Cara Merawat Tanaman Kopi Agar Berbuah Lebat

dewitani.com – Cara Menanam Dan Merawat Tanaman Stroberi – Storberi atau strawberry adalah salah satu dagangan biji pelir-buahan nan banyak peminatnya, terutama buat negara-negara yang beriklim subtropis. Permohonan dunia akan buah stoberi, cendrung terus meningkat berasal periode ke tahun.Daya serap pasar yang lebih semakin tinggi, kejadian inilah yang takhlik agribisnis stroberi memiliki prospek yang cerah.

Biji pelir stroberi punya rasa khas manis dan menyegarkan. Selain itu biji kemaluan stroberi memiliki lambung nutrisi yang tataran dan komposisi gizi yang sepan lengkap. Seperti mana : Kalori, Zat putih telur, Enak, Karbohidrat, Kalsium, Fosfor, Zat logam, Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B2, Niasin, Vitamin C, dan Air.

Di Indonesia sendiri budidaya stroberi belum banyak dikenali dan diminati. Peristiwa ini karena dalam budidayanya memperlukan tempratur master invalid, peristiwa inilah yang menyebabkan budidaya di Indonesia doang dilakukan di daerah dataran tinggi. Adapun kancing budidaya stoberi di Indonesia berpusat di wilayah Legok dan Cianjur (Jawa Barat).

Taksonomi Tanaman Storberi

Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Tanggungan : Rosaceae
Genus : Fragaria
Macam : Fragaria spp.

Variasi-Spesies Stroberi

Stroberi nan kita temukan di pasar swalayan adalah hibrida yang dihasilkan dari persilangan F. virgiana L. var Duchesne dasar Amerika Paksina dengan F. chiloensis L. var Duchesne asal Chili. Persimpangan itu menghasilkan hibrid yang merupakan stroberi modern (komersil) Fragaria x annanassa var Duchesne.

Varitas stroberi introduksi yang dapat ditanam di Indonesia adalah Osogrande, Pajero, Selva, Ostara, Tenira, Robunda, Bogota, Elvira, Grella dan Red Gantlet. Di Cianjur ditanam varitas Hokowaze bawah Jepang yang cepat berhasil. Peladang Legok (Bandung) yang sejak lama mengetanahkan stroberi, menggunakan varitas lokal Benggala dan Nenas yang cocok untuk membuat tembolok olahan dari stroberi seperti jam.

SYARAT Pohon TANAMAN STROBERI

Iklim

Tumbuhan stroberi membutuhkan mileu bertaruk bersuhu dingin (sejuk) dan lempem. Walupun demikian, tanaman stroberi memiliki kemampuan beradaptasi nan layak luas, yakni dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik pada daerah-negeri yang memiliki kondisi iklim andai berikut :

  • Tanaman stroberi dapat bersemi dengan baik di daerah dengan curah hujan 600-700 mm/tahun.
  • Lamanya penyorotan cahaya matahari nan dibutuhkan dalam pertumbuhan adalah 8-10 jam setiap harinya.
  • Stroberi yaitu tumbuhan subtropis yang bisa beradaptasi dengan baik di dataran tahapan tropis yang mempunyai master 17-20 derajat C.
  • Kelembaban udara yang baik bakal pertumbuhan tanaman stroberi antara 80-90%.

Media Tanam

  • Kalau ditanam di kebun, tanah yang dibutuhkan yaitu tanah liat berpasir, subur, gembur, mengandung banyak objek organik, tata air dan gegana baik.
  • Derajat keasaman kapling (pH kapling) yang ideal untuk budidaya stroberi di kebun adalah 5.4-7.0, sementara itu kerjakan budidaya di jambangan merupakan 6.5-7,0.
  • Kalau ditanam dikebun maka kedalaman air tanah yang disyaratkan adalah 50-100 cm terbit bidang tanah. Jikalau ditanam di internal pot, sarana harus memiliki adat poros, mudah merembeskan airdan partikel hara selalu tersuguh.
  • Ketinggian tempat yang memenuhi syarat iklim tersebut adalah 1.000-1.500 meter diatas permukaan laut.


