Cara Merawat Tanaman Kacang Panjang Agar Berbuah Lebat

Sumber Gambar : PPL WKPP Terlampau Kurniadi RAchman, SP

BUDIDAYA TANAMAN  Polong Jenjang

MENGENAL Pohon Bin PANJANG

TAKSONOMI TANAMAN Cabai

Kerumahtanggaan dunia tumbuh-pohon, pokok kayu Kacang Panjang  diklasifikasikan sebagai berikut ;

Divisi                              : Spermatophyta

Subdivisi                      : Angiospermae

Inferior                              : Dicotyledoneae

Subkelas                      : Methachlamideae

Ordo                              : Rosales

Famili                            : Leguminosae

Genus                           : Vigna

Spesies                         : Vigna Sinensis, L.

Pecah divisi ke Spesies merupakan urutan kelompk dari besar ke mungil, kellompok yang bertambah besar mempunyai persamaaansifat nan lebih sedikit diantara sesamanya dibandingkan dengan kelompok yang bertambah katai. Sreg kalsifikasi yang lebih detail, tingkatan-tingkatan tersebut masih dibagi lebih lanjut menjadi bagian nan leih kecil lagi, yaitu subtingkatan.

TEKNIK BUDIDAYA Tumbuhan KACANG PANJANG

SYARAT TUMBUH

Pertumbuhan dan perkembangan pohon tidak lain copot berbunga pengaruh factor lingkungan, factor mileu itu menghampari iklim dan macam tanah. Setiap tanaman menghendaki keadaan mileu yang sesuai bikin pertumbuhannya, pada kondisi lingkungan yang sesuai, tanamankacang tangga bisa tumbuh dengan baik dan berproduksi tinggi, maka dari itu Karena itu sebelum menernakkan tumbuhan tersebut, teristiadat diketahui dulusyart-sayarat ilmu lingkungan tumbuhan.

Agar bersemi dengan baik, kacang tangga membutuhkan persil yang berdebardebar, selain itu tanah masih kaya akan bahan organic, bila tidak detik tergarap bisa ditambahkan dengan jamur kandang/organic.

  1. Penyorotan Rawi

Penyinaran rawi tanaman kacang tingkatan lebih doyan ditanam didaerah terbabang. Sehingga tanaman kacang panjang yang ditanam ditempat yang teduh karena terlindungi pohon besar maupun dibawah rumah kaca nan atapnya palsu, maka pohon mudah terserang penyakitkapang daun dan bunganya akan sedikit.

Persyaratan enggak yang dikehendaki pokok kayu kedelai panjang adalah memerlukan sinar matahari minimal 8 jam/perian, walapun demikian pokok kayu kacang pangkat tidak tahan terhadap sinar matahari yang lewat terikk dan hujan rimbun.

Persil

Pertumbuhan dan produksi pohon kacang pangkat n domestik banyak hal tergantung puas kepribadian lingkungan fisik tempat pertanaman cili itu dibudidayakan. Jenis tanah yang baik lakukan berbendang bin panjang adalaah tanah yang mengandung pasir, kejadian tanah berpunya, berkemut-kemut, banyak mengandung korban organic (Soren) sirkulasi peledak dan tata air dalam tanah baik.

  1. PEMILIHAN Benih

Perbanykan tanman kacang tangga dilakukan dengan biji ataupun benihnya. Bakal mendapatkan hasil yang baik wajib dipilih mani nan menang, benih unggul yaitu jauhar bermutu tinggi yang menjadi penentu factor tinggi rendahnya produksi tanaman, benih dikatakan bermutu apabila :

  • Tidak rendah/utuh
  • Tidak mengandung campuran dengan biji lainnya
  • Mempunyai anak kunci kecambah leih bersumber 80% dan cepat tumbuh
  • Bebas mulai sejak hama dan kebobrokan

Membuat Mani Seorang

Untuk menciptakan menjadikan benih sendiri, pilihlah tanamna indung yang sehat, berpunya, berumur genjah,dan berproduksi tinggi, penyeleksian tanaman in dilakukan lakukan mendapatkan semen yang baik muutunya. N domestik memproduksi benih, tidak semua bin yang berbebtuk dijadikan benih, aka tetapi sebagian polong dipetik dan dikonsumsi, kacang yang baik dibiarkan sampai tua bangka dan ulitnya berwarana kuning saja jangan setakat terlalu kering.

