat bahwa sebagaimana tidak ada perempuan yang menjadi nabi, maka juga tidak ada kuntum yang diangkat menjadi rasul.

Menurut pandangan Baha’i, Laki-laki ialah perwujudan Allah yang pertama dalam sejarah.[18]
Penganut Baha’i mengimani bahwa Adam memulai siklus Adamik yang berlanjut selama 6.000 perian dan berpuncak pada Nabi Muhammad.[19]

Dosa pangkal

[sunting
|
sunting sumber]

Dalam doktrin Kristen, peristiwa Adam dan Hawa yang memakan biji kemaluan ilegal memicu nan kemudian disebut dosa sumber akar. Katekismus Gereja Katolik (KGK) 377 menuliskan yang intinya bahwa awalnya manusia diciptakan sempurna, seluruh kodratnya utuh dan teratur, bebas dari mode jahat yang membuatnya terikat pada kenikmatan inderawi.[20]
Namun Lelaki dan Hawa yang gado biji zakar terlarang takhlik predestinasi sosok nan teoretis tersebut tembelang, kasih keadilan dan kesucian berasal Allah nan terdapat intern diri sosok menjadi memendek dan kekurangan ini menurun pada keturunan mereka. Kekurangan tersebut yang dinamakan “dosa asal” (KGK 416-417).[21]
Dosa asal tersebut mengakibatkan takdir manusia rusak dan melemah dari yang seharusnya, semata-mata kodratnya tak sepenuhnya kemungkus (KGK 405).[21]

Dosa asal nan dilakukan manusia pertama mengakibatkan manusia kehilangan:[22]

  • Rahmat kekudusan
  • Empat berkat yang terdiri terbit:
  1. keabadian, merupakan manusia diyakini diciptakan berperangai langgeng dan dosa dasar takhlik insan dapat mengalami kematian.
  2. tidak adanya penderitaan
  3. informasi akan Tuhan
  4. keutuhan, yaitu harmoni antara nafsu kedagingan dan akal kepribadian. Hilangnya membujur keutuhan menyebabkan manusia kesulitan menaklukkan kerinduan dagingnya pada akal budinya, sehingga manusia memiliki gaya untuk berbuat dosa atau konkupisensi (KGK 405-418).[21]

Ilmu agama dosa dasar ini bukan ditemukan privat ramalan Yahudi arus utama. Lamun sebagian Yahudi Ortodoks menyalahkan Lanang dan Guru atas kerusakan di dunia dan beberapa hawa Yahudi di Babel[23]
berkepastian bahwa kematian adalah hukuman pada manusia lantaran dosa Adam, kejadian itu bukan rukyah mayoritas Ibrani sekarang. Yahudi modern mengajarkan bahwa manusia lahir dalam kejadian bebas dan suci, dan mengerjakan dosa atas seleksian mereka sendiri.[24]

Dalam Islam pula bukan ditemukan adanya kepercayaan ini.[25]
[26]
Di Al-Qur’an disebutkan bahwa biar bersalah, Adam dan Master bertaubat dan telah menerima pengampunan.[27]
[28]
[29]

Identitas dan peran gender

[sunting
|
sunting sendang]

Rukyah tentang Master acapkali menjadi acuan bagi peran dan takhta nona secara umum dalam agama dan awam, utamanya pada masyarakat Barat Abad Medio. Sarjana Timur Dekat Carol Lyons Meyers menyatakan bahwa kisah Hawa ialah bagian Bibel yang minimal memengaruhi gagasan masyarakat Barat terkait gender dan identitas.[30]

:72

Sosiologis Linda L. Lindsey menyatakan bahwa wanita menanggung lebih rumpil beban dosa asal, penciptaannya dari rusuk Laki-laki, urutan kedua diciptakan setelah Lanang, dengan kutukan Halikuljabbar detik pengusirannya dari Taman Eden sering menjadi dasar bagi mendukung kekuasaan adam atas wanita.[31]

:133,397

Dari sisi lain, Trible dan Frymer-Kensky mematamatai bahwa kisah Hawa dalam Kejadian lain menunjukkan inferioritas Hawa atas Adam. Pembukaan “mukhalis” (ezer) menunjukkan pendamping n domestik Alkitab alih-alih tangan kanan, dan kata ini juga digunakan pada koalisi Tuhan sreg (Bani) Israel (tidak Israel pada Sang pencipta).[32]
[33]

