Cara Tanam Pare Buah Lebat

Mendengar istilah biji pelir pare, pasti identik dengan rasanya nan pahit. Memang buah nan suatu ini banyak dikonsumsi oleh mahajana karena rasanya yang pahit. Pare atau paria (
Momordica charantia
L
) bermula dari India Barat dan Burma. Di negara lainnya kambeh disebut dengan istilah balsam-pear/bitter gourd (Inggris), Peria (Melayu), muop dang, kho qua (Vietnam), mara, phakha, maha (Thailand), ampalaya, amargoso, paria, palia (Pilipina), ku gua, foo gwa (Cina).

Di Indonesia, pengembangan dan pembudidayaannya disebarluaskan oleh orang-orang Belanda. Pare yaitu jenis tumbuhan nan menular. Buahnya berbentuk bujur telur dan berwarna hijau atau bersih dengan permukaan alat peraba buah terdapat bintit-bintilnya. Batangnya kerdil dan janjang serta lebih kuat daripada mentimun. Sedangkan daunnya berbentuk menjari dengan permukaan atas hijau gaek dan meres sumber akar hijau muda atau yunior kekuning-belek. Adapun beberapa jenis kambeh yang sahih ditanam antara lain pare ayam (pare plonco), peria gajih (pare mentega/pare kalis) dan pare taiwan (peria import).

Klasifikasi ilmiah :

Adapun bikin klasifikasi ilmiah tanaman kambeh adalah misal berikut :

Kingdom :
Plantae (Pokok kayu)
Subkingdom : Tracheobionta (Tanaman berpembuluh)
Super Divisi
: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi
: Magnoliophyta (Tumbuhan pecah)
Kelas
: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas
: Dilleniidae
Ordo
: Violales
Famili : Cucurbitaceae (kaki labu-labuan)
Genus : Momordica
Macam
: Momordica charantia
L.

Banyak sekali fungsi yang bisa diperoleh semenjak buah kambeh. Selain dikonsumsi untuk sayuran, buah pare juga berkhasiat seumpama obat diabetes, provokasi pencernaan,  perangsang nafsu makan, remedi cacing, sebagai antikanker, antibiotik, antivirus, penurun tembolok sakarosa bakat, serta pengasosiasi pendertita keburukan demam/malaria. Buah kambeh  banyak mengandung  vitamin A, gizi B , vitamin C, betakaroten, fitokimia lutein, likopen, kalori, protein, legit, karbihidrat, jamur, abu, zat kapur, fosfor, kalium, zat besi,dan  natrium. Selain buahnya, ternyata daun kambeh juga punya fungsi yang tidak kalah dengan buahnya. Manfaat tersebut antara lain: boleh menyembuhkan mencret lega bayi, membersihkan talenta bagi wanita yang yunior melahirkan, dapat menurunkan seronok, bisa mengecualikan cacing kremi serta dapat menyembuhkan batuk.

Berikut ini sejumlah alat pencernaan berpokok biji pelir peria dengan takaran per 100 gram: Energi: 29 kal, Protein: 1,1 g, Lemak: 0,3 g, Karbohidrat: 6,6 g, Serat: 1,5 g, Kalsium: 45 mg, Fosfor: 64 mg, Zat Besi: 1,4 mg, Gizi A: 180 IU, Gizi B1: 0,08 mg, Vitamin C: 52 mg, Air: 91,2 g.

  • Syarat Tumbuh

Bakal melakukan budidaya tanaman pare sebenarnya sangatlah mudah. Pare dapat tumbuh di berbagai jenis persil dengan ketinggian arena sebatas 1.500 m dpl. Bisa tumbuh dengan optimal pada petak dengan pH 5-6, banyak mengandung pupuk hijau dan gembur. Tanaman pare enggak banyak memerlukan penyinaran matahari sehingga boleh tumbuh ditempat yang agak teduh/ternaungi.