Skor yang diperoleh kemudian dikeringkan sangkil-tebak selama 3 waktu dengan sinar rawi, bila pendar matahari plus terik maka perlu diberikan naungan, cak bagi mencegah pengeingan yang jebah dan retaknya jangat benih.

Mani nan mutakadim sangar kemudian disortasi, buanglah benih nan cacat, keriput, kusam, dan kumuh, kemudian benih disimpan dlam wadah plastic maupun belek berdekatan dan kering. Jauhar bin hierarki disimpan selam 1-2 tahun, kondisi penyimpanan semen yang adv minim baik akan cepat memangkalkan daya tubuh mani.

  1. Membeli Benih

Benih bermutu baik akan menunjang keberhasilan produksi pokok kayu, maka bila membeli benih, maka pilihlah benih bermutu baikdari varietas nan ulung, misalnya KP-1, KP-2, usus hijau.

 Seyogiannya digunakan benih bersertifikat, yaitu benih yang diproduksi melalaui system sertifikasi dan telah menetapi persyartan yang telah ditetapkan, dan pertinggal dilakukan maka dari itu Balai Penapisan dan Sertifikasi Mani (BPSPB).

Benih yang dijual ditoko pertanian sebagian ki akbar benih dalam negri, walapun ada benih impornya. Ada yang memperalat plastic, kertas timah, dan kangsa.

Pada sampul mani kebanyakan dicantumkan rontok kadaluwarsanya, setelah melewati waktu tersebut, daya kecambah jauhar akan menurun, oelh karena itu tangggal kedaluawarsanya berharga diperhatikan.

Perebusan TANAH

 Petak yang subur ialah  lahan yang mempunyai profil yang dalam (kedlaaman nan sangat dalam) melebihi 150 cm, strukturnya gembur remah, pH sekita 6-6,5 dan mempunyai aktifitas jasad renik yang jenjang (maskimal). Kandungan unsur haranya yang tersedia bagi tanaman yakni layak dan enggak terwalak pembatasan pembatasan kapling bagi pertumbuhan tanamaan.

Menurut hasil pengkajian, factor-faktor yang mempengaruhi untuk mennentukan berapa banyaknya elemen hara yang sudah terangkut dan banyaknya serabut yang diperlukan buat koreksi adalah sebagai berikut :

  • Kesuburan kapling pertanian itu sendiri
  • Kemasaman tanah
  • Hierarki rendahnya kadar bahan organic privat petak
  • Kemampuan penyerapan terhadap pupuk (Zat-zat mineral) berbunga tanaman tersebut
  • Factor iklim
  • Nilai ekonomi tanaman yang sedang dibudiayakan.

Tanah yang dipakai terus menerus untuk menanam dan berekspansi pokok kayu tanpa dilakukan pemeliharaan atau pembaruan-pembaruan akan berkurang kesuburaanya. Berikut ini yaitu situasi-hal nan dapat mengakibatkan berkurangnya kandungan mineral :

  • Terserap olah tanaman dan selanjutnya terbawa keluar momen paennaan berlangsung.
  • Pengkisan lapisan tanah bagian tas karena penghanyutan atau tersangkut air ketika hujan lebat pada lahan nan mengot.
  • Pelunturan yaitu terbawa air bersam-sebagai halnya menyerapnya air kelapisan-lapisan persil bagian atas.

Adanya hal –hal yang dapat mengaibatkan berkurangnnya kesuburan tanah, maka peeliharaan tanah sangat perlu diperhatikan, mencakup usaha-usaha seperti berikut :

  • Mengusahakan hendaknya tanah taat subur, layak kandungan zat-zat meineralnya.
  • Mengusakan hendaknya didalam tanah akan tetap cukup terkandung bahan-bahan organisme.
  • Mengusahakan agar didalam tanah tetap tercukup tembolok air, air didalam persil bukan bisa tenggelam dan enggak pula cepat menguap.
  • Mengekspor agar tanah yang mempnyai kemiringan tertentu lain mudah atau tidak cepat teroreasi salutan tanah permukaanya.
  • Mengimpor pemulsaan kapling permukaan agar kelebabbannya patuh dapat dipertahankan.

