Gambar 10 Alat Musik Tradisional

34 Daftar Peranti Irama Tradisional Indonesia dari Semua Provinsi, Lengkap!

Indonesia kaya dengan budaya dan keragaman alat musiknya

34 Daftar Alat Musik Tradisional Indonesia dari Semua Provinsi, Lengkap!

Indonesia memiliki banyak suku dengan masing-masingnya punya peradaban dan ciri khas seperti ajojing, musik, dan tentunya alat musik tradisional Indonesia.

Dilansir berpokok pusat
Seni Musik Tradisi Nusantara
karya Ketut Wisnawa, irama tradisional yaitu jenis irama nan lahir dan berkembang berpunca budaya negeri tertentu yang diwariskan secara runtuh temurun.

Dengan kata lain, nada tradisional merupakan nada asli kawasan yang bertaruk karena pengaruh tali peranti, pengapit dan agama, sehingga musik wilayah memiliki ciri khas masing-masing.

Karakteristik yang khas dari musik daerah karuan sangat dipengaruhi oleh perabot musik tradisionalnya.

Karena keberagaman dan keunikannya, bahkan beberapa alat musik tradisional Indonesia sudah tersohor hingga mancanegara.

Tertarik mengenal bermacam rupa alat musik tradisional Indonesia? Simak penjelasannya berikut ini mari, Moms!

Baca Juga:
4 Budaya Jakarta yang Wajib Diperkenalkan ke Anak

Daftar Gawai Musik Tradisional dari Berbagai Provinsi

Cukuplah, bikin makin mengenal budaya Indonesia yang beragam, Moms boleh memafhumi apa doang daftar alat irama tradisional dan seperti mana apa mandu memainkannya.

Marilah, simak lebih lanjur berikut ini, Moms.

1. Radas Musik Tradisional Provinsi Aceh

Serune Kale.jpg

Foto: Serune Kale.jpg

Foto: serune kale (sahabatnesia.com)

Perlengkapan musik tradisional bersumber Aceh adalah serune kale. Serune kale sangat populer di negeri Pidie, Aceh Lor, Aceh Lautan dan Aceh Barat.

Alat musik ini kerap kali dimainkan bersamaan dengan Rapai dan Gendrang pada acara-acara hiburan, tari-tarian atau penyambutan tamu kehormatan.

Bahan dasar sarune kale ini berupa kayu, kuningan dan tembaga.

Bentuk alat musiknya rapat persaudaraan menyerupai seruling bambu. Fungsinya sebagai pemanis atau penghias irama tradisional Aceh.

Selain alat irama tersebut, terdapat beberapa jenis alat musik lainnya yang bisa ditemukan di Aceh, yakni:

  • Gelegah kusen
  • Celempong
  • Geundrang
  • Bereguh
  • Arbab
  • Bangsi alas

2. Instrumen Musik Tradisional Sumatera Utara

Di Sumatera Utara, beberapa alat musik tradisional dimainkan secara singularis alias ensambel (kelompok).

Salah suatu hipotetis alat musik dari provinsi ini yaitu Gordang.

Gordang yaitu alat irama Batak Toba yang berbentuk seperti gendang, nan digunakan dengan cara dipukul.

Selain gordang, ada sekali lagi garantung, faritia, hapetan, dan tidak-tidak.

Baca Juga:
Ini 5 Lokasi Wisata Lampung yang Memadai Dikunjungi Ketika Liburan

3. Alat Musik Tradisional Sumatera Barat

saluang.jpg

Foto: saluang.jpg

Foto: saluang (dutaminang.com)

Salah satu alat musik tradisional Indonesia idiosinkratis suku Minangkabau di Sumatera Barat ada Saluang.

Alat musik ini terbuat dari bambu tipis ataupun bambu makelar. Bambu talang dipercaya boleh mengeluarkan suara yang lebih bagus dan merdu.

Alat musik saluang tersurat golongan seruling, tapi pembuatannya lebih terlambat.

Cukup dengan membentuk 4 lubang pada awi talang. Seimbang seperti suling pada biasanya, taluang dimainkan dengan cara ditiup.

Bukan hanya saluang, Sumatera Barat juga punya jenis alat musik tidak, seperti Gordang, Garantung, Faritia, Druri Dana, Hapetan, Doli-doli, Sulim, Aramba.

4. Organ Nada Tradisional Provinsi Riau

Keseleo satu diversifikasi alat musik berasal Riau adalah gambang camar. Gambang camar yaitu diversifikasi perabot irama tradisional melodis yang dimainkan dengan mandu dipukul memperalat benda unik.

