Contoh Wawancara Dengan Bahasa Jawa

Komplet Teks Temu duga
– Tanya jawab merupakan satu proses yang dilakukan untuk memperoleh informasi, biasanya wawancara dilakukan oleh dua orang atau lebih di mana pecah pelecok suatu makhluk tersebut merupakan narasumber. Narasumber nan dipilih pun harus menguasai topik atau amanat yang akan digali. Untuk mempermudah kesadaran Beliau tentang tanya jawab, simak lengkap teks wawancara berikut ini.

Contoh Teks Wawancara Semenjak Beraneka ragam Narasumber

1. Contoh Referensi Wawansabda Wirausaha

Contoh Teks Wawancara Wirausaha

Berikut ini ialah abstrak dari teks wawancara antara koteng mahasiswa dengan wirausaha mulai dewasa yang semenjana merintis bisnisnya.

Mira: “Halo, selamat pagi. Saya Mira mulai sejak Universitas X yang medium mengumpulkan banyak informasi terkait wirausaha dan pebisnis muda. Apakah Saya boleh mengajukan beberapa soal tercalit jual beli yang sedang Dia jalani?”

Narasumber: “ Halo, Mira. Saya Saras. Ya, silakan.”

Mira: “Sejak kapan usaha ini menggermang?”

Narasumber: “Sejak satu tahun yang lalu.”

Mira: “Berapa modal mulanya nan digunakan bakal membuka usaha tersebut?”

Narasumber: “Modal semula yang tinggal dikeluarkan sekitar Rp 2.500.000;”

Mira: “Berapakah keuntungan yang didapat dalam perhari?”

Narasumber: “privat perhari mendapat keuntungan selingkung Rp 300.000 dari baju dan skincare lulullabi serta patra telon bidara.”

Mira: “Mengapa memilih gerakan ini?”

Narasumber: “karena kampanye semacam ini dirasa akan terus eksis internal waktu yang lama. Apalagi model pakaian yang ada di etalase juga terus mengikuti perkembangan zaman. Jadi semupakat untuk momongan akil balig yang pengen gaul dan
fashionable.”

Mira: “Bagaimana prinsip pemasarannya”

Narasumber: “sejauh ini Saya hanya menggunakan bantuan bermula media sosial untuk mempromosikan produk nan ada ke turunan terhampir alias yang masih dalam lingkup satu daerah tingkat. Tapi bagi memperluas jangkauan pasar dari produk yang saya jual, saya menunggangi bantuan e-commerce seperti shopee, bukalapak, dan juga tokopedia.”

Mira: “Apa obstruksi dalam menjalankan propaganda tersebut? Dan bagaimana cara untuk mengatasi hambatan yang dipedulikan?”

Narasumber: “Lokasi pusat toko yang layak jauh berusul pusat kota sama sekali menjadi hambatan intern urusan COD ataupun DO. Tapi cak bagi mengakali masalah lokasi, Saya gelojoh menyarankan pembeli untuk menggunakan jasa bestel seperti JNE ataupun JnT. Kalau keburukan ongkir (ongkos kirim), pihak toko pun mutakadim menyenggangkan acara untuk subsidi ongkir itu.”

Mira: “Barang apa Doyan gundah saat menjalankan usaha tersebut?”

Narasumber: “sukanya yaitu jika ada borongan dari pembeli. Kadang produk yang saya jual belalah dijual juga setimbang pembelinya. Jadi barang yang ada di toko cepat restock ideal baru. Dukanya ya kadang kena hit kaki langit’ run. Pesennya dulu toko (online) tapi tambahan pula kabur setelah pesen.”

Mira: “Apakah pernah mengalami kegagalan saat menjalankan usaha tersebut yang menyebabkan cak hendak menunduk?”

Narasumber: “Lampau waktu sediakala-semula kawin berada gitu. Masih sepi pelamar, tapi ya balik pula ke niat semula, aksi lagi. Dan alhamdulillah mutakadim bisa lancar begitu juga kini.”

Mira: “ terimakasih banyak atas waktu dan lagi keterangan yang telah diberikan.”

