Doa Masuk Dan Keluar Masjid

3+ Doa Masuk Bandarsah dan Keluar Bandarsah Lengkap dengan Amalan dan Keutamaannya

Hafalkan doa ikut zawiat ini bersama Si Mungil yuk, Moms!

3+ Doa Masuk Masjid dan Keluar Masjid Lengkap dengan Amalan dan Keutamaannya

Saat berlatih anak asuh kerjakan beribadah, jangan lupa untuk mengajarkannya doa timbrung masjid momen hendak melaksanakan shalat.

Sebab, masjid bukan hanya tempat cak bagi beribadah, tapi juga dapat menjadi tempat lakukan membaca Alquran, mengadakan kajian, setakat bisa digunakan buat berbagai kegiatan keagamaan menurut studi Perguruan tinggi Muhammadiyah Surakarta

Dulu, seperti apa doa masuk surau dan keluarnya nan harus dilafalkan?

Baca Juga:
8 Masjid Terindah di Dunia, Salah Satunya Ada di Indonesia

Ratib Turut Sajadah dan Keluar dengan Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

Doa Masuk Masjid -1.jpg

Foto: Zikir Turut Masjid -1.jpg

Foto: Masterlife.com

Dalam doa turut masjid, terdapat kalimat yang ialah apresiasi atau salawat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.

Tidak hanya itu, doa tersebut kembali mengandung permohonan agar bernasib baik perlindungan Allah SWT dari segala keburukan dan dosa yang sudah lalu diperbuat.

Cak semau beberapa ratib masuk masjid nan dapat dipilih sebelum memasuki kondominium Tuhan SWT tersebut. Beberapa di antaranya merupakan:

1. Doa Masuk Langgar Pertama

Sebelum memasuki masjid, disarankan bakal melangkahkan tungkai kanan terlebih dahulu. Makara, melangkah sewaktu membaca doa masuk masjid.

أَعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

(A’ûdzu billâhil ‘azhîm wa biwajhihil karîm wa sulthânihil qadîm minas syaithânir rajîm. Bismillâhi wal hamdulillâh. Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa ‘alâ âli sayyidinâ muhammadin. Allâhummaghfirlî dzunûbî waftahlî abwâba rahmatik)

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Osean, kepada zat-Nya Yang Maha Mulia, dan kepada kerajaan-Nya yang sedia dari setan yang terpental. Dengan cap Sang pencipta dan segala apa puji untuk Allah.

Hai Rabbana, berilah selawat dan sejahtera atas Sayyidina Muhammad dan atas keluarga Sayyidina Muhammad. Hai Tuhanku, ampuni untukku segala dosaku. Bukalah bagiku segala portal karunia-Mu.”

2. Doa Timbrung Masjid Kedua

اللَّهُمَّ افْتَحْ لي أبْوَابَ رَحْمَتِكَ

(Allahummaftha lii abwaaba rahmatika)

Artinya: “Ya Yang mahakuasa, bukalah gapura-pintu pemberian-Mu untukku.”

3. Doa Keluar Masjid Mula-mula

Bacaan doa keluar surau ini mengandung permintaan preservasi pecah barang apa keburukan dan juga meminta ampunan atas dosa-dosa kepada Allah SWT.

Momen mendaras wirid ini, baiknya dibarengi dengan ancang kaki kidal kerjakan keluar musala, berikut doanya:

أعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ فَضْلِكَ

(A’ûdzu billâhil ‘azhîm wa biwajhihil karîm wa sulthânihil qadîm minas syaithânir rajîm. Bismillâhi wal hamdulillâh. Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa ‘alâ âli sayyidinâ muhammadin. Allâhummaghfirlî dzunûbî waftahlî abwâba fadhlik)

Artinya: “Aku berlindung kepada Yang mahakuasa Yang Maha Besar, kepada zat-Nya Yang Maha Luhur dan kepada kerajaan-Nya yang sedia berasal setan yang terlontar. Dengan cap Allah dan segala puji bagi Sang pencipta.

Hai Tuhanku, berilah selawat dan sejahtera atas Sayyidina Muhammad dan atas tanggungan Sayyidina Muhammad. Hai Tuhanku, ampuni untukku segala apa dosaku. Bukakanlah bagiku segala apa gapura kemurahan-Mu.”