Gambang camar bentuknya sebagaimana perabot musik xilofon, nan terdiri berasal enam jidar kusen hitam.

Selain perabot musik tersebut, ada pula alat nada bernama canang, nafiri, rebana kaspe, dan gedombak.

5. Organ Musik Tradisional Gugusan pulau Riau

Bakal memainkan bermacam ragam macam genre musik, tentunya dibutuhkan sejumlah jenis organ musik.

Semacam itu pula di Gugusan pulau Riau yang memiliki berbagai macam varietas perlengkapan musik umpama pengiring musik khas provinsi tersebut.

Sekurang-kurangnya terdapat 10 jenis alat nada tradisional Kepulauan Riau, adalah Biola, Rebab, Gambus, Marwas, Nafiri, Gambang Belalah, Kemung, Rebana Ubi kayu, Gendang, Akordion, Gedombak, Gendang Nobat, Kompang Janjang, Gendang Silat, dan Genggong.

6. Alat Musik Tradisional Negeri Jambi

Riuk satu alat nada terkenal dari Jambi adalah Cangor. Cangor termasuk ke kerumahtanggaan tipe musik idio-kordofon.

Perabot musik ini terbuat berasal bahan awi yang dipotong dengan panjang selingkung 40 cm, dan pada bagian kulit buluh dicungkil dan diganjal dengan ganjal kayu.

Cangor dimainkan dengan mandu dipukul dengan menggunakan dua tongkat yang terbuat berpokok alamat rotan.

Alat musik ini stereotip dimainkan oleh para petambak saat sedang istirahat setelah mengurus ladang di ladang

Di Provinsi Jambi, terserah pula alat nada lainnya, sebagai halnya gendang melayu, kelintang jojo, keromong, marawis, dan lain-lain.

7. Alat Nada Tradisional Sumatera Daksina

Di Sumatera Selatan, terdapat varietas alat nada yang memadai khusus bernama tenun.

Alat irama tradisional Indonesia ini dulunya cak acap digunakan ketika para wanita mengamalkan tenunan reja dan namanya diambil dari kegiatan tenun.

Objek nan dipakai bagi menciptakan menjadikan radas musik ini adalah berpokok kayu yang berbentuk persegi panjang. Untuk memainkan alat musik tenun ini layak mudah yaitu dengan cara di pukul.

Selain tenun, ada kembali burdah, genggong, kenong basemah, tebangan, gambus, kulintang, dan enggak sebagainya.

8. Alat Musik Tradisional Bangka Belitung

Bangka Belitung memiliki ragam spesies peranti musik, seperti mandolin dambus.

Gitar listrik dambus menyerupai gitar akustik dengan bentuk seperti biji kemaluan labu nan dibelah menjadi dua.

Puas babak perut gitar akustik dambus diberi lubang kosong dan dijadikan sebagai ulas resonansi. Gaung tersebut akan ditutup dengan kulit kera atau menjangan.

Selain gitar dambus, ada juga gambangan, kenung, rebana, suling Bangka Belitung, serunai, dan tak-lain.

9. Perabot Irama Tradisional Provinsi Bengkulu

Mempunyai sedikit paralelisme dengan Bangka Belitung, di Provinsi Bengkulu ternyata juga ada peranti musik bernama serunai.

Serunai merupakan alat musik tradisional Indonesia nan berasal pecah Suku Pekal di Kabupaten Muko-muko dan berbentuk seperti terompet.

Cara menggunakan perkakas musik ini adalah dengan cara ditiup. Teluki terbuat dari Awi nan tumbuh di tepi sungai, bambu tersebut harus tipis sehingga mudah dikerjakan dan mengomong nyaring.

Di Bengkulu, Serunai caruk dijumpai saat formalitas ataupun acara resan.Selain serunai, ada juga perangkat musik seperti mana akordion, dol, kulintang, tessa, gendang panjang, redap, yang bisa ditemukan di Bengkulu.

Baca Kembali:
Kenali 10 Jenis Tarian Tradisional Jawa Tengah untuk Edukasi Anak

10. Radas Irama Tradisional Kewedanan Lampung

Kompang.jpg

Foto: Kompang.jpg

Foto: gendang (kreativv.com)

Di Lampung, alat irama khasnya adalah rebana.

Kompang merupakan alat musik tradisional Indonesia yang dibuat bersumber kayu dan kulit kambing.