Narasumber: “Sama-sama. Seharusnya informasi tadi bisa menjadi referensi yang bagus untuk tugas Dia, ya!”

2. Contoh Teks Konsultasi Dengan Pedagang

Contoh Teks Wawancara Dengan Pedagang

Berikut ini adalah konsultasi pendek dengan Petualang warung ibarat narasumbernya.

Leo: “ Assalamulaikum, Bu. Saya Leo, apa saya boleh mewawancarai Ibu sebentar?”

Penjual: “Waalaikumsalam. Tentu saja boleh.”

Leo: ”Terimakasih atas kesediaan ibu untuk menjawab beberapa pertanyaan nan akan saya usikan. Pertama, saya ingin menyoal, sejak bilamana Ibu memulai bisnis warung ini?“

Penjual: ”saya sudah lalu berangkat propaganda ini puluhan tahun lalu, tapi kalau copot tepatnya saya bukan siuman. Pembebasan, Nak.“

Leo: ”Takdirnya bagi barang nan tersaji di warung ini, ada apa saja ya, Bu?“

Penjual: ”Suka-suka beberapa makanan yang saya jual. Mulai bermula gorengan, mie, rawon, krupuk, lodeh, dan sejumlah tipe minuman hangat juga tawar rasa.“

Leo: ”Mengapa Ibu akhirnya memilih bakal membuka usaha warung ini?“

Penjual: ”dulu saya adv pernah kebingungan dengan tiang penghidupan apa yang akan saya lakoni. Saya ini cuman lulusan SD, Nak. Sulit untuk mencari kerja waktu itu. Tapi berhubung ayah bunda saya memiliki kondominium yang pas strategis dan juga mendapatkan warisan gerendel dari nenek saya, ya jadilah persuasi warung ini“

Leo: ”Lalu apakah Ibu mengelola warung ini sendirian?“

Penjual : ”Tidak, Nak. Saya dibantu makanya beberapa karyawan, dan anak asuh saya juga sering datang ke warung untuk membantu saya jika tak punya tugas sekolah.“

Leo: ”dimana tempat Ibu biasanya membeli korban-bahan yang akan digunakan untuk berjualan?“

Penjual: ”yang biasanya bertugas untuk belanja alamat-objek itu anak asuh saya, dia camar beli objek di pasar senen ujung jalan itu.“

Leo: ”warung Ibu ini kan sekarang sudah cukup eksis, lalu bagaimana cara ibu lewat dalam melambungkan warung ini?“

Penjual: ”kalau bicara pertanyaan promosi, saya dempet enggak pernah melakukannya. Lalu sekiranya komplikasi toko ini eksis dan gempita hingga detik ini, boleh jadi itu karena letaknya nan strategis. Karena galibnya orang-anak adam makan disini saat waktu-waktu tertentu, berangkat dan pulang pecah pasar misalnya.“

Leo: ”Terimakasih atas informasi nan sudah lalu anda berikan, Bu. Saya pamit pulang sangat, selamat sore, Bu?“

Penjual: ”Iya, Sama-sama, selamat senja.“

3. Contoh Teks Wawancara Kerja

Contoh Teks Wawancara Kerja

Berikut ini adalah ideal bermula wacana wawancara kerja.

HRD: “Boleh Sira perkenalkan diri Engkau?”

Lina: “Nama Saya Aero Angelina. Saya adalah anak ke-2 dari 4 berfamili. Setelah tanggulang teradat membiasakan 12 tahun, saya melanjutkan pendidikan saya ke pelecok satu fakultas swasta di Palagan dengan jurusan DKV.

HRD: “Apa keistimewaan atau kepiawaian yang Dia miliki?”

Lina: “Sejak dulu, saya selalu suka menggambar. Di waktu sempat juga saya gunakan buat menggambar, juga bakal melatih skill yang saya miliki selain sebagai hobi amung. Setelah gambar saya lumayan, saya mencoba bagi mengunggahnya di media sosial. Dan sesaat sesudah itu, banyak orang yang mengabari saya untuk memesan gambar. Terbit situ, saya mendapatkan uang jasa yang cukup sehingga bisa menuntaskan syarah dengan uang jasa sendiri.”