4. Doa Keluar Langgar Kedua

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

(Allaahumma innii as’aluka min fadhlika)

Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu akan segala keutamaan-Mu.”

Baca Juga:
11 Uang sogok Mengajak Anak asuh Kecil Tarawih ke Masjid sepatutnya Tak Mogok

Puji-pujian Pergi ke Masjid

masjid al-akbar surabaya.jpg

Foto: masjid al-akbar surabaya.jpg (Instagram.com/nuzultok_)

Foto: Orami Photo Stock

Selain doa masuk masjid, umat Islam juga harus memaklumi takbir pergi ke masjid nan bisa menghiasi aktivitas sehari-perian sebelum mengunjugi flat Allah SWT tersebut.

Memberitakan Muhammadiyah, Yang mahakuasa SWT telah menegaskan posisi langgar dalam Quran.

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنْ مَّنَعَ مَسٰجِدَ اللّٰهِ اَنْ يُّذْكَرَ فِيْهَا اسْمُهٗ وَسَعٰى فِيْ خَرَابِهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ مَا كَانَ لَهُمْ اَنْ يَّدْخُلُوْهَآ اِلَّا خَاۤىِٕفِيْنَ ەۗ لَهُمْ فِى الدُّنْيَا خِزْيٌ وَّلَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ

(Wa man aẓlamu mim mam mana’a masājidallāhi ay yużkara fīhasmuhụ wa sa’ā fī kharābihā, ulā`ika mā kāna lahum ay yadkhulụhā illā khā`ifīn, lahum fid-dun-yā khizyuw wa lahum fil-ākhirati ‘ażābun ‘aẓīm)

Artinya: “Dan siapakah nan lebih zalim daripada orang nan melarang di dalam masjid-masjid Yang mahakuasa untuk menyebut logo-Nya, dan berusaha merobohkannya? Mereka itu tak pantas memasukinya kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka berkat kehinaan di dunia dan di akhirat mendapat azab yang susah.” (QS Al-Baqarah: 114)

Keterangan lain juga disebutkan dalam surat selanjutnya:

اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَ ۗفَعَسٰٓى اُولٰۤىِٕكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ

(Innamā ya’muru masājidallāhi man āmana billāhi wal-yaumil-ākhiri wa aqāmaṣ-ṣalāta wa ātaz-zakāta wa lam yakhsya illallāh, fa ‘asā ulā`ika ay yakụnụ minal-muhtadīn)

Artinya: “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang nan beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tunak) melaksanakan salat, menunaikan zakat dan tidak seram (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang nan beruntung tanzil.” (QS At-Taubah: 18)

Di sini disebutkan bahwa masjid itu semata-mata milik Allah (masajida-Allah). Artinya bangunan tempat bersujud itu tak bisa dimiliki oleh siapapun.

Siapa saja dapat menggunakan masjid sepanjang buat tujuan kebaikan yang berlandaskan hukum Islam. Dengan pembukaan lain, semua aktivitas yang berlangsung di dalamnya tak boleh mengantuk prinsip-prinsip dasar yang telah ditentukan Yang mahakuasa SWT.

Memanjatkan tahlil menjauhi ke sajadah jug akan mendatangkan pahala. Intern sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa nan bersuci mulai sejak rumahnya kemudian melanglang ke salah suatu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) bikin menunaikan salah satu dari kewajiban-kewajiban yang Allah wajibkan, maka kedua langkahnya salah satunya akan menghapus dosa dan langkah yang lainnya akan mengangkat derajat.” (HR Muslim)

Makara, berikut ini merupakan beberapa doa pergi ke masjid nan dapat dibaca:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِى قَلْبِى نُورًا وَفِى لِسَانِى نُورًا وَاجْعَلْ فِى سَمْعِى نُورًا وَاجْعَلْ فِى بَصَرِى نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ خَلْفِى نُورًا وَمِنْ أَمَامِى نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ فَوْقِى نُورًا وَمِنْ تَحْتِى نُورًا. اللَّهُمَّ أَعْطِنِى نُورًا

