Bedanya Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif

KangTopik
Perbedaan Penelitian Kuantitatif,
Kualitatif dan R&D.

Pengertian
Penyelidikan

Sebelum
kita ikut substansi sendi bakal ceratai perbedaan penelitian kuantitatif,
kualitatif dan R&D, alangkah bertambah baiknya jika kita memaklumi pengertian
berusul investigasi.

Riset
menurut Soegeng (2006) dalam prolog pengatar pokok yang sira tulis memunculkan
bahwa penelitian adalah sebuah upaya buat meluaskan ilmu makrifat dan
upaya adanya temuan-temuan yunior. Sehingga sebuah penelitian itu artinya adalah sebuah
operasi, manuver tersebut dilakukan dengan proses. Pendapat diatas juga memfokuskan
bahwa penelitian itu ditujukan untuk mengembangkan makrifat (maksud purwa)
dan untuk menemukan pengumuman-pengetahuan bau kencur (tujuan kedua).

Sehingga
penelitian itu bertujuan. Jadi kalau seseorang yang katanya mengamalkan
pengkhususan, namun tak tau tujuannya kepingin digunakan lakukan barang apa, maka jangan
harap bakal dapat hasil nan baik, bahkan saja untuk menyelesaikannya belum
karuan berhasil.

Soegeng
(2006) selanjutnya memajukan bahwa yang disebut mantra pengetahuan adalah
pengetahuan yang diperoleh dengan metode ilmiah.

Berusul
pendapat Soegeng, terserah bilang hal yang bisa dimaknai berbunga definisi signifikasi
itu koteng. Eksplorasi itu merupakan proses cak bagi mencapai tujuaan baik
meluaskan pengetahuan atau untuk menemukan pengetahuan-butir-butir yunior
yang dilakukan dengan metode yang ilmiah.

Provisional
menurut Sugiyono (2013: 2) Metode Penelitian pada dasarnya merupakan kaidah
ilmiah bikin mendapatkan data dengan harapan dan kegunaan tertentu. Dari
pendapat tersebut sebenarnya terserah catur prolog sentral dalam penelitian yang dapat
kita ambil, yaitu; 1) cara ilmiah, 2) data, 3) maksud, 4) kegunaan.

Saya
kutip semenjak pendapatDian purnama Sarimetode ilmiah merupakan satu proses
keilmuan kerjakan memperoleh pemberitahuan secara sistematis berdasarkan bukti
fasis. Pendapat tersebut jelas menyampaikan bahwa metode ilmiah adalah pendirian
yang dilakukan untuk memperoleh pengetahuan dengan sistemasis. Artinnya cak semau
syarat-sayarat dan sifat-sifat
yang
harus dipenuhi untuk dikatakan sebagai sebuah metode ilmiah.

Sebuah
butir-butir dikatakan diperoleh dengan metode yang ilmiah jika menepati
syarat-syarat sebagai berikut:

  • Obyektif
  • Metodik
  • Sistematik
  • Menyeluruh

Sementara
sifat-sifat dari metode ilmiah adalah sebagai berikut:

  • Efisien
  • Terbuka
  • Teruji

Pamrih Penelitian

Sebagai halnya
saya ungkapkan tadi diawal, sebuah pendalaman itu dilakukan karena ada
tujuannya. Menurut Soegeng pengkajian itu mempunyai dua pamrih yaitu untuk
meluaskan mantra pengetahuan dan buat menemukan pengetahuan-laporan
baru.

Sugiono
juga memunculkan bahwa salah satu kata kunci berasal catur kata kunci dalam
penelitian ialah maksud. Sugiyono (2013: 3) menyampaikan bahwa secara umum
tujuan penekanan ada tiga yaitu yang bersifat penciptaan, pengecekan dan
pengembangan.

Invensiartinya bahwa penelitian ini digunakan lakukan
bermoral-etis menemukan permakluman yang baru. Data-data yang diperoleh ialah
data yang sebelumnya belum pernah ada.

Testimoniartinya bahwa penggalian ini digunakan untuk
membuktikan pengetahuan yang telah ada.
Digunakan untuk membuktikan adanya keragu-raguan terhadap data alias
pengetahuan yang telah ada.

Pengembanganartinya bahwa penekanan ini digunakan untuk
mengembangkan pesiaran yang telah terserah. Data-data nan diperoleh ialah
data yang digunakan kerjakan memperluas ataupun memperdalam manifesto yang telah
suka-suka.

