Fatimah Az Zahra Putri Rasulullah

Kisah Fatimah Az Zahra, Kuntum Bungsu Kesayangan Rasulullah SAW

Kesederhanaan hidup Fatimah Az Zahra yang dapat dicontoh

Kisah Fatimah Az Zahra, Putri Bungsu Kesayangan Rasulullah SAW

Berpokok pernikahannya bersama Siti Khadijah, Rasulullah SAW memiliki seorang putri bungsu nan bernama Fatimah Az Zahra. Mendapatkan didikan penuh dari ayahnya yang seorang rasul, Fatimah tumbuh menjadi nona cakap, cerdas, sederhana dan penuh rahmat demap.

Fatimah lahir di Mekkah pada Jumat, 20 Jumadil Akhir ataupun lima tahun sebelum Nabi Muhammad diangkat sebagai Rasul. Semasa hidupnya Fatimah merupakan momongan yang paling karib dengan Rasul, sebab ia adalah suatu-satunya anak yang tinggal bersama beliau setelah Siti Khadijah wafat.

Dalam beberapa riwayat dijelaskan bahwa Fatimah adalah individu yang paling mirip dengan Rasulullah SAW. Salash satunya dari Aisyah RA yang mengatakan bahwa enggak ada nan mirip Rasulullah SAW dalam cara berjalan dan berbicara pembukaan kecuali Fatimah.

Baca Juga:
Para Suami, Lakukan 8 Hal Sederhana Ini Semoga Istri Pelalah Bahagia

Fatimah Az Zahra -1.jpg

Foto: Fatimah Az Zahra -1.jpg

Foto: Pinterest.com

Fatimah mendapatkan julukan Az Zahra yang berarti bercahaya dan berkilau. Kendatipun yakni anak asuh dari pengarah tertinggi Islam, cuma kepribadiannya begitu tertinggal. Bahkan, Rasulullah SAW afiliasi berkata bahwa Fatimah merupakan haur yang menyerupai manusia.

Plong suatu masa, Fatimah dihampiri oleh Abdurrahman bin Auf yang menjatah senggang bahwa Rasulullah SAW semenjana menangis setelah mengakuri wahyu berpokok Jibril. Abdurrahman menclok ke sana karena memahami bahwa satu hal yang bisa membuat beliau bahagia yakni dengan melihat putrinya itu.

Diceritakan kerumahtanggaan kitab al-Aqthaf ad-Daniyyah melalui riwayat Umar bin Khattab, setelah mendengar embaran itu, Fatimah Az Zahra mengomong:
“Baik. Tolong menyingkirlah sejenak hingga aku selesai ganti pakaian.”

Keduanya lalu berangkat ke arena Rasulullah. Pron bila itu, beliau menutup tubuhnya hanya dengan pakaian yang usang, ada 12 jahitan di dalam lembar perca tersebut. Juga serpihan dedaunan kurma yang kelihatan berdekatan di sekedup-selanya.

Umar bin Khattab menepuk pengarah ketika mengawasi penampilan Fatimah sewaktu bercakap:
“Bukan main nelangsa putri Muhammad SAW. Para putri sultan dan raja menyarungkan sutra-rayon kecil-kecil temporer Fathimah momongan perempuan utusan Tuhan puas dengan selimut bulu dengan 12 jahitan dan dedaunan tamar.”

Baca Juga:
3 Hal Tertinggal yang Lebih Bermakna Ketimbang ‘I Love You’

Kemudian Fatimah berkata:
“Ya Rasulullah, tahukah bahwa Umar terheran-heran dengan pakaianku? Demi Dzat nan mengutusmu dengan kemuliaan, aku dan Ali (Ali bin Abi Thalib, suaminya) sejauh panca tahun tak pernah menggunakan kasur kecuali kulit kambing.”

Keluarganya juga menggunakan jangat kambing tersebut hanya di waktu malam hari. Sementara plong siang hari, kulit tersebut berubah fungsinya menjadi bekas makan gamal. Bantal mereka pun hanya terbuat dari kulit nan berisi serpihan dedaunan kurma.

Setelah mendengarkan ucapan dari Fatimah Az Zahra, Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada Umar:
“Wahai Umar, tinggalkan putriku. Boleh jadi Fathimah medium menjadi kuda pacu nan unggul (al-khailus sabiq),”
katanya kepada sahabatnya.

Pamrih dari kata kuda pacu tersebut sepantasnya merujuk pada pengertian mengenai keutamaan sikap Fatimah yang mengungguli seluruh putri-putri raja lainnya.
“Tebusanmu (aduhai Ayah) merupakan diriku,”
sahut Fatimah.

Sepatutnya ada, dengan kedudukan dan kharisama luar biasa dari ayahnya, Fatimah bisa memperoleh apa saja yang ia inginkan. Akan tetapi, ia sudah mewarisi kepribadian Rasulullah SAW yang bersahaja. Rasulullah SAW bersabda:
“Pemuka perempuan pandai surga ada empat: Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulullah SAW, Khadijah binti Khuwailid, dan Asiyah.”
(HR Muslim).

Kisah Fatimah Az Zahra yang menerima kebenaran nubuat Allah SWT pada usia lima hari, sudah seharusnya menjadi inspirasi. Keunggulan rasam dan karakter tersebut seolah melengkapi kemanisan Fatimah yang bersinar. Wajanya kerap digambarkan berkulit asli dengan pipi kemerahan.

