Dimana Letak Sumsum Tulang Belakang

Definisi sumsum lemak tulang belakang

Segala apa itu sumsum tulang pinggul?

Sumsum tulang birit
(spinal
cord), alias disebut juga dengan medula spinalis, adalah kumpulan baja saraf yang subur di sepanjang tulang pinggul, nan membentang berbunga episode asal otak mencapai punggung penggalan bawah. Kompilasi jaringan ini memang relatif mungil, dengan sulit hanya 35 gram dan garis tengah sekitar 1 cm.

Meski mungil, peranti tubuh ini memegang peran vital dalam sistem saraf individu. Bersama dengan dedengkot, medula spinalis menjalankan sistem saraf rahasia nan mengoordinasikan aktivitas sehari-hari anak adam, seperti mengalir, merasakan gempa bumi alias impresi lainnya (panas dan dingin, renyut, radikal dan tumpul), hingga mengontrol bineka fungsi tubuh, sama dengan asimilasi, impitan darah, maupun detak jantung.

Dalam menjalankan sistem saraf taktik tersebut, induk bala yakni trik komando untuk tubuh Anda. Sementara sumsum tulang belakang adalah jongkong pesan yang dikirim oleh pentolan ke tubuh dan dari jasad ke motor. Selain itu, medula spinalis juga sebagai pusat untuk mengoordinasikan tindakan refleks tubuh yang enggak bergantung pada inisiator.

Anatomi sumsum tulang belakang

Apa saja bagian-bagian dari sumsum tulang birit?

anatomi sumsum tulang belakang

Sumsum tulang belakang alias medula spinalis ialah himpunan serabut saraf nan dikelilingi oleh benak, cakram tulang muda, ligamen, dan otot, untuk melindunginya dari beda dan guncangan akibat usaha jasmani. Tulang tersebut terdiri dari 33 ruas nan disebut dengan vertebra alias sumsum belakang. Adapun sumsum tulang belakang melewati lubang di tengah (disebut sungai buatan tulang belakang) yang ada di setiap ruas tulang pinggul.

Rencana organ vital ini nisbi silinder dengan panjang sekeliling 45 cm, dan sekadar seputar dua pertiga episode dari besaran tataran ruas-ruas tulang belakang. Berasal panjang tersebut, sumsum tulang pinggul dibagi menjadi catur perkariban atau struktur, yakni servikal (leher), toraks (jejak kaki atas), lumbal (punggung pangkal), dan sakral (panggul). Di bagian paling asal terdapat kumpulan saraf yang menyerupai ekor kuda, nan disebut dengan
cauda equina.

Sama seperti anatomi gembong, di kerumahtanggaan selama medula spinalis juga dikelilingi oleh cair serebrospinal dan gelimir membran (meninges) nan berfungsi buat melindungi gawai ini. Gendang-gendang meninges tersebut terdiri dari tiga lapisan nan disebut dengan dura meter, arachnoid, dan pia meter.

Bila medulla spinalis dipotong secara mendatar, terdapat bilang bagian di dalamnya nan n kepunyaan fungsi farik-tikai. Berikut adalah beberapa bagian alias anatomi mulai sejak sumsum benak belakang (medula spinalis) tersebut:

  • Grey matter
    (Episode abu-abu)

Grey matter
merupakan bagian ilegal bercelup abu-tepung dan memiliki bentuk sebagai halnya kupu-kupu yang subur di dalam sumsum lemak tulang belakang. Fragmen ini terdiri dari badan sel saraf (neuron) dan sel glial serta memiliki empat ‘sayap’ yang disebut dengan sungu.

Dua tanduk yang bernas di depan (tanduk anterior ataupun ventral) mengandung sel saraf atau neuron motorik yang berfungsi membawa deklarasi dari otak dan medulla spinalis ke otot tubuh untuk sensual pergerakannya. Darurat dua sumbu badak yang rani di belakang (tanduk posterior atau dorsal) membawa kabar sensorik, seperti sentuhan, tekanan, atau rasa sakit, dari raga pun ke medulla spinalis dan otak.

Selain itu, ada pula nan disebut dengan cula lateral dan kolom
intermediate
yang berperan dalam sistem saraf otonom. Meski demikian, tanduk lateral sahaja ditemukan di bilang area tulang tulang belakang, yaitu toraks, lumbal atas, dan sakral.

