Budidaya Tanaman Buah Di Pot

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta—Tanam buah kerumahtanggaan pot biasanya disebut dengan tabulampot. Privat bumi akademis, tabulampot adalah teknologi budidaya tanaman dengan memanfaatkan ruang terbatas kerjakan mengebumikan tanaman produktif (salah satuanya tanaman biji zakar) intern pot.

Menurut penjelasan Penyuluh Pertanian Provinsi Banten, Suyanto, teknologi tabulampot ini sudah lalu lama dikembangkan, terutama kamu masyarakat perkotaan nan lahannya sempit. “Ini juga merupakan salah satu pendukung program pemerintah dalam memaksimlakan pekarangan menjadi lahan yang makin produktif,” ungkapnya.

Teknik mengetanahkan tabulampot ini mempunyai beberapa keuntungan, yakni boleh dipindahkan potnya sesuai selera, irit pengusahaan rabuk, dapat bagaikan tanaman rias, dan hasilnya dapat dimakan. Kekurangannya adalah jadinya tak banyak karena tumbuhnya terbatas hanya sampai jambang saja. Jadi jangan merindukan balasannya seperti yang ditanam di lahan terbuka.

Untuk mengembangkan tambulampot, ada beberapa hal terdepan yanag harus diperhatikan. Bibit biji kemaluan nan sehat, kendaraan tanam, dan cara perawatannya. “Kalau ini dperihataikan, tentu tanaman akan dapat bersemi dengan baik,” jelas Suyanto.

Media tanam yang digunakan untuk melakukan kegiatan tabulampot merupakan tanah. Persil yang digunakan adalah tanah yang sudah dicampur dengan bahan organik nan tinggi, yakni dicampur dengan bunga tanah/pupuk kandang dan sekam padi (2:1:1). “Nan jelas media tanam ini harus memiliki drainase dan aeresi yang baik, sehingga katek disiram, airnya tidak tergenang, melainkan terserap dengan baik,” terang Suyanto.

Bibit. Biasanya kerjakan tanaman buah nan dibudidayakan di dalam pot, yang digunakan adalah bibit yang berasal dari perbanaykan vegetatif melintasi cangkokan. Hal ini karena akarnya lewat sekata untuk ditanam di dalam pot. Suyanto mengatakan walaupun cangkokan, konsentrat yang dipilih haraus berasala dari pohon yang sehat dan macam unggul. Karena gemuk mempunyai daya tahan yang baik terhadap penyakit dan lingkungan. “Jika memperalat esensi dari tanaman sehat dan unggul, akan merecup seperti apa nan diharapkan,” ungkapnya.

Pemeliharaan, ini adalah kegiatan yang harus diperhatikan karena kalau perawatannya tepat akan dapat tumbuh subur. Perawatan yang paling signifikan dan harus rutin dikerjakan adalah pendirusan, pemanagkasan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit serta menjaganya mulai sejak kehancuran hewan-binatang nan selalu berkeliaran bebas (ayam, itik, meong, dan embek).

Penyirama harus dilakukan saban hari karena suratan air yang adv minim hanya selingkung botol semata-mata. “Untuk musim kering, disiram 2 kali sehari (pagi dan tunggang), sedangkan di musim hujan abu, haya sehari sekali,” jelas Suyanto.

Pemangkasan dilakukan setlah berbuah, yang tujuannya hendaknya bentuk tanaman tidak berubah dan rapi. Untuk mencapai hasil maksimal mudah-mudahan pemangkasan purwa dilakukan puas bagian batang gerendel hingga mencapai 70-100 cm. Pecah pemangkasan tersebut unjuk mayit primer hingga panjang 50-75 cm.

Pemupukan dilakukan 2 mungkin dalam sebulan, dengan dosisnya ialah Pupuk NPK sebanyak 30 gram per tiap pot dan tambahkan serabut kandang sebanyak 2 kuningan susu mudah-mudahan zarah hara pada alat angkut tanam setia sebanding.

Penanggulanagan hama dan penyakit. Biasanya hama yang sering menyerang pada tanaman biji kemaluan adalah tungau, laler buah, ulat mago dan binatang penggerek. Cara penanggulangannya dapat diambil satu-suatu, belaka kalau banyak, sepatutnya disemporot dengan menggunakan insektisida. Dengana catatan harus sesuai dengan dosis yang diperlukan.

Source: https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/horti/12874-Cara-Menanam-Buah-di-Dalam-Pot