Cara Mengusir Lalat Buah Pada Tanaman Cabai

  • dppp
  • 08 Dec 2022

  • Artikel,

  • 22500

PENGENDALIAN LALAT Biji zakar PADA TANAMAN CABAI

Cabai merupakan pelecok suatu produk tanaman nomine bagi para orang tani. Harga cabai nan sering melambung tinggi serta mudah dalam penjualannya menjadi rahasia tarik eksklusif sehingga banyak petambak yang berlomba-lomba membudidayakan pohon hortikultura ini. Namun membudidayakan tumbuhan sahang tidaklah semudah kedengarannya, cak acap kali petani cabai mengalami kegagalan dalam membudidayakannya dan bukan congah mengatasi siklus hidup pokok kayu embalau. Salah suatu masalah yang menjadi penghambat keberhasilan budidaya sahang yakni hama dan penyakit yang selalu datang kecam. Keseleo suatu hama nan cukup cak acap menyebabkan kekecewaan internal budidaya lombok adalah laler buah.

Drosophila melanogaster maupun yang lebih dikenal lalat buah ini memiliki siklus kehidupan nan relatif sumir. Namun dengan siklus hidup yang hanya dua minggu belaka bisa mengakibatkan kemalangan dan kegagalan penuaian untuk para petani cili. Lalat buah dewasa akan meletakkan telurnya di intern biji pelir. Pada waktu menetas, larva akan memakan daging buah sehingga buah lada akan rusak dan gugur sebelum musim panen.

Serangan wereng lalat buah boleh terlihat serentak oleh mata bugil. Gejala serangan ditandai dengan : laler biji kemaluan akan terlihat di biji kemaluan cabai yang masih remaja; tangkai buah cabai akan menguning dan biji pelir berguguran; jika telur laler biji pelir di letakkan di ujung biji kemaluan maka buah cabai akan terlihat menguning dan rusak serta sedikit basah; pada buah cabai yang terserang hama lalat biji kemaluan akan terdapat titik hitam tamatan tusukan lalat biji zakar untuk menempatkan telurnya; dan jika biji pelir dibelah akan terlihat tempayak seperti ulat berwarna tulus.

Sekiranya tanda-tanda serangan lalat buah sudah mulai terlihat segera lakukan pengendalian hama laler buah. Mengenai cara pengendalian wereng lalat buah plong tanaman cabai adalah sebagai berikut : lakukan sanitasi lahan dengan mengumpulkan dan kobar buah yang busuk akibat lundi kumbang biji pelir, keadaan ini bermanfaat karena bernga yang cak semau di buah akan berubah menjadi kepompong yang pada akhirnya akan menjadi lalat biji zakar yang baru; jangan menanam cabai di lahan ajang tanaman inang sebagai halnya timun, oyong dan kambeh; gunakan perangkap antraktan methyl eugenol lalat buah, yaitu perangkap lalat buah yang diberi penjerat berwujud methyl eugenol; gunakan lem haring seperti melitat lem; petiklah buah cabai yang terserang dan musnahkan dengan cara dibakar atau dikubur; gunakan buah-buahan seperti nangka, timun yang aromanya disenangi lalat biji zakar, rampai dengan insektisida korban aktif metomil; dan semprot tanaman cabe memperalat pestisida racun serangga berbahan aktif deltametrin, dimehipo, kartophidroklorida, klorpirifos, metomil, profenofos, atau sipermetrin. Waktu pemancaran hendaknya dilakukan sreg pagi periode saat embun masih berdampingan di dedauanan.

Penulis : Denni

Pengedit : Mika Ekawati/Asmil Felanda


Post Terkait

Source: https://dppp.bangkaselatankab.go.id/post/detail/821-pengendalian-lalat-buah-pada-tanaman-cabai#:~:text=Adapun%20cara%20pengendalian%20hama%20lalat,lalat%20buah%20yang%20baru%3B%20jangan