HRD: “Apa kekeringan yang Dia miliki?

Lina: “Selama ini saya saja menggambar dengan tangan saya koteng. Saya lagi hijau pertama kelihatannya mencoba mendaftar karier semacam ini. Tapi jika diberi kesempatan, saya akan berusaha semaksimal kelihatannya dan menciptakan menjadikan skuat saya menang dari vendor manapun.”

HRD: “Kenapa Beliau tergoda dengan perusahaan Kami?”

Lina: “Saya mengawasi adanya potensi pasar menyeluruh dari perusahaan ini. Itu yang menjadi alasan utama saya mendaftar di sini. Selain itu, firma ini lagi visi dan misi yang diberlakukan maka dari itu firma ini akan sangat sekata dengan mandu saya.”

HRD: “Terimakasih telah hinggap ke interview kali ini. Untuk tahap berikutnya akan kami informasikan melalui web baku firma ini.”

Lina: “Baik, terimakasih.”

4. Contoh Bacaan Wawancara Tentang Cita Cita

Contoh Teks Wawancara Tentang Cita Cita

Berikut ini merupakan contoh dari teks wawancara yang membahas akan halnya cita cita.

Gita: “Barang apa cita cita nan Kamu punya?”

Lisa: “Dari dulu, saya bercita cita untuk menjadi advokat Kondang sama dengan Hotman Paris.”

Gita: “Sejak kapan Beliau start memikirkan advokat umpama cita cita Anda?

Lisa: “Saya sudah memikirkannya sejak duduk dibangku 4 SD. Masa itu, suhu saya sering menceritakan tentang anaknya yang sudah menjadi ajuster. Dan saya pikir itu keren, sejak itu saya tiba menjadikan pengacara sebagai cita cita nan kelak akan saya raih.”

Gita: “Bagaimana propaganda Sira buat dapat mencapai cita cita itu?”

Lisa: “Saya sadar saya masih kelas 1 SMP, bersisa kecil untuk merefleksikan waktu depan. Tapi saya akan berusaha dengan keras untuk belajar agar bisa menjejak cita cita itu. Saya yakin saya bisa mencapainya, karena saya sudah bertekat dengan sepenuh hati!”

Gita: “Lalu apa harapan Anda dimasa depan?”

Lisa: “Saya etis bermartabat berpretensi lakukan bisa menjadi penerus ke-kondangan Hotman Paris di dunia pembela.”

Gita: “Baik, hendaknya harapan Anda boleh tercapai ya, Lis! Saya kepingin menemui superior sekolah dulu. Selamat siang.”

Lisa: “Selevel sekelas, Git.”

5. Contoh Referensi Wawancara Bhs Jawa

Contoh Teks Wawancara Bhs Jawa

Berikut ini adalah hipotetis semenjak wacana wawancara yang menggunakan bahasa jawa sebagai bahasa pengantarnya.

Ani: “ Assalammualaikum! “

Pedagang: “ Waalaikumsalam. “

Ani: “ Buk, kula tugas badhe tangklet caranipun panjenengan ndamel senggang. Saget napa mboten bu?”

Pedagang: “ Bisa, ayo nduk mlebu ndisik, bukan gawekno teh anget.“

Ani: “Nggih, Bu. Matursuwun.”

Pedagang: “Arep Menginjak seko endi, Nduk?

Ani: “Namine ibu Sinten, nggih?“

Perantau: “ Ibu Badriah“

Ani: “menawi ajeng ndamel luang, niku bahan ingkang diperlukake punapa mawon nggih, Bu? “

Pedagang: “ Dele, minyak goreng, cuka lan solar kang digunano kaggi ngendalino mesin giling.“

Ani: “Lajeng, carane ndamel tahu niku pripun, Bu?“

Petualang: “Langkah kesiji, dele mau kudu direndem paling orang 5 jam. Persiapan keloro, dele kepingin diumbah sampek resik, ojo nganti ono regetan sing nemplek. Persiapan ketelu, dele kui digiling banjur dijupuk ampas sari patine. Langkah kepapat, campurno cuka. lan langkah sing terakhir, saripati mau dicetak lan sewaktu digoreng.”