Ketiga
tujian tersebut yaitu penciptaan, verifikasi dan peluasan adalah asal
nan akan melambari dalam mengerti perbedaan dari penelitian kuantitatif,
kualitatif dan R&D.

Faedah Penyelidikan

Ada
empat kata sosi penggalian yaitu pendirian ilmiah, data, tujuan dan kegunaan.

Kegunaan
berkaitan dengan manfaat guna. Digunakan bagi apa, dimanfaatkan buat segala
hasil penelitian tersebut.Menurut
Sugiono (2013: 3) secara awam pendalaman dapat digunakan untuk memahami,
memecahkan dan mengantisipasi masalah.

  1. Memahamiartinya merupakan membentuk suatu informasi ataupun
    masalah nan sebelumnya bukan tau menjadi tau.
  2. Mengatasiartinya membuat suatu permaslah
    terselesaikan, meminimalkan atau menghilangkan masalah tersebut.
  3. Mengantisipasiartinya yaitu membuat suatu masalh lain
    terjadi juga.

Dari
pendapat diatas sepantasnya sebuah penyelidikan itu punya maslahat yang
berbeda-beda semuanya tergantung pada tujuan dilaksanakannya penelitian
tersebut. Penelitian nan tujuannya bakal membuktikan lazimnya punya
kemujaraban untuk memahami bahwa pengetahuan yang sebelumnya masih terbatabata
menjadi tidak ragu-ragu atau boleh dipastikan kebenarannya.

Begitupun
sebagaimana penelitian yang bertujuan untuk menemukan, dan mengembangkan akan
memiliki manfaat eksklusif disesuaikan dengan tujuan berasal peneliian tersebut.

Jenis Diversifikasi
Pendalaman

Menurut
Sugiyono (2013: 4) variasi-spesies penelitian boleh diklasifikasikan berdasarkan
tujuannya.

Maksud
penelitian suka-suka tiga, Sehingga berdasarkan tujuannya maka penelitian ada tiga
diversifikasi yaitu;
penekanan dasar,
penelitian terapan dan penajaman peluasan (R&D).

Jujun
S, Suriasumantri (1985) kerumahtanggaan Sugiyono (2013: 4) menyatakan bahwa pengkhususan
dasar atau lugu yakni pengkhususan yang bermaksud menemukan kenyataan bau kencur
yang sebelumnya belum pernah diketahui. Dari definisi tersebut jelas enggak,
penelitian ini bertujuan untuk menemukan.

Masih
menurut jujun S, Suriasumantri sedangkan penelitian terapan adalah penelitian
yang bertujuan untuk memintasi ki kesulitan –masalah usia praktis. Penelitian
varietas ini berujud cak bagi menyelsaikan basalah dengan membuktikan. Sehingga
plong dasarnya penelitian ini berkembang berlandaskan tujuan verifikasi.

Borg
and Gall (1988) internal Sugiyono (2013: 4) menyatakan bahwa studi dan
pengembangan (R&D) merupakan metode penelitian nan digunakan bagi
berekspansi ataupun memvalidasi komoditas-produk internal pendidikan dan pengajian pengkajian.
(definisi makin istimewa istilah R&D dalam marcapada pendidikan). So far oke,
gak keburukan. Namun dari definisi tersebut kita mutakadim bisa mencoket penali
bahwa R&D didasarkan oleh adanya maksud berpangkal pengkajian untuk mengembangan
yaitu mmemperluas maupun memperdalam suatu guna-guna butir-butir.

Penelitian
Kuantitatif

Orang
pelalah mengatakan bahwa investigasi kuantitatif itu merupakan penelitian yang
menggunakan poin-angka, sementara itu kalau kualitatif tidak. Pendapat tersebut
jelas riuk, karena puas kenyataanya penelitian kualitatif jugaa kadang-kadang
menunggangi angka-angka dengan kajian statistik.

Penggunaan
angka-angka statistik itu berfungsi buat menyerahkan makna fakta lebih taajam
dan akurat sehingga hasil berpangkal penelitian akan jauh lebih jelas.

Penggalian
kuantitatif dapat diartikan andai metode penelitian yang berlandasakan
makulat positivisme, digunakan bakal meneliti pada populasi maupun sampel
tertentu, reklamasi data menggunakan instrumen penelitian, analisis data
bersifat statistik, dengan tujuan bikin menguji postulat yang ditetapkan.