  • Reboisasi

Tanaman pare dikembangkan dengan memperalat biji. Kebutuhan benih untuk luas lahan 100 m² sebanyak 70 gram. Sebelum ditanam benih diseleksi dengan memasukkan air ke internal jauhar. Benih yang mengambang harus dibuang, sedangkan benih yang terendam dapat ditanam. Benih bisa langsung ditanam dilahan alias disemai lampau.

Persil yang akan ditanami pare dicangkul hingga kenyatkenyit, lalu dibuat bedengan dengan dempak 1,5 m, janjang 25 cm dan panjang menyejajarkan petak. Persil dicampur dengan serat kandang sebanyak 1 kuintal untuk persil 100 m². jarak tanam 0,75 m x 0,75 m. Liang tanaman ditugal dengan kedalaman 3-5 cm. Benih dimasukkan ke dalam lubang tanaman sebanyak 2-3 biji peria. Setelah itu ditutup dengan tanah.  Nasihat 4-7 musim selepas tanam biji kambeh dapat tumbuh.

  • Pemeliharaan

Pendirusan dilakukan setiap hari sreg pagi dan sore hari. Doang apabila curah hujan angin tataran harus diperhatikan selokannya agar air lain menggenang dilahan. Setelah berusia dua pekan atau tinggi tanaman hingga ke 50 cm, dibuat palas-palas setinggi 1,5 – 2 meter. Hal ini dibuat dengan tujuan kerjakan merambatkan sulur- sulur pokok kayu. Perambatan peria dapat pula dilakukan dengan ajir atau lanjaran yang boleh terbuat dari aur.

Sehabis berumur tiga pekan, tumbuhan peria sudah bersangkak dan sebaiknya cabang-cagak tersebut dipotong atau dilakukan pemangkasan seyogiannya tunas bertaruk menyebar sehingga bisa produksi lebih banyak. Membeda-bedakan dua simpang yang paling besar dan sehat. Sisa cabang lainnya nan tumbuh di batang sampai kebesaran 1,5 m dari permukan persil harus dipangkas. Pemangkasan kedua bisa dilakukan pada detik umur 6 minggu dengan menikahi kembali cabang yang telah sepuh dan lain bertunas lagi serta daun-daun tua ataupun cabang yang rusak karena wereng penyakit.

Selain pupuk organik, pupuk buatan lagi diberikan pada tanaman pare. Boleh diberikan pupuk NPK sebanyak 2-3 kg per 100 m² alias memperalat Urea, TSP, KCl dengan neraca 1:2:2 sebanyak 15 gram tiap tanaman (3 gram Urea, 6 gram TSP dan 6 gram KCl). Perabukan dilakukan dengan mandu menimbun cendawan disekeliling tanaman sepanjang 10 cm dari batangnya. Sebaiknya pemupukan dilakukan pada saat tanaman berumur suatu rembulan bersamaan dengan penyiangan. Sesudah tanaman berumur 1,5-2 wulan pare mulai dari dan anakan betina yang muncul dapat menjadi buah. Bunga kambeh bercelup kuning dan bertangkai panjang.

Tanaman pare jarang terserang hama penyakit, doang suka-suka bilang hama dan keburukan yang dapat meyerang kambeh diantaranya yakni :

  1. Hama lembing atau oteng-oteng (Epilachma sparsa). Hama ini berbentuk pendahan bulat, warnanya biram dengan bercak hitam sebanyak 12 – 26 buah. Hama ini menyerang daun dan plong bidasan yang parah daun lampau sehingga yang primitif hanya tulang daunnya namun. Cara pengendaliannaya antara lain dapat dilakukan dengan memungut telur,belatung atau lembingnya ditangkap lalu dimatikan. Dapat pula dilakukan dengan rotasi pokok kayu. Apabila sudah lalu parah bisa diaplikasikan insectisida berbahan aktif karbaril ( Sevin 85 SP, Truper 3 GR).
  2. Penyakit embun bulu (Pseudoperenospora cubensis). Gejalanya terlihat apabila daun bagian atas terletak bercak kuning, tentatif daun episode pangkal terdapat bulu-rambut berwarna ungu. Langkah pencegahan adalah dengan menjaga kondisi lahan agar tidak bersisa lembab. Apabila sudah parah dapat diaplikasikan fungisida dengan bahan aktif propineb (Trivia 73 WP), mandipropamid (Revus 250 SC), metalaksil (Metalax 35 SD).
  3. Laler biji zakar (Dacus cucurbitae
    Cog). Laler biji zakar mencamkan kambeh dengan pendirian mengedrop telurnya di dalam  buah. Sehabis menetas, ulatnya memakan buah sehingga menjadi rusak. Daging biji pelir tidak dapat dimakan karena tembelang dan berair dengan ratusan ulat. Tertentang asing daging biji pelir sehat tapi sesudah di

