Contoh Bencana Tsunami Di Indonesia

KOMPAS.com
— Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng, adalah Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Kesudahannya, Indonesia memiliki tingkat kerawanan gempa baik berkapasitas abnormal maupun tahapan.

Tubrukan ataupun pergeseran lempeng yang keras disertai gempa lega distrik lautan berpotensi menimbulkan tsunami. Hal ini seperti gempa nan bermagnitudo 7,4 mengguncang area Pengetuk dan Donggala, Sulawesi Paruh pada Jumat (28/9/2018) tunggang, sehingga menyebabkan tsunami.

Menurut data provisional Badan Kewarganegaraan Penanggulangan Batu (BNPB), selain 384 cucu adam termaktub meninggal dunia dan 540 khalayak luka-luka, terjadi berbagai kebinasaan di wilayah tersebut.

Selain di Pengetuk dan Donggala, terdapat gelombang tsunami yang perpautan melanda Indonesia. Berikut catatannya:

1. Tsunami Pangandaran (2006)

Serangkaian gempa bumi mengguncang wilayah pesisir daksina Pulau Jawa lega 17 Juli 2006. Berawal dengan gempa bermagnitudo 8, kemudian menimbulkan gelombang elektronik yang mengusap daerah rantau.

Koran
Kompas

edisi 18 Juli 2006 menerangkan, gelombang besar mengempaskan 125 perahu dan menghempaskan palagan pelelangan lauk (TPI) di Karangduwur.

Di desa ini 20 warung hanyut ke laut sesudah disapu gelombang listrik, sementara 150 unit perahu pengail di Ayah dan 372 perahu di Rantau Suwuk lebur.

Gempa disertai gelombang tsunami mewujudkan warga di tepi laut selatan Jateng berpangkal Kebumen sebatas Cilacap panik. Dempet semua pemukim—bahkan warga di desa-desa berjarak lebih berbunga 25 kilometer dari garis pantai—ikut mengungsi.

Gempa yang disusul gelombang pasang itu diperkirakan mengakibatkan sedikitnya 100 orang tewas, ratusan lainnya hilang, dan ribuan warga di sejumlah wilayah pesisir mengungsi ke tempat yang kian kesatuan hati.

Gempa yang diikuti tsunami bersifat penjalaran gelombang elektronik laut. Sedangkan getarannya menjalar melalui galur patahan yang arahnya menyerong ke timur laut, dengan arah ke Jawa Tengah menerobos kawasan tepi laut Cilacap, dan Pantai Kebumen di Jawa Tengah, serta Tepi laut Baron, di Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta.

Pusat gempa tektonik plong kedalaman kurang berpokok 30 kilometer di titik 9,4 derajat Lintang Kidul dan 107,2 derajat Bujur Timur.

2. Tsunami Aceh (2004)

Gelombang tsunami setolok 35 meter nan terjadi lain hanya meluluhlantakkan Aceh, tetapi sekali lagi menyapu selama rantau barat Sumatera. Tsunami malar-malar menjangkau daratan Sri Lanka dan Semenanjung India.

Foto masjid yang menjadi satu-satunya bangunan utuh di wilayah Meulaboh yang diambil pada 2 Januari 2005, menjadi salah satu foto yang paling diingat Eugene Hoshiko, fotografer Associated Press yang meliput tsunami Aceh. Tsunami meluluhlantakkan Aceh pada 26 Desember 2004
AP/Eugene Hoshiko
Foto sajadah yang menjadi satu-satunya bangunan utuh di negeri Meulaboh nan diambil sreg 2 Januari 2005, menjadi riuk satu foto nan minimum diingat Eugene Hoshiko, tukang potret Associated Press yang meliput tsunami Aceh. Tsunami meluluhlantakkan Aceh pada 26 Desember 2004

Gelombang tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004, pukul 09.00 WIB mutakadim mengangkangi lebih berpokok 160.000 korban semangat.

Gempa dan tsunami ini menghancurkan kehidupan penghuni Aceh, mayoritas bangunan rata dengan tanah, banyak yang kehilangan sanak plasenta karena menjadi korban gangguan ini.

Sebelumnya, gempa bermagnitudo 9,3 melanda Aceh 30 menit sebelum terjadi tsunami.

3. Tsunami Kepulauan Banggai (2000)

Gempa tektonik bermagnitudo 6,5 disertai gelombang tsunami terjadi di Kabupaten Banggai Gugusan pulau, Sulawesi Tengah pada 4 Mei 2000.

Surat kabar Kompas
edisi 9 Mei 2000 menamakan, korban tewas akibat petaka gempa tektonik dan tsunami sekitar 46 orang. Tsunami minus makin setinggi 3 meter mutakadim subversif ribuan rumah penduduk.

Akibatnya, sekitar 3.000 warga Kabupaten Banggai Gugusan pulau (Bangkep) mengerjakan evakuasi ke Luwuk. Isu tsunami susulan dan gempa susulan membuat pemukim takut dan memaksakan mereka lakukan berlindung.

