Contoh Kalimat Imperatif Teks Prosedur

70 Contoh Kalimat Imperatif beserta Pengertian, Ciri-Ciri & Jenisnya

Pengertian Kalimat Imperatif, Ciri-Ciri, Jenis, Contoh

Tahukah ia, privat Bahasa Indonesia, kalimat dikategorikan ke dalam lima bagian, riuk satunya adalah kalimat imperatif. Lalu, segala sih yang dimaksud dengan kalimat imperatif? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!



Halo p versus-teman! Kamu masih ingat
nggak, plong kata sandang bahasa Indonesia kelas 11, dijelaskan bahwa bakal menyusun sebuah pustaka prosedur diperlukan kaidah kebahasaan yang tepat. Umumnya, internal sebuah penulisan bacaan, kaidah kebahasaan yang digunakan bisa berupa kalimat, konjungsi, dan kelas kata seperti verba, nomina, kata keadaan, dan lain sebagainya.

Nah, kalimat-kalimat yang digunakan dapat dikategorikan dalam lima bagian, yaitu kalimat deklaratif, kalimat imperatif, kalimat interogatif, kalimat jerit, dan kalimat penegas. Sebelumnya, ia mutakadim mengetahui pengertian, ciri, dan paradigma terbit kalimat deklaratif. Kali ini, dia akan mempelajari signifikansi kalimat imperatif, ciri-ciri, dan contohnya.
Marilah, simak penjelasan lengkapnya!

Pengertian Kalimat Imperatif

Istilah imperatif intern KBBI, adalah bersifat memerintah atau sebuah prolog kerja (verba) yang menyatakan larangan/keharusan dalam melaksanakan perbuatan. Dengan begitu,
kalimat imperatif adalah kalimat yang punya maksud memerintah, meminta, atau menyuruh

dengan maksud agar tara bicara melakukan sesuatu yang diinginkan oleh pencerita.

Ciri-Ciri Kalimat Imperatif

Kalimat imperatif memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan kalimat yang enggak. Dalam bentuk catatan, kalimat imperatif diakhiri dengan tanda seru (!). Akan tetapi, bisa sekali lagi menggunakan tanda titik (.). Kalimat imperatif bisa pula digunakan dalam bentuk lisan dengan intonasi sedikit lebih tinggi. Untuk kian jelasnya, kamu boleh perhatikan gambar di bawah ini, ya.


Ciri-ciri Kalimat Imperatif

Baca Lagi: Kumpulan Transendental Kalimat Simpleks & Kompleks disertai Pengertian, Ciri-Ciri, Jenisnya

Jenis-Diversifikasi Kalimat Imperatif

Cak semau beberapa jenis kalimat imperatif, yaitu
kalimat imperatif kecil-kecil,
kalimat imperatif aplikasi,
kalimat imperatif pelawaan,
kalimat imperatif pemali, dan
kalimat imperatif pembiaran.

Yuk, kita bahas satu persatu!

1. Kalimat Imperatif Halus

Kalimat imperatif halus
bermaksud bakal menyingkapkan perintah secara halus, galibnya ditambahkan kata, seperti mana
tolong,
coba, dan
silakan. Selain itu semoga dapat diungkapkan secara halus, kalimat perintah (imperatif) diubah menjadi bentuk pasif (berawalan
di-) maupun ditambahkan elemen
-lah.

Eksemplar kalimat imperatif halus:

  1. Ditutup
    semata-mata gerbangnya karena sudah jauh malam!
  2. Bantulah
    orang-makhluk yang terkena musibah dengan asli!
  3. Tolong
    bawakan piring bakal Ibu!
  4. Coba
    kamu renungkan mengapa Sang pencipta menciptakan siang dan lilin lebah!
  5. Silakan dinikmati hidangan terlambat ini!

2. Kalimat Imperatif Permintaan

Kalimat imperatif tuntutan
digunakan buat mengungkapkan permintaan
yang ditandai oleh pembukaan
mohon
dan
mohon.