Ani: “Maturnuwun, Bu. Kulo pamit rumiyen. Wassalamualaikum. “

Pengembara: “ Waalaikumsalam. “

6. Kamil Teks Wawancara Lingkungan

Contoh Teks Wawancara Lingkungan

Berikut ini adalah pola dari wawancara tentang lingkungan di sekolah.

Shahila: “Selamat pagi, Pak. Apa saya boleh mewawancarai Bapak sejenak? Cak semau nan hendak saya tanyakan tentang kebersihan di mileu sekolah ini, Pak.”

Kepsek: “Selamat pagi, Nak. Pasti saja boleh.”

Shahila: “Baik, Pak. Saya Shahila bersumber kelas 10 A. Sekolah Kita ini bersih sekali ya, Pak? Apa kebijakan yang sekolah berikan?”

Kepsek: “Saya sangat bersyukur mengarifi banyak anak-momongan di sekolah ini yang sayang terhadap lingkungan. Mereka sampai-sampai rutin melakukan kerja bakti dengan inisiatifnya sendiri. Makara ya saya tinggal mengarahkan dan mengawasi saja.”

Shahila: “Tinggal, apakah ada regulasi solo terbit pihak sekolah untuk mengatur kebersihan yang ada?”

Kepsek: “Pihak sekolah menegaskan untuk menjaga mileu demi kenyamanan bersama. Kalau bicara tentang aturan solo, sekolah melarang pemanfaatan wahana bermotor kecuali dengan izin individual bermula sekolah. Dan pemaafan tersebut enggak bisa diberikan kepada siapa saja. Belaka mereka nan rumahnya terlalu jauh terbit sekolah, maupun mereka yang kerumahtanggaan kegiatannya di sekolah memerlukan transportasi.”

Shahila: “Dahulu bagaimana dengan acara adiwiyata nan digagas oleh pemerintah, Pak? Apakah sekolah ini menerapkan kebijakan adapun kebersihan lingkungan semata-mata momen ajang tersebut berlangsung?”

Kepsek: “Tentu sekadar tidak. Kami bersama dengan para guru, staff, dan juga pesuluh yang cak semau berusaha untuk camar menjaga kebersihan lingkungan di sekolah ini, dengan atau bukan adanya program adiwiyata. Lagi pula, bukankah sepatutnya kebersihan sekolah ini menjadi mindset dan bukan gelanggang pamer? Barang apa gunanya pamer piala kebersihan jika sekolah bukan benar-bersusila bebas dari sampah dan pengotoran? Jadinya, Kami caruk menegaskan bahwa menjaga lingkungan sekolah tetap tahir itu sama pentingnya dengan belajar.”

Shahila: “Baik, Pak. Terimakasih atas waktu yang sudah disediakan. Saya pamit masuk papan bawah lewat.”

Kepsek: “Sama-sama, Nak.”

7. Cermin Teks Wawancara Tentang Ekonomi

Contoh Teks Wawancara Tentang Ekonomi

Berikut ini yaitu ideal dari teks wawancara nan membahas tentang isu ekonomi.

Kayla: “Selamat siang, Selongsong. Saya yang tadi menghubungi Kiai bakal wawancara. Segala apa bisa saya mulai saat ini?”

Pak Dibyo: “Selamat siang. Ya, silakan dimulai tetapi.”

Kayla: “sekarang ini banyak isu yang beredar akan halnya melemahnya nilai rupiah terhadap rupe, menurut bapak sendiri bagaimana?”

Pak dibyo: “menurut saya, dengan semakin melemahnya nilai peso terhadap dolar, maka kondisi pecah indonesia untuk bersaing di kancah menyeluruh semakin mengkhawatirkan. Dan tentu hal ini sangatlah mudarat jika lain segera dilakukan tindakan darurat.”

Kayla: “apakah kejadian seperti itu bisa dihindari, Kelongsong? Bagaimana cara nan seharusnya Kita ganti rugi buat melantangkan nilai rupiah ketika ini?”