Ciri-Ciri semenjak pendalaman kuantitatif

Proses
dalam penelitian kuantitatif berwatak deduktif, sehingga kerumahtanggaan penerapannya
dalam menjawab satu rumusan masalah berasal berbunga konsep-konsep atau teori yang
selanjutnya dapat dirumuskan dalam sebuah hipotesis.
Hipotesis yang telah dibuat taadi seterusnya
diujikan dengan cara mengumpulkan data-data dulu instrumen eksplorasi. Data
nan telah terhimpun lebih lanjut dianalisis, dengan menggunakan perangkaan.
Sehingga dapat disimpulkan hipotesis diawal, apakah manjur alias tidak.
Mulai sejak situ sememangnya kita dapat mengambil
ciri-ciri dari penelitian kuantitatif, yaitu

  1. Pengukuran
    kuantitatif (pengukurang dengan statistika)
  2. Terdapat
    definisi definisi operasional yang terhargai
  3. Menegaskan
    pada data/fakta empiris
  4. Dapat
    diamati, diukur dan
    berpatokan pada
    realitas

Lebih
lanjut dan individual ciri-ciri berusul metode kuantitatif dapat dirincikan sebagai
berikut:

  1. Digunakan
    lakukan menimbang satu alias lebih plastis, dalam peristiwa ini dapat digunakan untuk
    mengukur sangkutan atau korelasi antara dua variabel atau lebih.
  2. Bentuk
    pertanyaan (rumusah masalah) privat penelitian kuantitatif meminang akan halnya
    tingkat pengaruh maupun keeratan susunan antara fleksibel.
  3. Riset
    kuantitatfi digunakan untuk menguji atau membuktikan teori-teori yang sudah
    sebelumnya ada.
  4. Metode
    kuantitatif mengfungsikan teori-teori bagaikan radiks alias titik n sogokan dalam
    menemukan konsep dalam penelitian tersebut, yang kemudian menjadi elastis
    dalam riset.
  5. Investigasi
    kuantitatif menunggangi hipotesis yang disusun beralaskan hubungan antara
    teori-teori, konsep dan hasil penelitian.
  6. Penelitian
    kuantitatif lebih mengutamakan plong teknik reklamasi data dengan angket alias
    data kongkrit berupa angka-angka.
  7. Metode
    penelitian kuantitatif menggunakan definisi operasionalisasi kerana hendak
    variabel, karena definisi operasional pada dasarna yakni petunjuk
    untuk mengukur variabel
  8. Pendalaman
    kuantitatif penentu ukuran kuantitas responden atau sampel dengan menunggangi
    presentase, rumus atau table populasi-sampel, sebagai penerapan prinip
    keterwakilan.
  9. Penyelidik
    kuantitatif menggunakan galur penarikan kesimpulan berproses secara deduktif,
    yaitu konsep, laur ke data.
  10. Metode
    penelitian kuantitatif instrument penelitiannya berupa kuesioner alias pol,
    yang juga berfungsi laksana teknik pengumpulan data
  11. Analisis nan
    digunakan dalam penelitian kuantitatif dilakukan setelah data terkumpul, dengan
    memperalat rekaan angka-biji ataupun amatan statistic.
  12. Penelitian
    kuantitatif kesimpulannya berupa tingkat gayutan antar variabel.

Ancang-Langkah Penelitian Kuantitatif

Kerjakan
melaksanakan penyelidikan kuantitatif, perlu dikatehui terlebih lalu
langkah-langkah dalam mengadakan penekanan ini. Pada tahap ini saya akan
membentangkan langkah-awalan dasar dalam melaksanakan penelitian. Bakal lebih
khusus akan disesuaikan dengan apa nan kepingin diteliti (niche research)

Langkah-langkahnya
yakni sebagai berikut;

  1. Menemukan
    ki kesulitan atau cakupan yang ingin diteliti dan tentang penting dan mendesaknya
    pendalaman tersebut bakal dilaksanakan.
  2. Berburu
    literatur yang terkait dengan studi yang dipilih (mengerjakan kajian teks
    ataupun analisis teori)
  3. Membatasi
    masalah
  4. Merumuskan
    (mengajukan) postulat
  5. Menyatakan
    asumsi dasar nan
    menentukan intepretasi
    mulai sejak hasil penelitian
  6. Menyusun
    rangka penajaman ; diantaranya 1) memilih subjek, responden yang akan
    diteliti, 2) mengontrol dan maupun memanipulasi variabel elastis terkait
    (relevan). 3)menciptakan kriteria untuk mengevaluasi hasil penggalian, 4)
    membentuk instrumen, melembarkan ataupun berekspansi patokan pengukuran.
  7. Mengkhususkan
    prosedur pengumpulan data (proses empiris)
  8. Melaksanakan
    tulangtulangan pengkajian
  9. Mengevaluasi
    hasil dan menarik kesimpulan, serta membentuk deklarasi.