Alat musik kompang tersebar bersamaan dengan penyiaran agama Islam di Indonesia.

Kompak digunakan dengan cara dipukul dan biasanya diiringi dengan lagu maupun syair bernuansa islami.

Dalam perkembangannya, Kompang biasanya dimainkan plong beberapa acara seperti seremoni adat, acara pernikahan, dan penyambutan pembesar yang medium berkunjung.

Selain redap, Lampung juga memiliki alat musik lainnya, seperti Bende, Gamolan, Serdam, Gambus, dan lainnya.

11. Organ Musik Tradisional DKI Jakarta

Alat Musik Tehyan

Foto: Alat Irama Tehyan

Foto: tehyan (budaya-indonesia.org)

Alat musik tradisional tehyan berusul semenjak DKI Jakarta dan telah menjadi riuk suatu alat musik yang kehadirannya sudah start langka.

Alat musik menggosok ini merupakan hasil perpaduan suku Betawi dan kebudayaan Tionghoa.

Cara memainkan Tehyan kembali cukup mudah, cukup menggesek senar benang tembaga seperti detik sedang bermain biola.

Jenis alat ini terbagi menjadi 3 beralaskan tulangtulangan dan ukurannya, ada tehyan, sukong, dan kong ahyan.

Saat ini pemain tehyan memang sudah sangat jarang. Semata-mata, seringkali umum memainkannya lega programa kebudayaan Betawi seperti penampilan ondel-ondel, lenong Betawi, serta pementasan gambang kromong.

Selain tehyan, DKI Jakarta memiliki perkakas musik lainnya, seperti orkes samrah, gambang kromong, gendhang, tanjidor, dan lainnya.

12. Perangkat Musik Tradisional Wilayah Banten

Daerah Banten mempunyai perkakas musik bernama dogdog lonjor yang dimainkan dengan mandu ditabuh seperti mana bedug.

Perabot musik ini terbuat dari tiang berbentuk silinder mundur. Bagian tengahnya dibuat berongga, di mana salah satu sisinya ditutup dengan membran berpangkal selerang kambing atau sapi.

Di Distrik Banten cak semau juga alat musik lain, sebagai halnya pantun bambu, rampak bedug, dan angklung buhun.

13. Perabot Musik Tradisional Jawa Barat

alat musik tradisional Angklung.jpg

Foto: alat nada tradisional Angklung.jpg

Foto: angklung (kompas.com)

Alat musik tradisional terkenal di Jawa Barat adalah angklung. Gawai musik tradisional ini terbuat berasal aur.

Angklung tidak hanya tenar di Indonesia tapi juga mancanegara. Banyak warga luar juga tertarik dengan alat nada yang berasal mulai sejak Jawa Barat ini.

Kaidah memainkan angklung cukup mudah, Moms sahaja wajib menggerakan tangan sekali lalu mengajuk ketukan nada.

Angklung dimainkan dengan pendirian digoyangkan. Setelah digoyangkan maka bunyinya akan keluar.

Bunyi ini terjadi karena adanya benturan badan pipa bambu. Bunyi yang bergetar menghasilkan susunan musik 2, 3 sampai dengan 4 nada dalam setiap format baik besar maupun kerdil.

Selain angklung, Jawa Barat juga n kepunyaan jenis instrumen musik tradisional lainnya, begitu juga:

  • Calung
  • Gembyung
  • Tarawangsa
  • Jentreng
  • Suling
  • Karinding

Baca Juga:
Cari Tahu di Sini Sumber akar-usul 7 Tarian Tradisional Jawa Barat

14. Peranti Irama Tradisional Jawa Tengah

gamelan.jpg

Foto: klonengan.jpg

Foto: gamelan (museumnusantara.com)

Klonengan merupakan salah satu alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah.

Belaka, tidak hanya mulai sejak provinsi tersebut, sebab gamelan juga sering ditemui di berbagai kewedanan di nusantara, seperti misalnya di Bali, Madura, dan Lombok.

Organ musik ini diduga sudah ada di Jawa sejak perian 404 Masehi, dilihat dari adanya pencitraan masa lepas di relief Candi Borobudur dan Prambanan.

Gamelan adalah seperanggu instrumen yang dibunyikan mulai sejak beberapa alat musik, seperti di antaranya gambang, gendang, dan gong.

Perpaduan ini punya sistem nada non diatonis yang menyajikan kritik indah jika dimainkan secara harmonis.

