Di Tii Di Jawa Barat

Daftar Isi

  • Pemberontakan di Jawa Barat
  • Pemberontakan di Jawa Tengah
  • Perlawanan di Aceh
  • Peperangan di Sulawesi Daksina
  • Jalan dan Penumpasan DI/TII
  • Faq
    • Apa latar pantat Pemberontakan DI/TII
    • Siapa pemimpin tentangan DI/TII di Jawa Barat?

Pemberontakan DI/TII itu berlanjut di berbagai negeri nusantara ini. Yang paling tampak menonjol ada di catur daerah di Indonesia, adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh dan Sulawesi Selatan. Berikut bahasan sekilasnya.

Penolakan di Jawa Barat

Pada rontok 14 Agustus 1949 Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya “Negara Islam Indonesia”. Gerakkan yang dipimpin disebut “Darul Selam” (DI), padahal tentaranya dinamakan Tentara Selam Indonesia (TII). Sehingga nama gerombolannya terkenal dengan sebutan DI/TII.

Gerombolan tersebut terbit muncul pada waktu terjadi penarikan TNI dari negeri yang diduduki Belanda ke wilayah RI, sebagai akibat Persetujuan Renville.

Makara semua Armada Bersenjata yang masih di Jawa Barat harus ditarik ke Jawa Tengah. Saja kesempatan ini disalahgunakan oleh Kartosuwiryo  Ia mengumpulkan mereka yang setia kepadanya dan dihimpun n domestik legiun “Darul Islam”.

Tindakan itu lain boleh dibenarkan, karena membahayakan persatuan kewarganegaraan. Apalagi setelah mengintai berbagai tindakannya nan lampau mencemaskan awam. Teror, pembunuhan, pengrusakan dan pengambilan harta harta benda penduduk, terus dilakukan. Dengan demikian, penduduk Jawa Barat menjadi terancam.

Bikin menumpas keramaian DI/TII di Jawa Barat tersebut, maka dengan pertolongan rakyat TNI melajukan usaha Cerocok Betis. Dengan operasi ini ternyata pada thun 1962 gerombolan ini dapat dibinasakan. Karto Suwiryo sendiri ditangkap dan dijatuhi aniaya tenang.

Baca kembali: Sejarah pemberontakan PRRI dan Permesta

Pemberontakan DI TII

Pertarungan di Jawa Paruh

Di daerah Tegal dan Brebes ketimbul gerakan “Majelis Islam” yang dipimpin oleh Amir Fatah. Kemudian di Kebumen muncul gerakan yang disebut “Angkatan Umat Islam”, dipimpin oleh Mahfudh Abdul Rakhman (Kyai Sumolangu). Kedua usaha itu hendak bergabung dengan DI/TII Kartosuwiryo.

Untuk menguasai itu, maka dibentuklah laskar “Lembu hutan Raiders”. Pasukan itu kemudian mengadakan operasi diskriminatif yang dinamakan “Gerakan Andaka Negara” (GBN). Tahun 1954 kerumunan DI/TII di Jawa Tengah bisa ditumpas.

Baca kembali: Pemberontakan PKI setelah Indonesia merdeka

Perbantahan di Aceh

Tanggal 21 September 1953 di Aceh ketimbul pemberontakan yang dipimpin oleh Tengku Daud Beureueh. Kabilah pemberontak ini juga menyatakan bahwa Aceh sebgai episode negara Islam Indonesia di bawah pimpinan Kartosuwiryo.

Pemerintah kemudian utus angkatan lakukan menghadapi gerombolan DI/TII Aceh tersebut. Tetapi, setelah beberapa tahun dikepung, pada copot 21 Desember 1963 tercapailah “Perundingan Kerukunan Rakyat Aceh”. Banyak para pengikut gerombolan itu nan sekali lagi ke pangkuan RI.

Dengan demikian, pemberontakan DI/TII di Aceh boleh tergarap dengan damai. Sungguhpun gerakkan semacam ini masih sering unjuk di sana, misalnya gerakan Aceh Merdeka.

Pemberontakan di Sulawesi Kidul

Musim 1952 Kahar Muzakar menyatakan bahwa Sulawesi Kidul merupakan fragmen “Negara Islam Indonesia” Kartosuwiryo. Kelompok DI/TII pimpinan Kahar Muzakar ini kemudian mengadakan gerakan teror.

Karena itu pemerintah taajul mengangkut pasukannya. Tahun 1965 keramaian dapat ditumpas. Kahar Muzakar tertangkap dan ditembak antap.

Baca juga: Pemberontakan APRA, Andi Azis dan RMS

Perkembangan dan Pemberantasan DI/TII

Dikutip dari Tirto.id – Dalam Abdul Qohhar Mudzakar: Berpokok Patriot Hingga Pemberontak (1992) Anhar Gonggong menerangkan, sambutan terjadi dengan dua periode, yaitu 1951-1953 dan 1953-1965. Ia membangun negara yang disebut beragama Islam, namun hanya bisa mengalir dengan cara bergerilya di hutan.

Saat itu, kelompoknya disebut Republik Persatuan Islam Indonesia (RPII) dan berpangkalan di Bukit Latimojong, Enrekang, Sulawesi Kidul. Mereka bersembunyi di balik rimbunnya wana-hutan hingga terik ditemukan maka itu bala yang ingin menumpasnya. Lain rumit, apalagi masyarakat sipil yang sering mengawasi lalu alang-alang Diktatorial Muzakkar dan pasukannya detik hendak ke wai.

Pada mulanya Februari 1965, keberadaan tempat persembunyian Kahar Muzakkar tiba terendus oleh Tentara Divisi Siliwangi yang dipimpin maka itu Pembantu Letnan Suatu Umar Sumarsana. Berlandaskan tulisan Kodam Siliwangi n domestik rahasia Siliwangi dari Tahun ke Masa (1979), terungkap bahwa ketika itu di seberang Sungai Lasalo, terdapat beberapa orang nan mandi.

Para tentara Umar mengakui bahwa suka-suka pemukiman kerumunan di sekitar sungai tersebut. Tanggal 3 Februari 1965 pukul 03.00 WITA, Umar memelopori pasukannya hingga menemukan bilang biji pelir gubuk.

Siliwangi dari Masa ke Perian (1979) mengklarifikasi juga bahwa ketika itu seseorang nan tidak lain adalah Otoriter Muzakkar keluar dari sebuah dangau dan memegang granat di tangannya. Cempek, Ili Sadeli, Kopral Dua Siliwangi, memicu peluru panasnya tepat ke arah dada Sewenang-wenang Muzakkar. Di waktu itu juga, atasan RPII tersebut tumbang, bahkan hingga menemui ajalnya.

Faq

Apa latar pantat Tentangan DI/TII

Terjadinya persabungan DI/TII dilandasi karena ketidakpuasan berbunga Kartosoewirjo terhadap kemerdekaan Republik Indonesia. Musim itu, kebebasan RI dibayang-bayangi kehadiran Belanda yang masih cak hendak berwenang atas Indonesia.

Mana tahu pemimpin pemberontakan DI/TII di Jawa Barat?

Tokoh superior penolakan DI/TII Jawa Barat yaitu Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo.

Source: https://www.pinhome.id/blog/pemberontakan-yang-digerakkan-ditii/

Posted by: gamadelic.com