Bolehkah Wanita Haid Berziarah Kubur

Tanya:

Bolehkah seorang wanita nan sedang haid mengamalkan ziarah kubur? Mohon jelaskan hukumnya.

Jawaban:

Ziarah kubur bagi kaum lanang disepakati kesunnahannya. Adapun ziarah kubur bakal wanita, maka para ulama farik pendapat tentangnya.

Pendapat pertama mengatakan bahwa ziarah kubur disyariatkan cak bagi wanita sebagaimana kabilah laki-laki, karena keumuman perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (ini yakni pendapat mayoritas pengikut Mazhab Hanafiyyah dan lainnya). Beliau
shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَزُوْرُوْهَا

“Tinggal aku melarang kalian menyekar kubur, maka sekarang lakukanlah ziarah kubur.”
(HR. Mukminat: 1406)

Pendapat kedua mengatakan bahwa ziarah kubur untuk wanita yakni makruh, karena dalil-dalil nan ada nada-nadanya kontradiktif (saling bertentangan –ed), sehingga untuk menggabungkannya maka dikatakan makruh (ini adalah pendapat yang diriwayatkan berusul Imam Ahmad).

Pendapat ketiga mengatakan bahwa ziarah kubur liar bagi wanita (ini adalah pendapat sebagaian pengikut Mazhab Malikiyyah dan lainnya). Pendapat ini didasari maka dari itu kutuk Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam
untuk wanita yang berziarah kubur. Dalam sebuah hadits disebutkan:

لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ  زَائِرَاتِ الْقُبُوْرِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang berziarah kubur.”
(HR. al-Juri: 1/374)

Pendapat terkuat adalah pendapat pertama, yaitu wanita disyariatkan menjenguk kubur sebagaimana keumuman perintah Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam
internal hadits riwayat Muslim di atas. Hal ini dikuatkan oleh:

– Di antara tujuan ziarah kubur adalah untuk melunakkan hati, dan ini dibutuhkan maka itu kaum suami-laki dan perempuan.

– Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam
perantaraan mengizinkan Aisyah menziarahi makam saudaranya, Abdurrahman kedelai Abi Bakar.

– Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam
tidak mengingkari koteng wanita yang duduk di samping kubur dalam peristiwa bersedih (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Adapun hadits adapun laknat Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka hadits tersebut berderajat lemah sehingga bukan bisa dijadikan misal hujjah (argumentasi) untuk melarang wanita berbuat ziarah kubur. Hadits tersebut lemah karena kerumahtanggaan sanadnya terdapat Badzam Abu Shalih, yang menurut kebanyakan pakar hadits ialah surya ruai.

Manah:

Akan tetapi, wanita disyariatkan berziarah kubur dengan syarat lain boleh cak acap-pelalah melakukannya, karena terwalak hadits shahih yang menunjukkan larangan wanita terlalu demap menjenguk kubur. Abu Hurairah berkata,

لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ زَوَّارَاتِ الْقُبُوْرِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutuk wanita yang caruk menyekar kubur.”
(HR. at-Tirmidzi: 1056, Anak lelaki Majah: 1576, dan dinilai hasan makanya al-Albani dalam
Irwa’ al-Ghalil
: 762)

Konklusi:

Hukum wanita berziarah kubur diperselisihkan oleh para ulama, dan nan lebih kuat adalah yang menyatakan bahwa ziarah kubur bagi wanita yaitu disyariatkan, tetapi tidak bisa sering. Adapun wanita nan medium haid, maka sira tidak terhalangi cak bagi berziarah kubur, karena kerumahtanggaan berziarah kubur, seseorang tidak disyariatkan berada n domestik keadaan kudrati berbunga hadats kecil maupun samudra.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Serbuk Ibrohim Muhammad Ali pada Majalah Al-Furqon, edisi 11, masa ke-8, 1430 H/2009 M.
(Dengan beberapa pengubahan tata bahasa dan aksara makanya sidang pengarang www.konsultasisyariah.com)

🔍 Wirid Ketika Bayi Lahir, Fiqih Qurban Pdf, Insya Allah Atau Insha Yang mahakuasa, Posisi Imam Dan Makmum N domestik Shalat Berjamaah, Mimpi Ulat Bulu Banyak, Kenapa Asmaul Husna Berjumlah 99

Flashdisk Video Cara Shalat dan Bacaan Shalat

KLIK GAMBAR Bakal MEMBELI FLASHDISK VIDEO Kaidah SHOLAT, Ataupun HUBUNGI: +62813 26 3333 28

Source: https://konsultasisyariah.com/1741-bolehkah-wanita-haid-pergi-ziarah-kubur.html

Posted by: gamadelic.com