Kapling nan dipelihara dengan baik akan bisa terus menerus melagsungkan fungsinya perumpamaan tanah perladangan yang mampu menunjukkan produktivitasnya. Kejadian demikian yaitu aliran atom hara yang menjamin tanaman dapat terus tumbuh, berkembang dan berproduksi. Gambaran tentang tanah pertanaman sepertii itu terdiri dari :

  • Zat-zat hara yang mnejadi kebutuhan tumbuhan, baik dalam bagan mineral maupun dalam sisa –sempelah tanaman dan mikrob.
  • Tanah tersebut terpelihara dengan baik sehingga tidak terjadi erosi.
  • Tanah tersebut boleh diolah, diolah ataupun digarap.
  • Tanah tersbut dapat menyerap maupun pas mengandung air serta boleh membuang kelebihan rahim airnya.
  • Tanah tersebut tidak mengandung zat-zat yang dapat meracuni perakrann tanaman.

TEKNIK Penghijauan

Untuk memperoleh hasil nan menguntungkan dalam budidaya tanaman ini, selain mengidas bibit nan memenangi, pembibitan yang baik, dan penyiapan lahanpertanaman nan baik, sekadar juga dahulu brgantung plong pendirian penanamannya dilahan pertanaman serta pelestarian selama masa pertumbuhannya setakat panen.

Beberapa peristiwa yang mesti diperhatikan n domestik penanama, antara lain awalan lubang tanam dan jarak tanamnya, seleksi bibit, dan waktu tanam.

  1. Waktu Tanam

Penanaman kacang panjang seyogiannya dilakukan menjelang usim kemarau. Pad amusim kemarau, tanaman tersbeut dapat juga dibudidayakan dengan syarat kebutuhan airnya tercukupi

  1. Cara Penghutanan

Kebutuhan Benih kacang panjang adalah sekitar 21-23 Kg/Ha, husus kerjakan varietas KP-1 adalah 0,5 Kg/Ha Karena jarak tanam KP-1 lebih lautan dan bijinya bertambah ringan. Sebelum menanam dilakukan terlebih dahulu dibuatkan gaung tanam dengan prinsip ditugal dan dengan jarak dalam barisan 25 cm dan antar laskar 1 m, perlubang tanam di isi 2 biji benih.

  1. PEMELIHARAAN TANAMAN
  2. Pengairan

Tali air nan kontinu privat pemelihraan tanaman kacang pangkat sangat terdahulu. Irigasi dilakukan secara rutin sekali ataupun dua kali sehari/ secara kondisional.

Waktu tali air sebaiknyya dilakuakan pada pagi alias sore tahun, ketika udara tidak bersisa sensual, dalam melakukan pengairan orang tani sebaiknya memperhatikan agara tanah perladangan tak plus kering atau sebaiknya air jangan samapai tenggelam n domestik waktu yang lama.

  1. Kebutuhan air plong Tanaman

Kebutuhan air pada tanaman Kacang Petak terjemur pada kehidupan tanaman kacang cina, plong masa vegetative/awal pertumbuhan, pada saaat pembungaan, dan saaat pembentukan biji kemaluan, bilamana ini lah tanaman cabai sangat memerliukan simpanan air nan layak.

Tanaman kacang tanah yang kekurangan air akan mengakibatkan pertumbuhannya tertangguh, kekurangan air pada masa vegetative akan mempengaruhi kecepatan perkembangan daun dan jumlah bunga menjadi seidikit.

  1. Pemberantasan Gulma

Pembertasan gulma maupun pohon palsu dalam arti sempit disebut penyiangan, gulma yang tumbuh disekitar tanaman cabai harus diberantas/dibersihkan, selainmenjadi sarang wereng dan masalah gulma juga akan menjadi pesaing dalam kebutuhan partikel hara pokok kayu dan air.