Sampul Dibyo: “kaidah termudah kerjakan mengantisipasi sekaligus mengurangi dampak bersumber lemahnya euro adalah dengan meninggalkan faktor-faktor penyebabnya. Adapun faktor yang menyebabkan lemahnya rial juga ada banyak. Dan semuanya bisa muncul berbunga dalam maupun luar daerah.”

Kayla: “boleh sokong dijelaskan kian rinci, Pak? Apa saja faktor tersebut?”

Pak Dibyo: “buat faktor dalam negeri, salah satunya merupakan kondisi perekonomian nan kurang mapan, spekulasi pasar finansial, krisis finansial, setakat ketidakstabilan ekonomi. Selain itu, banyaknya pelarian penyandang dana pun turut memengaruhi melemahnya nilai rupiah. Sama dengan nan sudah Kita tahu, umumnya penyandang dana yang ada di Indonesia berasal dari Asing.

Sedangkan kerjakan faktor dari luar negeri, salah satunya adalah adanya kebijakan lain yang diberlakukan di kawasan tetangga, bentrok antar negara berkembang, dan kondisi perekonomian luar negeri itu sendiri.”

Kayla: “Baik, Paket. Terimakasih atas informasi nan sudah Bapak Berikan. Saya rasa wawancara ini sudah lalu cukup. Saya mohon undur diri.”

Pak Dibyo: “Sama-sama, Kayla.”

8. Ideal Teks Wawancara Mengenai Sumber Energi

Contoh Teks Wawancara Tentang Sumber Energi

Berikut ini yakni contoh dari bacaan wawancara dengan bahasan mengenai sumber energi.

Amel: “assalamualaikum, Pak. Boleh saya minta waktunya sekeceng? Ada bilang hal nan kepingin saya tanyakan.”

Buntelan Soleh: “Waalaikumsalam. Silakan masuk.”

Amel: “saya hendak mengajikan beberapa pertanyaan terkait penggunaan sumber energi. Menurut bapak, apa tujuan dari menghemat energi?

Selongsong Soleh: “jenis energi yang banyak digunakan sampai momen ini adalah tipe yang lain terbarukan. Dan sekarang ini, sumber energi tidak terbarukan sudah menipis, malah ada beberapa yang sudah sangat.

Padahal Kita cuma belum menemukan penggantinya yang punya kualitas sekelas. Kaprikornus boleh dibilang, menghemat energi bertujuan seyogiannya besaran energi yang silam tekor ini bisa digunakan secara optimal hingga subtitusi dengan kualitas proporsional berhasil ditemukan.”

Amel: “lewat bagaimanakah upaya yang bisa Kita lakukan untuk menghemat energi?”

Buntelan Soleh: “Kita boleh start dengan keadaan nan paling kecil tercecer seperti mematikan keran pasca- radu mengguankan air, mematikan lampu saat tidak digunakan, mengganti wahana bermotor kepunyaan pribadi dengan transportasi umum, hingga memilih bagi jalan kaki jika memungkinkan.”

Amel: “Baik, Pak. Saya mutakadim peka. Terimakasih atas waktunya, saya pamit silam. Wasalamualaikum.”

Pak Soleh: “waalaikumsalam.”

9. Arketipe Teks Wawancara Home Industri

Contoh Teks Wawancara Home Industri

Berikut ini yakni contoh dari teks temu ramah tentang home industri tentang pembuatan selai.

Indras: “selamat siang, Bu. Saya hendak menginterviu Ibu tercalit home industri yang Ibu rintis. Apa sekarang ibu ada perian luang?”

Bu Titis: “selamat siang. Silakan, Nak.”

Indras: “bintang sartan, semenjak kapan Ibu mulai merintis usaha ini? Dan bagaimana cara ibu memulainya?”

Bu titis: “mungkin bersumber 4 tahunan yang dahulu saya mencoba bisnis ini. Terbit detik saya turut demo pembuatan selai, kemudian mencobanya seorang di flat. Ternyata keluarga banyak yang doyan, kemudian saya mulai bereksperimen dengan sasaran enggak. Dan terciptalah rasa rasa bau kencur yang gurih. Dari telaga, saya mulai tawarkan ke kerabat dan sahabat hampir.

