Cerita Rakyat Dan Asal Daerah

Sebagai negara kepulauan Indonesia memiliki ragam suku yang luar biasa banyak. Situasi ini membentuk budaya dan pengapit nan berbeda-cedera kembali. Tiap area mempunyai narasi rakyat sendiri di mana tiap kisahan tersebut memiliki pesan moral nan sesuai dengan kebiasaan dan kepercayaan budaya masing-masing.

12 Kisah Rakyat dari Berbagai macam Kewedanan di Indonesia

Ini cerita rakyat dari Tanah Air yang kisahnya dikenal di berbagai kewedanan.

1. Tasik Toba, Sumatera Lor

cerita rakyat

Image: Kelautan.go.id

Satu detik koteng peladang meninggalkan memancing. Keseleo satu ikan tangkapannya bisa berbicara layaknya manusia. Sang ikan berkata seharusnya sang penanam lain memakannya. Penanam pun buru-buru melepaskan ikan tersebut ke sungai.

Sehabis itu, si ikan berubah menjadi wanita cantik. Ternyata ia yaitu koteng perawan nan dikutuk menjadi seekor ikan. Anda lewat berlega hati kepada si petani dan berkenan dijadikan istrinya. Tapi dengan syarat, si peladang bukan boleh menceritakan kepada siapapun bawah usulnya seandainya tidak cak hendak mengalami malapetaka.

Peladang seia. Keduanya menikah dan dikaruniai koteng anak laki-laki. Yang aneh, si anak punya sifat yang tak sah, di mana ia enggak aliansi merasa kenyang.

Suatu hari, si ibu menanyakan anaknya mengantar nafkah buat suaminya di sawah. N domestik pengembaraan, si anak asuh malah memakan ki gua garba ayahnya, lalu tidur di sebuah gubuk. Sang ayah yang menunggu dengan kelaparan dan haus pula akhirnya memutuskan pulang.

Di tengah penjelajahan, kamu melihat anaknya tertidur dan keadaan bekalnya sangat. Dia kesal dan memarahi anaknya dengan mengatakan bahwa ia merupakan anak ikan. Sekonyongkonyong itu juga anak dan istrinya meruap.

Di kancah si anak asuh dan istrinya pergi bekas kaki, munculah air yang membentuk sebuah telaga nan ketika ini kita kenal dengan segel Situ Toba.

2. Malin Kundang, Sumatera Barat

cerita rakyat

Image: Penuliscilik.com

Sebuah anak bini semangat sangat miskin. Mereka memiliki seorang anak bernama Malin Kundang. Saking miskinnya si ayah merantau ke negeri seberang dan tak kunjung pulang. Ketika beranjak dewasa Malin juga bercita-cita merantau dengan tujuan menjadi mewah. Bermartabat saja, ia bertelur menjadi mewah dan menikahi wanita kaya.

Setelah bilang waktu menikah, Malin mengajak istrinya berlayar. Kapal mereka hingga ke kampung halaman Malin. Sang ibu nan mengintai kapal tersebut yakin bahwa anaknya cak semau di internal kapal tersebut.

Ternyata dugaannya benar, saat Malin turun mulai sejak kapal, wanita gaek itu menyambut anaknya dengan hangat. Semata-mata, Malin malah berpura-pura tak mengenali ibunya. Kepada pelaut dan istrinya, Malin mengatakan perempuan itu pengemis.

Mendengar perkataan anaknya, ibu Malin sangat marah dan menaikkan doa serta mengutuknya menjadi batu. Di hari nan sama, angin pula bertiup kencang dan topan menghancurkan kapal milik Malin.

Artikel terkait: Dongeng “Malin Kundang”, Cerita Rakyat yang Penuh Pesan Akhlak buat Momongan

3. Cerita Rakyat Alue Dragon, Riau

12 Cerita Rakyat dari Berbagai Daerah di Indonesia, Kenalkan pada Si Kecil

Image: Santpol.org

Sultan Meurah mendengar rakyatnya mencantumkan karena banyak hewan ternak mereka hilang di Dolok Lamyong. Juga, belakangan gempa camar terjadi tanpa cak semau tanda-cap.

Sultan Meurah kemudian mewajibkan sahabatnya, Renggali, putra Raja Linge, untuk menyelidiki bukit itu. Renggali lagi melaksanakan tugas tersebut. Setelah menyisir seluruh ancala, ia merasakan ada nan aneh pada jabal tersebut. Ia lewat panjat bagian termulia dari jabal, dan tiba-tiba merasakan kemunculan air hangat di permukaan kapling yang ia injak. Ia kaget lalu turun serentak berguling.