:168

Trible menjelaskan bahwa, dalam mitologi, kejadian yang diciptakan bungsu secara tradisi yaitu puncak invensi, yang tersirat privat Kejadian 1 bahwa basyar (Pria) diciptakan setelah segala sesuatu yang lain — kecuali Hawa.[32]
Namun, ilmuwan Perjanjian Bau kencur Craig Blomberg mengatakan bangsa Ibrani kuno mungkin mutakadim mengawasi urutan penciptaan bagaikan bentuk khasiat kepada putra sulung terkait eigendom waris (baik dalam tulisan suci mereka dan kerumahtanggaan budaya sekitarnya) dan meniadakan Adam diciptakan makin dulu berpunca Hawa sebagai tanda hak istimewanya.[34]

:129

Yahudi

[sunting
|
sunting sumber]

Penciptaan Hawa, menurut Illah Joshua, adalah bahwa Halikuljabbar mempertimbangkan pecah anggota jasmani Pria yang mana Hawa akan diciptakan. Dia tidak diciptakan pecah penasihat Adam karena akan menjadi individu yang snobis, tidak diciptakan dari mata karena engkau akan cak hendak mengorek semua hal, tak dari telinga karena dia akan berkeinginan mendengar semua hal, tidak dari ucapan karena dia akan nyinyir, enggak bersumber hati karena dia akan iri pada orang-manusia, tidak berpangkal tangan karena dia akan berhasrat untuk mengambil semua hal, tidak dari kaki karena dia akan menjadi sendiri petualang. Oleh karena itu Hawa diciptakan dari anggota nan disembunyikan, ialah tulang rusuk, nan bahkan enggak terlihat ketika manusia bogel.[35]

Literatur rabinik tadinya mengandung tradisi-tradisi yang menggambarkan Hawa dengan cara yang rendah baik. Menurut Bereshith Rabba 18: 4, Adam dengan cepat menyadari bahwa Guru ditakdirkan untuk terkebat dalam perselisihan kontinu dengannya. Wanita pertama sekali lagi menjadi korban kritikan yang dinisbatkan kepada Rabi Joshua berasal Siknin, yang menurutnya Master, terlepas semenjak upaya ilahi, ternyata “berhulu nyonyor, keletah, penyadap, gosip, rentan terhadap kecemburuan, suka mencuri, dan petualang.” (Ibid. 18: 2). Serangkaian kritikan yang serupa muncul kerumahtanggaan Bereshith Rabba 17: 8, nan dengannya penciptaan Hawa semenjak tulang rusuk Adam alih-alih berpokok bumi membuatnya makin terbatas berpangkal Adam dan tidak pertalian sreg dengan apapun. Akhirnya, kejahatan minimum jahat nan dikaitkan dengan Hawa muncul privat Bereshith Rabba 17: 8:

“Mengapa seorang laki-laki menjauhi tanpa topi tentatif sendiri wanita keluar dengan kepala terlayang? Dia seperti orang yang telah berbuat salah dan sipu pada orang; karena itu sira pergi dengan komandan terkatup. Kok mereka [para wanita] berjalan di depan mayat [di pemakaman]? Karena mereka membawa maut ke dunia, oleh karena itu mereka melanglang di depan jenazah, [seperti nan tertulis], “Karena ia mutakadim dibawa ke kubur … dan semua bani adam mengimak dia, karena ada banyak yang tak terhitung sebelum anda” (Ayub 21: 32d). Dan mengapa ajaran menstruasi (nidah) diberikan kepadanya? Karena beliau menumpahkan pembawaan Adam [dengan menyebabkan kematian], maka itu adalah ilham menstruasi nan diberikan kepadanya. Dan cak kenapa wangsit “adonan” (ḥalah) diberikan kepadanya? Karena dia merusak Adam, yang adalah adonan bumi, maka itu yakni nubuat adonan nan diberikan kepadanya. Dan mengapa tajali mengenai kilat Sabat (nerot shabat) diberikan kepadanya? Karena dia memadamkan jiwa Adam, oleh karena itu adalah visiun dari lampu Sabat yang diberikan kepadanya.”[36]

