Dampak Positif Interaksi Desa Kota Bagi Desa

Hai Sobat Zenius! Elo yang duduk di kelas bawah 12 tentu pula berkutat, ya, sama materi keistimewaan interaksi desa dan kota? Nggak usah bingung-merayang pun, deh! Dalam artikel ini gue ingin ngajak elo semua buat telaah materi ini secara detail.

Sreg kata sandang sebelumnya sudah lalu kawin dibahas soal struktur keruangan desa dan kota. Terbit tasik, kita bisa sempat bahwa keruangan desa dan kota memang berbeda namun keduanya tetap gandeng dan berinteraksi.

Coba deh jawab


poll


di bawah ini.

Loading ... Loading …

Apapun jawaban elo, kalo dipikir-pikir juga makanan primadona elo itu memerlukan berbagai sasaran kerjakan dibuat. Bahan-objek tersebut biasanya datang dari desa. Misalnya nan paling simpel deh, nasi goreng. Bayangkan elo lagi bersantap nasi goreng di pelecok satu warung di metropolitan gitu ya.

nasi goreng piqsels (1)
Ilustrasi nasi goreng (Dok. Pixels)

Coba, ya, bedah bareng-menyerempakkan. Pertama, nasi seorang dari mulai sejak mana? Tentunya berasal beras hasil pertanian atau persawahan di desa. Lalu di situ terpampang positif sebuah telur cantik yang sudah di goreng.

Tentu itu hasil produksi para ayam di desa. Untuk bumbu dan paesan pula, misalnya ada bawang biram dan daun bawang, semua juga hasil pertanaman di desa. Itulah contoh interaksi desa dan kota.

Padalah, bikin mendalami materi interaksi desa dan kota seterusnya, kita akan bahas faktor pendorong desa dan kota, zona interaksi desa kota, dampak faktual serta merusak bersumber interaksi desa dan kota, dan cara cak menjumlah manfaat interaksi desa dan ii kabupaten.

Yuk simultan saja kita mulai!

Faktor Pendorong Interaksi Desa dan Kota

Sebelum masuk ke faktor pendorongnya, taksir-duga interaksi desa dengan kota disebut apa, ya? Pada dasarnya, interaksi tersebut dinamakan bagaikan interaksi wilayah.

Lalu, barang apa semata-mata hal maupun faktor pendorong interaksi desa dan kota? Tadi kita sempat telaah cak bertanya nasi rendang di daerah tingkat yang ternyata bahan-bahannya berpunca desa. Kira-asa dari paradigma tersebut, apakah elo bisa simpulkan segala nan mendorong interaksi?

Coba kita lihat dari pola tak ya. Misalnya di desa suka-suka perkebunan pohon kapas. Terimalah, kapas tersebut kemudian dibawa ke kota dan diselesaikan oleh pabrik tekstil setempat. Hasil produksi substansial pakaian kemudian dapat dinikmati oleh umum kota dan desa.

Dari sini kita boleh simpulkan bahwa interaksi khususnya antara kota dan desa merupakan sebuah hubungan yang memiliki dampak bagi kota dan desa. Hubungan ini berwatak timbang balik. Kaprikornus, apa nih faktor pendorongnya?

“Desa dan kota itu saling membutuhkan.”

contoh interaksi desa dan kota
Ilustrasi Interaksi Desa dan Daerah tingkat | Zenius Education

Ya benar sekali, desa dan ii kabupaten memang ganti membutuhkan. Interaksi desa dengan ii kabupaten disebut
regional complementary. Masih cak semau dua faktor lainnya yaitu
spatial transfer ability
dan
intervening opportunity. Yuk kita telaah ketiganya bareng-menyinkronkan.

Regional complementary

Seperti nan mutakadim dibahas sebelumnya, desa dan ii kabupaten ganti membutuhkan karena desa dapat menyenggangkan bahan hutan maupun mentah padahal kekuatan wilayah kota nan berinteraksi dengan wilayah pedesaan dipengaruhi maka dari itu kota yang bisa memproduksi dagangan olahan nan bisa dikonsumsi desa dan kota.

Fakta Menghela!


Hinterland


adalah desa nan main-main memasok kebutuhan pokok pemukim kota. Umumnya fertil di seputar perkotaan besar.

Spatial transfer ability

Fasilitas transportasi maupun pemindahan juga adalah pelecok satu faktor yang mendorong terjadinya interaksi antara desa dan daerah tingkat.

Misalnya, ada Daerah tingkat A yang membutuhkan sebuah bahan plonco yang bisa disediakan maka itu Desa B atau Desa C. Lokasi Desa B jauh dari Daerah tingkat A dan topografinya juga menantang. Padahal, ada akses berupa jalan yang aman, mudah, dan murah buat dilalui ke Desa C. Tentu sekadar dengan semacam itu interaksi Daerah tingkat A dan Desa C makin mudah terjadi.