buka tampak daging biji zakar penuh dengan ulat mago.  Apabila menyerang batang, maka jenazah akan melembung seperti bisul. Bagi mencegah hama tersebut bisa dilakukan pembungkusan buah muda dengan mengunakan kertas maupun patera pisang kering. Bisa juga dengan menggunakan insect trap yang ditaruh disekitar pokok kayu pare, sehingga lalat buah nan ada disekitar dapat ditangkap dan tenang n domestik tangkapan tersebut. Melakukan penyiangan dan pembubunan serta memelihara kebersihan sekitar tanaman dari gulma dan sempuras tanaman nan membusuk, harus dilakukan sebab kondisi sejenis itu sesuai dengan bertaruk dan berkembang-nya lalat biji pelir. Apabila sudah ada ofensif dapat dikendalikan dengan jalan menyemprotkan insectisida berbahan aktif deltametrin (Decis 25 EC), Profenofos (Curacron 500 EC), imidakloprid (Winder 25 WP).

  • Panen dan Pasca Panen

Biji zakar kambeh dapat dipenen seputar kehidupan 2,5 bulan sesudah tanam. Biji kemaluan kambeh yang dipanen mudahmudahan tidak terlalu gaek karena akan mempengaruhi rasa. Tanaman kambeh yang siap penuaian apabila buahnya sudah mempunyai bintit-bintil dan keriputnya masih agak rapat serta alurnya belum melantur. Pemanenan   pare nan terbelakang akan menyebabkan buah pare tidak lezat dimakan.

Cara memanen pare adalah dengan dengan mencelah tangkai buah menggunakan pisau atau gunting. Tanaman yang terawat dapat menghasilkan 30 buah pare setiap pohonnya. Penanganan pacsca panen dilakukan dengan mengumpulkan kambeh kedalam keranjang bambu secara teratur dan rapi.  Agar alat peraba pare tak rusak, diusahakan jangan terlalu banyak gesekan, tertulis intern pengangukutan diusahakan jangan sampai terjadi remai nan keras. Agar tahan lama, peria dapat dismpan pada suhu 10-20º C. Penuaian pare boleh dilakukan dengan pause 5-7 musim hingga umur 4 rembulan.

Oleh : Astri Anto, SP –  Penyuluh Pertanian BPTP Kalimantan Tengah

DAFTAR PUSTAKA

Dirjen Pupuk dan Pestisida. 2022. Pestisida Pertanian dan Kehutanan Perian 2022.  Direktorat Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian. Jakarta

Dwi Setyaningrum, H dan Cahyo Saparino. 2022. Panen Sayur Secara Rutin di Kapling Sempit. Penebar Swadaya. Jakarta.

https://bataviareload.wordpress.com/pertanian/kaidah-budidaya-pare-yang-benar/

http://manfaatnyasehat.blogspot.com/2013/12/keistimewaan-peria-untuk-kesegaran-dan.html

http://diyanakhalida.wordpress.com/2012/02/19/klasifikasi-tumbuhan/

Saparinto, C. 2022. 79 Bisnis Persawahan Menguntungkan. Penebar swadaya.  Jakarta.

Sunarjono, H. 2022. Bertanam 30 Tipe Sayur. Penebar Swadaya. Jakarta.

Source: http://kalteng.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/publikasi-mainmenu-47-47/teknologi/398-kiat-budi-daya-tanaman-pare