Selain itu, literatur rabbana tadinya mengandung banyak contoh saat Master didakwa berbagai pelanggaran seksual. Dituliskan dalam Bereshith Rabba 3:16 bahwa “hasratmu akan untuk suamimu,” dia dituduh oleh para rabi karena memiliki dorongan genital nan terlalu maju (Bereshith Rabba 20: 7) dan terus-menerus menggoda Maskulin (ibid. 23: 5). Tetapi, dalam keadaan popularitas dan penyebaran teks, motif Guru bersanggama dengan ular purba mengambil prioritas di atas pelanggaran seksualnya nan lain. Meskipun asa membingungkan, narasi ini disampaikan di banyak tempat: Bereshith Rabba 18: 6, Sotah 9b, Shabat 145b – 146a dan 196a, Yevamot 103b dan ‘Avodah atom 22b.[37]

Dalam tali peranti Yahudi, Filo, Pirkei De-Rabbi Eliezer, dan Targum Yerushalmi menyatakan bahwa Maskulin bukanlah ayah berpokok Qabil/Kain. Sebaliknya, Master menjadi sasaran perzinahan karena dirayu Sammael,[38]
[39]
ular bakau[40]
(nahash, Yahudi:
נחש) di Taman Eden,[41]
maupun hantu penunggu sendiri,[42]
dan Hawa berseru saat kelahiran Kain, “Aku telah mendapatkan seorang putra melalui sendiri malaikat Tuhan.”[43]

Serani

[sunting
|
sunting sumber]

Yesus menegaskan bahwa pada semula mayapada, Allah menciptakan satu lelaki dan satu gadis untuk disatukan umpama suami istri.[44]
[45]
Meskipun tidak menjuluki tanda Hawa, ini merupakan persaksian Yesus akan kebenaran karangan di Kitab Kejadian akan halnya penciptaan Adam dan Temperatur. Paulus mengingatkan jemaat di Korintus agar prayitna terhadap penyesatan oleh hantu puaka seperti yang aliansi dialami Guru, “Sahaja aku remang, takdirnya-kalau pikiran anda disesatkan dari kesetiaan engkau nan ikhlas kepada Kristus, sama sama dengan Hawa diperdayakan maka dari itu bedudak itu dengan kelicikannya.”[46]

Tersapu sikap kerumahtanggaan ibadah jemaat, Paulus menyatakan bahwa perempuan harus berdiam diri dan mendengar dengan patuh, juga tidak diperkenankan mengajari laki-laki. Sikap ini dikaitkan dengan Adam nan diciptakan lebih dulu berasal Temperatur, juga karena Suhu nan tergoda pertama kali meratah buah terlarang.[47]

Selam

[sunting
|
sunting perigi]

Terkait biji zakar haram, Al-Qur’an lain menjelaskan bahwa Suhu yang pertama kali memakannya. Baik Maskulin dan Suhu dijelaskan sama-sekelas bersalah, sama-sama bertaubat, juga sama-sama menerima ampunan.[48]
[49]
Master dipandang sebagai
Ummul Manusia
(ibu umat anak adam), tetapi pengaruhnya tidak semacam itu kuat pada peran dan geta perempuan di marcapada Muslim bila dibandingkan dengan di Barat.

Rasisme

[sunting
|
sunting sumber]

Pada Abad Pencerahan, gagasan tentang keberadaan manusia sebelum Lanang, disebut Pra-Adamit, menantang narasi Alkitab tentang radiks-muasal manusia. Pada abad ke-19, gagasan pra-Adamit mulai diterima dengan sifat supremasi kulit asli. Dikatakan bahwa manusia non-selerang putih bukanlah keturunan Adam, hanya turunan pra-Adam, sehingga kedudukan mereka lebih rendah dari ras kulit tulen. Cendekiawan yang mendukung ini antara bukan Charles Caldwell, Josiah C. Nott, dan Samuel G. Morton.