Intervening opportunity

Intervening opportunity - Interaksi Desa dan Kota
Intervening Opportunity | Dok: Zenius Education

Yang dimaksud dengan faktor
intervening opportunity
adalah ketika ada intrusi di dalam sebuah koalisi ataupun interaksi desa dan kota. Interferensi ini mana tahu dikarenakan adanya desa atau kota tidak yang hadir atau karena suatu kejadian sebagai halnya kelangkaan dan bencana alam.

Zona Interaksi Desa dan Kota

Menurut Bintarto, interaksi desa dan kota menyebabkan terbentuknya zona-zona yang bisa digambarkan sebagai halnya ilustrasi teladan konsentris di bawah ini.

zona interaksi desa dan kota
Zona Interaksi Desa dan Kota (Arsip Zenius)

No Zona Kurnia
1
City
Kancing kota
2
Suburban
Daerah penglaju (penduduk nan pelalah berpindah/bepergian ke daerah tingkat)
3
Suburban fringe
Daerah peralihan (lebih di tepi dibanding


suburban)
4
Urban fringe
Pinggir daerah tingkat
5
Rural urban fringe
Jalur batas kota-desa
6
Rural
Desa

Begitulah bayangan pembagian zona interaksi desa dan kota. Kalo elo ada pertanyaan, jangan ragu buat catat pertanyaannya di kolom komentar, ya!

Dampak Interaksi buat Desa dan Kota

Adanya interaksi antara desa dan kota karuan memberikan dampak yang positif dan subversif bikin desa dan kota itu sendiri. Kira-kira apa saja ya dampaknya?

Dampak positif interaksi desa dengan kota lakukan desa yaitu, sebagai berikut:

  • Terbukanya lapangan kerja nan variatif lakukan masyarakat desa
  • Meningkatnya pengumuman dan menurunnya angka niraksara
  • Terbukanya peluang untuk aksi atau wiraswasta

Dampak destruktif interaksi desa-kota bakal desa

  • Penduduk desa terutama generasi muda semakin melandai
  • Budaya dan paguyuban di desa start melesap
  • Berkurangnya kapling persawahan dikarenakan alih fungsi lahan menjadi pabrik

Dampak positif interaksi desa-daerah tingkat buat kota

  • Mendapatkan SDM lakukan firma dan pabrik
  • Mendapatkan suplai bahan mentah dan bahan seremonial lainnya
  • Boleh mengekspor produk hasil olahan ke desa

Dampak negatif interaksi desa-daerah tingkat cak bagi kota

  • Terdapat tempat kumuh ataupun
    slum provinsi
  • Meningkatnya tingkat kriminalitas dan pengangguran
  • Meningkatnya pengotoran dan kemacetan

Ngomong-ngomong soal dampak interaksi desa-kota, mari kita lanjur berusul kisah
live in
nan gue ceritakan di artikel sebelumnya, gue lalu di salah suatu flat penduduk. Kebetulan anak bini yang menabok gue punya dua anak.

Anak pertamanya sudah menikah dan bermigrasi ke daerah tingkat. Sedangkan, anak keduanya bekerja di pabrik tekstil. Momongan yang kedua ini masih sering pulang ke desa karena letak pabrik tempat ia bekerja terwalak di sebuah kota nan nggak jauh dari desa tersebut.

Dari racikan kisah di atas, elo udah bisa lihat kan kedua anak tersebut aktif tinggal atau berkarya di daerah tingkat. Sejauh tinggal di sana, gue sempet diajak ke sebuah tanah di bukit milik batih. Di situ suka-suka pohon kapas dan tumbuhan ubi kayu.

Keluarga ini sebenarnya punya lahan luas di pegunungan tapi anak-anaknya nggak ada yang mau ngurusin lahan tersebut. Ternyata batih tak pun banyak nan begitu, momongan-anak mereka memilih untuk kerja di ii kabupaten karena penghasilannya kian baik dan pekerjaannya makin bermacam-macam.

Warga yang masih tinggal di desa itu rata-rata merupakan ayah bunda yang anaknya entah udah bermigrasi atau kerja di daerah tingkat. Mereka kembali udah nggak gitu produktif di bidang perkebunan. Soalnya, momongan mereka udah cukup mapan dan bisa kirim persen berbunga daerah tingkat.

Tapi kalo dipikir-pikir, bahaya lagi ya. Kalo semua desa jadi kayak gini, kelihatannya yang kerjakan ngurusin perkebunan dan pasokan bahan taktik? Gimana, cak semau solusi nggak Sobat Zenius? Jadi inget beberapa waktu lampau tahu
trending
soal pemimpin kita ingin generasi muda terdorong makara petambak.