Menggunakan
Penajaman Kuantitatif

Kapankah
kita memperalat metode riset kuantitatif?

Jadi
sendiri peneliti menggunakan metode kuantitatif, ketika:

  • Ki aib
    n domestik penelitian sudah jelas, masalah adalah ketimpangan atau penyimpangan
    antara harapan dengan kondisi yang ada.
  • Metode
    kuantitatif juga sekata jika peneliti ingin mendapatkan data berpunca populasi yang
    luas, namun lain secara betul-betul.
  • Metode
    kuantitatif lagi cocok jikalau digunakan untuk mencari tau pengaruh suatu treatment
    tertentu terhadap yang lain.
  • Bila
    pemeriksa ingin menguji hipotesis, maka hipotesis penelitian tersebut
    berbentukdeskriptif, komparatif dan asosiatif.
  • Bila
    ingin menguji adanya keragu-raguan tentang validitas kabar dan produk
    tertentu.

Gambar 1. Proses Penelitian
Kuantitatif



Penelitian
Kualitatif

Penelitian
kualitatif menurut Sugiyono (2013:9) yakni metode penelitian yang
berlandasakan plong filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada
kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti ialah sebagai instrumen kunci,
teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (wasilah), analisis data
berkepribadian induktif, dan hasil penelitian kualitatif kian memfokuskan makna berpokok
plong abstraksi.

Kondisi
obyek alamiah, artinya bahwa obyek itu apa adanya atau tidak dimanipulasi oleh
pengkaji, bahkan lamun peneliti sebagai radas belaka kerelaan penyelidik
enggak mempengaruhi rasam mulai sejak obyek yang diteliti.

N domestik
penggalian kualitatif peneliti adalah instrumen rahasia artinya bahwa perabot
atau perlengkapan nan digunakan untuk mengumpulkan data yang terdepan adalah peneliti itu
sendiri. Oleh sebab itu dalam penelitian kualitatif pengkaji umpama perangkat
kunci harus n kepunyaan pelepas maklumat luas dan dasar dasar teori sehingga
dapat mengumpulkan data yang tepat dan mampu bertanya.

N domestik
pengkhususan kualitatif memaksudkan kedekatan pemeriksa dengan yang diteliti.
Harapannya dengan adanya kedekatan tersebut dapat memperoleh data yang jauh
bertambah internal dan penting. Hal itu sekali lagi karena kontak pribadi antara peneliti
dan obyek penggalian sangat penting dalam metode kualitatif.

Analisis
data bersifat induktif artinya bahwa peneliti berusaha memahami hasil dari
penelitian sonder harus dibebani maka itu harapan yang telah ditetapkan sebelumnya
(misal menunda atau memufakati premis). Hasil dari penelitian akan mengikuti
berpokok data-data nan ditemukan dilapangan lega sat mengerjakan penggalian.

Penelitian
kualitatif lebih mementingkan makna bersumber hasil penekanan. Investigasi
kualitatif umumnya makin n domestik untuk mempelajari sesuatunya dibandingkan
dengan penekanan kuantitatif. Data –data nan terkumpul dianalisis dengan
metode kualitatif (trianggulasi). Yang termasuk metode kualitatif yaitu
interview (wawansabda), Observasi (pengamatan), quesioner (pol) dan
pendekatan investigasi kasus.

Ciri-Ciri metode
kualitatif

Dilihat
dari aksioma (penglihatan dasar) penelitian kualitatif, yakni:

Penelitian
kualitatif memandang obyek sebagai sesuatu yang dinamis (enggak dapat memecah
dalam variable-variabel penelitian).

Hubungan
antara pengkaji dengan yang diteliti bersifat interaktif dengan tujuan untuk
mendapatkan hasil nan lebih berguna.

Hubungan
antara variabel saling timbal serong (tidak terdapat variabel dependen dan
independen) tidak ada nan disebut veriabel mempengaruhi ataupun dipengaruhi
karena saling interaktif.