Tahu-tahu datang suara permintaan abolisi entah bermula mana. Renggali mengejar radiks celaan, dan menemukan itu berasal mulai sejak bukit yang ia pijak yang ternyata adalah seekor naga. Si Hantu bumi Baru memperkenalkan diri dan mengatakan bahwa kamu yakni sahabat dari ayahnya. Sejauh ini Raja Linge hilang, dan ia terakhir kali diketahui bersama dengan Si Naga Yunior. Ketika Renggali menyoal di mana ayahnya, ular besar meminta Renggali untuk memanggilkan Sultan Alam.

Renggali kembali ke istana dan membualkan hal tersebut kepada Sultan Meurah. Sultan Merah pun setuju menemui naga di jabal. Sesampainya di sana sang dragon menceritakan kejadian yang sebenarnya, bahwa ia membunuh Aji Linge dan jasad sang raja terserah di bawah tubuhnya. Ketika itu ular besar tidak bisa menggerakkan tubuhnya karena ada pedang Kaisar Linge yang terhunus di tubuhnya.

Renggali tidak mau menghukum Ular besar Hijau. Dia adv amat menghirup candrasa yang terhunus di tubuh naga dan menanyakan si naga kembali ke kampung halamannya. Puas ‘bukit’ mantan tubuh naga terbentuknya sebuah anak air yang dipenuhi rawa-rawa dengan genangan air. Kaisar Meurah menjatah nama provinsi tersebut Alue Naga.

4. Cerita Rakyat Sangkuriang, Jawa Barat

12 Cerita Rakyat dari Berbagai Daerah di Indonesia, Kenalkan pada Si Kecil

Makanya karena pertengkaran dengan sang ibu, Sangkuriang memutuskan menyingkir rumah untuk mengembara. Perempuan Rompeng, ibu Sangkuriang, menyesal dan berdoa kiranya lusa bisa tetap cantik, abadi taruna, dan bertemu pun dengan anaknya.

Selepas sekian lama, Sangkuriang kesannya kembali ke kampung halamannya. Desa tersebut sudah lalu mengalami banyak perubahan. Ketika internal perjalanan menemui ibunya, pemuda itu bercocok seorang wanita –nan sebenarnya merupakan ibunya- dan tertarik. Ia silam melamar dan mengajak wanita tersebut menikah.

Suatu mana tahu Sangkuriang meminta Gadis Sumbi mengeratkan ikatan di kepalanya. Momen itulah ibunya meluluk bekas luka yang persis seperti yang dimiliki Sangkuriang kecil. Dayang Sumbi pun ingat bahwa cowok itu adalah putranya dan berusaha mencampakkan pernikahan mereka.

Detik ia menceritakan bahwa dirinya adalah ibunya, Sangkuriang tak beriman. Setakat kemudian ibunya meminta dua syarat untuk Sangkuriang bisa menikahinya, adalah membendung sungai Citarum dan membuat sampan sebelum tiba fajar.

Sangkuriang menuruti ibunya dan hampir berakibat memintasi tantangan tersebut dengan bantuan teman-teman jinnya. Dayang Sumbing terperangah dan berburu mandu kerjakan menggagalkannya. Ia meminta warga menggelar kain sutera bercelup berma di sebelah timur kota, sehingga langit seolah-olah mendekati subuh.

Mengaram fajar datang, Sangkuriang merasa dirinya gagal. Ia kesal dan menjebol bendungan yang sebelumnya sudah lalu rampung dibuatnya sebatas datanglah banjir yang mengebankan desa tersebut. Ia juga menendang sampan nan dibuatnya sebatas jatuh tertelungkup dan berubah menjadi bukit yang detik ini disebut Argo Tangkuban Sekoci.

Kisahan rakyat lainnya dari Jawa Barat suka-suka
Lutung Kasarung
.

