Bercak Daun Dan Busuk Buah Pada Tanaman Tomat Dan Cabe

Selain hama, komplikasi tomat merupakan hal nan belalah dijumpai dalam budidaya tomat. Problem tomat sering muncul karena terbatas terawatnya mileu selingkung. Misalnya sebagai halnya gulma yang bukan afiliasi dibersihkan dan banyaknya lopak air yang dibiarkan begitu namun. Kedua keadaan tersebut adalah sumber penting datangnya penyakit puas tomat.

Setiap tanaman pastilah rentan terhadap heterogen keberagaman penyakit, sama dengan halnya pohon tomat. Berikut ini adalah berapa spesies jenis penyakit tomat yang rata-rata menyerang tanaman tomat, diantaranya sebagai berikut:

Penyakit Tomat Yang Disebabkan Maka dari itu Kawul:

Kebobrokan Layu Fusarium

Infeksi yang terjadi pada penyakit tomat ini menyerang pada jaringan pembuluh melangkahi akar tunjang. Puas jaringan xylem yang terserang infeksi akan berubah corak menjadi coklat dan gempuran ini merambat dengan cepat. Peredaran air ke daun terhambat sehingga daun menguning dan layu. Cendawan membuat polipeptida (likomarasmin) yang menyebabkan gangguan pada permeabilitas membran plasma, sehingga distribusi air berpangkal akar setakat daun akan terhalang.

Gejala : Ketika pagi hari saat terjadi penguapan pohon tomat berangsur layu, sore periode dan malam waktu pokok kayu ini cegak kembali sekadar keesok harinya tanaman tomat ini layu juga, lama kelamaan tanaman yang layu ini akan nyenyat.

Pengendaliannya :

Tanamlah varietas tomat nan resistan wereng keburukan (resisten), naikan suhu tanah dengan cara memberikan mulsa plastik bening/membayang supaya penyakit fusarium mati, menyelamatkan tomat pada tanah yang terbebas bermula nematode, sterilisasi peralatan berkebun bermula problem layu, tanah yang sebelumnya ditanami tomat dan terserang kelainan, mudah-mudahan tidak ditanami tomat juga kerumahtanggaan jangka waktu yang sepan lama meski steril dan juga jangan ditanami pohon solanase (tomat,jagung,tembakau, cabai, dsb), tanaman yang layu moga dicabut kemudian dibakar meski bukan menjangkit, tanaman tomat sepatutnya disambung dengan terung engkol (solanum macrocarpon), ataupun cepokak (solanum torvum)

Bercak Daun Septoria

Penyebab : Ofensif bermula Kawul Septoria lycopersici Speg. Komplikasi tomat ini menuding dan merusak daun pohon tomat yang sudah tua maupun yang masih berumur remaja.

Gejala: Timbul bercak kecil buntak dan berair dikedua bidang patera bagian sumber akar. Bercak nan ketimbul berwarna coklat remaja yang berubah menjadi kelabu dan tepi berwarna kehitaman. Kaliber puas noda mencapai ± 2 mm dan serangan terhebat penyakit tomat ini dapat menyebabkan daun menggelendong, kering dan copot.

Pengendaliannya :

Gulma beserta pohon tomat yang mati dibersihkan bersumber area lahan kemudian dibakar (jangan dipendam dalam tanah), bikin rotasi tanaman, tanamlah tumbuhan yang berbeda familinya kendati keburukan tidak menyebar, tanamlah bibit tomat yang tahan hama ki aib (resisten), semprot tanaman dengan menunggangi fungisida.

Keburukan Bercak Coklat

Penyebab : Cendawan Alternria solani Sor. Mencela daun tanaman tomat. Timbul bercak bersudut atau bulat berwarna coklat sebatas hitam. Dengan diameter 2-4 mm. Bercak tersebut menjadi necrosis bergaris kurung sepusat. Jaringan necrosis dikelilingi galangan bercelup asfar (sel klorosis). Jika serangan berkecamuk bisa berhasil bercak akan semakin mengembung, kemudian menyatu sehingga patera masak, layu dan mati.