Setelah Perang saudara Amerika, bani adam Selatan semakin menyepakati argumen yang kondusif ajun mereka sreg inferioritas indra peraba hitam. Lega tahun 1867, Buckner H. Payne, dengan tanda pen Ariel, menulis sebuah tebaran,
The Negro: What is His Ethnological Status?
Sira berargumen bahwa individu Negro merupakan binatang pra-Adam semenjak huma (dianggap sebagai tatanan anjing yang lebih janjang), yang dilestarikan di Bahtera Nuh. Pada tahun 1891, William Campbell, dengan tanda pen “Caucasian”, menulis intern
Anthropology for the People: A Refutation of the Theory of the Adamic Origin of All Races
bahwa sosok-orang non-kulit salih bukanlah baka Lelaki dan karena itu “enggak saudara dalam konotasi istilah yang tepat, namun ciptaan yang lebih rendah” dan bahwa poligenisme adalah suatu-satunya teori yang dapat berpasangan dengan Alkitab. Mengimak Payne, Campbell menyatakan bahwa banjir besar zaman Nuh merupakan akibat terbit pernikahan manusia kulit kudrati (keturunan Adam) dan keturunan pra-Adamit nan dipandang sebagai sebab kerusakan dunia.[50]

Dalam perpaduan yang tidak biasa berbunga pemikiran evolusioner mutakhir dan pra-Adamisme, evolusionis dan geolog the Vanderbilt University, Alexander Winchell, berargumen intern traktat 1878-nya
Adamites and Preadamites
bahwa bangsa Negro terlalu inferior secara kedaerahan kerjakan dikatakan dikembangkan dari Adam privat Alkitab. Winchell juga beriman bahwa syariat evolusi bekerja sesuai dengan niat Tuhan.[51]

Pengacara Irlandia Dominick McCausland, koteng literalis Alkitab dan anti-Darwin, berpendapat bahwa bangsa Tionghoa adalah pertalian keluarga dari Karet/Qabil dan bahwa ras “Kaukasia” pada akhirnya akan membasmi semua yang enggak. Sira berpendapat bahwa hanya keturunan “Kaukasia” berasal Maskulin yang mampu menciptakan peradaban, dan dia mencoba menjelaskan bahwa kebudayaan “non-Kaukasia” yang telah berkembang sebenarnya adalah ras “Kaukasia” yang hilang, yakni keturunan Ham kedelai Nuh.[52]

Pada musim 1900, Charles Carroll menulis
The Negro a Beast; or, In the Image of God. Engkau mengikhtisarkan dalam gerendel itu bahwa ras kulit murni dibuat menurut rangka dan rupa Allah dan bahwa Adam hanya melahirkan ras alat peraba ceria, dan cucu adam negro ialah binatang pra-Adam, yang tak kelihatannya dibuat menurut lembaga dan rupa Yang mahakuasa karena mereka seperti binatang buas, tidak bermoral dan jelek.[53]
Carroll mengklaim bahwa ras pra-Maskulin, sebagaimana orang kulit hitam, tidak punya jiwa. Carroll berkeyakinan bahwa percampuran ras yaitu pencelaan terhadap Halikuljabbar dan merusak rencana ras penciptaan Yang mahakuasa. Menurut Carroll, pencampuran ras juga menyebabkan kesalahan ateisme dan evolusi.[54]

Lihat sekali lagi

[sunting
|
sunting sumber]

  • Runding mengenai kisah Adam dan Guru dari sudut pandang Al-Qur’an dan Bibel:
    • Adam
    • Suhu

Rujukan

[sunting
|
sunting mata air]


  1. ^

    Al-Baqarah (02): 30

  2. ^


    Kejadian 1: 1-31

  3. ^


    Peristiwa 1: 26

  4. ^

    Asy-Syura (42): 11

  5. ^

    Al-Baqarah (02): 31

  6. ^


    Hal 2: 19-20

  7. ^

    Al-A’raf (07): 13

  8. ^

    Al-Hijr (15): 34-35

  9. ^


    Kejadian 2: 21-24

  10. ^

    An-Nisa’ (04): 01

  11. ^

    Al-A’raf (07): 189

  12. ^

    “Bersikaplah yang baik kepada wanita, karena wanita diciptakan semenjak benak rusuk, dan iga yang minimal peok adalah bagian paling kecil atas. Jika kalian luruskan dengan keras, akan patah. Sebaliknya, jika kalian biarkan akan kerap bengkok. Karena itu, bersikaplah yang baik kepada wanita.” (HR. Bukhari 3331 & Muslim 1468)

