Cara Mengatasi Lalat Buah Pada Tanaman Jambu Air

JAKARTA, KOMPAS.com –
Jambu air adalah keseleo suatu tanaman biji pelir yang populer. Tanaman jambu air sekali lagi relatif mudah ditanam dan dibudidayakan.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Sabtu (11/6/2022), jambu air memiliki kandungan gizi yang pas kaya. Vitamin A, C, kalsium, kalium cukup janjang intern jambu air.

Meskipun populer, jambu air tercatat buah nan musiman karena semata-mata panen pada waktu tertentu belaka. Rata-rata jika Anda menyelamatkan jambu air memperalat jambangan, maka akan berbuah detik tumbuhan start semangat dua tahun.

Baca juga: 5 Biaya siluman Membuat Rumah Netral Hama

Ilustrasi jambu air, tanaman jambu air.
PIXABAY/NGOC HUY NGUYEN
Ilustrasi jambu air, tanaman jambu air.

Biasanya tinggi yang dicapai pada pohon jambu air pada usia dua musim ialah 2 setakat 3 meter.

Budidaya jambu air memiliki beberapa rintangan yang dihadapi karena akan cak semau hama dan penyakit yang akan menyerang. Maka itu sebab itu, diperlukan perawatan nan khusus dalam memastikan pertumbuhan dan kesehatan tanaman.

Hama tanaman jambu air

Beberapa hama tanaman nan kerap barangkali menuduh tanaman jambu air adalah sebagai berikut.

1. Ulat pagoda (Pagodiella hekmeyeri)

Ulat pagoda cukup berbahaya bagi pertumbuhan tanaman jambu air. Sebab, hama ini dapat takhlik daun jambu air mengalami bopengan karena dimakan hama tersebut.

Baca juga: 5 Kepentingan Kulit Jeruk di Kebun, Bintang sartan Humus hingga Usir Hama

Meskipun demikian, dampaknya tak terlalu ki akbar karena tanaman masih konstan berbuah kendatipun sahaja abnormal.

Tentang mandu menyelesaikan hama ulat pagoda adalah dengan mengumpulkan telur, pupa dan ulat kemudian dibasmi dengan cara dibakar. Cara lainnya ialah dengan menunggangi racun hama sistemik dengan menggunakan metode yang sesuai.

Ilustrasi jambu air
Shutterstock/Joko SL
Ilustrasi jambu air

2. Ulat kupu-kupu gajah

Belatung kupu-kupu gajah yaitu hama nan memiliki rangka seperti mana ulat dengan panjang kira-kira 12 cm. Ulat mago ini memiliki warna hijau kebiru-biruan.

Tekstur dari bernga ini adalah lunak dan sedikit mampu. Galibnya wereng ini akan bertelur lega selokan-tepi daun serta pupa nan menggantung daun.

Baca juga: Manfaatkan Abu Rokok bakal Mengusir Wereng pada Tanaman

Patera jambu air akan tertentang berlubang-gorong-gorong karena dimakan oleh ulat. Pada jangka waktu yang cukup panjang, daun akan mengalami kerutan, menguning dan ranah.

Tentang bilang cara untuk mengendalikannya merupakan dengan mencari telur, kepompong dan ulat mago, kemudian dibakar. Namun, sebaiknya tidak membasmi wereng ini dengan menggunakan pestisida.

3. Kutu perisai plonco

Hama ini memiliki ukuran nan cukup kecil, yaitu kisaran 3 sampai 5 mm. Corak berpunca tuma ini ialah hijau kemerah-merahan.

Pada umumnya tuma ini akan menempel di daun babak sumber akar sehingga akan menyebabkan timbulnya bercak-bercak hitam ataupun jelaga.

Baca juga: 3 Hama Penyebab Patera Tumbuhan Embalau Berkerut dan Cara Mengatasinya

Adapun keseleo satu mandu buat mengendalikannya yakni dengan menghadirkan kepik. Pada hari hujan, wereng ini akan hilang dengan sendirinya.

4. Codot

Hama ini menyerang buah jambu air. Hal ini akan menyebabkan buah terkelupas dan berjatuhan, bahkan sebatas membusuk.

Dalam jangka panjang, jika dibiarkan maka akan mewujudkan tanaman akan sedikit berbuah. Selain itu, dampak lainnya seperti penurunan produktivitas sehingga akan mengalami gagal panen.

Cara mengamankan kampret yakni dengan cara menggunakan kelambu di selingkung tanaman. Mengenai cara tak seperti membungkus buah menggunakan plastik ataupun semacamnya seyogiannya tidak dimakan codot.

Baca juga: Prinsip Memusnahkan Wereng Tungau Putih dengan Cengek dan Bawang Murni

Ilustrasi jambu air
Shutterstock/MilletStudio
Ilustrasi jambu air

5. Sakat

Wereng nan sering menyerang tumbuhan jambu air lainnya yaitu sakat. Wereng ini akan mengecap tumbuhan jambu dengan cara menurunkan kualitas buah jambu air.

Adapun prinsip mengendalikannya dengan metode sanitasi tanah, membuang kemudian membersihkannya dari tanaman jambu air.

6. Lalat biji pelir

Wereng laler tentunya akan menyerang buah. Wereng ini akan menyebabkan buah menjadi sungkap dan membusuk.

Hal ini karena lalat akan mengkontaminasi biji pelir dengan menggunakan bakterinya. Buah yang terjangkit hama ini pun akan berubah menjadi coklat setakat berkerumun.

Baca juga: 3 Situasi nan Teradat Dilakukan Seusai Pindahan kiranya Apartemen Baru Independen Wereng

Adapun cara mengendalikannya adadalah dengan membalut buah jambu air menggunakan daluang karton ataupun plastik. Hal bukan yang bisa Sira untuk adalah merenjiskan pestisida sesuai dengan anjuran.

7. Penggerek bangkai

Wereng ini biasanya menyebabkan mayit berlubang. Adapun dampak lain seperti terkelupasnya selerang jenazah dan sipulut keluar.

Cara mengatasi hama ini adalah dengan menunggangi kapas nan sudah direndamkan pada racun serangga. Ini dilakukan dengan cara di sumbatkan pada bagian lubangnya.

Hama ini harus diberantas karena dapat menyebabkan venom pada buahnya.

Dapatkan update
berita pilihan
dan
breaking news
setiap hari berbunga Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://n.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install permintaan Benang tembaga terlebih dulu di ponsel.

Source: https://www.kompas.com/homey/read/2022/06/11/160800376/7-hama-yang-sering-menyerang-tanaman-jambu-air-dan-cara-membasminya?page=all