Buah Guluk Tanaman Kumis Kucing



Image

Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus): Si Cakap Berjuta Keistimewaan

22 Feb 2022  |   Artikel   |   7834 views

Kumis kucing adalah tanaman hias yang banyak ditemukan di pekarangan apartemen. Disebut sungut kucing karena kumpulan utas sari bunganya tataran dan menjulur dari dua sebelah yang berbeda sehingga mirip dengan kumis kucing.. Beberapa nama area yang digunakan untuk menyapa kumis meong diantaranya remujung (Jawa), songkot koceng (madura), sungut ucing (Sunda) kumis kucing (Melayu setakat Sumatra).

Kumis meong tercatat tanaman terna berbatang basah, bertunas tegak, pada bagian sumber akar berakar dibagian kunci-bukunya dan tingginya bisa mencapai 2 meter. Mayit berbentuk segi empat maupun beralur berbulu pendek alias gundul. Daun kumis kucing yaitu daun distingtif, tepi daun bergerigi dan berbulu halus, ujungnya menajam. Bunga tersusun dalam lembaga tandan dalam total banyak, berwarna putih keunguan (Dalimartha, 2022 dalam Anonim, tth).

Bogoriense (2014) privat Anonim (tth), taksonomi berengos kucing adalah ibarat berikut :
Kingdom : Plantae
Divisi   : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Inferior : Dicotyledoneae
Ordo   : Lamiales
Famili : Lamiaceae
Genus : Orthosiphon
Spesies : Orthosiphon aristatus (Blume) Miq.

Tanaman berengos kucing selama ini banyak dimanfaatkan perumpamaan obat herbal buat individu, diantaranya untuk memulihkan infeksi saluran kemih, mengobati asam otot, menaruh tekanan darah, mengatasi rematik, memangkalkan takdir gula darah, menyehatkan jantung, mengatasi penyakit menstruasi, mengobati gangguan ginjal, meredakan batuk, memulihkan gusi bengkak dan masih banyak lagi. Bagian tanaman nan sering digunakan sebagai obat terutama ialah daunnya baik yang segat maupun yang sudah lalu dikeringkan. Herba kumis kucing rasanya manis cacat pahit.


Kumis kucing sebagai pestisida nabati boleh digunakan bagi mengendalikan hama hama coklat sreg pohon padi. Pada konsentrasi 40% kematian wereng coklat sebesar 92.5%. Hal tersebut karena kandungan sinensetin nan merupakan turunan flavonoid yang berkepribadian racun perut bagi nimfa wereng coklat. Sinensetin boleh memangkalkan tarikan permukaan pada dinding sel nimfa wereng coklat nan bisa menyebabkan kematian (Ningsih, NF dkk, 2022)


Alat pencernaan fusi metabolit dalam tumbuhan kumis kucing yaitu petro atsiri, polifenol, alkaloid, saponin, flavonoid dan sinensetin. Flavonoid yaitu golongan terbesar bermula senyawa fenol yang berkarya sebagai anti serangga (Robinson, 1995 dalam Ningsih, NF dkk, 2022), yang bertindak sebagai racun perut dan penghambat makan seranggga dengan cara mengganggu reseptor makan serangga sehingga insek tidak kreatif mengenali makanannya (Yunita dkk, 2009 n domestik Ningsih, NF dkk, 2022), menghambat pertumbuhan virus, basil dan rabuk dan sebagai antioksidan (Khunaifi, 2010 dalam Anonim, tth). Kandungan saponin pada kumis kucing yang memiliki rasa ki getir dan tajam dapat menyebabkan iritasi tembolok bila dimakan maka itu nimfa wereng coklat ( Ningsih, NF., dkk, 2022), menyebabkan lisis bakteri dengan cara mengganggu stabilitas membran sel bibit penyakit (Ganiswara, 1995 dalam Anonim, tth). Kandungan terpenoid berupa petro atsiri digunakan pohon laksana penangkal serangga dan serangan bakteri dengan cara mengganggu proses terbentuknya membran atau dinding kamp bakteri. Padahal peranakan alkaloid pada tumbuhan kumis kucing berkarakter antibakteri.


Tentang cara membuat pestisida nabati dari daun sungut kucing yaitu daun kumis kucing dicuci dan dikeringanginkan. Setelah itu patera ditumbuk sampai menjadi debu. Selanjutnya dimaserasi dengan larutan etanol 96% dengan nisbah pertama duli daun kumis kucing : etanol adalah 1 : 3, perendaman kedua dan ketiga 1 : 2 masing-masing selama 24 jam. Hasil maserasi disaring dengan perca sehingga dihasilkan filtrat etanol daun kumis kucing dan selanjutnya diuapkan dengan rotary vacum evaporator (Ningsih, NF., dkk, 2022).

Daftar bacaan

Anonim, tth, Ki II. Tinjauan Pustaka, http://repository.usu.ac.id /bitstream/ 123456789/52646/4/Chapter II.pdf, diakses pada tanggal 18 Februari 2022
Ningsih, N.F., 2022, Pengaturan Ekstrak Daun Kumis Meong (Orthosiphon aristatus) Terhadap Mortalitas Hama Wereng Coklat (Nilaparvata lugens), LenteraBio Vol 5 No 1, http://repository.usu.ac.id /bitstream/ 123456789/52646/4/Chapter II.pdf, diakses lega tanggal 18 Februari 2022











Author By : Hanik Sulistyawati, SP. – Kumis Meong (Orthosiphon aristatus): Si Cantik Berjuta Manfaat – 22 Feb 2022















Source: http://disbun.jatimprov.go.id/web/baca/kumis-kucing-orthosiphon-aristatus-si-cantik-berjuta-manfaat.html