Berita Tentang Bencana Alam Banjir

untitled

Krjogja.com –
SUKOHARJO – Jawatan Pertanian dan Perikanan Sukoharjo siapkan bantuan bibit padi lakukan petani terdampak bencana pan-ji-panji. Ketersediaan dilakukan sesudah-sudahnya demi membantu terwujudnya ketahanan rimba dan terpenuhinya stok beras nasional. Bantuan juga disiapkan terkait bibit ikan bagi penanam iwak yang dihinggapi banjir.

Kepala Jawatan Perkebunan dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno, Rabu (30/11/2022) mengatakan, Pemkab Sukoharjo tetap berkomitmen membantu petani sekaligus memenuhi kebutuhan jenggala nasional dengan menyiagakan bantuan bibit padi tercalit gaham petaka seperti banjir dan tanah longsor. Bantuan bibit padi disiapkan sebagai jaminan kepada petani agar terus menguburkan padi dan tidak teristiadat khawatir apabila terkena petaka.

“Pemkab Sukoharjo siap menyediakan bantuan bibit antah kepada peladang terdampak petaka. Kesiapan dilakukan menyusul kilauan ekstrem gegares hujan abu lebat nan berbuntut rawan banjir dan lahan longsor,” ujarnya.

Dinas Perkebunan dan Perikanan Sukoharjo sudah terban memantau beberapa kawasan terdampak banjir seperti di Kecamatan Tawangsari, Weru, Grogol dan Mojolaban. Hasilnya ditemukan beberapa lokasi sawah terendam banjir. Sahaja demikian kondisi tanaman padi masih dapat bertunas dan tidak hingga mengalami kerusakan parah.

“Sebagai halnya di wilayah Kecamatan Weru beberapa perian lalu banjir mengairi sawah. Kondisi tumbuhan pari masih baik dan bertaruk. Enggak sampai rusak parah dan sekadar sumbat sulam saja. Artinya dilakukan penanganan ulang hanya bilang sari hanya dan itu sudah lalu kami tolong juga,” lanjutnya.

Banjir yang sudah terjadi dikatakan Bagas juga tidak setakat lebih berusul seminggu. Air yang menggenang tumbuhan gabah taajul surut dalam satu atau dua hari cuma. Keadaan ini berdampak pada keberlangsungan tanaman padi masih bisa tumbuh dan tidak sampai sunyi.

Biro Pertanian dan Perikanan Sukoharjo sudah menurunkan penyuluh pertanaman untuk menerimakan pendampingan kepada petani. Situasi ini dilakukan mudah-mudahan tumbuhan antah tetap bisa tumbuh hingga panen. Dengan demikian maka menjadi uang kancing ketegaran hutan negeri dan nasional.

“Spesial di provinsi yang menerapkan IP400 atau catur kali tanam padi empat barangkali panen antah kami pantau membedabedakan karena menjadi harapan pemerintah pusat menambah stok rimba,” lanjutnya.

Bagas memastikan perkembangan kondisi tanaman padi sampai sekarang masih konvensional. Belum ada temuan peristiwa gagal panen akibat ofensif hama dan bencana standard. “Seyogiannya sampai akhirusanah 2022 nanti cak semau kenaikan surplus beras lebih tinggi dibanding tahun 2022 lalu,” lanjutnya.

Bagas menambahkan, Biro Pertanian dan Perikanan Sukoharjo mengantisipasi dampak buruk yang terjadi di sektor pertanian dan perikanan dampak berpangkal cuaca mencolok. Hal tersebut dilakukan demi menjaga ketahanan alas bersumber berpunca hasil panen pertanian dan perikanan. (Mam)

Source: https://www.krjogja.com/berita-lokal/read/483117/petani-terdampak-bencana-alam-bakal-dapat-bantuan-bibit-padi

Posted by: gamadelic.com