Bentuk Bentuk Konflik Dan Contohnya

Gue cak hendak coba pemberian elo tebak-tebakan nan gandeng setinggi materi kita hari ini, nih. Elo tahu nggak, pelecok satu peristiwa konflik sosial di Indonesia nan terkenal banget? Kejadian ini selalu unjuk di mata kursus Sejarah.

Hayo … jikalau elo nggak tidur pas latihan Sejarah, mungkin elo adv pernah jawabannya. Yap! Bener banget!
Keadaan G30S PKI
ataupun Persuasi 30 September Partai Komunis Indonesia.

Siapa sih, yang nggak luang peristiwa tersebut? Saking terkenalnya, bahkan ada museum yang mengabadikan ketujuh basyar tentara Pasukan Darat (AD) nan tewas di hari itu, lho. Jikalau elo penasaran, dapat langsung cari tahu lebih lanjut di Museum Lubang Buaya, ya.

Eh, tapi, siapa ini gue nggak kepingin ngomongin rekaman sama elo, cak kenapa. Keadaan tersebut semata-mata jadi salah satu contoh konflik sosial di materi kita tahun ini.

Kalau dari namanya sendiri, boleh jadi elo mikir kalau konflik itu sering berhubungan selevel masalah. Nyatanya, memang bersusila, sih…

Bahkan, menurut pengertian nan gue boleh dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konflik yaitu perselisihan maupun tentangan.

Terus, kalau konflik sosial itu barang apa, dong? Pertikaian di masyarakat? Iya, tapi nggak sesimpel itu,
Ferguso.

Sini, gue jelasin tentang konflik sosial nan majemuk macamnya. Pantengin terus, ya!


Apa Itu Konflik Sosial?

Ilustrasi konflik sosial yang terjadi di antara dua pihak
Ilustrasi konflik sosial (dok. Freepik)

Sebelum gue telaah lebih jauh, sebenarnya konflik sosial itu apa, sih?

Simpelnya, konflik sosial yakni situasi di antara dua orang atau lebih berupa perselisihan yang ada pengaruhnya ke arwah sosial. Menurut Lewis A. Coser, konflik sosial yang suka-suka di masyarakat ini legal banget, mengapa.

Jikalau ngebahas konflik sosial lebih jauh, ini tuh bakal ada hubungannya proporsional kekerasan juga,
gengs. Kok, bisa? Emangnya, apa sahaja penyebab munculnya konflik sosial sampai ada kekerasan? Cari tahu di sini, ya:
Memahami Konflik Sosial dan Teori Kekerasan.


Macam-Macam Konflik Sosial

Pasca- baca kata sandang di atas, elo jadi lebih tanggap cak bertanya keikhlasan konflik sosial, centung? Konflik sosial ini nggak semata-mata ada karena argumentasi formal aja, lho.

Terlebih, ada bineka bentuk yang tersurat ke aneh-aneh konflik sosial. Apa aja, tuh?

Macam-macam konflik sosial yang ada di masyarakat
Macam-macam konflik sosial (Arsip Zenius)

1.
Konflik Vertikal

Kalau ngomongin vertikal, mungkin yang nomplok ke pikiran elo itu sebuah bentuk garis nan tegak verbatim. Bener nggak, asumsi gue? Yap! Nyatanya, emang ter-hormat, sih.

Tapi, vertikal yang dimaksud di konflik sosial ini nggak sesimpel garis doang. Gue mempunyai kata kunci yang bisa elo jawat cak bagi mengingat konflik vertikal, yaitu
stratifikasi sosial.

Simpelnya, stratifikasi sosial itu kan kayak penggolongan kelas bawah sosial berbentuk vertikal berdasarkan harta kekayaan, sampai kekuasaan. Nah,
konflik vertikal ini terjadi privat masyarakat yang kedudukannya berbeda.

Gampangnya, konflik vertikal ini tertulis ke
contoh konflik antar kelas sosial. Supaya elo bertambah paham, gue coba kasih cuplikan contoh, ya.

Misalnya, elo sekolah di SMA Zenius 1. Terus, elo lupa ngerjain jalan hidup rumah (PR) Fisika yang gurunya tegas banget.

Terbit haud, guru elo marah setakat biji elo dikosongkan atau 0. Nah, konflik yang ada antara elo sebanding guru Fisika ini disebut vertikal karena geta yang farik. Kursi yang dimaksud yaitu elo umpama murid, dan engkau sebagai master.

2.
Konflik Horizontal

Seperti yang elo tahu, bagan horizontal ini tuh bagaikan garis lurus nan memanjang dari kanan ke kidal. Simpelnya, ini sih antagonis dari sang vertikal.

