Banjarmasin (ANTARA) – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor memimpin sedarun reboisasi puluhan jenis pohon buah yang telah langka keberadaannya di area Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia (TH2TI) di Kota Banjarbaru.

“Ada 300 konsentrat berpunca puluhan jenis pokok kayu buah yang sudah langka keberadaannya di provinsi ini ditanam pada kegiatan penanaman nan dipimpin langsung gubernur,” tutur Pejabat Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Fathimatuzzahra di Banjarmasin, Senin.

Menurut dia, kegiatan penanaman tumbuhan di daerah TH2TI di wilayah perkantoran Gubernur Kalsel di Kota Banjarbaru tersebut ikut aliansi peringatan Hari Lingkungan Atma Sedunia tahun 2022.

Selain itu, kata dia, kegiatan ini misal hidup Persuasi Revolusi Hijau yang digagas Gubernur Kalsel Sahbirin Noor sejak lama bertujuan memperbaiki kondisi paru-paru dunia nan mulai mengalami kebinasaan.

Fathimatuzzahra pun mengungkapkan bibit-bibit pohon buah yang sudah langka ditanam di negeri seputar 1 hektare tersebut, di antaranya jenis ginalun, limpasu, lempaung, papisangan, manggis alas.

Lebih jauh spesies puyian, silulung, kungkus, ramania, babuku, bintarung, bundu, kapul kupu-kupu, landur, aleman, tampang tetek, paya-rawa, keliwin.

Cak semau juga tumbuhan variasi tangalin, luwi, kumanjing, bumbunau, rambai gunung, tandui, lahung, puntit, bacaurea bangka, maritam dan bangkinang.

Dikatakan engkau, dipilihnya tanaman pohon biji zakar langka begitu juga arahan dan keinginan gubernur sebagai awal pembangunan kebun sperma buah langka Kalimantan, khususnya di Kota Banjarbaru.

“Sebagai halnya arahan bapak gubernur, pembangunan ladang benih buah sulit ini akan menjadi riuk satu Areal Sumber Daya Genetik (ASDG) di Kalimantan Kidul. Ini salah suatu upaya kita mempertahankan kemajemukan hayati, khususnya biji pelir susah, hingga pada tingkat genetik,” ucap Fathimatuzzahra.

Beliau menjelaskan, kebun semen ini akan menjadi laboratorium hidup pohon buah langka Kalimantan, umpama ancangan jangka panjang variabilitas hayati.

Selain itu, pembangunan kebun benih di areal TH2TI ini menjadi keseleo suatu kerja nyata pecah Gerakan Revolusi Mentah (Revjo) Kalsel, suatu gerakan yang bertujuan memprakarsai seluruh onderdil rakyat di Kalsel, bikin peduli lingkungan melalui penanaman tumbuhan.

Lebih-lebih, kata beliau, konsep persebaran hijau Kalsel ini telah didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.