Acuan kalimat imperatif permintaan:

  1. Minta
    ampun, Selongsong!
  2. Mohon
    jangan diperpanjang sekali lagi masalah ini!
  3. Anak asuh-anak,
    mohon
    jangan bertengkar!
  4. Buku tulisnya
    mohon
    disiapkan dahulu!
  5. Minta
    para pengunjung lakukan tak merokok di kolom ini!

3. Kalimat Imperatif Ajakan

Kalimat imperatif undangan
digunakan bikin mengungkapkan undangan
nan ditandai oleh alas kata
biar,
ayo(-lah)
dan
yuk(-lah), mohon, semoga, dan hendak(-lah).

Contoh kalimat imperatif ajakan:

  1. Ayo, jalan!
  2. Hendaknya, selesaikan lewat tugasmu dulu.
  3. Marilah, kita menjaga kebersihan lingkungan!
  4. Kecilkan jago merah,
    biarkan
    air berubah menjadi kaldu.
  5. Mohon, diselesaikan lewat tugas ini bersama-sama

4. Kalimat Imperatif Larangan

Kalimat imperatif larangan
digunakan bikin mengungkapkan tabu
yang ditandai maka itu kata
jangan(-lah).

Pola kalimat imperatif larangan:

  1. Jangan
    pergi ke sana!
  2. Jangan
    membatalkan ikrar sesenang hati!
  3. Jangan
    pangling mengapalkan payung!
  4. Janganlah
    pergi nilai-nilai luhur budaya bangsa!
  5. Jangan
    lepaskan sampah sembarangan!

5. Kalimat Imperatif Pembiaran

Kalimat imperatif pembiaran
digunakan bagi mengungkapkan sesuatu nan dibiarkan terjadi.
Nah, kalimat imperatif pembiaran ditandai kata
biar(-lah)
dan
biarkan(-lah).

Contoh kalimat imperatif pembiaran:

  1. Nova,
    meski
    kita tinggal di apartemen doang! Ibu pergi cak seorang diri.
  2. Kendati
    butuh merpati itu mamang objektif.
  3. Biarlah
    anak-anak bermain di lapang.
  4. Biarkanlah
    Bu Epon pulang ke kampung halamannya.
  5. Biarlah
    mereka menganggap kita miskin.

Baca Juga: Pusparagam Teoretis Kalimat Deklaratif disertai Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenisnya

Kamil Kalimat Imperatif

Nah, sesudah memahami konotasi, ciri-ciri, serta jenis kalimat imperatif di atas. Sadar ataupun
nggak, acuan kalimat imperatif ternyata telah sering kamu gunakan dalam interlokusi sehari-hari, loh!
Yuk, simak sempurna kalimat imperatif lainnya berikut ini!