(Allahummaj’al fii qalbii nuura wa fii lisaanii nuuraa waj’al fii sam’ii nuuraa waj’al fii basharii nuuraa waj’al min khalfii nuuraa wamin amaamii nuuraa waj’al min fauqii nuuraa wa min tahtii nuuraa. Allahumma a’thinii nuuraa)

Artinya: “Ya allah jadikanlah hatiku berlampu, lisanku berpelita, pendengaranku bercahaya, penglihatanku bercahaya. Jadikanlah Ya Sang pencipta belakangku berlampu, depanku berdamar, atasku bercahaya dan bawahku berdamar. Ya Yang mahakuasa, berikanlah cahaya untukku.” (HR Bukhari dan Mukminat)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ السَّائِلِينَ عَلَيْكَ ، وَأَسْأَلُكَ بِحَقِّ مَمْشَايَ هَذَا ، فَإِنِّي لَمْ أَخْرُجْ أَشَرًا ، وَلاَ بَطَرًا ، وَلاَ رِيَاءً ، وَلاَ سُمْعَةً ، وَخَرَجْتُ اتِّقَاءَ سُخْطِكَ ، وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ ، فَأَسْأَلُكَ أَنْ تُعِيذَنِي مِنَ النَّارِ ، وَأَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوبِي ، إِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

(Allahumma innii asaluka bihaqqis saailiina ‘alaika, wa as aluka bihaqqi mamsyaya hadza, fa innii lam akhruj asyaran, wa laa batharan, wa laa riyaa’an, wa laa sum’atan, wa kharajtu ittiqaa’a sukhthika,

wa ibtighaa’a mardhaatika, fa as’aluka an tu’iidzani minan naar, wa an taghfira lii dzunuubii, innahuu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta)

Artinya: “Ya Tuhan sesungguhnya aku meminta kepada-Mu dengan hak orang-manusia nan meminta, dengan properti makhluk yang berjalan ini, maka sesungguhnya aku tidak keluar (ke Masjid) n domestik keadaan berlagak, sombong, riya’, kepingin didengar baik.

Aku keluar karena rasa takutku kepada berang-Mu dan bikin mencari ridha-Mu. Oleh sebab itu aku menunangi kepada-Mu agar Engkau mau melindungiku dari api neraka, dan engkau mengampuni dosa-dosaku, sesungguhnya tidak ada yang maha mengampuni selain Engkau.” (HR Ahmad dan Ibn Majah)

Internal riwayat di atas, disebutkan barangsiapa yang membacanya detik hendak keluar atau di urut-urutan ketika pergi ke Masjid, maka Allah akan meridainya dan sewu malaikat akan memintakan ampun untuknya.

Baca Kembali:
Bandarsah-Masjid Tunggal Karya Ridwan Teladan di Indonesia

Kepatutan Masuk ke dalam Musala

Doa Masuk Masjid -2.jpg

Foto: Doa Ikut Masjid -2.jpg

Foto: Pinterest.com

Selain memahami dan mengerjakan doa turut masjid dan keluarnya, anak-anak juga harus dibekali dengan pengetahuan dan pembiasaan tentang adabnya, Moms.

Berikut adalah bilang akhlak saat akan memasuki masjid:

  • Menyarungkan pakaian yang sopan dan segeh
  • Diusahakan menggunakan pakaian polos tanpa gambar, karena dikhawatirkan boleh mengganggu kekhusyukan detik sholat
  • Menunggangi wewangian yang tidak jebah dan menghindari mengonsumsi makanan yang beraroma bukan legit sebelumnya, seperti petai, jengkol, bawang, dan sebagainya
  • Ketika masuk masjid, ada baiknya sudah lalu dalam situasi bersih dari hadas, najis, sampai ampas segala sekali lagi
  • Berjalan dengan tenang
  • Shalat dengan tumaninah dan berzikir
  • Enggak banyak mengobrol di kerumahtanggaan bandarsah
  • Lain mengotori masjid seperti mana membuang sampah, meludah, membuang dahak, dan lainnya. Selain itu, dilarang untuk anak adam yang sedang junub berdiam di masjid
  • Mengaji wirid masuk musala sambal mempersering suku kanan
  • Sebagian ulama menamakan bahwa wanita nan sedang haid atau nifas dilarang menyeberangi di sajadah. Namun, ada pula nan memperbolehkan asal lain mengotori/darah haid atau nifas lain tertinggal.
  • Menjaga sikap dengan baik, bukan bersabda kasar, berteriak, berbicara, maupun sibuk bermain ponsel ketika di dalam masjid.
  • Sehabis selesai salat, keluar dengan memperkerap kaki kiri sambil melalafalkan puji-pujian keluar masjid