  13. ^


    Keadaan 3: 14-19

  14. ^

    Steve Ray, “St[s]. Adam and Eve, St. Abraham, St. Moses – Did You Know Some Old Testament People Are Saints?”, https://www.catholicconvert.com/blog/2019/01/16/st-adam-eve-st-abraham-st-moses-did-you-know-some-old-testament-people-are-saints/ Diarsipkan 2022-07-21 di Wayback Machine.; confer
    Catechism of the Catholic Church, 61.
  15. ^


    a




    b



    Anak laki-laki Hajar, Fathul Bari, 6/447

  16. ^

    Bani Hazm, al-Fashl fi al-Milal wa an-Nihal 2/60

  17. ^

    Lawami’ul Anwar Al-Bahiyah: 2/66

  18. ^


    Taherzadeh, Adib (1972).


    The Covenant of Baha’u’llah

    . Oxford, Inggris: George Ronald. hlm. hlm. 32. ISBN 0-85398-344-5.





  19. ^

    Surat nan ditulis atas tanda
    Universal House of Justice
    kepada setiap umat pada rontok 13 Maret 1986.
    Effendi, Shoghi (1983). Hornby, Helen (editor), ed.


    Lights of Guidance: A Baha’i Reference File

    . Baha’i Publishing Trust, New Delhi, India. hlm. hlm. 500. ISBN 81-85091-46-3.





  20. ^


    (Inggris)
    “Man”,
    Catechism of the Catholic Church, Holy See




  21. ^


    a




    b




    c




    (Inggris)
    “The Fall”,
    Catechism of the Catholic Church, Holy See





  22. ^


    “Masih Perlukah Sakramen Persaksian Dosa (Bagian 1) ?”. katolisitas.org.




  23. ^

    Babylonian Talmud. Tractate
    Shabbat
    55b.

  24. ^


    Kolatch, Alfred J. (1989). “Judaism’s Rejection Of Original Sin”.
    The Jewish Book of Why/The Second Jewish Book of Why.
    Jewish Virtual Library. New York: Jonathan David Publishers – via American-Israeli Cooperative Enterprise.
    Sementara ada beberapa master Yahudi di zaman Talmud yang percaya bahwa kematian adalah aniaya yang ditanggung atas anak adam karena dosa Adam, rukyah dominan yaitu bahwa turunan berdosa karena ia bukan makhluk yang sempurna, dan bukan, seperti yang diajarkan agama Masehi, karena ia adalah secara inheren berdosa.





  25. ^


    “Islamic beliefs about human nature”. ReligionFacts. 20 November 2022. Diakses rontok
    24 January
    2022
    .





  26. ^


    “Repentance – Oxford Islamic Studies Online”.
    www.oxfordislamicstudies.com
    (privat bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2018-08-25
    .





  27. ^

    Al-Baqarah (02): 37

  28. ^

    John L. Esposito (2004).
    The Oxford dictionary of Islam. Oxford University Press. p. 295

  29. ^


    “Maskulin – Oxford Islamic Studies Online”.
    www.oxfordislamicstudies.com
    (dalam bahasa Inggris). Diakses sungkap
    2018-08-25
    .
    Manusia pertama. Diciptakan kerjakan menjadi duta Allah (pelayan) di manjapada. Al-Quran mencatat kejatuhan Pria dari rahmat karunia sebagai akibat mulai sejak ketidaktaatan lega perintah-perintah Allah, tetapi, tidak seperti tradisi Masehi, kejatuhan itu tidak disertai “dosa radiks” nan diturunkan kepada seluruh umat cucu adam. Allah memaafkan Laki-laki momen dia bertobat dan mengambul dari ketidakpercayaan.





  30. ^


    Meyers, Carol (1988).
    Discovering Eve: Ancient Israelite Women in Context. New York: Oxford University Press. ISBN 9780195049343. OCLC 242712170.





  31. ^


    Lindsey, Linda L (2016).
    Gender Roles: A Sociological perspective. New York: Routledge. ISBN 978-0-205-89968-5.




