Bunyi Pasal 2 Ayat 1

ISI – Obstulen PASAL 2 UUD 1945

Apa
isi atau bunyi pasal 2 UUD 1945
? pada posting siapa ini akan kita bahas Isi ataupun bunyi pasal 2 UUD 1945, baik berlandaskan UUD 1945 sebelum perubahan (Amandemen) atau UUD 1945 pasca- perlintasan (Amandemen)




Bunyi atau Isi pasal 2 UUD 1945 sebelum perubahan (Amandemen), ada 3 merupakan
Bunyi atau Isi pasal 2 ayat (1) UUD 1945, Bunyi atau Isi pasal 2 ayat (2) UUD 1945
dan
Bunyi alias Isi pasal 2 ayat (3) UUD 1945.

Sedangan Isi / Bunyi pasal 2 UUD 1945 setelah perubahan (Amandemen), ada 3 yakni
Bunyi atau Isi pasal 2 ayat (1) UUD 1945, Bunyi maupun Isi pasal 2 ayat (2) UUD 1945
dan
Bunyi atau Isi pasal 2 ayat (3) UUD 1945.
Perbedaannya belaka plong isi atau bunyi pasal 3 ayat (1).


PASAL 2 UUD 1945 SEBELUM AMANDEMEN







Bunyi atau
Isi pasal 2 ayat (1) UUD 1945
merupakan
“Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota-anggota dewan Perwakilan Rakyat, ditambah dengan utusan-utusan semenjak daerah-kawasan dan golongan-golongan, menurut resan yang ditetapkan dengan undang-undang..”

Obstulen atau
Isi pasal 2 ayat (2) UUD 1945
adalah
“Majelis Permusyawaratan Rakyat bersidang sekurang-kurangnya sekali internal lima tahun di ibukota negara.”

Bunyi atau
Isi pasal 2 ayat (3) UUD 1945
adalah “Barang apa putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan celaan yang terbanyak.”


PASAL 2 UUD 1945 SETELAH AMANDEMEN







Bunyi alias
Isi pasal 2 ayat (1) UUD 1945
merupakan
Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Kawasan yang dipilih melalui pemilihan masyarakat dan diatur seterusnya dengan undang-undang.” (Coretan : mengalami perubahan setelah Amandemen).

Bunyi alias
Isi pasal 2 ayat (2) UUD 1945
adalah “Majelis Permusyawaratan Rakyat bersidang sedikitnya sekali n domestik panca tahun di ibu kota Negara”. (Garitan : tidak mengalami persilihan).

Obstulen atau
Isi pasal 2 ayat (3) UUD 1945: “Apa putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan suara yang terbanyak.” (Garitan : tidak mengalami perlintasan setelah Amandemen).




Demikian pembelajaran kita kali ini tentang
Isi atau obstulen pasal 2 UUD 1945, Isi atau bunyi pasal 2 ayat (1) UUD 1945, Isi alias bunyi pasal 2 ayat (2) UUD 1945,
dan
Isi atau bunyi pasal 2 ayat (3) UUD 1945.
Sambut kasih, selamat berjumpa di materi pembelajaran berikutnya.





Source: https://www.komunitasguruppkn.com/2019/05/isi-bunyi-pasal-2-uud-1945.html

Posted by: gamadelic.com