Cara Melaksanakan Ibadah Haji Ada



Diterbitkan pada 18 Sep 2022

Siapa saja yang mengerjakan ibadah haji di Tanah Suci karuan berkeinginan menjadi haji mabrur. Salah satu kiat menjadi haji mabrur merupakan melaksanakan semua kawin haji, tiba berasal rukun, wajib, dan sunnah haji sesuai kursus syariat.

Dalam wasilah ibadah haji, jemaah mengamalkan sejumlah amalan di antaranya wukuf, mabit, thawaf, sa’i, dan amalan-amalan lainnya. Berikut ini beberapa hal yang perlu kamu ketahui dalam pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci:

1. Rukun Haji

Dalam pelaksanaan ibadah haji, jemaah harus memenuhi heksa- rukun haji agar ibadahnya resmi. Damai haji perlu dipenuhi dan tidak dapat diganti dengan amalan lain maupun dengan membayardam atau denda.

Enam rukun haji yaitu:

1. Ihram
2. Wukuf di Arafah
3. Tawaf Ifadah
4. Sa’i
5. Bercukur
6. Tertib, sesuai urutannya.

Kalau salah satu semenjak enam rukun haji itu tidak dilaksanakan, maka ibadah haji dianggap lain sah.

2. Perlu Haji

Wajib haji adalah amalan-amalan yang harus dilakukan internal rangkaian ibadah haji. Seandainya salah satu tidak dilakukan, ibadah haji seseorang patuh halal, tetapi ia harus menggantinya dengan membayar dam. Apa saja nan termasuk kerumahtanggaan wajib haji? Berikut ini lima wajib haji yang harus dilakukan jemaah haji:

1. Ihram, yakni niat berhaji berusul miqat
2. Mabit di Muzdalifah
3. Mabit di Mina
4. Melontar jamrah ula, wustha, dan aqabah
5. Thawaf wada’ (bagi yang akan meninggalkan Makkah)

3. Ritual Ibadah Haji

Puncak ibadah haji ditandai dengan wukuf di Arafah pada terlepas 9 Dzulhijjah atau biasa disebut sebagai masa Arafah. Karena termasuk berbaik haji, jemaah yang tak mengerjakan wukuf di Arafah bermakna dianggap lain mengerjakan haji. Kejadian ini sesuai dengan hadits Nabi:

Haji itu hadir di Arafah. Barangsiapa nan datang sreg lilin batik hari jam’in (10 Dzulhijjah sebelum mulai sejak subuh) maka sesungguhnya ia masih mendapatkan haji.”(HR. At-Tirmidzi dari Abdurrahman bin Ya’mar RA).

Internal buku panduan Kementerian Agama, rangkaian ibadah sebelum wukuf, ketika wukuf, hingga setelah wukuf disebut dengan formalitas haji dan dimulai pada sungkap 8 Dzulhijjah. Para jemaah tiba menjurus Arafah mulai martil 07.00 waktu Arab Saudi pada tanggal 8 Dzulhijjah, atau disebut sebagai tahun tarwiyah, dengan menaiki bus. Intern perjalanan berpangkal Makkah mendatangi Arafah, jemaah disarankan bakal senantiasa berzikir, membaca talbiyah, shalawat, maupun berdoa.

a. Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah pasca- mentari terguling dan berpisah ketika terbit fajar pada sungkap 10 Dzulhijjah. Wukuf berarti berhenti, diam sonder bergerak, dan dilakukan dalam suasana sirep. Saat wukuf, seluruh jemaah haji berkumpul di Arafah.

Selama wukuf, kegiatan nan dilakukan jemaah di antaranya mendengarkan khutbah wukuf, memperbanyak zikir, membaca Al Quran, dan menaikkan doa. Wukuf bisa dilakukan secara serempak maupun sendiri-seorang, setelah khutbah wukuf dan shalat jamak qashar taqdim Zuhur dan Ashar.

b. Mabit di Muzdalifah

Mabit artinya bermalam. Mabit di Muzdalifah atau inap di Muzdalifah dilakukan oleh jemaah haji pada tanggal 10 Dzulhijjah. Muzdalifah yaitu provinsi yang terwalak di antara Arafah dan Pises. Jemaah haji mengumpulkan batu gravel di tempat ini dan nantinya digunakan kerjakan melempar jumrah.

c. Mabit di Mina

Mabit di Mina juga terbiasa dilakukan jemaah haji. Salah satu nan dilakukan di Mina adalah melontar jamrah atau jumrah. Inap di Pises dilakukan pada tanggal 11-12 Dzulhijjah ataupun dua malam hingga 13 Dzulhijjah.

d. Melontar jumrah

Melontar jumrah hukumnya mesti. Ibadah ini dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah dan pada musim tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Melontar jumrah dilakukan dengan melontar batu kerikil ke jihat jamrah Sughra, Wustha, dan Kubra dengan niat tentang obyek jamrah (marma) dan kerikil masuk ke n domestik gaung marma. Bagi yang tidak melakukannya, mereka harus membayar dam (denda) maupun fidyah.

e. Tawaf Ifadhah

Tawaf Ifadhah dilakukan jemaah haji setelah pulang dari Mina lega terlepas 12 atau 13 Dzulhijjah ataupun setelah Wukuf di Arafah. Tawaf Ifadhah dilakukan dengan mengelilingi Kabah sebanyak tujuh mana tahu dan lain ada jam tertentu.

f. Sa’i

Sai’i ialah rukun haji sehingga teradat dilakukan oleh jemaah haji. Sa’i dilakukan dengan berjalan berasal Safa ke Marwah dan kembali lagi sebanyak tujuh kali. Perjalanan dimulai terbit Safa dan bubar di Marwah, dengan syarat dan kaidah-cara tertentu. Lega saat jemaah haji bepergian menumpu Safa, ia akan menghadap Kabah dan mengaji takbir dan tahlil. Setelah itu jemaah haji boleh bepergian condong Marwah berbarengan berzikir dan berdoa.

g. Tawaf Wada’

Tawaf Wada’ dikenal juga dengan tawaf perceraian. Tawaf ini dilakukan saat jemaah akan menghindari Makkah bikin kembali ke negaranya masing-masing.

Itulah manajemen cara ibadah haji nan penting buat ia pahami sebelum berangkat. Dengan memahami tata cara ibadah haji, kiranya ibadah haji boleh anda jalankan dengan lampias dan menjadi haji mabrur. Yuk, persiapkan diri sira kerjakan menjadi Haji Muda bersama Principal Indonesia!

Dapatkan panduan lengkap tentang rupa-rupa ibadah haji serempak ke email sira!


Dapatkan informasi haji terkini langsung ke email kamu.

Source: https://blog.principal.co.id/ini-tata-cara-ibadah-haji-yang-perlu-kamu-ketahui

Posted by: gamadelic.com