4. Tsunami Banyuwangi (1994)

Pada 3 Juni 1994, gempa bumi sekaligus gelombang elektronik tsunami mengguncang daerah Banyuwangi Jawa Timur. Terjangan gelombang listrik pasang dahsyat itu menyusul terjadinya gempa tektonik sreg 10 derajat Lintang Selatan dan 112.74 Bujur Timur, lega kedalaman 33 km.

Gempa itu bermagnitudo 5,9 dan pusat gempa sekitar 225 km kidul Malang, alias di Samudra Hindia.

Wilayah yang paling kecil parah menderita akibat musibah dahsyat itu terutama Banyuwangi daerah selatan. Banyuwangi ialah distrik nan dikabarkan paling parah.

Gempa itu bersalin gelombang tsunami setimpal 7 meter. Ombak begitu cepat dan start-tiba meluluhlantakkan perdesaan nelayan. Seperti di Desa Pancer, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Gelombang listrik menyapu perkampungan nelayan yang terletak sekitar 150 meter dari bibir tepi laut. Sedikitnya 61 tewas dan 213 rumah rata dengan tanah. Demikian pula bangunan sekolah, tempat pelelangan ikan (TPI), maktab penyap.

Sebanyak 187 lambu penjala tembelang sehingga tidak bisa digunakan melaut kerjakan mencari ikan.

Harian
Kompas

edisi 6 Juni 1994 mengklarifikasi, bahan tewas yang ditemukan sebanyak lebih berasal 203 turunan.

Bahan tewas diperirakan lebih banyak sekali lagi. Sebagian besar korban tewas yang ditemukan belakangan, umumnya karena tertimbun reruntuhan rumahnya seorang.

5. Tsunami Flores (1992)

Bencana Flores terjadi pada 12 Desember 1992. Gempa bermagnitudo 7,5 diikuti gelompang pasang yang mendepak sejauh 300 meter ke bagian paruh dan timur Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Provokasi terutama menimpa Kaputan Sikka (Maumere) dan Kabupaten Ende.

Harian
Kompas

edisi 13 Desember 1992 mewartakan, guncangan gempa tektonik dan terjangan tsunami (gelombang pasang air laut) memporak-perandakkan flat penduduk, panggung berhala, bangunan-gedung sekolah, flat ngilu, perkantoran, dan media umum lainnya di Maumere, ibukota Kabupaten Sikka, dan Ende, ibu daerah tingkat Kabupaten Ende.

Siasat gempa terletak pada kedalaman 36 km di Laut Sawu di absolusi pesisir Maumere. Getaran gempa itu terasa abadi di seluruh Pulau Flores, bahkan sampai di Kupang, Pulau Timor, dan Ujungpandang (kini Makassar, Sulawesi Selatan).

Dalam bencana ini, kian bermula 1.300 insan dinyatakan meninggal, 500 orang hilang dan ribuan bangunan busuk baik itu karena terjangan ombak maupun terkena reruntuhan gedung.

6. Tsunami Sumba (1977)

Guncangan beserta gelombang elektronik tsunami terjadi di belas kasihan pantai Sumba NTT pada 19 Agustus 1977. Gempa bermagnitudo 7 beserta gelombang tsunami setara 8 meter menyebabkan banyak kecelakaan bikin penduduk setempat.

Pusat gempa di sebelah daksina Kepulauan Sunda Kecil merupakan kawasan pertemuan antara 2 lempeng kulit bumi, yakni lempengan Indo Australia di sebelah Selatan dan Lempengan Asia di sebelah Utara.

Harian
Kompas

edisi 14 Desember 1992 mewartakan, momen gempa disusul Tsunami melanda Awang dan Lunyuk di selatan Pulau Sumbawa, tercatat 75 jiwa penduduk tewas, 26 hilang dan 18 luka parah.

Provisional peristiwa serupa di Pulau Lomblen bertambah banyak pula korban yang ditimbulkan yaitu 187 orang tewas dan 364 insan hilang.

7. Tsunami Sulteng (1968)

Pada 10 Agustus 1968, gempa bermagnitudo 7,3 mengguncang negeri Sulawesi Tengah. Tiga hari kemudian gelombang listrik tsunami menyapu area Donggala setelah berulangulang gempa.

Sekitar 200 orang tewas dan rumah hancur karena terkena gelombang elektronik ini.

Harian Kompas
edisi 24 agustus 1968 menguraikan gelombang elektronik pun mendepak Pulau Tuguan yang terletak tak jauh bermula Sulawesi Tengah. Akhirnya, sekitar 500 kepala anak bini di Pulau Tuguan dinyatakan hilang saat gempa itu terjadi.

Gelombang ini juga mengakibatkan Pulau Tuguan tergenang sepenuhnya momen itu.

Dapatkan update
berita seleksian
dan
breaking news
setiap masa dari Kompas.com. Ayo bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://tepi langit.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install permintaan Telegram terlebih tinggal di ponsel.

Source: https://regional.kompas.com/read/2018/09/29/18474791/tujuh-tsunami-yang-pernah-melanda-indonesia?page=all

Posted by: gamadelic.com