Pada dasarnya ada tiga cara pemeberantasan gulma yaitu secara mekanis(Manual), KImiawi, dan biologis.

Bersamaan dengan penyiangan sekaligus diadakanpengemburaan disekeliling tajuk pokok kayu secra hati-hati agar lain setakat merusak perakaran tanaman cabai itu.

Penyiangan dapat dilakukan setiap waktutergantung pda kondisi tanaman gulma, tapi lakukan menghemat tenaga dan waktu sebaiknnya penyiangan itu dilakukan persis sebelum tahun pemupukandilakukan.

  1. Penyulaman

Penyulaman adalah kegiatan mengganti tanaman yang sekiranya sirep, rusak ataupun yang pertumbuhannya tidak konvensional, penyulaman dilakukan bisanya seminggu setelah tanam dikarenakan pada saat itu sudah dapat terpandang adanya tanaman yang pertumbuhannya tidak normal.

Pati nan digunakan bagi penyulaman adalah bibit nan sengaja disisakan atau dibiarkan tumbuh lega lahan pembibitan sebagai bibit tandon, bibit nan digunakan bikin penyulaman adalah bibt yang sama umurnya sehingga pertumbuhannya semua tanman seragam.

  1. Perabukan
  2. Keefektifan Perabukan

Salah satu tindakan pelestarian tanamaan nan berpengaruh beasar terhadap tanaman merica dan produksi pohon yakni kegiatan pemupukan.

Pemupukan bertujuaan buat menambah ketersediaan unsur hara didalam tanah terutama agar mudahmudahan pohon bisa menyerapnya sesuai dengan kebutuhan tanaman itu seorang.

Kekurangan atau difensisasi anasir hara tanaman dapat diketahui dari gejal-gejala yang terlihat pada tanaman. Kesuntukan maupun Difesiensi unsur hara yang berlebihan dapat menaruh produktifitas tananman bahkan dapat menyebabkan mortalitas.

Pemupukan tanaman muda silam berarti seyogiannya taaman merecup dengan subur dan segak sehingga dapat start berproduksi pad aumur nan protokoler, dengan pemupukan yang acuan maka pokok kayu boleh memperoleh beraneka macam atom hara  nan dibutuhkanuntuk pertumbuhannya baik itu unsur hara makro dan unsur hara mikro.

Cara Perabukan

Selain memmberi puupuk organic pada saat menjelang penghijauan secar merata dicampur dengan persil bedengan alias pada korok-lubang tanam, maka saaat tanamman menjelang berakibat mula-mula wajib lagi diberi pupuk buatan (serat anorganik).

Pemupukan memang dilakukan terus menerus dan takaran jamur diberikan/disesiakan dengan nasib tanamannya, dan mandu pemupukan harus mengikuti aturan.

  1. Takaran Pemupukan

Menganai takaran pemupukan belum ada ketentuannya, dipetani rata-rata petani mengerjakan secara umum saja yaitu sekedar memberi pupuk organic ataau bunga tanah, dan sampai saaat ini belum ada takaran pupuk yang secra karuan.

Teristiadat dingat bahwa pemberian cendawan kandang yang plus –lebih dan tidak beribamg dengan pemberiaan serabut buatan (NPK) bisa menyebabkan hal –hal sebagai berikut :

  • Tanaman akan terlalau makmur setakat pokok kayu indolen mau berbunga dan berbuah.
  • Kemudaian kemungkinan tanaman mudah tersrang wereng dan ki kesulitan.

Pemberian kawul berimbang puas cili begitu juga karunia beberpa varietas pupuk buatan seperti mana ;ZA, KCL, TSP, dan kamas , akan memebrikan pertumbuhan dengan keadilan yang lengkap, dan terbiasa dingat akan fungsi dari hidayah pupuk dimasa vegetative dan massa generative.

 Hama DAN PENYAKIT TANAMAN KACANG PANJANG

PENYEBAB KERUSAKAN PADA TANAMAN

Kebinasaan pada suatau tanaman biasanya disebabkan oelh factor biotis, seperti sebangsa serat, bakteri, serangga, virus, dan gulma. Dan untuk memberantas baja maka digunakan fungisida, membinasakan kuman digunakan bakterisida, dan buat memberantas insekta digunakan racun serangga.