Panduan Mengetanahkan Dan Merawat Pokok kayu Stroberi

Pembibitan

Stroberi diperbanyak dengan nilai dan pati vegetatif (anakan dan stolon atau akar sulur). Akan halnya kebutuhan konsentrat masing-masing hektar antara 40.000-83.350.

a. Pergandaan dengan angka

  1. Sperma dibeli berusul toko pertanian, rendam benih di dalam air selama 15 menit lalu keringanginkan.
  2. Kotak persemaian berupa peti kayu atau plastik, diisi dengan ki alat substansial campuran tanah, pasir dan pupuk kandang (bunga tanah) subtil yang bersih (1:1:1). Benih disemaikan merata di atas media dan tutup dengan tanah tipis. Boks semaian ditutup dengan plastik atau kaca bening dan disimpan pada temperatur 18-20 derajat C.
  3. Persemaian disiram setiap hari, setelah sari berdaun dua helai siap dipindahtanam ke bedeng sapih dengan jarak antar bibit 2-3 cm. Kendaraan tanam bedeng sapih sama dengan media persemaian. Bedengan dinaungi dengan plastik bening. Selama di intern bedengan, ekstrak diberi cendawan daun. Setelah berdosis 10 cm dan tumbuhan telah merumpun, bibit dipindahkan ke kebun.

b. Bibit vegetatif untuk budidaya stroberi di kebun

Tanaman indung yang dipilih harus berumur 1-2 tahun, sehat dan produktif. Penyiapan pati anak uang dan stolon adalah sebagai berikut:

  1. Bibit anakanRumpun dibongkar dengan pacul, pokok kayu indung dibagi menjadi beberapa putaran nan setidaknya mengandung 1 rente. Setiap anakan ditanam dalam polibag 18 x 15 cm berisi campuran petak, ramal dan serabut kandang halis (1:1:1), simpan di bedeng persemaian beratap plastik.
  2. Bibit stolonRumpun yang dipilih telah memiliki akar tunjang sulur pertama dan kedua. Kedua akar sulur ini dipotong. Sari ditanam di internal alias polibag 18 x 15 cm berilmu campuran tanah, pasir dan pupuk kandang (1:1:1). Sesudah tingginya 10 cm dan berdaun rimbun, bibit siap dipindahkan ke kebun.

c. Esensi bakal budidaya stroberi di polibag

Pembibitan dari benih atau bunga/stolon dilakukan dengan cara nan seimbang, sekadar sarana tanam berupa campuran antah pari dan kawul kandang (2:1). Selepas sari di persemaian berdaun dua atau ekstrak berpokok anakan/stolon di polibag kecil (18 x15) siap mengimbit, konsentrat dipindahkan ke polibag lautan ukuran 30 x 20 cm berisi kendaraan nan setinggi. Di polibag ini esensi dipelihara sebatas menghasilkan.

Penggarapan Sarana Tanam

Budidaya di Tegal Sonder Mulsa Plastik

  1. Di awal musim hujan, kapling diolah dengan baik sedalam 30-40 cm.
  2. Keringanginkan sejauh 15-30 hari.
  3. Buat bedengan: lebar 80 x 100 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dengan petak, jarak antar bedengan 40 x 60 cm maupun guludan: lebar 40 x 60 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dengan persil, jarak antar guludan 40 x 60 cm.
  4. Taburkan 20-30 ton/ha cendawan kandang/soren secara merata di parasan bedengan/ guludan.
  5. Biarkan bedengan/guludan sejauh 15 perian.
  6. Untuk lubang tanam dengan jarak 40 x 30 cm, 50 x 50 cm atau 50 x 40 cm.

Budidaya di Kebun Dengan Mulsa Plastik.

  1. Di mulanya musim hujan, lahan diselesaikan dengan baik dan keringanginkan 15-30 hari.
  2. Buatlah bedengan: lebar 80 x 120 cm, tangga 30-40 cm, panjang disesuaikan dengan lahan, jarak antar bedengan 60 cm atau guludan: lebar bawah 60 cm, lebar atas 40 cm, janjang 30-40 cm, panjang disesuaikan dengan lahan, jarak antar bedengan 60 cm.
  3. Keringanginkan 15 masa.
  4. Taburkan dan campurkan dengan tanah bedengan/guludan 200 kg urea, 250 kg SP-36 dan 100 kg/ha KCl.
  5. Siram hingga lembab.
  6. Pasang mulsa plastik hitam ataupun hitam perak menutupi bedengan/guludan dan kuatkan ujung-ujungnya dengan bantuan bambu berbentuk U.
  7. Buat gua di atas plastik seukuran alas gangsa bekas payudara kental manis. Jarak antar lubang privat laskar 30, 40 ataupun 50 cm, sehingga jarak tanam menjadi 40 x 30, 50 x 50 atau 50 x 40 cm.
  8. Untuk gorong-gorong tanam di atas terowongan mulsa tadi.

Pengapuran

Bila tanah masam, 2-4 ton/ha kapur kalsit/dolomit ditebarkan di atas bedengan/guludan sangat dicampur merata. Pengapuran dilakukan segera setelah bedengan/guludan radu dibuat.