Ingin materi dan video pembelajaran mengenai Ilmu permukaan bumi atau materi lainnya yang lebih acuan? Download Zenius di gadget elo ya, biar belajar bertambah seru. Klik tombol download di dasar ini, ya!

cta banner donwload apps zenius

Download Aplikasi Zenius

Fokus UTBK untuk kejar kampus impian? Persiapin diri elo dahulu pembahasan video materi, ribuan contoh tanya, dan antologi try out di Zenius!

icon download playstore

icon download appstore

download aplikasi zenius app gallery

Menghitung Kebaikan Interaksi Desa dan Ii kabupaten

Kelebihan interaksi desa dan daerah tingkat itu boleh diukur lho! Selain kekuatan interaksi, ada juga rumus titik henti dan rumus indeks konektivitas yang bisa digunakan buat pengukuran enggak yang masih gandeng dengan interaksi desa-kota atau antar wilayah lainnya. Penasaran kayak gimana? Mari kita perhatikan satu per satu.

Rumus kelebihan interaksi

Rumus kekuatan interaksi yang dikemukakan oleh W.J. Reilly ini dapat digunakan lakukan mengetahui sekuat apa hubungan antara suatu negeri. Barangkali antara daerah tingkat ke desa, daerah tingkat ke kota, dan desa ke desa. Rumusnya dapat dilihat di bawah ini.

Rumus kekuatan interaksi
Rumus Kekuatan Interaksi (Pertinggal Zenius)

Publikasi:

  • Iab = kepentingan interaksi wilayah A dengan B
  • Pa = jumlah penduduk wilayah A
  • Pb = jumlah pemukim wilayah B
  • Dab = jarak antara kewedanan A dengan B


Rumus tutul henti

rumus titik henti Interaksi Desa dan Kota
Ilustrasi Titik Henti (Arsip Zenius)

Teori bintik henti (breaking point theory) digunakan untuk mengetahui penempatan lokasi industri dan fasilitas umum antara dua wilayah.

Namun, perlu dicatat bahwa teori ini hanya bisa digunakan lakukan mengeti dua wilayah yang keadaan ekonomi penduduknya relatif sama, ki alat prasarana transportasi memadai, kunci beli masyarakat sama, dan topografi wilayahnya menjemukan.

Berikut ini rumusnya:

formula rumus titik henti
Rumus Titik Henti | Zenius Education

Makrifat :

  • DAB = Jarak lokasi titik henti yang diukur dari lokasi A
  • DBA = Jarak lokasi titik henti yang diukur dari lokasi B
  • PA = Kuantitas populasi di lokasi A
  • PB = Jumlah populasi di lokasi B
  • dab = jarak antara lokasi A dan B

Pecah rumus di atas, bisa disimpulkan bahwa tutul henti diukur beralaskan jumlah populasi dan jarak antar negeri.


Rumus indeks konektivitas

Rumus Indeks Konektivitas ilustrasi
Ilustrasi Konektivitas Urut-urutan (Tindasan Zenius)

Tentunya adanya sarana transportasi sama dengan ketersediaan jalan dan infrastruktur merupakan salah suatu faktor signifikan agar interaksi antara satu daerah dengan yang lainnya bisa berjalan dengan baik.

Menurut K.J. Kansky, kita bisa melihat kemungkinan kekuatan interaksi dengan melihat banyaknya jaringan kronologi dan kota. Berikut ini rumus indeks konektivitas dengan catatan B merupakan indeks konektivitas.

Rumus Indeks Konektivitas
Rumus Indeks Konektivitas (Arsip Zenius)

Itulah beberapa teori dan rumus menjujut yang gandeng dengan interaksi area. Seperti lazim, silahkan komen di kolom komentar kalo elo ada pertanyaan, ya.


Membiasakan Geografi bersama Zenius

Oke Sobat Zenius, sebatas di sini dulu ya pembahasan materi kekuatan interaksi desa dan kota. Kalo elo ingin belajar makin lanjur,  silahkan tonton video-videonya dengan klik banner di bawah ini.

Pastikan elo n kepunyaan akun Zenius ya supaya boleh akses video materi,
flashcard, chapter summary, quiz
, dan tes evaluasinya.

Kekuatan Interaksi Desa dan Kota - Materi Geografi Kelas 12 9

Lalu, jikalau elo mau belajar lewat beraneka ragam lengkap pertanyaan dan pembahasan yang menarik bermula Zenius, elo pula boleh, mengapa, melanggani Zenius Aktiva Sekolah. Di sana, ada ratusan contoh soal berpangkal setiap alat penglihatan pelajaran yang cak semau, termasuk Ilmu permukaan bumi.

Dengan berlangganan Aktiva Sekolah, elo jadi lebih masak ketika menghadapi berbagai ujian sekolah. Klik banner di pangkal ini, ya!

interaksi desa dan kota


Baca


Kembali Artikel Lainnya:

Daerah dan Tata Ira Indonesia – Materi Geografi Kelas 12

Struktur Keruangan Desa dan Kota – Materi Geografi Kelas 12

Teori Pusat Pertumbuhan Wilayah – Materi Geografi Papan bawah 12

Originally Published:

November 25, 2022


Updated By:

Arieni Mayesha


& Maulana Adieb

Source: https://www.zenius.net/blog/kekuatan-interaksi-desa-dan-kota