Baca Juga:
Urut-urutan Tungkai, Aktivitas Keteter nan Punya 7 Manfaat Luar Biasa

Kesahajaan Fatimah Az Zahra momen Berumah Tahapan

Fatimah Az Zahra -2.jpg

Foto: Fatimah Az Zahra -2.jpg

Foto: Independent.co.uk

Ada lagi kisahan inspiratif pecah Fatimah Az Zahra nan berkaitan dengan hayat cerita cintanya. Beliau menikah dengan Ali Polong Abi Thalib, salah suatu berusul 4 sahabat Rasulullah SAW yang menjadi khalifah sesudah Rasul wafat.

Sebelum menikah, Fatimah dan Ali Bin Abi Thalib bukan gabungan menyampaikan cinta antara satu dengan yang lainnya. Dari kisah gelojoh ini, boleh disimpulkan bahwa memang tak ada percintaan sebelum pernikahan. Mengenai kejadian ini, Rasulullah SAW kekeluargaan bersabda:

“Aduhai sambil pemuda, siapa di antara kalian yang sudah lalu memiliki kemampuan, maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu boleh menaklukkan pandangan, dan juga lebih boleh menjaga kemaluan. Namun, kali yang belum kaya, hendaklah dia bertarak, sebab situasi itu boleh meredakan nafsunya.”

Kehidupan Fatimah selepas menikah sejenis itu sederhana. Karena Ali Polong Abi Thalib memang bukan berasal berusul batih kaya nan n kepunyaan banyak harta. Detik dia melamar Fatimah juga dia adv pernah berpendar karena merasa enggak mempunyai mahar yang pas.

Doang, Rasulullah SAW enggak mempersulit kejadian tersebut dan mempersunting kepada Ali bahwa Ali memiliki lamina yang dahulu perkariban diberikan oleh Rasulullah SAW. Dan, sira pun menyetujui zirah tersebut laksana mahar akad nikah anaknya tersebut.

Umur rumah tangga Fatimah Az Zahra dan Ali Bin Abi Thalib juga begitu sederhana. Kawin suatu saat, tangan Fatimah kasar karena menumbuk gandum sendiri. Saat itu Fatimah mempunyai bayi yang bernama Hasan dan Fatimah juga madya hamil Hussein, anak keduanya sehingga merasa keteteran.

Ini karena mereka tidak mampu membayar pembantu untuk berbuat jalan hidup rumahnya. Satu ketika, Fatimah mendengar embaran bahwa ayahnya mengangkut tawanan perang yang bisa dijadikan pembantu di rumahnya.

Setelah mendengar kabar itu, Fatimah pun berkunjung ke rumah Rasulullah bagi meminta hal tersebut. Sekadar sayangnya, ayahnya sedang tidak di apartemen. Jadi, Fatimah tetapi senggang menceritakan kejadian tersebut plong amputan Rasulullah SAW, Aisyah.

Baca Juga:
Yuk Ajarkan Anak Peduli Lingkungan Dengan 4 Aktivitas Sederhana Ini

Sesudah sholat Isya, Aisyah menceritakan hal tersebut pada Rasulullah SAW dan sira mendatangi flat Fatimah dan mengatakan bahwa dirinya tidak bisa mengasihkan pembantu tersebut kepada Fatimah.

Tetapi, Rasulullah SAW mengajarkan satu amalan yang membuatnya bertambah baik dibanding seorang asisten. Rasulullah SAW kemudian bersabda:
“Laksanakanlah oleh kalian amalan sebisa kalian, sesungguhnya sebaik-baik amalan adalah nan di kerjakan secara terus menerus kendatipun sedikit.”

Ini menunjukkan bahwa meski Fatimah yaitu anak seorang pengarah, kamu bukan semena-mena terutama dengan sesuatu nan bersifat pribadi sepeti kebutuhan akan pengurus rumah tangga. Dan Rasulullah pun mendidik Fatimah dengan kesederhanaan yang bisa dilakukan maka dari itu diri seorang.

Keadaan ini pun diwariskan Fatimah Az Zahra kepada anak-anaknya. Penelitian IAIN Salatiga mengatakan, Fatimah memiliki lima konsep privat pendidikan, yaitu bosor makan dan rahmat sayang, fiil yang baik, berkeyakinan dan bertaqwa, konsisten puas aturan dan mengagungkan hak orang lain, serta aktif dalam berolah fisik atau berputar.

Konsep-konsep tersebut cocok bikin diterapkan di masa lepas, masa ini, dan di masa nan akan datang bagi para ibu yang sedang mendidik anaknya. Karuan ini warisan nan tidak bisa dinilai dengan materi, karena Fatimah pula mendapatkannya berbarengan dari konsep pendidikan Rasulullah SAW.

Cerita Fatimah berpokok kecil setakat dewasa yang berbintang terang ingatan khusus dari Rasulullah SAW ini bisa dijadikan contoh dan inspirasi bakal menjalankan rumah tangga dan membentuk generasi yang lebih baik.


  • https://www.farah.id/read/2019/04/19/498/kisah-fatimah-az-zahra-%E2%80%93-gaya-hidup-putri-rasulullah-saw
  • https://transkepri.com/news/detail/1372/kisah-dayang-rasulullah-yang-dirindukan-surga
  • https://www.islampos.com/kisah-kesederhanaan-fatimah-az-zahra-perempuan-rasulullah-saw-33147/
  • https://dalamislam.com/info-islami/cerita-gegares-fatimah-az-zahra
  • http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/7313/1/SITI%20SAADAH.PDF

Source: https://www.orami.co.id/magazine/kisah-fatimah-az-zahra

Posted by: gamadelic.com