Berapa Lama Tanaman Buah Alpukat Untuk Dapat Berbuah Dari Niji

Ciri-ciri buah yang mutakadim tua renta semata-mata belum masak adalah :

rona kulit tua tetapi belum menjadi cokelat / berma dan tidakmengkilap;

bila biji zakar diketuk dengan punggung kuku, menimbulkan bunyi yang nyaring;
bila buah digoyang-merewang, akan terdengar goncangan skor.

Penetapan tingkat ketuaan biji pelir tersebut memerlukan pengalaman khas. Sebaiknya terbiasa diamati musim anakan mekar sebatas enam rembulan kemudian, karena biji kemaluan alpukat biasanya sepuh setelah 6-7 wulan dari saat bunga mekar. Untuk memastikannya, perlu dipetik bilang biji zakar sebagai contoh. Bila buah-buah contoh tersebut masak dengan baik, tandanya biji pelir tersebut sudah lalu renta dan siap dipanen.


Cara Panen

Umumnya menuai buah alpukat dilakukan secara manual, yaitu dipetik memperalat tangan. Apabila kondisi fisik tanaman tak memungkinkan buat dipanjat, maka panen dapat dibantu dengan menggunakan alat/gantar yang diberi tangguk karet/goni pada ujungnya/tataran. Detik dipanen, buah harus dipetik/dipotong bersama sedikit kayu cangkul buahnya (3-5 cm) cak bagi mencegah memar, luka/infeksi pada babak karib tangkai buah.


Hari Penuaian

Biasanya alpukat mengalami hari berpunca lega awal hari hujan, dan hari berhasil lebatnya biasanya pada rembulan Desember, Januari, dan Februari. Di Indonesia nan keadaan alamnya sekata bikin pertanian alpukat, musim panen dapat terjadi setiap bulan.


Prakiraan Produksi

Produksi buah alpukat plong pohon-pohon yang tumbuh dan berbuah baik boleh mengaras 70-80 kg/tumbuhan/tahun. Produksi kebanyakan yang bisa diharapkan dari setiap pohon berkisar 50 kg.

Pencucian

Pencucian dimaksudkan buat meredam emosi segala tipe kotoran nan berkembar sehingga mempermudah penjenisan/seleksi. Cara penyabunan tergantung puas cirit nan berdampingan.


Pemilahan

Pemilihan buah dilakukan sejak masih berbenda di tingkat peladang, dengan tujuan memintal buah yang baik dan memenuhi syarat, buah nan diharapkan ialah yang memiliki ciri bagaikan berikut:

  1. Tidak adv minim, kulit buah harus mulus tanpa bercak.
  2. Cukup gaek tapi belum matang.
  3. Dimensi biji zakar seragam. Biasanya dipakai standar dalam 1 kg terdiri berbunga 3 biji pelir ataupun berbobot maksimal 400 g.
  4. Bentuk buah seragam.

Pemeraman dan Penyimpanan

Alpukat hijau boleh dikonsumsi bila sudah menguning. Untuk mencapai tingkat kemasan ini diperlukan perian sekitar 7 hari setelah petik (bila buah dipetik kapan sudah memadai ketuaannya). Bila tenggang waktu tersebut akan dipercepat, maka buah harus diperam terlebih dulu. Bikin keperluan ekspor, tidak perlu dilakukan pemeraman karena tenggang daya ini disesuaikan dengan lamanya pertualangan untuk sebatas ditempat tujuan. Kaidah pemeraman alpukat masih sangat sederhana. Pada umumnya hanya dengan menjaringkan biji kemaluan ke dalam karung rami, kemudian ujungnya diikat berhimpit. Sehabis itu karung diletakkan di tempat yang sangar dan tahir. Karena alpukat mempunyai umur simpan namun sampai sekitar 7 hari (sejak petik setakat siap dikonsumsi), maka bila ingin ki memperlalaikan umur simpan tersebut boleh dilakukan dengan menyimpannya privat ruangan bersuhu 5 derajat C. Dengan pendirian tersebut, roh penyimpanan dapat diperlambat samapai 30-40 hari.

Pengemasan dan Pengangkutan

Kemasan adalah wadah/tempat yang digunakan bakal mengemas suatu komoditas. Pak kerjakan pasar tempatan berlainan dengan nan untuk diekspor. Bagi pemasaran di dalam negeri, buah alpukat dikemas dalam karung-karung plastik/keranjang, lalu diangkut dengan memperalat truk. Sedangkan kelongsong bagi ekspor berbeda lagi, adalah umumnya memperalat kotak kubus berkapasitas 5 kg biji zakar alpukat. Sebelum dimasukkan ke privat kotak kubus, alpukat dibungkus kertas tissue, kemudian diatur sususannya dengan diselingi penyekat nan terbuat dari potongan kubus.

Source: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/59350/CIRI—CIRI-DAN-UMUR-PANEN-ALPUKAT-DI-KELURAHAN-BOSE—BOSE-KECAMATAN-WAWAOTOBI/