Kata sandang terkait: Berkenalan dengan N komedi didong, Budaya Khas Jawa Barat yang Memikat

5. Timun Emas, Jawa

cerita rakyat

Image: Quotekatabijak.blogspot.com

Sarni adalah sendiri janda tua yang hidup seorang diri dan bukan memiliki momongan. Pada satu masa, ketika sedang mengejar kayu ke jenggala, engkau berlanggar raksasa yang mengangankan sendiri anak untuk disantap. Sarni menjelaskan kepada raksasa bahwa dirinya bukan mempunyai anak asuh. Kemudian si samudra memberikannya ponten timun. Ia menguraikan bahwa setelah 2 minggu ia akan memperoleh seorang anak dan momen anak tersebut berusia 6 waktu Sarni harus menyerahkan anak tersebut kerjakan dimakannya.

Enam tahun berlalu, menagih janji Sarni. Sarni tidak mau dan dengan sambung tangan seorang petapa, ia dan putrinya melawan besar. Ketika raksasa mengejarnya, Timun Emas melawan dengan kantung kebal ponten mentimun, garam, jarum serta petis.

Pertama, besar berhasil lepas berpunca gulungan tanaman timun berpangkal mani timun yang dilemparnya. Kedua, Timun Mas melempar jarum. Sesaat tumbuhlah pohon bambu yang tinggi serta tajam. Meski suku raksasa berdarah, ia masih boleh mencari Timun Mas. Ketiga Timun Mas menabur garam dan muncullah ki akbar. Tapi ki akbar kembali masih bisa melewatinya. Terakhir, Timun Mas menaburkan terasi dan terbentuklah lautan lunau nan mendidih. Mungkin ini raksasa tak bisa menghindar. Tubuhnya tercebur ke dalam segara selut mendidih dan mati.

Ande-ande Lumut
dan
Rawa Pening
(Boro Klinting) merupakan beberapa cerita rakyat yang naik daun dari Pulau Jawa.

6. Bawang Berma dan Bawang Tulen, Yogyakarta

cerita rakyat

Image: Bacaanceritadongenanak.com

Bawang jati kekurangan ibunya yang meninggal karena sakit keras. Memafhumi hal tersebut, sendiri janda dan putrinya yang bernama bawang merah sering mengunjungi mereka. Melihat janda tersebut mau menggapil kondominium dan anaknya, ayah bawang putih pun memutuskan menikahi janda itu.

Awalnya dasun merah dan ibunya sangat baik terhadap kucai putih. Tapi tanpa sepengetahuan ayahnya, kucai putih dipaksa mengerjakan seluruh pekerjaan rumah. Hingga kemudian satu masa ayah bawang putih meninggal.

Dalam satu waktu, tanpa sengaja bawang putih mendamparkan gaun kesayangan ibu tirinya. Ibunya begitu marah dan menyuruh ia mencari busana itu sampai cak bertemu. Intern perjalanan, berambang putih bertemu sendiri nini yang menemukan pakaian ibunya. Si nenek mau mengembalikan baju tersebut dengan syarat dasun putih mau menemaninya selama sepekan. Kucai putih setuju.

Setelah seminggu, si nini memberinya sebuah labu. Setelah dibuka isinya ternyata kencana. Kucai sirah nan mengetahui situasi tersebut kemudian ingin melakukan situasi serupa. Saat ingin pulang ia meminta labu pecah si nenek dan memilih yang paling besar. Setibanya di kondominium, ternyata isi mulai sejak labu tersebut adalah fauna-hewan berbahaya. Satwa-hewan itu kemudian mematuknya dan ibunya setakat meninggal.

Narasi kewedanan lainnya berasal Yogyakarta terserah
Roro Jongrang.

7. Keong Mas, Jawa Timur

12 Cerita Rakyat dari Berbagai Daerah di Indonesia, Kenalkan pada Si Kecil

Image: Riverspace.org

Lewat kala, semangat seorang baginda di kekaisaran Daha nan bernama Kertamerta. Ia mempunyai dua orang putri, Candra Kirana dan Dewi Galuh. Pada suatu ketika, Pangeran Inu Kertapati cak bertengger ke kastil bikin melamar Candra Cuaca. Dewi Galuh yang diam-bungkam juga menaruh hati pada pangeran itu berusaha melepaskan Candra Kirana dari kerajaan dengan bantuan sendiri penyihir.

Candra Kirana difitnah dan dikeluarkan berbunga kerajaan, dan oleh sang penyihir biadab ia diubah menjadi seekor keong. Kata si penyihir, kutukannya akan hilang jika anda berlanggar dengan Raden Inu Kertapati. Si pangeran terus mencari keberadaan kekasihnya, engkau yakin Candra Kirana belum meninggal.

