Ibu Hamil Mau Bayar Fidyah Puasa? Ini Ketentuannya

Puasa Ramadhan hukumnya wajib kerjakan setiap orang islam. Apalagi orang nan kaya dalam artian sehat jasmani dan rohani, tidak menengah sakit alias mengerjakan pengembaraan jauh.

Doang demikian, ada beberapa tolok orang yang diperbolehkan tidak puasa. Dan boleh menukar puasanya dengan beberapa ketentuan. Salah satunya dengan membayar fidyah.

Baca Pun: Sedekah Online: Simak Syariat dan Biaya siluman Kesatuan hati Sedekah Lewat Tuntutan Ini

Segala Itu Fidyah?

Fidyah, diambil berpangkal “fadaa” artinya menembus atau menukar. Menggaji fidyah ini memiliki arti menembus atau mengganti utang puasa Ramadhan dengan cara memberikan makan orang papa.

Kriteria basyar nan dapat membayar ketinggalan puasa dengan fidyah, bukan mengganti puasa di bukan waktu, antara lain:

loader
  • Orang sakit, tidak ada harapan untuk sembuh atau kemungkinan sembuhnya kecil
  • Lansia tua tua lontok, sehingga tidak langgeng puasa
  • Ibu hamil dan menyusui. Sebab jika berpuasa khawatir terhadap kondisi kebugaran bakal anak di intern kandungan ataupun bayinya.

loader

Baca Juga: Bertentangan Malas, Praktikkan 5 Tips ini Agar Khatam Al-Qur’an sepanjang Bulan Ramadhan

Membayar Fidyah Bagi Ibu Hamil

Ibu hamil atau sedang nifas boleh tidak puasa di bulan Ramadhan. Hanya yang diperbolehkan mengganti utang puasa dengan fidyah, adalah bila ada masalah kehamilan sungguh-sungguh.

Bila berpantang akan membahayakan kesehatan dan keselamatan bayi yang semenjana dikandung. Menggaji fidyah buat ibu hamil dapat menggunakan beras, ki gua garba sosi, alias uang.

  • Bayar fidyah dengan beras

Ketentuannya, bayar fidyah yaitu dengan membagi makan insan miskin sebanyak 1 mud atau setimbang dengan 6 ons beras untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. Ini beralaskan fatwa MUI Nomor 24 Perian 2022.

loader

Sementara menurut Ulama Hanafiyah, membayar fidyah yang diwajibkan sebanyak sekerat
sha’
gandum atau sebanyak 2 mud atau seputar 1,5 kg. Perhitungannya, 1
sha’
seperti mana 4 mud, berarti sekitar 3 kg.

  • Bayar fidyah dengan bulan-bulanan pangan resep

Selain beras, ibu hamil juga bisa mengupah fidyah dengan bahan pangan gerendel. Contohnya tidak puasa sepanjang sebulan (30 hari), maka wajib membayar sebanyak 30 takar. Masing-masing takaran beratnya 1,5 kg.

  • Bayar fidyah dengan persen

Kalau tidak cak hendak beras atau bahan rimba lain, fidyah juga bisa dibayar dengan persen. Varian Hanafiyah, membayar fidyah dapat nyata uang.

Garis hidup takarannya, adalah 1,5 kg bahan pangan dirupiahkan dengan harga yang berlaku saat itu untuk suatu hari puasa nan ditinggalkan.

Cara Mengupah Fidyah

loader

Mengutip Nahdlatul Ulama (NU) online, fidyah teristiadat diberikan kepada orang miskin alias miskin. Tak dapat untuk golongan mustahiq zakat nan tidak, bahkan insan makmur.

Prinsip membayarkannya, per 1 mud untuk setiap tahun puasa nan ditinggalkan kepada suatu orang miskin atau miskin. Boleh juga mengupah beberapa mud kepada suatu orang orang miskin ataupun miskin sedarun

Misalnya ibu hamil tidak puasa sepanjang 15 periode, maka 15 mud dapat diberikan kepada 15 turunan fakir miskin atau 15 mud semuanya diberikan kepada 1 cucu adam fakir miskin.

Tetapi 1 mud jatah penyerahan fidyah sehari enggak boleh diberikan kepada 2 makhluk atau kian. Contoh ibu hamil bayar fidyah jatah 1 hari 1 mud, maka tak bisa dibagi 2 orang duafa miskin.

Baca Pula: Zakat Online: Cek Aplikasi dan Tips Menggunakannya Supaya Berkah

loader

loader

Waktu yang Tepat Membayar Fidyah dan Niatnya

Masih dari NU, fidyah puasa bagi ibu hamil dikeluarkan setelah subuh bagi setiap hari puasa. Dapat sesudah terbenamnya rawi.

Lebih utama dibayar di permulaan lilin batik. Bisa kembali diakhirkan di hari berikutnya maupun di luar bulan Ramadhan.

Melepaskan fidyah bukan sah sebelum memasuki hari maghrib untuk saban hari puasa. Jadi, musim pelaksanaan fidyah minimum mutakadim masuk malam hari (terbenamnya matahari) pada bulan mulia, dan bisa sekali lagi setelah perian tersebut.

Berikut niat membayar fidyah bagi ibu hamil atau menyusui:

 نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ هَذِهِ الْفِدْيَةَ عَنْ إِفْطَارِ صَوْمِ رَمَضَانَ لِلْخَوْفِ عَلَى وَلَدِيْ على فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

 “Aku kehendak mengecualikan fidyah ini dari anak bini berbuka puasa Ramadhan karena khawatir keselamatan anakku, fardhu karena Allah.”

loader

Ketahui Aturannya agar Tenang

Bila Anda ibu hamil lain puasa Ramadhan sesuai kriteria di atas, maka wajib membayar fidyah sesuai suratan yang berlaku. Pahami dulu aturannya, agar ketika melaksanakannya, mutakadim sunyi. Tidak menerka pun, apakah sudah mengasihkan fidyah dengan benar begitu juga mestinya.

Baca Juga: Jangan sia-siakan Bulan Ramadhan, Yuk Tetampan Pahala dengan Amalan Ibadah dan Kebaikan ini!

loader