Dan mereka malah mengajurkan saya untuk mengekspos Toko. Dan alhamdulillah bisa sebatas seperti kini ini”

Indras: “hingga waktu ini, ada berapa varian yang ibu jajakan?”

Bu Titis: “jika dihitung-hitung, mungkin sudah lalu suka-suka 54 versi rasa nan Kami sediakan.”

Indras: “dulu apakah ada target khusus yang digunakan n domestik selai yang Ibu tawarkan. Karena rasanya benar-benar solo, sepertinya bahan khusus itu memang ada ya, Bu?

Bu Titis: “sekiranya bicara cak bertanya bahan khusus, saya bukan memilikinya. Jika disinggung pertanyaan ke-idiosinkratis-an mulai sejak rasanya ya Alhamdulillah berarti selai saya mempunyai tempat distingtif bagi masyarakat. Jujur saja, bahan yang saya gunakan lakukan pembuatan selai ini cukup sederhana dan akrab semua manusia mengetahuinya. Hanya saja Kami mengubah-ubah takarannya sampai seperti partikular yang dibilang tadi.”

Indras: “apa harapan Ibu tentang aksi ini?”

Bu Titis: “saya bertarget sebaiknya bisnis yang saya rintis ini bisa berkembang kian maju kembali dan mampu memberikan banyak khasiat bagi khalayak sekitar.”

Indras: “terimakasih atas waktunya, Bu. Saya rasa wawancara ini sudah layak.”

Bu Titis: “Sama-sama, Nak.”

10. Contoh Teks Konsultasi Bahasa Inggris

Contoh Teks Wawancara Bahasa Inggris

Berikut ini ialah teoretis teks temu ramah kerja n domestik bahasa inggris.

HRD: “tell derita about yourself.”

Lala: “my name is Lala Larisa. i was born in Sydney. im just graduated from one of the most famous college in Jakarta. And I love to write someting that come across to my mind as a short story.”

HRD: “what is your strengths?

Lala: “i have a lotre of potential to be a good writer. My previous job perenggan a lot of deadline and i always made sure that i finished it all well. Im one of that ambitious woman, proactive person, and to be a player team.”

HRD: “why did you leave your last job?”

Lala: “its simply to answer. That job doesn’t fit my qualification. I just want to have new collague to work with and works very hard to reach the company goals.”

HRD: “Okay, Lala. Thanks for coming here today. We’ll call you later.”

Lala: “thank you, Sir!”

11. Eksemplar Wacana Wawancara Narkoba

Contoh Teks Wawancara Narkoba

Berikut ini merupakan arketipe dari teks wawancara yang dilakukan maka dari itu sendiri pelajar dan mantri tentang narkoba.

Siswa: “selamat siang, lingkaran.”

Dokter: “selamat siang.”

Pelajar: “saya terserah beberapa soal tentang narkoba, Galengan. Sepatutnya ada narkoba itu apa dan mengapa bisa disebut ibarat obat berbahaya?”

Dokter: “narkoba seorang yaitu abreviasi bersumber narkotika dan obat-obatan bawah tangan. Adapun yang tertera ke dalam narkoba ada cukup banyak jenisnya, sebut saja morfin, sabu, opium, lagi heroin. Alasan kenapa narkoba berbahaya ialah karena bisa menciptakan menjadikan penggunanya dependensi dan merusak tubuh.”

Pelajar: “lalu segala yang harus dilakukan oleh seorang yang sudah lalu menjadi pecandu?”

Sinse: “langkah semula yang bisa dilakukan yakni dengan datang ke kantor BNN. Mereka akan dengan doyan hati memberikan solusi sampai rehabilitasi dengan cara yang tepat.”

Pelajar: “kaprikornus begitu ya, Landasan. Baik saya mutakadim reseptif kini. Terimakasih Limbung atas informasinya.”

Medikus: “sebabat-sama.”

12. Contoh Wacana Wawancara Petugas keamanan

Contoh Teks Wawancara Polisi

Berikut ini merupakan teoretis berusul wacana wawancara antara seorang murid SMA dengan polisi yang membahas adapun ordinansi tunggak-rambu lalu-lalang.