Akhirnya keduanya berlawan. Chandra Kirana pula ke wujud aslinya. Mereka kembali ke puri dan mengobrolkan peristiwa sebenarnya kepada yamtuan. Gantian Dewi Selaka yang culik diri ke hutan.

Kisahan rakyat dasar Jawa Timur lainnya suka-suka
Cindelaras.

8. Kisahan Selat Bali, Bali

cerita rakyat

Image: Duniapendidikan.co.id

Koteng Brahmana bernama Sidi Ilmu mendapatkan hidayah berupa harta dan ampean yang rupawan. Pernikahan mereka dikaruniai anak asuh laki-junjungan bernama Manik Angkeran nan saat raksasa memiliki kebiasaan buruk yakni menghabiskan harta orangtuanya cak bagi berjudi. Ayahnya suatu musim mendengar tanzil bakal mengerjakan pertapaan di Argo Agung berbarengan mendapati Hantu bumi Besukih.

Kepada Naga Besukih, sira menjelaskan maksud kedatangannya. Sang ular besar mengakhiri perjumpaan mereka dengan menerimakan Sidi Mantra tembakau kencana. Manik penasaran pecah mana datangnya harta sang ayahnya. Setelah beliau mengetahuinya, beliau lalu membelakangkan menyingkir menemui Ular besar Besukih.

Makanya karena keserakahannya, Manik menyela ekor naga. Tapi naga melawan dengan membakarnya dan dia pun nyenyat.

Sidi Mantra memohon mudahmudahan ular besar menghidupkan anaknya pun. Ia pun menanyakan agar anaknya memiliki kehidupan yang mentah di mana terserah garis pemisah antara dirinya dan sang anak asuh. Ular besar bersedia Sidi menjajari ekor naga tersebut. Mulai sejak peristiwa tersebut muncullah air asal mula terbentuknya selat Bali.

9. Kisah Rakyat Situ Bidadari, Kalimantan Selatan

cerita rakyat

Image: Dongengceritarakyat.com

Ada sebuah telaga yang dihuni seorang bujang tampan bernama Awang Sukma. Ia pandai meniup suling dan gemar mengejar burung. Tapi bukan seperti mana kebanyakan, burung-kalam di waktu itu sepi sekali. Dan ketika engkau memutuskan untuk tidur, ia mendengar suara basyar berbincang-bincang di mana itu yaitu 7 peri yang sedang mandi di telaga.

Sampai di telaga, ia bersembunyi dan mencuri salah satu pakaian mereka. Karuan saja dewi yang pakaiannya hilang merasa gelisah saat akan pulang, dan bukan dapat pun ke kayangan. Hingga kemudian beliau menyepakati tawaran Awang Kehidupan untuk terlampau di rumahnya. Tak lama keduanya menikah dan dianugerahi anak bernama Kumalasari.

Balasannya haur dan putrinya tahu bahwa dulu suaminya nan ondok pakaiannya.  dan membuatnya menjadi tidak bisa pun ke suralaya. Dengan kecut hati anda habis mengajak putrinya juga ke taman firdaus.

Kisah Rakyat lainnya dari Kalimantan adalah
Putri Junjung Buih.

Kata sandang terkait: 7 Lagu Batak yang Terkenal Sejak Dulu Hingga Kini

10. Kisahan Rakyat Bencana Menangis, Kalimantan Barat

12 Cerita Rakyat dari Berbagai Daerah di Indonesia, Kenalkan pada Si Kecil

Image: Liputan6.com

Ini cerita mengenai seorang anak semenjak janda miskin nan memiliki wajah cantik tapi jahat hatinya. Di suatu tahun, sang ibu membawa putrinya berbelanja. Sejauh pelawatan, banyak yang bertanya kepada si anak siapa putri yang berjalan di belakangnya. Awalnya ia menjawab pembantunya, lalu budaknya. Lama kelamaan ibunya tidak tahan, dan berdoa agar anaknya mendapatkan ikab.

Bertahap anaknya pun berubah menjadi sebuah bisikan. Ketika tubuhnya masih utuh sekudung bada, beliau masih adv pernah meminta ampun. Tapi sudah terlambat, dan tubuhnya pun berubah menjadi batu menangis.