Teknik Penanaman

  • Siram polybag ampuh bibit dan lempar esensi bersama sarana tanamnya dengan hati-hati.
  • Tanam satu bibit di korok tanam dan padatkan tanah di sekeliling bawah batang.
  • Untuk tanaman tanpa mulsa, pasrah pupuk radiks sebanyak 1/3 terbit dosis pupuk anjuran (dosis anjuran 200 kg/ha Urea, 250 kg SP-36 dan 150 kg/ha KCl). Pupuk diberikan di dalam liang sejauh 15 cm di kiri-kanan tumbuhan.
  • Sirami tanah di seputar bawah jenazah hingga lembab.

Teknik Perawatan Pokok kayu

Penyulaman

Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berusia 15 hari selepas tanam. Tanaman yang disulam adalah yang sepi ataupun bersemi kurang.

Penyiangan

Penyiangan dilakukan pada pertanian stroberi tanpa alias dengan mulsa plastik. Mulsa yang berlambak di antara barisan/bedengan dicabut dan dibenamkan ke dalam tanah. Waktu penyiangan tersangkut berbunga pertumbuhan gulma, biasanya dilakukan bersama perabukan susulan.

Perempelan/Pemangkasan

Pokok kayu nan terlalu rimbun, terlalu banyak daun harus dipangkas. Pemangkasan dilakukan koheren terutama membuang daun-daun tua/rusak. Pohon stroberi diremajakan setiap 2 periode.

Perabukan

  1. Pertanaman tanpa mulsa: Pupuk susulan diberikan 1,5-2 bulan pasca- tanam sebanyak 2/3 dosis anjuran. Pemberian dengan mandu ditabur privat larikan dangkal di antara legiun, kemudian ditutup kapling.
  2. Perladangan dengan mulsa: Pupuk susulan ditambahkan jika pertumbuhan terbatas baik. Campuran urea, SP-36 dan KCl (1:2:1,5) sebanyak 5 kg dilarutkan kerumahtanggaan 200 liter air. Setiap tanaman disiram dengan 350-500 cc enceran pupuk.

Irigasi dan Pendirusan

Setakat tanaman berumur 2 minggu, penyiraman dilakukan 2 boleh jadi sehari. Setelah itu penyiraman dikurangi berangsur-angsur dengan syarat tanah lain mengering. Pengairan boleh dengan disiram atau menjanuhi parit antar bedengan dengan air.

Pemasangan Mulsa Kering

Mulsa kering dipasang seawal mungkin setelah tanam pada bedengan/ guludan nan bukan memakai mulsa plastik. Jerami maupun jukut cengkar setebal 3-5 cm dihamparkan di rataan bedengan/guludan dan antara barisan tanaman.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama

Kutu daun

Kutu bercelup kuning-kuning kemerahan, kecil (1-2 mm), semangat bergerombol di latar bawah daun. Gejala: pucuk/daun keriput, berkerut, pembentukan anak uang/buah terhenti. Pengendalian: dengan insektisida Fastac 15 EC dan Confidor 200 LC.

Tuma (Tetranychus sp. dan Tarsonemus sp.)

Kutu berukuran sangat kecil, betina berbentuk oval, nekat berbentuk kira segi tiga dan telur kemerah-merahan. Gejala: daun berbercak asfar sampai coklat, keriting, mengering dan ringgis. Pengendalian: dengan racun serangga Omite 570 EC, Mitac 200 EC ataupun Agrimec 18 EC.

Tawon penggerek bunga (Anthonomus rubi), kumbang penggerek akar (Otiorhynchus rugosostriatus) dan kumbang pusut layon (Udara murni. sulcatus).

Gejala: di bagian tanaman yang digerek terwalak bubuk. Pengendalian: dengan racun serangga Decis 2,5 EC, Perfekthion 400 EC atau Curacron 500 EC pada waktu menjelang fase berbunga.

Tungau putih (Pseudococcus sp.)

Gejala: bagian tanaman yang tertutupi tuma putih akan menjadi abnormal. Pengendalian: kimia dengan racun serangga Perfekthion 400 EC ataupun Decis 2,5 EC.

Nematoda (Aphelenchoides fragariae maupun A. ritzemabosi)

Kehidupan di pangkal batang malar-malar sampai pucuk pokok kayu. Gejala: tumbuhan bertunas boncel, tangkai patera ceking dan terbatas beruban. Pengendalian: dengan nematisida Trimaton 370 AS, Rugby 10 G atau Nemacur 10 G.

Penyakit

Kapang kelabu (Botrytis cinerea)

Gejala: putaran buah membusuk dan bercat coklat dahulu mengering. Pengendalian: dengan fungisida Benlate atau Grosid 50 SD.

Busuk buah menguning (Colletotrichum fragariae Brooks)

Gejala: bah masak menjadi kebasah-basahan berwarna coklat cukup umur dan biji pelir dipenuhi massa spora bercelup merah jambu. Pengendalian: dengan fungisida berbahan aktif tembaga seperti Kocide 80 AS, Funguran 82 WP, Cupravit OB 21.