  1. Bantu sampaikan salamku untuk Naufal.
  2. Ayo, tunjukkan keseriusanmu!
  3. Bergegaslah ke jerambah!
  4. Kami memohon dengan dulu agar Ibu berkenan mengisi khotbah di pengajian kami.
  5. Sudilah hendaknya Ibu dan Bapak menyimak uraian nan hendak saya sampaikan.
  6. Ayo, kita harus bergegas menjauhi terbit sini!
  7. Kau tak berhak mencampuri urusanku!
  8. Biarlah aku seorang yang menghadapi masalah ini.
  9. Isilah titik-titik di bawah ini!
  10. Sebutkan ciri-ciri dari kalimat imperatif!
  11. Sebutkan dan jelaskan macam-spesies kalimat imperatif!
  12. Kepada pesuluh siswi SD Ruangguru, dimohon untuk berkumpul di lapangan seremoni.
  13. Biarkanlah aku menghindari dari sini, karena aku sudah lalu jenuh tinggal di sini!
  14. Bapak-bapak dan Ibu-ibu sedarun, silakan mencicipi jamuan yang mutakadim kami sediakan di bidang datar.
  15. Untuk embaran lebih lanjut, Anda bisa menghubungi narahubung yang termuat di tiket nama ini.
  16. Mohon tidak ribut saat ritual tengah berlangsung.
  17. Janganlah kau berpura-pura di hadapanku!
  18. Jangan pernah sia-siakan waktumu nan berharga.
  19. Carilah perbedaan kata dari kata-kata berikut ini.
  20. Ayolah, tak usah bermasam muka begitu!
  21. Silakan, Bu, marilah ikut ke rumah kami.
  22. Tak usah malu-malu, anggap saja flat ini sebagai rumah Anda seorang.
  23. Ayo mencoket nomor antrean di loket yang terletak di gerbang selatan.
  24. Mari, kita satukan visi dan misi kita!
  25. Tolong tutup pintunya!
  26. Silahkan hinggap ke loket peladenan yang berada di selatan stasiun ini!
  27. Tolonglah jabang bayi itu!
  28. Cobalah menanya kepada Bayu!
  29. Kami minta perhatiannya sebentar!
  30. Mohon membawa dokumen yang sudah lalu distempel!
  31. Menyingkir!
  32. Keluar!
  33. Minggir, kamu!
  34. Ayo berangkat waktu ini!
  35. Mari kita memanjatkan puji dan terima kasih kepada Sang pencipta Yang Maha Esa.
  36. Silakan kita start bersanding hari ini!
  37. Harap tenang sepanjang ujian!
  38. Mudahmudahan ia mulai lebih awal sepatutnya kita tak tercecer!
  39. Jangan bersantap di depan pintu!
  40. Dilarang membangkitkan sampah di sini!
  41. Hati-hati mantannya galak!
  42. Awas kursinya jebluk!
  43. Ada, aku sudah lalu bukan peduli!
  44. Biarkan belaka mereka yang menyanggupi!
  45. Entahlah, aku sudah lalu meluah mematamatai mereka!

Baca Pula: Konotasi dan Ideal Kalimat Heterogen berdasarkan Jenis-Jenisnya

Oke
deh, itu tadi pembahasan tentang pengertian, ciri-ciri, varietas, dan contoh kalimat imperatif. Masih bingung dengan kalimat imperatif? Sirep. Kamu bisa soal-tanya tutor yang berpengalaman. Semuanya boleh kamu dapatkan dengan jaras di roboguru.





New call-to-action



Referensi:

Prihantini, A. 2022.
Master Bahasa Indonesia. Yogyakarta: PT Bentang Teks. (online at) https://www.google.co.id/books/edition/Master_Bahasa_Indonesia/fqtFCgAAQBAJ?hl=id&gbpv=1 (diakses 21 September 2022).

Jurnal Ilmiah Umum Ilmu bahasa Indonesia. (2000). Linguistik Indonesia. Yayasan Obor Indonesia. (online at) https://www.google.co.id/books/edition/linguistik_indonesia/lC9-4t30-esC?hl=id&gbpv=0 (diakses: 19 September 2022)

Rahardi, R. Kunjana. 2005. Imperatif Kesantunan Bahasa Indonesia. Erlangga. (online at) https://www.google.co.id/books/edition/Pragmatik/Wd-vd5BWmJ4C?hl=id&gbpv=0 (diakses: 19 September 2022)

Pramujiono, Agung dkk. 2022. Kesantunan Berbahasa, Pendidikan Khuluk, dan Pembelajaran yang Humanis. Indocamp. (online at) https://www.google.co.id/books/edition/KESANTUNAN_BERBAHASA_PENDIDIKAN_KARATER/L5EmEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=0 (diakses: 19 September 2022)

Profile

Nurul Anugerah

Foodie’s girl who loves to write and share about anything~

Source: https://www.ruangguru.com/blog/contoh-kalimat-imperatif

Posted by: gamadelic.com