Bulan Syawal Jatuh Pada Bulan






Pers Rilis

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1442 H Ambruk puas 13 Mei 2022

Jakarta (Kemenag) — Pemerintah menargetkan 1 Syawal 1442 H/2021 M jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2022. Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat nan dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin No. 6, Jakarta, Selasa (11/5/2021).

“Sidang isbat secara buntar menetapkan 1 Syawal 1442 H runtuh pada hari Kamis, 13 Mei 2022,” ujar Menag dalam konferensi pers yang digelar usai Sidang Isbat 1 Syawal 1442 H.

Menurut Menag, sidang mengakui keputusan tersebut karena dua kejadian. “Purwa, kita telah mendengar paparan Tim Unifikasi Penanggalan Hijriyah Kemenag yang menyatakan tingkatan hilal di seluruh Indonesia di bawah horizon, yakni berkisar dari abnormal 5,6 sebatas dengan sonder 4,4 derajat,” kata Menag.

Dengan posisi demikian, maka secara astronomis maupun hisab, hilal enggak dimungkinkan untuk dilihat. Hal ini selanjutnya terkonfirmasi oleh pernyataan para perukyah yang diturunkan Kemenag.

Pada tahun ini, rukyah dilaksanakan Kemenag pada 88 titik di Indonesia. “Kita mendengar laporan dari bilang perukyah hilal bekerja di bawah sumpah, start berusul provinsi Aceh hingga Papua. Di 88 titik tersebut, tidak terserah satu juga perukyah dapat mengintai hilal,” ujar Menag yang didampingi Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Wakil Ketua Komisi VIII DPR TB Ace Hasan Syadzili, Ketua MUI KH Abdullah Jaidi, dan Dirjen Kemenag Bimas Islam Kamaruddin Amin.

Karena dua alasan tersebut, Sidang Isbat menyepakati untuk mengistikmalkan (menyempurnakan) bulan Ramadan menjadi 30 hari sehingga tanggal 1 Syawal 1442 H jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2022.

“Jadi, Rabu besok umat Islam di Indonesia masih akan menjalani ibadah puasa Ramadan, seterusnya malam Kamis akan takbiran menyambut Idulfitri,” jelas Menag.

“Karena masih endemi, saya tidak bosan-bosan bikin mengingatkan bakal teguh mematuhi protokol kesehatan,” lanjutnya.

Sidang Isbat Awal Syawal 1442 H ini digelar secara daring dan luring dengan menerapkan protokol kesehatan. Hadir secara fisik n domestik Sidang Isbat Sediakala Syawal 1442 H/2021M Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Ketua muda Komisi VIII TB Ace Hadan Syadzili, Pejabat MUI KH Abdullah Jaidi, serta Direktur Jenderal Bimbingan Mahajana Islam Kamaruddin Amin. Tampak hadir pula beberapa badal Duta besar negara sahabat.

Sementara para pimpinan ormas, pakar astronomi, Bodi Peradilan Agama, serta para pejabat Eselon I dan II Departemen Agama lainnya mengikuti jalannya sidang isbat melalui media konferensi video.

Sebelumnya, ahli astronomi dari Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kementrian Agama Cecep Nurwendaya menegaskan bahwa enggak terserah pustaka empirik visibilitas (ketampakan) hilal awal Syawal 1442 H dapat teramati di seluruh negeri Indonesia puas periode Selasa, 11 Mei 2022.

Hal ini disampaikan Cecep saat memaparkan data posisi hilal menjelang awal rembulan Syawal 1442 H/2020 M sreg Sidang Isbat Awal Syawal 1442 H, di Jakarta. “Semua wilayah Indonesia memiliki ketinggian hilal negatif antara sonder 5,6 hingga dengan abnormal 4,4 derajat. Hilal tergenang terlebih lalu dibanding matahari,” terang Cecep.

Humas


Source: https://kemenag.go.id/read/pemerintah-tetapkan-1-syawal-1442-h-jatuh-pada-13-mei-2021-egqda

Posted by: gamadelic.com