Paul: “Selamat siang, Cangkang.”

Buntelan Hobbs: “Selamat siang.”

Paul: “Saya Paul, Pak. Berbunga SMA X, apa Saya bisa menanyakan musim bapak sejenak??”

Selongsong Hobbs: “Cak semau apa dek Paul?”

Paul: “Saya ingin mengajukan sejumlah tanya mengenai aturan lalu lintas buat keperluan tugas. Bikin contoh dari aturan keluar masuk itu segala apa namun, Paket?”

Pak Hobbs: “Sekiranya berbicara tentang sifat terlampau lintas, aturannya ada banyak sekali, Dek. Ucap saja juru mudi nan harus punya SIM, mengenakan helm saat berkendara, terbiasa menaati tunggak-rambu lampu lalu lintas, jika adik hendak menyeberang kronologi maka harus menerobos zebra cross. Itu sih keseleo satu aturan sederhana yang banyak dilanggar.”

Paul: “Bakal fungsi dari pengadaan aturan lalu lintas itu kira-tebak apa saja, Pak?”

Sampul Hobbs: “Guna utamanya tetaplah mengatur penyelenggaraan tertib mangkat lintas. Seandainya nggak ada aturan, pasti pemakai jalan juga akan sembrono. Hal semacam itu nantinya akan menyebabkan kemacetan, dan parahnya menyebabkan kecelakaan. Jadi, bisa disimpulkan seandainya sifat pulang balik itu dibuat demi keselamatan bersama, terutama penguna urut-urutan.”

Paul: “Takdirnya begitu, semua orang harus mengajuk dan mematuhi peraturan lalu lintas nan ada ya, Pak?”

Pak Hobbs: “Karuan sekadar, itu sudah jadi prakondisi nan harus ditaati agar semuanya selamat dan merasa nyaman.”

Paul: “Terimakasih kelongsong atas informasinya, masa ini saya kritis kenapa sering terjadi kecelakaan di urut-urutan raya. Ternyata karena pengguna jalan plong bandel dan melanggar kebiasaan.”

Selongsong Hobbs: “Sama-sejajar, Dek. Dan jangan pangling untuk sayang menaati aturan lalu lintas yang cak semau, ya!”

Paul: “Siap, Buntelan!”

13. Contoh Referensi Wawancara Peladang

Contoh Teks Wawancara Petani

Berikut ini ialah cermin dari teks wawancara dengan pembajak.

Nirina: “Selamat pagi, Pak”

Peladang: “selamat pagi. Apa ada nan dapat saya tolong, Dek?”

Nirina: “saya menengah berbuat penelitian tentang hama dan penyakit yang banyak menyerang tumbuhan jagung. Apa saya bisa mewawancarai bapak sekarang?”

Petani: “boleh, Nak. Silakan.”

Nirina: “biasanya, hama apa saja yang menyerang tanaman jagung pak?”

Petani: “untuk hama sendiri, ada banyak jenisnya. Ucap semata-mata ulat, belalang daun, wareng. Semuanya itu biasa mengaibkan tumbuhan jagung.”

Nirina: “lalu untuk penyakit yang bisa menyerang pohon jagung, ada segala hanya ya pak?”

Pembajak: “problem hangus bengkak, bercak daun, busuk skor, setakat komplikasi bulai banyak menyerang tanaman jagung.”

Nirina: “ternyata kendala yang kiai hadapi dari hama dan ki kesulitan cukup banyak, ya?”

Orang tani: “ya, begitulah. Sudah lalu menjadi resiko eksklusif sih.”

Nirina: “baik pak terimakasih atas inforamasinya. Saya rasa ini sudah cukup.”

Petani: “sama-sekufu, Nak. Saya akan lanjutkan pekerjaan saya dulu.”

14. Teladan Teks Wawancara Tentang Rokok

Contoh Teks Wawancara Tentang Rokok

Berikut ini yakni acuan dari teks interviu akan halnya rokok.

Dino: “selamat siang, Kelongsong. Saya Dino nan hendak mewawancarai Bapak.”