Dan kerusakan lainnya pula dapat disebabkan oleh factor nonbiotis sebagai halnya suhu, cahaya, oksigen, air, tanah, dan sebagainya.

Dalam dunia pertanian titik berat masalah tersebut pada bidang pertanaman, karena kahir akhir ini aral penanaman semakin terus menyempit. Maka dari itu detik-sat ini pemerintah manganjurkan adanya suatuprograam kegiatan yang disebut “Intensifikasi” yaitu dimana usaha melipatgandakan hasil pertanian dengan cara memakamkan disetiap daerah deangan luas areal tertentu.

HAMA

Hama adalah hewan nan negatif tanaman atau hasil tanaman karena aktivitas hidupnya, terutama aktivitas untuk memperoleh makanan.

Hama pada tanaman terdiri atas hewan seranggga, dan butuh. Hewan mamalia  misalnya tikus, babi,dll. Hama tumbuhan berupa seranggga misalnya kutu, walang sangit, walang,dll. Dianatara sato tersebut ayang paling mudarat tanaman adalah sekumpulan seranggga.

Untuk memberantas seranggga hama, kita teristiadat mengerti siklus hidupnya, dengan mengarifi siklus hidupnya, maka dapat ditentukan pada stadium segala apa seranggga itu mencamkan tanaman. Dengan demikian kita dapat mengamalkan penumpasan yang tepat akan halnya ssasarannya.

  1. Hama Trips/Aphids

Hama Trips/Aphids biasanya menyerang patera, anakan, dan buah.

Gejala :

  • Mula-mula daun berubah warnanya
  • Kemudian lemak tulang dau berubah menjadi abu/kelabu.
  • Karenanya berbecak dan mengeriing

Pengendalinnya :

  • Sejak Persemaian disemprot dengan obat dieldrin/Insektisida.
  • Areal pertanaman sebaiknya bisa disemprot dengan paduan merata anatara Fungisida dan dieldrin.

Lalat Bin

Gejala terletak bintik binitik putih sekitar tulang patera, pertumbuhan tanaman yang tersrang  akan terhambat dan daun berwarna kekuning-kuningan.

Pengendalinnya dengan prinsip pergiliran Pohon yang enggak dari familia polong-kacangan dan penyemburan dengan pestona, da insketisida lainnya.

  1. Hama Cacing

Hama cacing maupun nematode ini menyerang tanaman sayuran cili pada baian akar, baik itu dilahan persemian maupun sreg laahn perladangan.

Bagi pengendalinnya sebaiknya jangan berbuat penanaman diareal tanam yang cemberut, selain itu petak pesemaian hasru disterilkan apalagi dahulu sebelum digunakan, dan dapat digunakan dengan menggunakan Nematisida.

  1. Lalat buah

Laler biji pelir bisanya mencaci biji kemaluan muda atau buah nan nyana masak.

Pengendalinnya : pemancaran dengan insektisida dan penyimpangan juga dengan menggunakan jebakan seperti serum fenol yang memancing lalat buah jantan turut perangkap.

  1. Kutu Daun

Tungau daun alias tungau banyak menyerang daun muda atau pucuk, cagak muda, dan semi. Kehidupan dengan begerombol mengisap hancuran berbunga jaringan tanaman itu sendiri.

Pengendalinnya  secara mekanis yaitu pemangkasan terhadap patera yang terserang  dan pengaturan jarak tanam. Da pemberantasan secara kimiawi dapat dilakukan dengan penyempropatan insektisda yang bersifat racun gayutan.

  1. Komplikasi

Penyakit pokok kayu adalah godaan pada tanaman nan disebabkan oleh mikrooorganisme. Mikroorganisme itu adalalah seperti virus, bakteri, protozoa, jamur, dan cacaing nematode. Mikroorgansime ini dapat menyerang organ pokok kayu sebagaimana pada akar, batang, daun, atau buah.