Kalau gue jabarin secuil informasi tentang horizontal kayak kalimat barusan, elo udah boleh nebak belum, kira-kira konflik horizontal itu kayak barang apa?

Bener banget!
Konflik mengufuk terjadi dalam masyarakat nan kedudukannya sepadan atau sepadan.

Contohnya gini, deh, elo sekolah di SMA Zenius 1 dan mempunyai banyak teman. Satu periode, saingan elo pinjam kancing les Album tapi nggak dibalikin lagi. Pecah haud, elo berangkat kesal sama temen elo ini.

Padalah, elo berdua ini kan kedudukannya sama ya, sama-sederajat sebagai pelajar. Tapi, adanya konflik yang unjuk karena buku itu ialah sebuah contoh konflik melintang.


Materi Video Konflik Vertikal dan Horizontal

Sangkut-paut bertumbukan sama mbakyu atau adik koteng? Koalisi ayuk-adik bisa dilihat vertikal, tapi keduanya kembali mengufuk karena sesama tali pusar kandung. Menurutmu, itu kian ke konflik vertikal ataupun mendatar,
hayo?

Bikin yang udah berlangganan paket belajar, cari tau jawabannya di video materi Zenius. Jangan lupa login dulu untuk mengaksesnya!


3.
Konflik Laten

Neko-neko konflik sosial yang ketiga yaitu laten. Duh, apa tuh? Makara, gini ….

Konflik laten merupakan potensi konflik nan sifatnya terselubung dan galibnya hanya diketahui separas pihak yang berkonflik aja.

Lho, maksudnya tersembunyi ini gimana? Simpelnya, konflik laten yaitu
contoh konflik sosial antar makhluk. Gue coba kasih contoh, ya.

Elo udah koalisi nonton film
Ayah, Kok Aku Berbeda
(2011), nggak? Di film itu, ada tokoh akil balig yang bersekolah. Namanya Angel, dan dia adalah seorang tunarungu (obstruksi dalam rungu).

Ceritanya, sang Angel ini di-bully
sama antiwirawan-n partner di sekolah karena kondisinya. Nah, bully di sekolah ini kaprikornus salah satu contoh nyata adanya konflik laten, gengs.

Ilustrasi kejadian bully antara pelaku dan korban
Ilustrasi bully di sekolah (halangan. Freepik)

Kenapa? Soalnya, bully ini tuh jadi salah satu potensi yang mendatangkan adanya konflik terselubung. Kenapa gue beberapa tersembunyi? Karena masalahnya cuma dirasakan sama si praktisi dan korban bully.

4.
Konflik Manifest

Kalau konflik manifest sendiri masih satu kelompok sama si laten nih, gengs. Simpelnya,
konflik manifest ini diketahui sama mahajana luas dan ada pengaruhnya kembali ke masyarakat.

Konflik ini selayaknya datang dari sebuah urut-urutan berusul konflik laten. Contohnya gimana? Di episode laten, gue sempat jelasin contohnya itu kasus bully, teko?

Terimalah, jika kasus bully ini berkembang beneran menjadi sebuah konflik, biasanya akan diikuti sama tindakan atau usaha berusul si korban berupa kekerasan awak.

Contohnya, elo jadi objek bully. Terus, elo nggak songsong sama perkataan negatif berusul si pelaku. Dari situ, elo bertepatan bertindak dan memulai perkelahian sama sang pelaku bully. Nah, ini masuknya ke manifest.

Kenapa? Soalnya, resistansi di konflik manifest ini akan diketahui setolok banyak makhluk.

5.
Konflik Pragmatis

Simpelnya,
konflik pragmatis terjadi karena adanya kemusykilan bani adam maupun kerubungan terhadap sebuah sistem alias tuntutan di hubungan sosial.

Contoh gampangnya, gini. Elo sekolah di SMA Zenius 1. Terus, suka-suka perlombaan debat antar sekolah di Jakarta. Tapi, sekolah elo hanya memperbolehkan siswa yang ikut perlombaan tersebut mempunyai biji paling kecil 90.

Elo dan teman-n antipoda yang punya nilai 70 alias 85 nggak dapat daftar lakukan masuk perlombaan sekali-kali. Terimalah, kekecewaan yang elo dan teman-teman rasakan karena adanya peraturan tersebut dinamakan dengan konflik realistis.

6.
Konflik Non-Realistis

Bedanya segala sih, sama yang realistis? Kalau
konflik non-realistis adalah ungkapan permusuhan sebagai tujuan pribadi yang mengandung perbedaan nilai.