Penelitian
ini lain dapat digenerelasikan, kecuali di traferability pada persaudaraan konteks
waktu dan tempat.

Penelitian
ini terpincut pada angka-skor yang dibawa oleh pemeriksa dan sumur data.

Sementara
riset kualitatif mempunyai ciri-ciri atau karakteristik, bersendikan pendapat
bermula Erikson dalam Susan (2003), disampaikan bahwa terserah 4 karakteristik dari
eksplorasi kualitatif yaitu:

Intensive,
long term participan in field setting

Careful
recording of what happens an in the setting by writting field notes and
inteviews notes by collecting other kinds of documentary evidence.

Analitic
reflection on the documentary records by obtanied in the field.

Reporting
result by means of detail descriptions direcrt quotes from interviews, and
interpretative comentary.

Berdarkan
penjelasan ditas maka dapat dijelaskan bahwa dalam pendalaman kualitatif yang
menjadi cirinya pertama adalah intensif, bahw pengkaji ikut berpartisipasi lama
di pelan. Yang kedua ialah mencata ataupun menekat dengan berhati hat segala apa nan
terjadi atau data nan ada dilapangan. Kediga adalah mengingat-ingat secara reflktif
data yang ditemukan dilapangan dan yang keempat yakni membuat hasil penelitian
secara mendetai terbit hasil data nan diperoleh.

Anju-Langkah
Penelitian Kualitatif

Bagaimanakah
proses studi kualitatif?

Sebenarnya
basyar nan mau melakukan penelitian kualitatif itu boleh diibaratkan seperti
orang yang akan mengamalkan wisata atau piknik. Ia tau objek ajang piknik nan
akan didatangi sahaja beliau tidak mengetahui secara tentu ajang seperti apa yang
akan dikunjungi.
Anda akan tau tubin
setelah beliau memasuki lokasi piknik dengan cara mengawasi, membaca berbagai ragam
warta nan tersedia.

Meskipun
bukan mengarifi segala apa yang akan dia dapatkan, dalam penelitian kualitatif pamrih
dan masalah tentu mutakadim dituliskan secara jelas.

Proses
penggalian kualitatif secara umum dapat dijadikan menjadi 5 tahapan, yakni

  • Tahap
    1 Berfikir (Tahap deskripsi: memasuki konteks sosial: ada medan aktor dan
    aktifitas) dalam tahap ini peneliti mencari kenyataan-deklarasi nan akan
    diteliti.
  • Tahap
    2 Menyoal (tahap korting: menentukan fokus) pada tahap ini peneliti mereduksi
    segala pemberitahuan yang sudah diperoleh pada tahap yang pertama.
    Reduksi ini digunakan untuk menetukan fokus
    penting dalam penelitian.
  • Tahap
    3 Kajian (Tahap selesksi:mengurai titik api pada onderdil yang lebih rinci). Puas
    tahap ini peneliti melakukan analisis yang mendalam terhadap data dan pesiaran
    yang diperoleh. Dan mengkontruksi data tersebut misal suatu bangunan
    keterangan.
  • Tahap
    4 Kesimpulan, pada tahap ini peneliti membuat kesimpulan dari data amatan
    yang telah dilakukan secara tekun.
  • Tahap
    5 Pencandraan, pada tahap ini peneliti kembali sreg inferensi. Bakal mengawasi
    atau mengkroscek apakah kesimpulan yang dibuat jujur ataupun tidak.
    Untuk memastikan bahwa kesimpulan kredibel
    maka peneliti kembali ke lapangan, bikin mengulangi pertanyaan yang setolok namun
    sreg sumber yang berlainan, darurat tujuannya konsisten sama. Seandainya hasilnya sebanding
    maka riset ini dapat dinyatakan kredibel.

Menunggangi Penelitian Kualitatif

Sempat
disinggung diatas bahwa metode yang digunakan dalam penelitian kualitatif
yakni interview (wawansabda), Observasi (pengamatan), quesioner (jajak pendapat) dan
pendekatan riset kasus.