Selain klonengan, terdapat beberapa perabot musik lain dari area ini, seperti:

  • Rebab
  • Kendhang
  • Gender
  • Saron
  • Kenong
  • Gambang
  • Slenthem
  • Bonang

Baca Sekali lagi:
4 Alasan Anak asuh Harus Bergaul Dengan Teman Dari Beragam Rataan Belakang Budaya

15. Alat Musik Tradisional Yogyakarta

Salah satu instrumen irama dari Yogyakarta adalah Krumpyung. Alat musik ini dimainkan dengan prinsip ditiup dan digunakan bilamana hari kemerdekaan Indonesia, bak penyambutan tamu-peziarah yang melawat mulai sejak Puri Negara.

Ada juga alat musik lainnya, seperti gejong lesung, peking, kempul, dan lainnya.

16. Alat Musik Tradisional Jawa Timur

Bilang alat musik Jawa Timur mirip dengan alat musik yang ada di beberapa kawasan di Indonesia, terutama Jawa Paruh dan Jawa Barat.

Beberapa diversifikasi alat musik terbit provinsi ini, yakni:

  • Kendang
  • Saronen
  • Angklung Jawa Timur
  • Terompet reog
  • Bonang babok
  • Gambang

17. Alat Nada Tradisional Provinsi Bali

Alat Musik Tradisional Genggong

Foto: Alat Musik Tradisional Genggong

Foto: genggong (budaya-indonesia.org)

Selanjutnya ada alat musik tradisional bersumber Bali yang menghasilkan suara cukup unik, adalah genggong.

Korban utama dari organ musik ini terbuat dari tulang daun aren dan bambu.

Genggong memiliki kemiripan dengan perlengkapan irama bermula suku Sunda ialah, Karinding.

Cara menghasilkan suara yang tersendiri dari organ musik ini adalah dengan menjadikan rongga mulut laksana resonator sedarun menjujut-narik untai yang terdapat lega ujung genggong.

Pemanfaatan perabot musik tradisional ini seringkali ditemui dalam acara-acara akad nikah.

Di Bali, terdapat juga diversifikasi alat musik lain yang tidak kalah eksklusif, seperti tambur, suling, rindik, kendang, dan lain sebagainya.

Baca Kembali:
8 Alat Irama yang Tergolong Sebagai Alat Irama Idiophone, Wajib Tahu!

18. Alat Irama Tradisional Nusa Tenggara Barat (NTB)

Perkakas musik Nusa Tenggara Barat salah satunya adalah gendang beleq.

Rebana beleq memiliki yang ukuran lebih besar dibandingkan dengan ukuran gendang biasanya. Selain kompang beleq, ada lagi alat irama sebagaimana gelegah tawaq-tawaq, terumpang, pareret, palompong, dan sebagainya.

19. Perkakas Musik Tradisional Nusa Tenggara Timur (NTT)

sasando.jpg

Foto: sasando.jpg

Foto: kolintang (pinterest.com)

Dari Nusa Tenggara Timur (NTT), kita memiliki instrumen nada tradisional bernama sasando.

Sasando n kepunyaan buram nan terlampau unik dan berbeda dari alat musik petik lainnya yaitu berbentuk tabung panjang.

Sasando sendiri terbuat berpokok bambu, kayu, paku penyangga, senar
string, dan daun lontar.

Cara memainkan sasando yaitu dengan menggunakan kedua tangan cak bagi menusuk dawainya. Seperti berlaku mandolin.

Selain sasando, terdapat beberapa keberagaman organ musik tradisional lainnya, seperti:

  • Tatabuang
  • Tambur terompet
  • Sowito
  • Heo
  • Foy doa
  • Foy pai
  • Knobe khabetas

20. Gawai Musik Tradisional Kalimantan Barat

Kalimantan Barat didiami maka itu Kaki Dayak, sehingga galibnya alat nada dari distrik ini berhubungan dengan kaki tersebut.

Salah satu gawai musiknya, ialah bernama Sape. Sape memiliki arti ranggah jari.

Pembukaan Sape seorang berasal semenjak penyebutan suku Dayak Kenayan dan Dayak Kenyah. Sebagian suku Dayak lainnya ada yang menyebutnya Sampe’, Sempe, Kecapai.

Material untuk membuat sebuah Sape yaitu kusen Aro atau Adau (cephalomappa), gawang Marong atau kayu Pelantan yang banyak ditemukan di jenggala-jenggala di Kalimantan.

