Cara Membuat Okulasi Tanaman Buah

CARA OKULASI TANAMAN MANGGA

Penulis Kata sandang :

TAUFIK HIDAYAT, SST

Jabatan : Pengajar Pertanian Muda BPP Panton Reu Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh

Untuk menghasilkan pohon dan buah mempelam yang berkualitas, harus dipilih terbit bibit yang berkualitas pun, bibit pokok kayu mangga boleh diperoleh terbit perbanyakan generatif ( memperalat poin )  dan vegetative memperalat Okulasi, menyuntikkan dan tak-tidak

Perbanyakan generatif plong tanaman biji zakar mangga lazimnya hanya digunakan untuk mayat bawah pada proses perkalian tanaman secara vegetatif, seperti hubung pucuk/grafting dan okulasi/ tempel mata tunas. Karena jika digunakan untuk ekstrak secara sedarun sonder grafting dan okulasi, memiliki beberapa kekurangan diantaranya tahun bertelur yang cukup lama, kualitas dan kuantitas buah yang tak ekuivalen/menyimpang dengan tanaman emak biji mangga tersebut, pokok kayu tumbuh tahapan dan sebagainya.

Berbeda dengan konsentrat yang dihasilkan berusul perkalian tumbuhan secara vegetatif dimana musim berbuah lebih cepat, memiliki sifat yang seperti mana induknya dan juga kebesaran pohon bisa dibuat sesuai kerinduan.

Pada kesempatan kali ini  akan mengulas adapun perbanyakan pohon mempelam menggunakan metode vegetatif, yaitu Mandu Okulasi Pohon Buah Pauh.

Pada prinsipnya, okulasi adalah menggabungkan dua babak tanaman (radas dan jaringannya) nan masih atma sedemikian rupa, sehingga keduanya dapat menyatu menjadi satu tanaman nan utuh yang mempunyai sifat perikatan antara dua perkakas atau jaringan yang digabungkan tersebut.

Dua bagian tanaman yang disatukan pada biasanya adalah batang dasar dan batang atas. Bagian batang bawah yang memiliki perakaran dan menerima sambungan disebut dengan rootstock, understock, atau stock. Adegan atas yang digunakan bakal menyambung disebut dengan scion. Scion bisa substansial racikan mayit atas/entres (cutting) ataupun sekali lagi dapat riil mata tunas tumbuhan. Jika scion yang digunakan ialah cutting, maka disebut dengan grafting. Namun jika scion yang digunakan adalah indra penglihatan tunas, maka disebut dengan penempelan, budding, maupun okulasi.

Okulasi ini selain digunakan untuk perkalian tanaman menggunakan pati berbunga angka yang masih katai, bisa pun diterapkan pada tanaman pauh yang sudah besar.

Berikut ini tangga Cara Okulasi Tanaman Buah Mangga :

Dalam pembuatan bibit mempelam melalui okulasi ada dua bagian penting nan harus siap dalam musim bersamaan, episode nan pertama adalah kunarpa bawah yang bertugas untuk berkewajiban dalam sistem perakaran dan yang kedua adalah mata tunas untuk bakal batang atas yang didapatkan semenjak tanaman induk lakukan kemudian ditempelkan ke batang bawah.

Awalan Jenazah Asal

Batang dasar nan digunakan cak bagi okulasi adalah sari tanaman mangga yang berasal dari persemaian biji yang berusia 3-4 wulan, usahakan diameter batangnya sudah sebesar pensil atau jari dan telah memiliki papan agar kulit batangnya dapat disayat. Pati lakukan batang asal ini dapat diperoleh berpokok persemaian ponten pada polybag atau juga nan langsung ditanam pada lahan.

Anju Kunarpa ATAS/ENTRES

Pokok kayu induk nan akan diambil indra penglihatan tunasnya harus berasal terbit varietas menjuarai, produktif, segak serta terbebas bermula serangan hama dan ki aib. Karena yang digunakan adalah alat penglihatan tunas maka multiplikasi tanaman menggunakan metode okulasi ini lebih menghemat privat menggunakan entres.

ALAT-ALAT YANG DIBUTUHKAN

  • Pisau okulasi, cutter atau silet nan terpenting drastis dan steril
  • Plastik PE, Grafting tape, atau pula bisa menggunakan plastik es lilin

TAHAP PENEMPELAN

Siapkan entres yang akan diambil alat penglihatan tunasnya, memilah-milah entres yang sudah lalu muncul alat penglihatan tunasnya, netra recup biasanya berada pada ketiak patera, pangkas daunnya akan doang sisakan sedikit batang daunnya bakal melindungi tunas agar nanti saat diikat tunas  tersebut tidak patah.

Sayat batang bawah sepanjang 2-3 cm, sekitar 20 cm berasal pangkal batang, usahakan hanya kulitnya tetapi nan putus, potong kulit sayatan akan tetapi sisakan tekor kulit sayatan yang fungsinya bakal menutup tempelan nantinya.

Ambil ain  recup dengan mandu merincih entres di radiks bagian tumbuhnya tunas, (tunas tumbuh di ketiak daun).

Buang kayu yang ikut teriris, karena yang akan digunakan namun kulitnya saja, lakukan dengan diskriminatif, bagian sayatan jangan sebatas tersentuh tangan.Rapikan babak kulit mudahmudahan, mata tunas boleh menempel sempurna.Tempelkan mata semi pada batang bawah yang telah disayat sebelumnya, potong jika masih berlebih tinggi.

Ikat mata tunas menggunakan plastik PE alias grafting tape atau boleh lagi menggunakan plastik es parafin, pemberkasan dilakukan dari sumber akar ke atas, berkas bagian atasnya sebaiknya ketika hujan air tidak ikut.

Setelah berusia satu rembulan – 40 perian sejak okulasi, pangkas batang diatas tempelan mata tunas, berparak sekitar 10 cm dari mata tunas, yang berfungsi lakukan mempercepat pertumbuhan tunas. Dan lagi plastik pengikat sudah bisa dibuka.

Demikian ulasan mengenai Cara Okulasi Tanaman Biji zakar Mangga, semoga artikel ini bisa menaik wawasan dan bermanfaat bikin beliau semua selamat menyedang, terima karunia

Source: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/84874/CARA-OKULASI-TANAMAN-MANGGA/