  • White matter
    (Putaran putih)

Grey matter
di intern medulla spinalis terbungkus oleh bagian bercelup putih, yang disebut dengan
white matter.
Bagian ini digdaya akson yang memungkinkan majemuk bagian sumsum tulang belakang lakukan berkomunikasi dengan baik dan lancar.

Akson ini bergerak ke dua arah. Bilang akson yang menghadap naik berfungsi membawa sinyal dari tubuh ke otak, padahal yang drop mengirimkan sinyal dari penggagas ke neuron nan terdapat di penggalan tidak berbunga tubuh.

Sama seperti
grey matter,

white matter
juga dipisahkan menjadi beberapa fragmen yang disebut kolom. Keempat bagian tersebut, yaitu kolom posterior (di antara dua cula posterior), ruangan anterior (di antara dua tanduk anterior), dan ruangan lateral (antara cula posterior dan akson dari neuron cula anterior).

Rubrik posterior terdiri dari akson nan memfokus naik, sementara itu rubrik anterior dan lateral terdiri berpangkal banyak kerumunan akson nan farik berpunca saluran yang mendaki dan drop, terdaftar yang mengontrol sistem saraf perifer maupun riol.

  • Saraf sumsum birit

Masing-masing episode sumsum sumsum belakang, yakni servikal, toraks, lumbal, dan sakral, memiliki akar tunjang saraf nan muncul di kanan dan kirinya. Akar-akar susu saraf ini terdiri akar saraf ventral (anterior) nan mengandung neuron motorik, serta akar susu saraf dorsal (posterior) yang mengandung neuron sensorik.

Kedua tipe akar tunjang saraf tersebut bersatu dan membentuk saraf sumsum belakang. Terdapat 31 pasang saraf tulang birit yang terbagi ke kerumahtanggaan lima bagian, yaitu delapan pasang saraf di bagian servikal (leher), 12 pasang saraf di toraks (dada), lima pasang saraf di lumbal (lambung), lima pasang saraf di sakral (panggul), serta 1 pasang saraf lagi di yang berada di ruas lemak tulang ekor (koksigeal).

Saraf-saraf lemak tulang belakang inilah yang kemudian menghubungkan tulang sumsum pinggul dengan berbagai rupa bagian di tubuh, serta menghantarkan impuls ke dan dari otak melalui medula spinalis ke lokasi fisik tertentu.

Fungsi sumsum tulang belakang

Barang apa saja kemujaraban medula spinalis?

Medula spinalis n kepunyaan tiga fungsi berharga dalam mengontrol dan mengoordinasikan tubuh manusia. Ketiga manfaat benak tulang bokong tersebut yaitu:

  • Mengontrol kecaburan

Pelecok suatu faedah dari medula spinalis adalah mengumpulkan dan mengapalkan sinyal atau pemberitaan sensorik yang diterima berbunga anggota tubuh alias organ indera ke otak. Sinyal atau informasi tersebut boleh berupa sensasi jamahan, tekanan, suhu (panas ataupun campah), dan rasa linu. Informasi ini kemudian akan diproses maka dari itu gembong bagi memberi respons.

  • Mengontrol gerak (motorik) dan kerja organ

Selain ke otak, medula spinalis juga berfungsi mengangkut sinyal atau informasi dari otak ke otot ataupun organ fisik tertentu. Informasi ini bisa disampaikan ke otot tangan, lengan, jari, suku, kaki, atau bagian tubuh lainnya bikin mengontrol gerak (motorik). Misalnya, detik Sira kepingin berjalan, benak benak belakang membawa informasi dari dalang ke otot kaki dan memerintahkannya buat melangkah secara berulang.

Selain itu, sinyal maupun informasi juga bisa dibawa ke jantung, alat pernapasan, ataupun organ tubuh lainnya kerjakan menjalankan fungsi otonom, seperti mengontrol detak jantung, bernapas, tekanan darah, dan tak sebagainya.

  • Gerak refleks

Medula spinalis juga main-main privat mengontrol gerakan-aksi refleks pada badan manusia. Pada gerak sewaktu, impuls melalui jalan sumir maupun pintas, ialah tanpa diolah terlebih dahulu oleh biang kerok.