Selain sape, ada juga perkakas nada tuma, kohotong, hadrah, dan lain-lain.

21. Alat Irama Tradisional Kalimantan Tengah

Katambung menjadi salah suatu alat musik eksklusif dari Kalimantan Perdua.

Perlengkapan musik tradisional ini masih sejenis dengan alat nada kendang, akan tetapi katambung memiliki pangkat setakat 75 cm.

Teknik memainkan alat musik katambung ini yaitu dengan cata di nekara yang mana kulit membran tersebut di martil dengan jari ajun. Sedangkan tangan kidal menyambut badan katambung.

Ada juga radas irama tradisional lainnya, sebagai halnya gandang tatau, kangkanung, garantung, gamang, dan lain-tak.

22. Perangkat Musik Tradisional Kalimantan Selatan

Panting.jpg

Foto: Panting.jpg

Foto: panting (budayanusantara.com)

Alat musik khas dari Kalimantan Kidul adalah panting.

Alat musik panting merupakan salah satu organ musik tradisional Indonesia nan secara pemetaan tumbuh dan berkembang di daerah Tapin, Kalimantan Selatan.

Panting terbuat dari kayu, jangat zat pewarna, dan senar. Tiang nan digunakan di antaranya kayu pulantan, kusen kambang, kayu jingah, kayu halaban, dan lain-lain.

Padahal target selerang diambil dari jangat hewan yang hidup di hutan sebagaimana indra peraba kijang, kijang, atau kulit hewan melata seperti jangat ular puraca, bedudak sawah, dan biawak.

Panting dimainkan dengan mandu dipetik.

Tak hanya panting, suka-suka juga alat musik Kalimantan Kidul lainnya, seperti:

  • Gamelan Saf.
  • Bumbung.
  • Kalampat.
  • Sampek.
  • Kalang Kupak.
  • Kurung-lingkung.
  • Kintung

23. Instrumen Musik Tradisional Kalimantan Timur

Di Kalimantan Timur terdapat beragam perkakas musik individual, pelecok satunya adalah Sampe.

Untuk memainkan alat irama ini caranya adalah dengan dipetik layaknya gitar. Selain sampe, ada pula alat nada unik lainnya, sebagaimana gambus, klentangan, ketipung, lutong, jatung utang, dan sebagainya.

24. Instrumen Nada Tradisional Kalimantan Utara

Alat musik Kalimantan Utara dahulu beragam. Cak semau alat musik yang bentuknya menyerupai gendang, ada yang bentuknya menyerupai saron pada klonengan Jawa dan tidak sebagainya.

Bilang jenis alat musik semenjak daerah in, meliputi:

  • Babun
  • Jatung ketinggalan
  • Sluding
  • Gambang
  • Rebab

25. Alat Musik Tradisional Sulawesi Paksina

Kolintang

Foto: Kolintang

Foto: kolintang (greatnesia.com)

Alat irama tradisional Indonesia yang lagi mondial dan berasal berpunca Minahasa, Sulawesi Utara ialah kolintang.

Kolintang terbuat bermula papan khas yang disusun dan dimainkan dengan cara dipukul.

Galibnya alat nada kolintang digunakan lakukan mengiringi formalitas sifat, atraksi tari, pemandu nyanyian, apalagi pertunjukan irama.

Selain kolintang, Sulawesi Utara juga mempunyai alat irama seperti, Paree, Sasesahang, Santu, Tutuba, Yori, dan Salude.

Baca Juga:
Rahasia Sop Konro, Sop Tulang rusuk Spesial berasal Makassar

26. Perlengkapan Irama Tradisional Kewedanan Gorontalo

Gorontalo memiliki keanekaragaman pada kultur lokalnya, keseleo satunya alat musik. Bilang jenis alat musik dari provinsi ini, yakni:

  • Wahulo
  • Polopalo
  • Ganda (Rebana Gorontalo)
  • Marwas atau Marawis Gorontalo
  • Gambusi atau Gambus Gorontalo

27. Perangkat Musik Tradisional Sulawesi Perdua

Sama sebagaimana alat musik dari provinsi lainnya, alat irama tradisional dari Sulawesi Tengah juga beragam, adalah:

  • Santu
  • Ganda atau Kanda
  • Paree alias Pare’e
  • Gimba
  • Tatali
  • Lalove
  • Tutuba
  • Yori
  • Geso-Geso
  • Talindo

28. Alat Musik Tradisional Sulawesi Barat

Sulawesi Barat memiliki alat musik tradisional bernama Pakeke. Ini adalah peranti nada nan terbuat dari bambu bermatra kecil sekitar 10cm.
Bambu diberi lubang tiga sampai enam lubang, plong ujung aur dililit daun lontar yang bentuknya menyerupai terompet sebagai pengarak efek bunyi khas yang dihasilkan saat ditiup.