Busuk rizopus (Rhizopus stolonifer).

Gejala: (1) buah kemungkus, berair, berwarna coklat muda dan bila ditekan akan melepaskan cairan keruh; (2) di tempat penyimpanan, buah yang terinfeksi akan terlayang miselium rabuk berwarna putih dan spora hitam. Pengendalian: membuang biji kemaluan yang sakit, pasca panen yang baik dan budidaya dengan mulsa plastik.

Empulur sirah (Phytophthora fragariae Hickman)

Gejala: jamur menyerang akar sehingga tanaman tumbuh boncel, daun tidak fit, kadang-kadang layu terutama siang hari.

Embun tepung (Sphaetotheca mascularis ataupun Uncinula necator).

Gejala: bagian yang terserang, terutama daun, tertutup lapisan putih tipis sama dengan serbuk, bunga akan mengering dan ranggas. Pengendalian: dengan fungisida Benlate ataupun Rubigan 120 EC.

Patera gosong (Diplocarpon earliana atau Marssonina fragariae)

Gejala: Daun berbercak bulat telur sampai bersudut enggak teratur, berwarna ungu tua. Pengendalian ilmu pisah dengan fungisida Dithane M-45 atau Antracol 70 WP.

Noda daun

Penyebab: (1) Ramularia tulasnii atau Mycosphaerella fragariae, Gejala: noda katai ungu bertongkat sendok pada patera. Pusat calit bercat coklat yang akan berubah menjadi putih; (2) Pestalotiopsis disseminata, Gejala: bercak buntar pada daun.

Pusat bercak berwarna coklat fua dikelilingi bagian comberan berwarna coklat kemerahan atau kekuningan, daun mudah gugur; (3) Rhizoctonia solani, Gejala: noda coklat-hitam raksasa pada daun. Pengendalian kimia dengan fungisida bahan aktif tembaga sama dengan Funguran 82 WP, Kocide 77 WP alias Cupravit OB 21.

Tembelang patera (Phomopsis obscurans).

Gejala: noda bula bercat abu-abu dikelilingi dandan merah ungu, kemudian noda membuat luka mirip lambang bunyi V. Pengendalian: dengan Dithane M-45, Antracol 70 WP atau Daconil 75 WP.

Layu vertisillium (Verticillium dahliae)

Gejala: daun terinfeksi berwarna kekuning-kaleng hingga coklat, layu dan tumbuhan mati. Pengendalian: melalui fumigasi gas dengan Basamid-G.

Virus

Ditularkan melintasi serangga aphids atau tungau. Gejala: terjadi peralihan warna daun pecah baru menjadi asfar (khlorosis) sepanjang tulang patera ataupun totol-totol (motle), daun jadi keriput, normatif, tanaman kecil. Pengendalian: menunggangi ekstrak bebas virus, membanting pohon terserang, menyemprot pestisida bagi mengendalikan serangga pemandu virus.

Pencegahan hama dan penyakit biasanya dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun/pohon, mengetanahkan secara sinkron (untuk memutus siklus hidup), menanam bibit nan sehat, mengasihkan pupuk sesuai anjuran sehingga tanaman bertunas sehat, melakukan pergiliran tumbuhan dengan tumbuhan lain keluarga Rosaceae dan memangkas putaran pokok kayu/meragas tumbuhan yang ngilu.

Membudidayakan stroberi dengan mulsa plastik juga akan mengimpitkan pertumbuhan hama/ki kesulitan. Individual untuk penyakit, perbaikan drainase biasanya dapat menurunkan serangan.

Proses Pemanenan

Tanaman asal stolon dan anakan start berbung momen berusia 2 wulan selepas tanam. Bunga purwa sebaiknya dibuang. Setelah tanaman berumur 4 bulan, bunga dibiarkan tumbuh menjadi buah. Periode pembungaan dan penyerbukan dapat berlangsung sejauh 2 musim sonder henti. Adapun ciri ciri biji pelir yang telah dapat dipanen adalah sebagai berikut :

  • Buah sudah agak kenyal dan agak empuk.
  • Kulit buah didominasi warna merah: hijau kemerahan hingga kuning kemerahan.
  • Biji zakar berumur 2 minggu sejak pembungaan ataupun 10 hari setelah sediakala pembentukan buah.
  • Panen dilakukan dengan menggunting bagian nanyan rente dengan kelopaknya. Panen dilakukan dua mana tahu seminggu.

Sekian pembahasan kami mengenai Mandu Menanam Dan Merawat Tanaman Stroberi. Mudah-mudahan dengan ini bisa membantu dan berharga…

Source: https://www.dewitani.com/cara-menanam-dan-merawat-tanaman-stroberi-agar-berbuah-lebat/