Kapankah
kita menggunakan metode studi kualitatif,

Jaadi
koteng pengkaji menggunakan metode kualitatif detik:

  • Kelainan
    dalam penelitian tersebut masih remang-reman, atau belum jelas. Kondisi
    tersebut cocok untuk memperalat metode kualitatif. Karena si peneliti tersebut
    akan langsung masuk ke lapangan (obyek) dan melakukan pertanyaan tindakan atau
    grant tour questions.
  • Untuk
    mengarifi makna dari data yang terlihat.
  • Bagi
    memahami interaksi sosial.
  • Memafhumi
    perasaan manusia.
  • Buat
    mengembangkan teori.
  • Lakukan
    memastikan legalitas data.
  • Untuk
    meneliti rekaman kronologi.

Penelitian dan
Ekspansi (R&D)



Penelitian
dan pengembangan yang dalam bahasa inggris disebut research and development
(R&D) adalah salah satu metode penelitian yang digunakan untuk
meluaskan atau mewujudkan komoditas tertentu dan menguji keefektifan metode
tersebut.

Bakal
boleh membuat komoditas tertentu maka dilakukan analisis kebutuhan, provisional
cak bagi mengaram kebaikan semenjak dagangan terebut maka dilakukan riset dengan
uji keefektifan produk.

Sugiono (2009: 297) menampilkan bahwa
Research and Development
merupakan metode
penggalian yang digunakan buat menghasilkan produk tertentu, dan menguji
arti metode tersebut. Sementara dalam bidang pendidikan Borg and Gall
(1985) dalam Sugiono (2009: 4) menyatakan bahwa, penajaman dan pengembangan (Research and Development/R&D),
merupakan metode penelitian nan digunakan lakukan mengembangkan atau memvalidasi
dagangan-komoditas nan digunakan dalam pendidikan dan penerimaan. Dari kedupa
pendapat juru tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
Research and Development
yaitu metode penggalian berujud untuk
menghasilkan produk produk tertentu serta menguji validitas dan kemustajaban
produk tersebut dalam penerapannya.

Sugiono (2009: 5) menyampaikan bahwa
penelitian dan pengembangan bertujuan untuk menemukan, melebarkan dan
memvalidasi suatu produk. Dalam penelitian dan peluasan terwalak tiga keadaan
yang menjadi tujuan penting yaitu menemukan, mengembangkan, dan memvalidasi
produk.
Menemukan adalah diawal
mengerjakan eksplorasi diawal yang bertujuan kerjakan menemukan pengetahuan tentang
dasar suatu hal. Mengembangkan bertujuan untuk mengembangkan informasi yang
sudah diperoleh bermula penelitian sediakala, dapat berwujud sebuah produk-komoditas
tertentu. Memvalidasi produk upaya bagi menguji keefektifitasan bersumber
produk-produk hasil pengembangan.

Ciri-Ciri Metode
R&D

Menurut
Borg and Gall, terdapat empat karakteristik
ataupun ada empat ciri-ciri R&D yaitu:

Studying research findings pertinent to the product to be developed.
(mengerjakan investigasi ataupun penelitian tadinya lakukan mengejar temuan-temuan
penelaitian tersapu dengan dagangan yang akan dikembangkan).

Developing the product base on this findings. (melebarkan produk
berdasarkan temuan penelitian tersebut).

Field testing it in the setting where it will be used eventually.
(dilakukannya uji lapangan n domestik seting atau situasi sebenarnya dimana produk
tersebut nantinya digunakan).

Revising it to correct the deficiencies found in the field-testing stage.
(melakukan revisi cak bagi memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ditemukan dalam
tahap-tahap uji tanah lapang).

Persiapan-Langkah
Penajaman dan Peluasan

Menurut
Sugiyono, terletak 10 langkah yang dapat diterapkan dalam melaksanakan pengembangan
dengan metode R&D, yaitu:

Anju-langkah penelitian R & D terdiri berasal
10 langkah sebagai berikut: (1) Potensi dan penyakit, (2) Pengumpulan data, (3)
Desain produk, (4) Pengecekan desain, (5) Revisi desain, (6) Ujicoba produk, (7)
Revisi produk, (8) Ujicoba pemanfaatan, (9) Revisi produk, dan (10) Produksi
masal.

