Contoh Surat Perjanjian Borongan Kerja

Anda mau jadi pemborong? Jangan pangling aspek hukumnya, selalu persiapkan dokumen perjanjian pemborongan secara rinci dan detail, supaya menggampangkan Anda jika terjadi hal yang tak diinginkan dikemudian hari. Berikut transendental nya:

Sahifah PERJANJIAN PEMBORONGAN

Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani pada …. (hari, terlepas, bulan, tahun) antara :

Nama         : …………………………………………………………..
Umur         : …………………………………………………………..
Alamat     : …………………………………………………………..
Jalan hidup     : …………………………………………………………..

    Dalam kejadian ini dolan kerjakan dan atas stempel firma terbatas (PT …….. ) yang bersemayam di perkembangan …. (alamat perusahaan). Dengan ini, selanjutnya disebut perumpamaan pihak purwa.

Nama         : …………………………………………………………..
Umur         : …………………………………………………………..
Bulan-bulanan     : …………………………………………………………..
Pencahanan     : …………………………………………………………..

    Dalam hal ini bertindak lakukan dan atas etiket perusahaan terbatas (PT ……..) yang berkampung di jalan …. (bulan-bulanan perusahaan). Dengan ini selanjutnya disebut laksana pihak kedua.

Kedua belah pihak menerangkan terlebih silam situasi-keadaan berikut ini.
1)    Pihak pertama menyetujui kerjakan berbuat pemborongan pembangunan rumah atas proyek nan dimiliki oleh pihak kedua.
2)    Pihak kedua menerima pemborongan pembangunan flat pada proyek yang dimilikinya dengan kondisi: para pihak sepakat bagi melakukan perjanjian pemborongan pembangunan rumah denagan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut.

Pasal 1

    Pekerjaan pemborong yakni ………… dan ……….. dengan kualitas bahan bangunan nomor satu di selingkung luas yang sudah ditentukan, yaitu panjang …. meter dan lebar ….. meter.
Pasal 2

    Merekrut pegiat atau buruh bangunan dengan standar upah yang telah disepakati antara pihak pemborong dengan buruh, adalah sebesar Rp…….. per masa, per bani adam.

Pasal 3
Mengerjakan seluruh detail konstruksi sesuai dengan ketentuan yang telah dibuat oleh pihak pemilik flat dan melakukan pembelian objek konstruksi nan sesuai dengan yang terjadwal dalam surat pengerjaan nan dibuat maka itu pihak pemilik apartemen.

Pasal 4
Meluangkan keperluan konsumsi untuk praktisi alias buruh bangunan sesuai dengan kebutuhannya, yaitu dua kali sehari selama hari pengerjaan berlanjut.

Pasal 5
Semua kesalahan nan unjuk akibat pengerjaan bangunan selama waktu pengerjaan berlangsung menjadi tanggung jawab pemborong dan biaya yang diperlukan menjadi anak bini pihak pemborong.

Pasal 6
Pihak permulaan tidak mengasihkan juga biaya suplemen dikarenakan semua perhitungan biaya pengerjaan konstruksi telah disepakati. Apabila ada ketidaksesuaian yang tidak tercatat intern surat perjanjian ini akan didiskusikan bersama antara kedua belah pihak melalui musyawarah.

    Demikian perjanjian ini dibuat dan disepakati serta ditandatangani maka dari itu masing-masing pihak serta saksi-martir sreg tanggal dan tahun nan dijelaskan sreg awal perjanjian, dibuat dupleks dibubuhi meterai. Keduanya memiliki kekuatan hukum yang setimbang.

_______,  ___  _______ 2010
Pihak Mula-mula                        Pihak Kedua

 …………………..                                   ….…………………….

Source: https://carapedia.com/surat_perjanjian_pemborongan_info635.html