11. La Moelu, Sulawesi

cerita rakyat

Image: Ia4518809.blogspot.com

La Moelu roh bersama ayahnya yang pekerjaan sehari-harinya memancing di wai. Suatu ketika, ayahnya asian seekor ikan kerdil yang lucu dan aneh yang kemudian dirawatnya. Enggak di sangka, esoknya lauk tersebut bertaruk sangat samudra dan terus membesar setiap kali dipindahkan ke wadah yang makin samudra.

Si ayah kemudian mengakhirkan La Moelu cak bagi menyingkirkan ikan nan diberi nama Jinnade itu di laut. La Moelu berpesan agar Jinnade harus datang saban-saban anda memanggilnya. Cuma ada tetangga La Moelu yang memanggil Jinnade lalu menangkap dan memakannya. Mengetahui peristiwa itu, La Moleu sangat sedih. Anda lalu mengubur duri Jinnade. Tak lama dari kuburan tersebut tumbuhlah sebuah pohon emas nan bisa dipakai La Moelu buat kemustajaban.

12. Roro Jonggrang

Cerita rakyat Roro Jonggrang berkisah tentang dua kerajaan kuno di Jawa yang saling bertetangga, Pengging dan Boko.

Pengging diperintah oleh sendiri raja bernama Kanjeng sultan Damar Moyo yang bijaksana. Engkau memiliki seorang anak bernama Bandung Bondowoso.

Sebaliknya, Boko dipimpin oleh raksasa pemangsa manusia bernama Baginda Boko dan seorang perdana bernama Patih Gupolo. Meskipun ia ialah raksasa tebal hati, Paduka tuan Boko mempunyai sendiri dayang cantik jelita bergama Roro Jonggrang.

Suatu saat, Sunan Boko ingin memperluas kerajaannya dengan mengaibkan Pengging. Namun, upaya tersebut dapat digagalkan. Paduka tuan Damar Moyo lewat menugasi si putra, Bandung Bondowoso bakal menyerang Boko.

Sumir kisahan, Bandung Bondowoso berbuah mempercundang pasukan Boko dan mendabih Prabu Boko. Anda lalu jatuh cinta puas kemolekan Roro Jonggrang dan ingin mempersuntingnya.

Namun, Roro Jonggrang nan sedih atas kematian ayahnya bukan ingin dinikahi. Ia membuat svarat kepada Bandung Bondowoso buat membuat sebuah sumur yang disebut Jalatunda.

Dengan mudah, Bandung Bondowoso yang punya kesaktian boleh memenuhi aplikasi tersebut. Setelah sumur jadi, Roro Jonggrang mendorong Bandung timbrung privat sumur, lalu meminta patih ayahnya, Gupolo, menimbun sumur dengan batu.

Belaka, kesaktian Bandung Bondowoso mengebumikan nyawanya. Rasa demap yang raksasa membuat Bandung Bondowooso mengampuni Roro Jonggrang.

Roro Jonggrang dulu meminang Bandung Bondowoso membangun seribu candi kerumahtanggaan satu malam. Dengan pertolongan jin, Bandung Bondowoso berhasil membangun 999 candi.

Demi menyakatkan perahu usaha Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang dan pembantunya, menyundak padi di malam tahun untuk melibas para jin yang sedang membangun candi terakhir. Para jin terkejut mendengar kritik bani adam menunjang padi dan ayam berkokok. Mereka menduga hari sudah pagi dan bergegas pergi, meninggalkan candi ragil tak terselesaikan.

Singkat cerita, Bandung Bondowoso tidak mengampuni Roro Jonggrang dan mengutuknya menjadi patung riasan di candi terakhir itu.

Artikel Terkait: Pesona Prambanan yang Megah, Candi Terbesar dan Hadiah Tak Sampai

Sebenarnya masih cak semau banyak sekali cerita rakyat steril Lahan Air yang lainnya yang bisa Sira ceritakan kepada puspa hati di rumah. Semoga narasi di atas bisa menjadi apendiks referensi bagi Anda.

****

Baca juga:

Ini 7 Fakta Akan halnya Rampak Kompang, Kesenian Khas Jawa Barat nan Energik dan Dinamis

Berbagai rupa, Ini 25 Disko Tradisional dari Berbagai Kewedanan di Indonesia

Mengulas Memori dan Makna di Mengot Kesenian Reog Ponorogo untuk Diajarkan puas Anak

Parenting lakukan sano? Yuk tanya sinkron dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Terhidang di iOS dan Android.

Source: https://id.theasianparent.com/cerita-rakyat

Posted by: gamadelic.com