  32. ^


    a




    b




    Trible, Phyllis (1984).
    Texts of Terror: Literary feminist readings of biblical narratives. Philadelphia: Fortress Press. ISBN 978-0-8006-1537-6.





  33. ^


    Frymer-Kensky, Tikva (2006).
    Studies in Bible and feminist criticism
    (edisi ke-1st). Philadelphia, PA: Jewish Publication Society. ISBN 9780827607989. OCLC 62127975.





  34. ^


    Craig L. Blomberg (2009). “Chapter 2: Women in Ministry: a complementarian perspective”. Dalam Beck, James R.; et al.
    Two views on women in ministry. Grand Rapids, Michigan: Zondervan. ISBN 9780310254379. OCLC 779330381.





  35. ^

    Polano, Hymen (1890).
    The Talmud. Selections from the contents of that ancient book… Also, brief sketches of the men who made and commented upon it, p. 280. F. Warne, ISBN 1-150-73362-4, digitized by Google Books on 7 July 2008

  36. ^

    Genesis Rabbah, in: Judaic Classics Library, Davka Software. (CD-ROM).

  37. ^


    Kosior, Wojciech (2018). “A Tale of Two Sisters: The Image of Eve in Early Rabbinic Literature and Its Influence on the Portrayal of Lilith in the Alphabet of Ben Sira”.
    Nashim: A Journal of Jewish Women’s Studies & Gender Issues
    (32): 112–130. doi:10.2979/nashim.32.1.10.





  38. ^

    Byron 2022, hlm. 17: “And Adam knew about his wife Eve that she had conceived from Sammael” –
    Tg.Ps.-J.: Gen.4:1, Trans. by Byron.

  39. ^

    Byron 2022, hlm. 17: “(Sammael) riding on the serpent came to her and she conceived [Cain]” –
    Pirqe R. L. 21, Trans. by Friedlander.

  40. ^

    Byron 2022, hlm. 17: “First adultery came into being, afterward murder. And he [Cain] was begotten into adultery, for he was the child of the serpent.” –
    Gos.Phil.
    61:5–10, Trans. by Isenberg.

  41. ^

    Louis Ginzberg,
    The Legends of the Jews, Vol.1, Johns Hopkins University Press, 1998, ISBN 0-8018-5890-9, p.105–09

  42. ^

    Luttikhuizen 2003, hlm. vii.

  43. ^

    Ginzberg, Louis (1909).
    The Legends of the Jews Vol I: The Ten Generations – The Birth of Cain
    (Translated by Henrietta Szold) Philadelphia: Jewish Publication Society.

  44. ^


    Markus 19:5

  45. ^


    Markus 10:6-9

  46. ^


    2 Korintus 11:3

  47. ^


    1 Timotius 2:11-14

  48. ^

    Al-Baqarah (02): 36-37

  49. ^

    Al-A’raf (07): 22-23

  50. ^

    dalam Harvey, 2005, hlm. 43.

  51. ^

    Smith, 2003, hlm. 50.

  52. ^

    Dominick M’Causland, The Builders of Babel, 1871; Patrick Maume “Dominick McCausland and Lelaki’s Ancestors: an Irish Evangelical responds to the Scientific Challenge to Biblical Inerrancy” in Juliana Adelman and Eadaoin Agnew (eds) Science and Technology in Nineteenth-Century Ireland (Dublin: Four Courts Press, 2022)

  53. ^

    Charles Carroll The negro a beast”; or, “In the image of God”; the reasoner of the age, the revelator of the century! The Bible as it is! The negro and his relation to the human family! The negro not the son of Ham, 1900

  54. ^

    Colin Kidd,
    The Forging of Races: Race and Scripture in the Protestant Atlantic World, 1600 – 2000, 2006, hlm. 150

Daftar bacaan

[sunting
|
sunting sumber]

  • Harvey, Paul (2005).
    Freedom’s Coming : Religious Culture and the Shaping of the South from the Civil War through the Civil Rights Era. UNC Press. ISBN 0-8078-2901-3
  • Smith, Christian (2003).
    The Secular Revolution. University of California Press. ISBN 0-520-23000-0



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Adam_dan_Hawa

Posted by: gamadelic.com