Cara Merawat Tanaman Cabe Agar Berbuah Lebat

KOMPAS.com –
Menanam embalau mulai dilakukan banyak anak adam ketika ini, baik di halaman rumah, pot, maupun polybag.

Merawat tanaman cabai memang susah-rumpil mudah, namun bukan berarti enggak dapat dilakukan.

Mengoptimalkan tanaman cabai memang relatif bukan sulit, tetapi membuatnya subur dan berdampak lebat bukanlah pegangan yang gampang dilakukan

Dilansir dari situs Departemen Pertanian melangkaui
KOMPAS.com
, berikut ini 8 tips menanam lombok agar congah dan berakibat lebat.

1. Siapkan media semai

Sebelum start menanam cabai, siapkan sarana semai benih cabai terlebih dahulu. Ki alat yang dianjurkan untuk penyemaian adalah sintesis persil, pupuk kandang atau tanah daun, serta sekam bakar dengan proporsi 3:2:1.

Baca juga: 5 Kesalahan internal Menanam Ros, Membuat Bunga Gagal Mekar

Setelah itu, kastrasi media semai sepatutnya tidak mudah terserang penyakit. Caranya, benturung atau jemur media semaian di sumber akar nur matahari, kemudian masukkan ke internal wadah penyemaian setelah didinginkan, silam curah dengan air seadanya.

Gunakan polybag kecil, kantung plastik, gelas plastik nan diberi gaung, peti telur, atau tray semai yang banyak dijual di pasaran sebagai wadah penyemaian.

2. Siapkan benih

Diskriminatif semen cabai dengan kualitas baik, kemudian rendam internal air bersuhu sekitar 45-50 derajat celsius sejauh satu jam. Selepas itu, pilih benih sahang yang terperenyuk di asal air.

Selain itu, coba rendam benih dalam cairan fungisida Previcur T dengan dosis 1-2 cc per liter air selama satu minggu sebelum penyemaian. Langkah ini bertujuan moga pokok kayu enggak mudah terserang jamur.

Sekiranya sudah lalu, tiriskan benih di atas kertas agar tidak lengket di tangan saat proses penyemaian.

Baca juga: Mandu Menguburkan Porang Sonder Modal, Potensi Untung Puluhan Juta Rial

3. Penyemaian

Tiba penyemaian dengan memasukkan satu saban satu benih ke dalam ajang yang sudah lalu berisi media semai suntuk tutup dengan wahana semai lumat.

Tutup wadah semaian menggunakan karung plastik, karung goni, atau patera pisang buat menjaga kelembapannya.

Curah penyemaian dengan cara disemprot agar benih tidak mendapatkan air terlalu banyak.

Urai penutup wadah semai pasca- 5-7 hari proses penyemaian dan benih berangkat tumbuh. Jemur persemaian dengan sekatan sebagaimana paranet atau plastik berlawanan-UV.

Sesudah mani berumur 20-30 perian atau berdaun 4-5 helai, bibit boleh dipindahkan ke dalam jambang atau polybag yang kian besar besar.

4. Media tanam dan penghijauan

Kalau menanam cabai di pot ataupun polybag, gunakan wahana tanam berupa senyawa petak dan cendawan kandang dengan perbandingan 1:1.

Baca juga: Prinsip Tepat Menanam Ros dari Benih

Jika tanah plus padat, Tambahkan sekam bakar dengan perbandingan antara tanah, serat kandang atau kompos, dan sekam bakar yakni 3:2:1.

Sementara itu, ukuran botol atau polybag besar yang dinasihatkan adalah 40×50 cm.

Penghutanan alias pemindahan esensi dari polybag kerdil ke polybag besar sebaiknya dilakukan puas tunggang masa seharusnya bibit punya hari nan sepan bakal beradaptasi pada malam musim.

Bibit yang bisa ditanam adalah yang sudah lalu berusia 20-30 masa alias berdaun 4-5 rayon. Akan hanya, sebelum menularkan sari cabai, siram alat angkut tanam terlebih lewat.

Selanjutnya, buang bibit berpunca wadah pembibitan secara perlahan lalu tanam di pot atau polybag besar.