Gejala : Jika bunga terinfeksi komplikasi tomat ini maka anak uang akan gugur alias tanggal. Buah masak alias buah remaja jika terserang penyakit tersebut maka akan busuk dan berwarna hitam, mewujudkan cekungan dan meluas keseluruh putaran buah. Penyakit tomat ini umumnya dimulai terbit ujung batang cangkul buah (pangkal buah) dengan corak coklat bertongkat sendok kemudian membuat cekungan, diameter 5-20 mm dan diselimuti massa spora berwarna hitam sebagai halnya beledu.

Pengendalian:

Menanam esensi nan terbebas dari penyakit, cabut tanaman yang meradang penyakit tomat ini, jangan dipendam dalam lahan, saja harus dibakar di palagan yang jauh berbunga tempat penanaman tomat, melakukan rotasi tumbuhan atau tumpangsari, gunakan air kudus yang adil penyakit bikin penyiraman, jangan biarkan air menggenang pada tanaman tomat, drainase harus lancer, areal pertanian harus terbebas dari gulma, penghutanan dan pembibitan jangan terlalu berapatan, semprotkan fungisida.

Penyakit Busuk Daun

Penyebab: Pupuk Phytophthora infestans (Mont.) de bary.

Gejala : Daun nan terserang akan ketimbul calit berwarna coklat hingga hitam. Awalnya lega sisi daun atau ujung daun doang tampak sejumlah milimeter doang. Doang akhirnya menular keseluruh bagian daun hingga tulang daun. Penyakit tomat busuk daun ini mencacat pangkal daun, menimbulkan noda berwarna mentah sebatas coklat dan berair.

Pengendalian:

Mencabut kemudian menyemangati tanaman yang terkontaminasi komplikasi, pohon yang berpenyakit jangan dipendam dan juga jangan di gunduk di daerah penanaman tomat, menyelamatkan benih yang resisten terhadap hama dan keburukan, menggunakan sistem reboisasi tumpangsari ataupun di rotasi dengan tanaman jenis tidak, setelah di cangkul, tanah dibiarkan beberapa lama kendati mendapat sinar matahari, semprotkan fungisida.

Penyakit Busuk Buah Rhizoctonia

Penyebab : Komplikasi tomat ini terjadi karena adanya serangan dari serabut jenis Thanatephorus cucumeris (frank) Donk.

Gejala : Bercak cekung yang berwarna coklat, calit akan membelenting sehingga membentuk lingkaran yang berpusat. Calit berwarna coklat tua, pada babak tengah mengalami keretakan.

Pengendalian:

Pengairan harus menggunakan air bersih, penanaman jangan terlalu dalam, berikan tiang lanjaran meski tanaman tomat tak mencecah persil, berikan mulsa pandang bening maupun mulsa plastik bening, pilih jauhar nan tahan masalah dan hama, melakukan distribusi tanaman atau sistem tanam tumpangsari, bersihkan gulma dan tanaman yang yang berpenyakit dengan pendirian dicabut kemudian dibakar, berikan fungisida dengan mandu disemprotkan pada tanaman. Fungisida yang berbahan aktif chlorothalonil, interval 7-8 hari sekali.

Busuk Buah Antraknosa

Penyebab : Adanya serangan berpangkal Kawul Colletotrichum coccodes ( Wallr.) Hughes. Penyakit tomat jenis ini biasanya menyerang buah, akar dan bangkai tumbuhan tomat.

Gejala : Terletak noda kecil saja berair, bercak tersebut berbentuk buntak dan cekung yang semakin berhanyut-hanyut, warnanya coklat, semakin lama berbentuk galengan yang berpusat plong satu noktah dan warnyanya semakin berkerumun. Terdapat bercak ungu di dekat tangkai pada pangkal biji pelir. Apabila penyakit tomat ini terjadi pada episode akar dan kunarpa, maka warna lega jaringan kortex akan berubah menjadi coklat dan tanaman tomat akan layu.

