Dilarang Bernyanyi Di Kamar Mandi


Dengarkan artikel ini

Harakatuna.com
–  Bikin sebagian orang yang hobi melagu, sering mana tahu momen melakukan aktivitas dikamar mandi seperti mandi, lepaskan air katai dan osean sambil melagu. Dan lain berat, orang yang hobi menyanyi ini menghabiskan banyak masa di kamar mandi. Lantas senyatanya bagaimana hukumnya bergamat di kamar mandi dalam Selam.


Privat hadis Rasulullah dikatakan bahwa kamar mandi itu tempatnya setan. Maka itu alhasil barang mungkin yang hendak masuk kamar mandi hendaknya untuk harap perlindungan kepada Yang mahakuasa

إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَة ٌ، فَإِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ الْخَلَاءَ فَلْيَقُلْ : أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ


Artinya: “Sesungguhnya gelanggang lempar tinja, didatangi setan. Jika kalian masuk WC, maka ucapkanlah; A’uuzu billahi minal khubutsi wal khabaits (aku bernaung kepada Halikuljabbar dari setan laki dan perempuan)”

berangkat dari hadis ini, Syaikhul Selam Ibni Taimiyah menyatakan bahwa berlama-lama di kamar bersiram itu makruh hukumnya. Engkau menuliskan

“Jangan berlena di tempat itu tanpa keperluan. Karena berdiam lama di ajang itu adalah makruh. Karena itu adalah tempat keikhlasan setan dan panggung disingkapnya alat kelamin.” [Syarhul Umdah, 1/60]


Hukum Menyanyi Di Kamar Bersiram

Padahal terkait menyanyi dikamar mandi, para ulama pun cocok bahwa hukumnya menyanyi di kamar mandi itu makruh. Imam Ramli dalam kitabnya Nihayatu al-Muhtaj, 1/141 menyatakan bahwa bercakap di kamar bersiram merupakan hal nan makruh maka bergamat juga makruh

ولا يتكلم حال قضاء حاجته بذكر أو غيره فالكلام عنده مكروه

Artinya: “Dan seseorang jangan berucap detik sedang lepaskan sisa baik berupa tahlil ataupun selain zikir. Sebab berkata lega saat itu hukumnya makruh.”


Senada dengan Imam Ramli, Sayid Said pula menyatakan situasi nan demikian

لا يتكلم حال خروج الخارج ولو بغير ذكر؛ لنهي عنه، وكذا في حال غير خروجه مادام في المعد وإن دخله لغير قضاء الحاجة عند جمع

Artinya :“Seseorang yang tengah lempar air samudra tidak diperbolehkan berbicara momen proses pengeluaran kotorannya berlangsung meskipun pembicaraannya bukan berupa tahmid. Demikian pula bukan diperbolehkan berbicara ketika proses pengeluaran kotorannya tidak berlantas. Selama ia masih mewah di toilet, kemakruhan tersebut masih bertindak bahkan meski sedari sediakala tidak bermaksud keluarkan kotoran.” [Busyra al-Murah hati bi Syarhi Masȃili al-Ta’lim 1/121]


Dengan penjelasan ini, maka menjadi jelas bahwa hukum meratus dikamar bersiram yakni makruh, Wallahu A’lam

Ahmad Khalwani

Source: https://www.harakatuna.com/hukum-menyanyi-di-kamar-mandi-dalam-islam.html

Posted by: gamadelic.com