Riuk suatu contohnya adalah gerak bersama-sama pada dengkul yang tiba-tiba terkejut momen diketuk di titik tertentu. Dilansir berpokok laman Arizona State University, pada gerak refleks lutut, neuron sensorik secara spontan terhubung ke neuron motorik di medulla spinalis, sonder diproses terlebih dahulu di pentolan. Maka dari itu karena itu, proses ini memasrahkan respon yang makin cepat mulai sejak gerak motorik pada galibnya.

Kebobrokan sumsum tulang belakang

Penyakit maupun batu sumsum tulang belakang adalah kondisi yang menyebabkan kehancuran pada sumsum tulang pinggul. Kondisi atau penyakit tersebut boleh beragam. Bilang dari kelainan maupun provokasi pada medula spinalis merupakan:

  • Cedera tulang belakang

Tikai sumsum belakang adalah fasad pada babak mana sekali lagi dari medula spinalis atau saraf di ujung serokan sumsum belakang (cauda equina). Kondisi ini bisa terjadi karena kejadian traumatis, seperti kesialan maupun ambruk, yang negatif tulang pinggul (abtar tulang belakang), ligamen, cakram sumsum bokong, atau sumsum lemak tulang itu sendiri.

Namun, cedera lemak tulang belakang juga bisa terjadi karena komplikasi tertentu, begitu juga kanker, arthritis (radang muslihat), lapuk tulang, dan peradangan di medula spinalis. Kondisi ini boleh menimbulkan persilihan permanen pada fungsi, keonaran, dan fungsi jasad lainnya di bawah lokasi cedera.

  • Spinal stenosis

Stenosis lemak tulang belakang (spinal stenosis) terjadi ketika pertumbuhan tulang ataupun jaringan yang berlebihan mempersempit ruas sumsum belakang, setakat dapat memengaruhi akar saraf. Kondisi ini boleh menimbulkan gejala tersapu sistem saraf, seperti mati rasa hingga kemandekan di kewedanan tungkai dan kaki.

  • Multiple sclerosis

Multiple sclerosis adalah masalah yang berpotensi melumpuhkan sistem saraf pusat, yaitu motor dan medula spinalis. Pada penderita multiple sclerosis, sistem kekebalan tubuhnya menuduh selaput pelindung saraf (mielin) sebatas menyebabkan masalah komunikasi antara pencetus dan seluruh tubuh. Kondisi ini dapat menimbulkan kerusakan permanen alias kemunduran saraf.

  • Amyotrophic lateral sclerosis (ALS)

Amyotrophic lateral sclerosis (ALS) adalah penyakit sistem saraf yang memengaruhi sel-sel saraf di pemrakarsa dan medula spinalis. Penyakit ini dapat melemahkan hingga menghancurkan neuron motorik tubuh sehingga menyebabkan hilangnya kontrol otot, seperti kesulitan melanglang ataupun wicara.

Apa saja ciri-ciri ataupun gejala penyakit tulang tulang belakang?

Kerusakan pada medula spinalis boleh menimbulkan berbagai gejala, terjadwal yang terkait dengan sistem saraf. Gejala ini bisa dirasakan di sekitar kewedanan tulang belakang, tetapi sekali lagi boleh menjalar ke bagian tubuh lainnya, sama dengan lengan dan suku kaki.

Beberapa gejala atau ciri-ciri yang barangkali timbul akibat penyakit atau provokasi benak tulang belakang adalah:

  • Nyeri alias sakit punggung.
  • Kejang otot yang tidak terkontrol.
  • Kelemahan, mati rasa, atau bahkan stagnasi anggota tubuh.
  • Perubahan refleks tubuh.
  • Kekurangan kontrol saluran kencing alias usus.

Jika Anda mengalami gejala atau ciri-ciri tersebut, terutama takdirnya berulang dan enggak kunjung sembuh, mudah-mudahan Anda segera berkonsultasi dengan tabib. Dokter akan memasrahkan diagnosis dan perawatan nan tepat sesuai kondisi Anda.

Source: https://hellosehat.com/saraf/sumsum-tulang-belakang/

Posted by: gamadelic.com