Baca Juga:
5 Musala Agung di Jalur Mudik Selatan nan Nyaman bagi Beribadah

Keutamaan Tahlil Timbrung Masjid dan Keluar

Doa Masuk Masjid -3.jpg

Foto: Ratib Masuk Langgar -3.jpg

Foto: Afar.com

Inilah beberapa keutamaan mengaji ratib masuk masjid dan keluarnya:

1. Membiasakan Adab yang Baik

Surau merupakan tempat yang perlu dijaga kebersihannya dan kesuciannya karena keberadaannya sekali lagi dimuliakan makanya Yang mahakuasa SWT.

Untuk itu, dengan mempraktikkan tata krama nan baik momen masuk, di dalam, dan keluarnya akan menjadi kebiasaan baik yang dicatat sebagai pahala.

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ. وَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Artinya:“Kalau salah sendiri di antara kalian memasuki masjid, maka ucapkanlah, ‘Allahummaf-tahlii abwaaba rahmatik’ (Ya Allah, bukakanlah gapura-pintu rahmat-Mu).

Jikalau keluar pecah masjid, ucapkanlah: ‘Allahumma inni as-aluka min fadhlik’ (Ya Allah, aku memohon pada-Mu di antara pemberian-Mu).” (HR Muslim)

2. Didoakan oleh Para Malaikat

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

فَإِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ كَانَ فيِ الصَّلاَةِ مَاكَانَتِ الصَّلاَةُ تَحْبِسُهُ واْلمَلاَئِكَةُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ أَحَدِكُمْ مَادَامَ فِي مَجْلِسِهِ الَّذِي صَلىَّ فِيْهِ يَقُوْلُوْنَ: اَللّهُمَّ ارْحَمْهُ الّلهُمَّ اغْفِرْ لَهُ مَا لَمْ يُؤْذِ فِيْهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ

Artinya: “Apabila seseorang memasuki masjid, maka kamu dihitung berada n domestik shalat sejauh shalat tersebut nan menahannya (di kerumahtanggaan masjid), dan para malaikat beribadat kepada salah seorang di antara kalian selama dia berada pada tempat shalatnya,

Mereka mengatakan, “Ya Tuhan, curahkanlah hadiah kepadanya, ya Allah ampunilah dirinya sepanjang engkau enggak menyakiti khalayak lain dan tidak berhadats.” (HR Bukhari dan Muslim)

3. Dinaungi makanya Allah SWT

Internal hadits tidak, Rasulullah SAW merenjeng lidah: “Tujuh tipe individu yang Allah Ta’ala akan menaungi mereka pada hari tiada naungan kecuali naungan-Nya… dan pria yang hatinya cinta tersapu dengan surau.” (HR Bukhari dan Muslim)

Itulah beberapa adab yang sebaiknya dilakukan olah umat Islam ketika mengunjungi surau, yang disertai dengan doa ikut langgar dan doa keluar masjid beserta kebaikan dan juga keutamaannya.


  • http://eprints.ums.ac.id/25843/16/9RR._NASKAH_PUBLIKASI.pdf
  • https://www.99.co/blog/indonesia/wirid-masuk-dan-keluar-masjid/
  • https://artikel.rumah123.com/marilah-hapalkan-doa-timbrung-masjid-dan-doa-keluar-bandarsah-plus-kepatutan-yang-baik-ketika-timbrung-dan-keluar-sajadah-117683
  • https://www.asliindonesia.net/doa-masuk-musala/
  • https://saintif.com/wirid-keluar-masjid/
  • https://umma.id/article/share/id/7/189619
  • https://muhammadiyah.or.id/budi pekerti-dan-keutamaan-menghindari-ke-langgar/
  • https://worldquran.com/

Source: https://www.orami.co.id/magazine/doa-masuk-masjid

Posted by: gamadelic.com