Bungkusan badrun: “selamat siang. Ya, boleh langsung Kita tiba saja wawancaranya? Saya habis ini mau ada seminar.”

Dino: “baik, Pak. Saya akan sedarun menginjak dengan cak bertanya pertama. Barang apa sopan buya dulunya adalah penghisap aktif”

Buntelan Badrun: “ya, saya dulunya memang perokok aktif. Tapi sudah dua tahunan ini berhenti merokok.”

Dino: “sekiranya boleh tahu, apa alasan yang menyebabkan Bapak berhenti merokok?”

pak Badrun: “waktu itu saya mematamatai iklan di TV. Biasanya sih tidak koalisi terpengaruh, mau itu iklan kematian akibat rokok ataupun penyakit akibat kanker, saya memilih bandel saja dan patuh merokok. Tapi waktu itu, iklan layanan masyarakat menunjukkan sisi bukan dari akibat rokok. yakni keluarga nan kena imbasnya.

Keluarga yang dalam hal ini timbrung ke dalam perokok pasif pun akan merasakan penyakit yang selevel sekiranya menjujut banyak asap rokok.”

dino: “Jadi alasan bapak berhenti itu tidak lain karena keluarga ya, Pak?”

Pak badrun: “iya, betul sekali.”

Dino: “apakah ada wanti-wanti bagi pencandu diluar sana semoga bisa memangkal merokok seperti bapak?”

Sampul badrun: “cuma satu sih,dampak negatif rokok itu bukan sekadar perokoknya tetapi yang akan merasakannya, tapi lagi turunan di sekitarnya. makara berhentilah merokok, jika bukan bagi dirimu koteng, setidaknya untuk keluarga dan orang di seputar Engkau.”

Dino: “baik, cangkang. Terimakasih atas waktunya.”

Pak badrun: “ya setolok-sama.”

15. Sempurna Teks Konsultasi Singkat Dengan Sinse

Contoh Teks Wawancara Singkat Dengan Dokter

Berikut ini adalah acuan berpunca teks dengar pendapat ringkas dengan tabib.

Sasa: “assalamualaikum, Selongsong.”

Medikus: “waalaikumsalam. Ada yang bisa saya bantu, Bu?”

Sasa: “saya cak semau beberapa pertanyaan mengenai pekerjaan koteng dokter gigi. Apakah bapak punya waktu senggang kerjakan tanya jawab?”

Dokter: “iya, yuk.”

Sasa: “sudah berapa lama bapak menjadi dokter gigi?”

Dokter: “saya mulai bekerja sejak tahun 1979, makara ya sudah 40 tahunan menjadi medikus gigi.”

Sasa: “lalu mengapa Anda memilih spesialisasi di bidang kebugaran persneling dibandingkan dengan nan lainnya?

Dokter: “karena dulu belum suka-suka dokter persneling di distrik saya, jadi saya cak hendak menghamba untuk distrik tersebut.”

Sasa: “selama menangani pasien, peristiwa apa yang minimum takhlik dokter bahagia?”

Dokter: “primitif saja, saya akan merasa bahagian jika perawatan yang saya lakukan bertelur. sehingga saya bisa melihat senyum terukir di wajah pasien pasien saya. Rasanya seperti melambung tinggi sekali.”

Sasa: “boleh berikan tips seputar kebugaran gigi, dok?”

Dokter: “kerjakan perawatan kesehatan gigi, yang paling terdahulu ya menjaga kebersihannya, mandu paling mudah merupakan dengan menggosok gigi secara koheren dan kontrol rutin kerjakan memafhumi diagnosa prematur jika terserah kerusakan.”

Sasa: “terimakasih, Dok. saya rasa ini sudah cukup.”

Dokter: “setara ekuivalen.”

Intern membuat ideal teks wawancara, peristiwa nan perlu Kamu perhatikan yakni kehangatan antar dialog sekaligus keakuratan terbit topik bahasan yang diangkat.

15 Contoh Teks Wawancara (Berbagai macam tema)

Source: https://sekolahnesia.com/contoh-teks-wawancara/