Pengendalian:

Ambil tumbuhan, jangan pernah memendam tanaman yang remai dalam kapling diarea nan di gunakan untuk menyelamatkan tomat, mengerjakan sistem tumpangsari atau arus pokok kayu selama 1-2 tahun, melapisi petak dengan plastik mulsa dan memberikan lanjaran cak agar buah tomat tidak tersentuh tanah, menanam esensi pokok kayu tomat nan mempunyai tingkat ketegaran strata terhadap serbuan hama dan ki aib (resisten), menyemprotkan fungisida nan mengandung bahan aktif kaptafol

Penyakit Tomat Yang Disebabkan Serbuan Bakteri

Penyakit Layu

Penyebab : Penyakit tomat ini disebabkan maka itu pseudomonas solanacearum (E.F. Sm) E.F.Sm.

Gejala : Tumbuhan cepat layu, daun tiba-tiba menguning dan layu. Diawali berasal pucuk daun dan bagian bawah perempuan muda seketika menguning. Mayoritas pokok kayu tomat nan terinfiksi akan mengalami mungil, daun menggulung kearah bawah, sesekali tumbuh akar susu adventif pada bagian jenazah pokok kayu tomat. Pohon tomat yang terserang secara serius maka akan runtuh dan hening.

Pengendalian:

Memberlakukan sistem tumpangsari atau rotasi tanaman dan jangan mengetanahkan jenis-tipe tumbuhan yang masuk privat famili solanaceae, bersihkan gulma pada areal penanaman tomat, tanam bibit tanaman tomat yang resisten terhadap serangan wereng dan penyakit, sambungkan tanaman tomat dengan layon cepokak, semprotkan antibiotik pada pati tanaman tomat, meragas dan membakar tanaman yang terserang problem, tanah yang sudah dicangkul, dibiarkan beberapa lama supaya mendapat sinar matahari yang pas.

Kerak Mikroba maupun Bercak Bakteri

Gejala yang ditimbulkan bakteri penyebab penyakit tomat ini adalah adanya bercak-bercak mungil yang berair pada batang dan daun pohon tomat. Bercak tersebut akan mengering dan mewujudkan cekungan nan bercelup coklat ke tepung-abuan dengan diameter 1-5 mm. Pohon tomat yang mendapat terjangan berbunga bakteri ini daunnya akan mengering dan keriting kebawah.

Pohon nan terinfeksi penyakit tomat ini batangnya menyerupai kerak yang janjang dengan corak keabu-abuan Sedangkan daun yang terserang penyakit tomat ini akan mengalami klorosis dan rontok atau ringgis. Lain halnya jika yang terserang adalah buah, jika pada biji kemaluan nan terserang bakteri maka akan muncul bercak berair yang kemudian akan berubah menjadi bercak bergabus.

Pengendalian:

Merotasi tanaman dengan pohon yang familinya berbeda, memakamkan benih dari nilai tomat nan sehat, memakamkan sari tomat yang memiliki ketenangan terhadap hama dan penyakit, tanaman yang sakit mudah-mudahan dicabut dan dibakar di areal yang jauh dari lahan penanaman, tanaman nan senyap sebaiknya jangan dipendam di lahan penanaman, menyiram tanaman dengan menggunakan air yang bersih dan terbebas dari ki kesulitan, seandainya pohon tomat sudah terserang keburukan maka akan suntuk sulit untuk mengendalikannya. Untuk itu harus taajul dilakukan pencegahan sebelum penyakit  tomat datang menghakimi tanaman. Penangkalan paling sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan belalah menjaga kebersihan lingkungan sekitar tegal tomat. Semprotkan pula cair insektisida dan fungisida lakukan penangkalan terjadinya penyakit tomat.

Ditulis Oleh :  Ramlan, SP   Pengajar Persawahan BPP Gegana Rante Karua Kab. Toraja Paksina

Mata air : https://8villages.com/full/peladang/article/id/

Source: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/72724/Penyakit-Tomat-dan-Cara-Pengendaliannya/