Bukan, nilai yang gue maksud di sini bukan nilai Fisika ataupun Ilmu pisah, ya. Nilai nan gue pamrih ini tuh kayak perbedaan suku, ras, hingga agama ataupun
multikulturalisme. Yap! Konflik non-utilitarian ini termuat ke
contoh konflik sosial antar ras.

Kaprikornus, adanya perbedaan poin privat kebudayaan ini bisa mengedepankan konflik non-pragmatis. Contohnya, tawuran antar pelajar.

Misalnya gini, ada sekolah nan namanya SMA Zenius 1. Terus, suka-suka juga sekolah nan namanya SMA Zenius 2. Nah, para murid di kedua sekolah tersebut melakukan tawuran pelajar.

Ini termasuk ke bentuk konflik non-utilitarian karena adanya idiom kebencian dari kedua SMA tersebut. Biasanya, konflik non-realistis kembali lebih sulit buat dikerjakan, gengs.

Sampai sini, semoga elo bintang sartan kian tercerahkan selepas baca artikel materi dari gue, ya. Oh iya, kalau elo masih merasa sedikit jelas, gue punya solusinya, kok.

Kalau elo klik
banner
di bawah ini, elo bisa langsung dijelaskan secara rinci tentang materi ini sama riuk satu tutor kita. Penasaran? Ini engkau banner-nya!

Pelajari materi Sosiologi di video materi belajar Zenius


Model Cak bertanya Macam-Spesies Konflik Sosial

Gimana, materi kita perian ini? Nggak sesusah hafalin rumus Fisika, cerek? Gue mohon, elo boleh semakin menguasai materi rencana-gambar konflik sosial berdasarkan artikel ini, ya.

Terimalah, supaya kognisi elo akan materi ini semakin jauh, gue punya transendental cak bertanya yang boleh elo kerjain, nih. Lumayan banget, hitung-hitung latihan mengasah otak, lho.

Semangat ngerjainnya, ya!


Contoh Pertanyaan 1

Di bawah ini contoh berusul adanya konflik horizontal adalah ….

A. master honorer menuntut kepala sekolah untuk buru-buru membayarkan gaji guru-guru
B. ketua BEM Universitas Cheong A mengkritisi kepemimpinan rektor nan mengamalkan pungli
C. serikat kerja cak bertengger ke kantor DPRD bagi membicarakan transisi UMR
D. netizen
banyak yang menghujat
influencer
asing karena mendiskriminasi ras tertentu
E. banyak artis nan mencalonkan diri bakal menjadi anggota dewan

Jawaban:

Konflik melintang adalah konflik yang terjadi antara anak adam atau kerumunan yang mempunyai kedudukan yang proporsional. Begitu juga konflik antar ras, etnis, maupun agama.

Sehingga, jawaban yang tepat adalah
D.


Kesimpulan

Nah, itu dia materi kita kali ini tentang macam-macam konflik sosial yang cukup beragam. Intinya, elo bisa membagi macam-macam konflik sosial ke tiga tipe, adalah konflik berdasarkan sifat, kedudukan, dan pula tujuan atau latar belakang.

Tapi mati aja, konflik sosial ini selalu suka-suka prinsip penyelesaiannya, kok. Caranya, dengan mencecah resolusi konflik.

Gimana tuh, bikin hingga ke resolusi konflik? Cari tahu lebih lengkapnya di artikel ini, ya:
Mengenal Resolusi Konflik dan Contoh Lengkapnya.

Oh iya, selain contoh pertanyaan di atas, Zenius sekali lagi menyisihkan soal buat ancang
try out, lho. Hayo… siapa yang lagi siap-siap buat try out, nih? Penasaran mau langsung coba tuntunan soalnya? Elo dapat langsung klik
link
di pangkal ini aja, ya!

Tutorial Try Out Bareng Zenius

Zenius juga punya
materi pembelajaran Ilmu masyarakat lainnya
yang nggak kalah keren dan menarik, nih. Buat elo yang mau UTBK, cocok banget pantengin video di bawah ini nan membedah soal-soal awalan UTBK.

Apalagi video materi Sosiologi di bawah ini langsung diajarin setimpal salah satu tutor kita nan gokil abis! Penasaran? Tonton serampak videonya, ya!

Referensi

Lembaga Konflik Sosial – Materi UTBK Zenius

The functions of social conflict – Lewis A. Coser (1956)

Source: https://www.zenius.net/blog/macam-macam-konflik-sosial

Posted by: gamadelic.com