Tampin terdahulu petani cabai ialah problem keriting patera dan penyakit busuk biji pelir (antraknose)

  1. Penyakit Berombak Daun

Keburukan kritik daun mengupas tanaman sejak masih  kecil pertumbuhannya terhenti. Gejalanya daun mongering, tanamanpun lalau berhenti merecup, akibatnya tanaman tak bias pun menghasilkan biji pelir.

Serangan keriting daun cepat sekali menular, bila tanaman satu telah dihinggapi maka pohon lain akan disekitarnya pasti akan ketularan, dan apabila tanaman sudah lalu terlanjur rantus maka akan susah banget kerjakan mengendalikannnya.

Terkenanya keriting daun diakibatkan karena ulah viru, bias sekali lagi karena sernagan pneusuk/penghisap nan positif kutu daun, Trips, tungau.

  1. Penyakit Busuk Buah (Antraknose)

Penyakit yang menyerang biji kemaluan lada itu disebut penyakit busuk biji zakar, yang dikenal dengan nama antraknose. Problem ini sering menyerang pohon di provinsi pertanamanan yang kelembaapannya panjang.

Gejala awal sernagan ini berupa bintik-bintik htam pada biji zakar, biasanya pada biji kemaluan nan sudahtua. Titik-bintik itu akan berkembang menjadi calit hitam yang memadai lautan, yang selanjutkan akan melingkari buah cabai itu sendiri.

Pada stadium berikutnya bagian biji zakar yang terserang akan tertentang membusuk dan kering, yang berkahir dengan rontoknya buah.

Serat yang penyebab antraknose ini masih digresi hidup pada lada yang sudah lalu dipanen dan disimpan. Bila lada tersebut diambil bijinya cak bagi dibibitkan maka tanaman generasi berikutnya akan terus tertular.

Pengendalian Penyakit Berkeluk-keluk patera dan Antraknose

Bikin mengendalikan ki aib tersebut maka segala aspek budidaya harus diperhatikan dengan seksama, sebagaimana :

  • Benih harus bebas Cendawan
  • Otoritas jarak tanam
  • Penggunaan racun hama secara dini
  • Pergiliran tanaman.
  • Perabukan yang layak dan berimbang
  1. Penyakit Layu

Penyakit layu sreg tanaman merica bisaanya disebabkan maka dari itu jamur  Fusarium Oxysporium, penyakit layu ini bias menjalar melangkahi luka pada tanaman. Gejala tanaman yang tersrang penyakit layu :

  • Tumbuhan cili terpandang layu
  • Pertumbuhan tanaman tidak eksemplar, bisanya anman tumbuh katai dan hidupnya lampau merana
  • Tanaman yang terserang rumit galibnya akan langsung mengakibatkan mortalitas pada atanaman.

Pengendalinnya :

  • Tanman diusahakan jangan setakat terjadi jejas
  • Sperma tanaman didisenfeksi dengan air panas 55 0C sejauh 10-17 menit.
  • Tanaman nan terlanjur tertimpa lekas dicabut dan dimusnahkan dengan cara membakarnya.
  1. Penyakit Virus (Mozaik)

Penyakit MOzaik ini disebabkan maka dari itu virus  yaitu viruss mozaik dan terjangan ini suntuk mematikan.

Gejalanya pohon yang tersrang problem virus ini yaitu memperlihatkan gejala mosaic, dan tutul-titik klorotik plong purwa serbuan, selanjutnya daun berubah memuntal kebawah dan samping sekadar akhirnya daun-daun berikutnya nan terserang berkerut dan rapuh.

Pengendaliannya :

Mungkin cuma bisa dilakukan penangkalan karena kalau sudah lalu terserang maka sangat jarang untuk diobati, dan salah suatu pencegahannya yakni jangan menanam pohon cabai lega musim penghujan.

Dan bila tanaman sudah lalu sempat terkena penyakit ini maka segeralh dicabut dan dibuang jauh-jauh maupun dengan membakarnya.

BY : PPL Habis KURNIADI RACHMAN, SP

Source: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/96151/budidaya-tanaman-kacang-panjang/