Ada pun perkakas nada lain terbit area ini, seperti calong, gimbal, kaqdaro, dan lainnya.

29. Perangkat Musik Tradisional Sulawesi Selatan

Alat Musik Tradisional Puik-Puik

Foto: Radas Musik Tradisional Puik-Puik

Foto: puik-puik (budaya-indonesia.org)

Perlengkapan musik tradisional dari area Sulawesi Kidul salah satunya bernama puik-puik (puwi-puwi).

Penggunaan perkakas nada sangat mudah sebab namun ditiup tetapi.

Seringkali alat ini digunakan momen melakukan acara-acara kebiasaan, seperti mengiringi tari akkarena dan dimainkan saat acara pernikahan.

Di Sulawesi Selatan, ada juga perlengkapan irama seperti gandrang (kompang), kecaping, gesok-gesok, lalosu, dan tidak-lain.

30. Alat Nada Tradisional Sulawesi Tenggara

Salah satu kultur nirmala Sulawesi Tenggara dalam bidang kesenian merupakan instrumen musik Ladolado.

Untuk memainkan perkakas musik Sulawesi Tenggara ini adalah dengan kaidah dipetik. Pembuatan alat musik ladolado ini berasal berasal kayu maupun bambu yang dibentuk dengan menyerupai gitar.

Selain ladolado, ada pula baasi, kanda wuta, gambus, kecapi, dan lain-tidak.

31. Alat Musik Tradisional Provinsi Maluku

Tifa

Foto: Tifa

Foto: tifa (pinterest.com)

Alat irama tradisional Tifa bisa ditemukan di daerah Maluku. Gawai musik ini terbuat dari sebatang kayu Lenggua yang dikosongkan isinya.

Tifa juga bisa ditemukan di Papua, doang, rancangan antara Tifa dari Papua dan Maluku berbeda.

Tifa Papua terdapat pegangan di sisinya, sementara Tifa Maluku tetapi berbentuk tabung biasa tanpa pegangan.

Selain tifa, Negeri Maluku juga n kepunyaan jenis instrumen nada tradisional lainnya, sebagai halnya:

  • Tahuri
  • Fu
  • Totobuang
  • Rumba
  • Floit maupun Bangsi Bambu
  • Bulu Aer
  • Hawaian
  • Ukulele

32. Perlengkapan Musik Tradisional Maluku Utara

Organ musik Maluku memiliki bentuk nan solo dan bermacam-macam. Salah suatu alat irama tersohor adalah tifa, dimainkan dengan pendirian dipukul.

Selain tifa, ada juga idiokordo, fu, rumba, ukulele dan masih banyak lagi.

33. Alat Musik Tradisional Papua Barat

Perlengkapan irama Papua barat mempunyai keunikan tersendiri. Pelecok satu contohnya yakni guoto. Guoto ialah alat irama yang dimainkan dengan cara dipetik.

Guoto terbuat berpangkal kulit binatang lembu. Alat irama ini n kepunyaan senar yang bisa dipetik dengan tangan.

Selain guoto, ada juga triton, yi, tida, pikon dan lain-tidak.

34. Organ Musik Tradisional Papua

Alat irama di Papua biasa digunakan untuk mengiringi acara adat maupun pesta. Setiap perkakas musiknya menghasilkan bunyi nan luhur serta berbeda satu seimbang tidak.
Beberapa spesies perlengkapan musik tradisional bersumber provinsi ini, merupakan:

  • Krombi
  • Tifa
  • Fuu
  • Triton

Itu dia Moms deretan organ irama tradisional dari berbagai provinsi. Silakan bersama lestarikan budaya Indonesia!


  • https://budaya-indonesia.org/Organ-Musik-Tehyan
  • https://budaya-indonesia.org/Adat-Budaya-Perkakas-Musik-Genggong-BALI
  • https://budaya-indonesia.org/Puwi-puwi-Puik-puik
  • https://www.romadecade.org/alat-nada-tradisional-kepulauan-riau/#!

Source: https://www.orami.co.id/magazine/alat-musik-tradisional

Posted by: gamadelic.com