5. Perawatan

Perlindungan nan baik tentu akan menghasilkan tanaman lombok nan sehat, subur, dan berakibat lebat.

Baca pula: Panduan Mudah Menanam Cabai di Dalam Botol

Semua molekul perawatan, seperti pendirusan, penyiangan, dan pemupukan, harus dilakukan secara disiplin serta sabar.

Buat penyiraman setiap hari plong pagi atau sore hari jika tidak hujan abu, sedangkan penyiangan dilakukan sebanyak sekali dalam dua minggu dengan kaidah membuang rumput-rumput gelap yang ada di dalam dan di sekitar pot atau polybag.

Pangkas tunas samping serta sebagian daun yang sudah lalu bertunas sebatas keagungan 15-25 cm terbit permukaan persil.

Pemangkasan bertujuan untuk menyingkir percikan air penyiraman yang bersampingan di bilang bagian pokok kayu. Dengan sedemikian itu, mayit menjadi kokoh dan kuat, pertumbuhan episode atas tanaman lebih sempurna, dan revolusi udara sekali lagi lebih baik.

Setelah itu, pasang penyangga menggunakan bahan yang kuat, seperti tiang, bambu, atau mangsa lainnya.

6. Pemupukan

Setelah tanaman berusia 1 bulan, mulai berikan pupuk kimia maupun NPK. Kemudian, siram alat angkut tanam dengan cair pupuk sebanyak 200 ml setiap 10 hari sekali.

Baca sekali lagi: 7 Uang sogok Sentral Mengetanahkan Porang

Laksana alternatif, gunakan pupuk adendum, seperti air cucian beras, air basuhan daging atau ikan, serabut larutan (urine ternak), dan pupuk nabati seperti daun Titonia.

Lanjai air cucian beras atau air cucian daging dan ikan sebelum digunakan. Kalau melembarkan urine ternak, gunakan yang sudah difermentasi.

7. Pengendalian hama

Para pecinta tanaman yang punya pokok kayu cabai tentu senggang, hal tersulit dalam penjagaan tanaman sahang mencegah serangan hama dan penyakit.

Hama nan banyak menyerang pokok kayu lada padi antara lain ulat tanah, ulat grayak, ulat buah, kutu kebul, tuma patera, trips dan tuma.

Sementara itu, penyakit yang banyak mencerca tanaman cabai antara lain, virus asfar, busuk buah antraknos, layu fusarium, layu bakteri, dan calit daun.

Pengendalian hama dan komplikasi dilakukan dengan menerapkan kaidah pengendalian hama terpadu (PHT), yaitu mengamalkan budidaya secara sehat yang diawali dengan penyortiran keberagaman berkualitas baik, bebas serangan OPT, perlakuan benih, sterilisasi media semaian, penyiraman, sanitasi tanah dan fertilisasi secara teratur, serta pengamatan rutin setiap pagi dan sore hari.

Baca juga: Mandu Memakamkan Bawang Merah Minus Konsentrat, Cara Ekonomis Bumbu Ketuhar

Saat terdapat wereng nan mengaibkan tanaman, ambil dan singkirkan segera sebelum menimbulkan kerusakan nan lebih parah.

Selanjutnya, semprotkan pestisida alami sama dengan minyak seraiwangi dengan dosis 1-3 cc per liter air yang ditambahkan cacat deterjen.

8. Penuaian dan pasca panen

Buah lada api dapat dipanen saat berumur sekitar 80-90 musim setelah tanam (HST), kejadian ini bergantung lega diversifikasi dan mahamulia panggung tanam. Panen sebaiknya dilakukan pada binar cerah dan dilakukan setiap seminggu sekali.

Jikalau budidaya dilakukan dengan benar, lombok rawit mampu berproduksi hingga dua sampai tiga tahun.

(Penulis: Dian Reinis Kumampung)

Sumber: KOMPAS.com

Dapatkan update
berita sortiran
dan
breaking news
setiap hari berusul Kompas.com. Mari bergabung di Grup Kawat “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.berpenyakitan/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install tuntutan Telegram terlebih dulu di ponsel.

Source: https://www.kompas.com/tren/read/2021/09/11/154453665/8-tips-menanam-cabai-agar-subur-dan-berbuah-lebat?page=all