Bhineka Tunggal Ika Bagi Bangsa Indonesia Merupakan

JAKARTA- Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri berusul dua kata dari Sanskerta: panca berjasa lima dan sila bermanfaat prinsip atau asas. Pancasila yakni rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Lima kunci terdepan produsen Pancasila ialah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan nan bebas dan maju, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin maka dari itu hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/kantor cabang, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tersurat puas paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan)Undang-undang Sumber akar 1945.

Kendatipun terjadi perubahan kandungan dan gosokan lima sila Pancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap selama waktu perumusan Pancasila sreg musim 1945, copot 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. Memperingati hari lahirnya Pancasila, Badan Kewarganegaraan Penanggulangan Bencana mengadakan diskusi kewarganegaraan dengan tema Penanggulangan Gangguan berlandaskan Pancasila buat memperkokoh Negara keekaan Republik Indonesia pada Jumat (2/6/2017) di Graha BNPB, Jakarta Timur.

Kerumahtanggaan sambutannya, Sekretaris Penting BNPB, Dody Ruswandi mengatakan, “Pancasila tidak sahaja sebuah falsafah dan pandangan hidup bangsa, tetapi pun perkakas pemersatu nasion. Tugas dan barang bawaan jawab bersama sebagai penerus nasion yang mewarisi buah bantahan para pahlawan dan pendahulu kerjakan terus merajut persatuan dalam kebhinekaan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia, memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Khusus Ika.

Bhineka Eksklusif Ika boleh kembali dimakna bahwa kendatipun bangsa dan negara Indonesia terdiri atas beraneka ragam tungkai bangsa yang memiliki kebudayaan dan kebiasaan-istiadat yang heterogen serta beraneka ragam kepulauan wilayah negara Indonesia namun keseluruhannya itu merupakan satu persatuan adalah bangsa dan negara Indonesia. Diversitas tersebut bukanlah merupakan perbedaan yang antagonistis namun justru kebinekaan itu bersatu dalam suatu sintesa yang sreg gilirannya justru memperkaya sifat dan makna persatuan bangsa dan negara Indonesia.

Bagi bangsa Indonesia semboyan Bhineka Khusus Ika merupakan dasar untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Perwujudan semboyan Bhineka Tunggal Ika n domestik usia sehari-hari dilakukan dengan cara hayat ubah menghargai antara masyarakat yang suatu dengan yang lainnya sonder memandang tungkai bangsa, agama, bahasa, tradisi, warna kulit dan lain-lain. Seperti di ketahui Indonesia merupakan negara gugusan pulau yang terdiri semenjak beribu-ribu pulau dimana setiap provinsi memiliki adat istiadat, bahasa, aturan, sifat dan lain-tidak yang farik antara yang satu dengan yang lainnya tanpa adanya kesadaran sikap bakal menjaga Bhineka solo Ika pastinya akan terjadi berjenis-jenis kekacauan di dalam jiwa berbangsa dan bernegara.

Dalam penanggulangan bencana kita memerlukan kerjasama dengan banyak pihak dengan semboyan Bhineka Khas Ika kita harus membuang jauh-jauh sikap menggarisbawahi dirinya sendiri ataupun daerahnya koteng minus perduli kemustajaban bersama. Bila situasi tersebut terjadi pastinya negara kita ini akan terpecah belah. Oleh sebab itu marilah kita ajar bhineka tunggal ika dengan sebaik-baiknya agar persatuan bangsa dan negara Indonesia konstan terjaga dan penanggulangan gangguan berjalan efektif,” kata Dody.

Sedangkan Sukendra Martha narasumber berpangkal Lemhanas intern paparannya, mengatakan, “wilayah negara kesatuan republik Indonesia mempunyai kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana, baik yang disebabkan oleh faktor duaja, faktor non alam ataupun faktor manusia yang menyebabkan timbulnya korban umur anak adam, fasad lingkungan, kerugian khazanah, dan dampak serebral yang dalam hal tertentu bisa membendung pembangunan nasional. Indonesia sebagai Negara dengan resiko dan dampak bencana alam tertinggi di dunia menurut United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UNISDR).

Pancasila harus dijadikan guri intern setiap aktivitas penanggulangan bencana. Sadar adapun wilayah geografis, kita harus siap siaga akan timbulnya gangguan, mampu mengantisipasi, dan melakukan mitigasi/ mengurangi resiko provokasi yang timbul. Dapat dibayangkan apabila bukan ada penanggulangan, seberapa besar sasaran dan kehancuran yang terakumulasi. Penangulangan gangguan ke plural kawasan yang terkena dampak yaitu wujud pengikat NKRI.

Pemerintah boleh mengajak umum n domestik sosialisasi akan halnya bencana dan gotong royong dan kerja-bakti begitu juga bersihkan riol/ saluran tali air, bersihkan sampah yang akan membentuk saluran air mampet, memulangi pohon yang terlalu tua/ besar, dan menanam tumbuhan untuk perlindungan mileu sepatutnya warga nyaman. Makna gotong royong misal silaturahmi, menjauhkan konflik individu, terjalin kebersamaan, dan kegembiraan bersama. Gotong royong adalah wujud pencegahan bencana”, kata Sukendra.






Source: https://bpbd.bogorkab.go.id/penanggulangan-bencana-berlandaskan-pancasila/