Berbagai Penyakit Daun Pada Tanaman Buah

IDENTIFIKASI DAN KLASIFIKASI Spesies PENYAKIT Lega DAUN TANAMAN SEMANGKA

Budidaya Semangka di BPP Nusa Tadon

YOHANES EBO.SP ( Pengorganisasi KJFDINAS Pertanian DAN KP )

  1. PENDAHULUAN
  1. Rataan Pantat

                Keramboja (Citrullus vulgaris, Schard) yaitu riuk satu pokok kayu biji zakar unggul yang dahulu dikenal dan banyak dikonsumsi masyarakat. Biji pelir semangka banyak digemari masyarakat karena rasanya manis dan lewat sekata dihidangkan seumpama makanan penutup (pencuci tuturan) di berbagai macam acara nan diadakan makanya masyarakat Indonesia. Selain itu hampir semua tanaman semangka ini dapat dimanfaatkan. Buah keramboja mengandung gizi diantaranya vitamin A,B,C, zat kapur, besi, fosfor dan sejumlah asam amino yang berguna untuk kesahatan. Bijinya dapat dikerjakan menjadi rahim ringan yaitu kwaci dan selerang buah semangka dapat diolah menjadi acar/asinan serta daun dan biji zakar keramboja nan muda di manfaatkan laksana bahan sayuran.

                  Taktik tarik budidaya semangka bagi petambak terletak pada nilai ekonomiknya yang tinggi. Beberapa kurnia usaha tani mendikai diantaranya berusia relative singkat (genjah) belaka sekeliling 70-80 hari, dapat dijadikan tanaman penyelang di lahan sawah pada musim kemarau, mudah dipraktikan para petambak dengan cara biasa (stereotip) atau semi intensif hingga intensif, serta memberikan keuntungan manuver nan patut (Kasih, 1993). Seperti mana tanaman biji pelir lain, semangka sekali lagi merupakan salah satu tanaman buah yang rentan terhadap serangan hama dan infeksi basil pokok kayu. Terjangan wereng dan kuman yaitu godaan pertumbuhan keramboja yang perlu diwaspadai, karena selain mengganggu pertumbuhan dengan adanya bidasan hama dan kelainan mengakibatkan penjatuhan hasil panen.

                   Penyakit pokok kayu adalah kondisi dimana sel dan jaringan tumbuhan bukan dapat berfungsi secara normal nan disebabkan adanya gangguan terus menerus maka dari itu gen patogenik (biotik) atau faktor mileu.

                    Penyakit yang menuduh tanaman semangka diantaranya Layu Fusarium, Downy Mildew/ Powdery Mildew (serdak palsu), Virus Mosaik, Keburukan kurang Boron, dan Antraknosa (Kasih, 1993). Jika penyakit tersebut memaki tumbuhan keramboja dapat mengakibatkan kematian dan penjatuhan kualitas dan kuantitas hasil perkebunan secara signifikan secara ekonomis dapat menyebabkan kesialan bagi petani. Untuk itu diperlukan identifikasi dini terhadap komplikasi yang menyerang tanaman agar mudah dilakukan pencegahan. Dalam mengenali penyakit pada tanaman ini boleh dilakukan dengan berbagai keberagaman cara, keseleo satunya dengan memperalat teknik penggarapan citra. Dimana dalam prosesnya dilakukan ekstraksi fitur maupun proses klasifikasi.

  1. Variasi Keburukan Tumbuhan Mendikai

  1. Penyakit Tanaman Mendikai

              Upaya budidaya semangka dan pendewaan tanaman semangka menjadi sangat penting terutama nan berkaitan dengan ketabahan terhadap penyakit (Wehner, 2007). Kerumahtanggaan budidaya semangka ini tidak terlepas dari serangan beraneka rupa keberagaman penyakit separas seperti tanaman budidaya lainnya. Bidasan penyakit boleh merugikan para petambak. Bagi macam penyakit utama yang mencerca tanaman semangka bak berikut (Rukmana, 1993):

  1. a) Antraknosa

                   Kelainan ini disebut penyakit krapak alias kresek. Penyebab penyakit antraknosa ini adalah kawul Colletotrichum. Serangan penyakit ini kebanyakan start dari daun-daun sentral tumbuhan, substansial noda-noda bundar. Bila diamati secara seksama, bercak-bercak tersebut bagian luarnya bercelup coklat, sedangkan babak dalamnya berwarna coklat mulai dewasa konsentris. Untuk pengendalian ki kesulitan antraknosa ini dapat dilakukan dengan kultur teknik, yaitu rotasi tanaman nan bukan anak-beranak dan menjaga kebersihan tegal (sanitasi) dapat juga dengan dengan cercaan fungisida.

  1. b) Downy mildew atau Embun bulu

                      Penyakit ini merupakan pelecok satu penyakit penting yang menyerang tanaman semangka . Gejala komplikasi ini yaitu daun yang terserang menunjukan bercak asfar bersudut, seperti menirukan alur sumsum dan boleh menuduh n domestik satu daun secara terpisah-pisah. Seandainya serangan problem parah, patera-patera tersebut dapat mongering sehingga daun akan mudah hancur. Komplikasi ini juga dapat menyerang pada buahnya, buah nan dihasilkan dari tanaman nan terinfeksi berukuran kerdil dan tidak bagus. Pengendalian dapat dilakukan melintasi bertemu dengan tanam sama dengan menyingkir pengairan yang berlebihan dan kerjakan pemancaran fungisida secara tepat dan benar.

  1. c) Powdery mildew

                 Gejala ofensif ki aib ini adanya daun dan batang yang dilapis semacam tepung berwarna putih. Jika tumbuhan terserang ki kesulitan ini, daun akan mengkerut dan kerdil karena penyakit ini membendung pertumbuhan tanaman. Pengendalian komplikasi powdery mildew secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik berbahan aktif benomil, karbendazim, difenokonazol, metil tiofanat, ataupun tebukonazol, dan fungisida perpautan berbahan aktif klorotalonil, mankozeb atau azoksistrobin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

  1. PENUTUP

             Dengan kita Mengenali, mengenal dan memafhumi diversifikasi spesies penyakit tumbuhan keramboja, maka tindakan preventif prematur dapat kita lakukan, kiranya pertenaman mendikai sejak fase pertumbuhan, Vegetatif, Generatif dan setakat panen, terbebas berpokok gangguan penyakit, tumbuh cegak dan menghasilkan produksi buah mendikai yang berkwalitas. Identifikasi ki aib kembali dimaksudkan, apabila terjadi serangan kelainan, maka upaya pengendalian dengan menggunakan alternatif permohonan pestisida boleh dilakukan. Selamat mencoba.

DAFTAR PUSTAKA

Budisanjaya, I.P.G., 2022, Identifikasi Nitrogen dan Potasium Pada Daun Pokok kayu Sawi Plonco Menggunakan Matriks Co-occurrence, Moments dan Jaringan Syaraf Tiruan. Tesis, Teknik Elektro Institut Udayana Denpasar.

Connect failed: MySQL server has gone away

Source: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/98984/identifikasi-dan-klasifikasi-jenis-penyakit-pada-daun-tanaman-semangka-/