Bertanaman Buah-buahan Di Pekarangan

Di masa pandemi Covid 19, Bapak Menteri Pertanian RI, Syahrul  Yasin Limpo (SYL) mengajak umum Indonesia agar memanfaatkan pekarangan untuk ketegaran rimba. Caranya, pekarangan dikelola dengan ditanami agar menghasilkan pangan lakukan menunaikan janji pangan dan gizi batih serta meningkatkan pendapatan anak bini. Pekarangan merupakan sebidang lahan yang mampu di sekeliling rumah dengan status perebutan pribadi dan n kepunyaan perenggan-batas yang jelas.

Katagori Pekarangan

Pekarangan bisa dibagi dalam 4 (empat) kategori yaitu: (1) pekarangan sempit, mempunyai luas tekor dari 120 m²; (2) pelataran madya, luasnya 120 – 400 m²; (3) pekarangan luas berukuran 400 – 1.000 m²; dan (4) pekarangan sangat luas (bertambah berbunga 1.000 m²).

Penataan Pekarangan

Penataan pekarangan untuk tanaman berdasarkan katagori pekarangan. Untuk  pekarangan sempit (luas kurang dari 120 m²), dapat ditata dengan sistemverticulture  yaitu: (1) Tanaman pada halaman ditata dalam 3 ukuran secara vertikal (disusun keatas) agar menabok banyak pokok kayu sehingga hasil panen persatuan luas dapat lebih banyak malah boleh berpulun-pulun; (2) Pohon pada bak-laksana tanaman yang diatur bertangga (cascade planting); (3) Berladang kerumahtanggaan pot-pot sampir yang mengisi semua ruangan, tanaman yang tidak resistan panas ditempatkan putaran bawah dan tanaman suka seronok ditempatkan di adegan atas.

Pelataran dimensi semenjana (120 – 400 m²) dan pekarangan luas (400 – 1.000 m²) penataan tumbuhan plong pekarangan depan dapat ditanami dengan pohon buah. Halaman samping (kiri dan kanan) serta belakang digunakan buat tanaman sayuran.

Tanaman di Pelataran

Tanaman di pekarangan perlu diperhatikan sifat fisik bermula tumbuhan (tinggi/terbatas), karena untuk mengatur seri matahari, kelembaban serta keindahan.  Diversifikasi tumbuhan yang ditanam perlu disesuaikan dengan rasa/selera kita serta makanan gizinya. Petak pelataran sebelum ditanami sebaiknya dipagar adv amat dengan tanaman yang dapat menghasilkan agar sayuran seyogiannya tidak dirusak oleh satwa/ternak.

Pada masa taun Covid 19, pohon di halaman dipilih yang banyak mengandung nutrisi A, B dan C serta mengandung protein dan mineral untuk meningkatkan kekebalan, berumur sumir, mudah bersemi dan mudah pemeliharaannya.  Buat biji zakar-buahan pilihlah tanaman yang cepat menghasilkan dan berpotensi hasil yang tataran, sehingga cukup bagi menunaikan janji kebutuhan konsumsi keluarga, bisa pula dijual guna menambah pendapatan keluarga. Macam sayuran nan cepat penuaian, antara lain: bancet berumur 21 hari, bayam berumur 21 hari, selada berumur 30 hari, calsim berumur 40 hari, sawi kudrati berumur 40 musim, lobak berusia 24-60 tahun, kacang polong berumur 60 hari, dan tomat berumur 60 hari.

Budidaya Organik

Mau barang buah dan sayuran sehat, untuk budidaya secara organik, ialah proses produksi biji zakar dan sayuran dengan menggunakan bahan-korban alami dan menghindari atau mewatasi penggunaan mangsa ilmu pisah/sintetis lakukan kawul, racun hama, herbisida, zat pengatur merecup dan aditif pakan. Proses budidaya biji kemaluan dan sayuran secara organik tiba berpunca penggarapan kapling, pemilihan serta perlakuan benih, penghijauan sperma, setakat perawatan pohon (antara enggak: perabukan, penyiangan, serta pengendalian wereng dan penyakit).

Budidaya buah dan sayuran dinasihatkan secara organik terserah beberapa alasan, yaitu pemakaian pupuk kimia jebah dapat mencemari hasil produksi biji pelir dan sayuran dan suntuk berbahaya dikonsumsi oleh manusia, antara lain: 1) Zat timbal berbahaya lega anak, karena dapat destruktif inisiator dan kerusakan ginal; 2) Zat merkuri dan siklidiena dapat menyebabkan kebinasaan buah pinggang parah; 3) Organofosfat dan karmabat boleh menyebabkan bujukan saraf otot; dan 4) Pelarut yang mengandung klorin mengganggu lega hati dan buah punggung serta penurunan sistem syaraf anak kunci dan jelas tingkat penyebab kematian tinggi.

Sedangkan pemakaian racun hama kimia yang berlebihan pada budidaya biji pelir dan sayuran akan berdampak residu (endapan) lega produk buah dan sayuran dan boleh juga polusi pada air tanah. Jika buah dan sayuran tersebut dimakan dan air tanahnya diminum, maka badan kita akan intoksikasi dan lama kelamaan akan terjadi pengurukan internal fisik kita nan lebih jauh akan berakibat keluih masalah berbahaya, antara tak: diabetes, kanker, autisme dan gangguan perkembangan anak lainnya, adipositas, penyakit Parkinson, kemandulan; dan orok lahir cacat.

Uraian di atas, semoga bermanfaat bikin menggerakan masyarakat ikutikutan pekarangan dengan tanaman buah dan sayuran yang bugar dan nutrisi untuk meningkatkan kekebalan pada waktu pandemi Covid 19 ini.

(Juru tulis: Susilo Astuti H. – Penyuluh Persawahan Pusluhtan).

Daftar Teks:

  1. Syahrul Yasin Limpo. Gerakan Ketahanan Wana Nasional “Pangan dari Pekarangan”. Kementerian Pertanian. 2022.
  2. Pekarangan Perigi Vitamin Keluarga. Tablod panah Tani.
  3. Prospek Pertanian Organik di Indonesia. Awak Pengkhususan dan Peluasan Pertanian. 2002.
  4. Sayuran Organik. Direktorat Jenderal Hortikultura, Departemen Pertanian. 2008.
  5. Bertanam Sayur Organik. Cimanggis-Depok, Jawa Barat. 2009.

Source: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/93029/TANAM-BUAH-DAN-SAYURAN-DI-PEKARANGAN-UNTUK-GIZI-KELUARGA–DI-MASA-PANDEMI-COVID-19/