  • Potensi dan
    Penyakit

Investigasi berawal dari adanya potensi atau
problem. Potensi adalah segala apa sesuatu yang bila didayagunakan akan mempunyai nilai
tambah. Masalah juga dapat dijadikan sebagai potensi, apabila dapat
mendayagunakannya. Masalah akan terjadi jikalau terdapat digresi antara nan
diharapkan dengan yang terjadi. Kelainan ini bisa diatasi melalui R & D
dengan cara meneliti sehingga dapat ditemukan suatu model, pola maupun sistem
penanganan terpadu yang efektif yang dapat digunakan bikin mengatasi masalah
tersebut. Potensi dan masalah yang dikemukakan dalam penelitian harus
ditunjukkan dengan data empirik. Data tentang potensi dan masalah tidak harus
dicari sendiri, namun dapat bersendikan permakluman penelitian orang enggak atau
dokumentasi laporan kegiatan dari perorangan maupun instansi tertentu nan masih
up
to date
.

  • Mengumpulkan Pemberitaan

Pasca- potensi dan masalah dapat ditunjukkan
secara faktual dan
up to date, selanjutnya dikumpulkan berjenis-jenis
takrif dan studi literatur nan dapat digunakan ibarat incaran bakal
perencanaan komoditas tertentu yang diharapkan dapat mengatasi ki aib tersebut.
Studi ini ditujukan untuk menemukan konsep-konsep atau landasan-galangan
abstrak yang memperkuat suatu komoditas, khususnya yang terkait dengan barang
pendidikan, umpama dagangan yang berbentuk model, program, sistem, pendekatan,
software

dan sebagainya. Di sebelah lain melalui studi literatur akan dikaji ruang spektrum
suatu produk, keluasan penggunaan, kondisi-kondisi pendukung seyogiannya barang boleh
digunakan alias diimplementasikan secara optimal, serta tanda dan
keterbatasannya. Studi literatur lagi diperlukan kerjakan mengetahui
langkah-persiapan yang paling tepat dalam pengembangan komoditas tersebut.

  • Desain Komoditas

Dagangan nan dihasilkan dari penelitian R & D
ada banyak macamnya. Untuk menghasilkan sistem kerja baru, harus dibuat
rencana kerja baru berdasarkan penilaian terhadap system kerja lama, sehingga
dapat ditemukan kelemahan – kelemahan terhadap sistem tersebut. Disamping itu
dilakukan penelitian terhadap unit tak yang dipandang sistem kerjanya bagus.
Selain itu harus mengkaji teks mutakhir yang terkait dengan sistem kerja
yang maju berikut indikator sistem kerja yang baik. Hasil pengunci dari kegiatan
ini konkret desain barang baru yang hipotetis dengan spesifikasinya. Desain ini
masih bertabiat hipotetik karena efektivitasya belum pahit lidah, dan akan boleh
diketahui sehabis melalui pengujian-pengujian. Desain produk harus diwujudkan
dengan bagan atau bagan, sehingga bisa digunakan sebagai pegangan kerjakan
menilai dan membuatnya, serta akan memuluskan pihak lain bagi memahaminya.

  • Konfirmasi Desain

Tes desain merupakan proses kegiatan cak bagi
membiji apakah rancangan produk, dalam hal ini sistem kerja bau kencur secara
logis akan lebih efektif dari yang lama atau tak. Dikatakan secara
makul, karena validasi disini masih bersifat penilaian beralaskan pemikiran
sensibel, belum fakta alun-alun. Validasi produk boleh dilakukan dengan cara
menghadirkan beberapa pakar atau tenaga juru yang sudah berpengalaman bikin
membiji produk baru yang dirancang tersebut. Setiap pandai diminta bakal menilai
desain tersebut, sehingga selanjutnya dapat diketahui kelemahan dan
kekuatannya. Testimoni desain dapat dilakukan dalam forum urun rembuk. Sebelum
sumbang saran pemeriksa mempresentasikan proses penajaman setakat ditemukan desain
tersebut, berikut keunggulannya.

  • Perbaikan Desain

Selepas desain barang, divalidasi melalui
diskusi dengan pakar dan para pandai lainnya . maka akan dapat diketahui
kelemahannya. Kelemahan tersebut lebih lanjut dicoba lakukan dikurangi dengan prinsip
memperbaiki desain. Yang bertugas memperbaiki desain adalah pemeriksa yang mau
menghasilkan produk tersebut.

  • Uji coba Produk

Desain komoditas nan telah dibuat tidak bisa
serampak diuji coba dahulu. Sahaja harus dibuat justru sangat, menghasilkan
barang, dan produk tersebut yang diujicoba. Pengujian boleh dilakukan dengan ekperimen
yaitu membandingkan efektivitas dan efesiensi sistem kerja lama dengan nan
baru.

  • Revisi Produk

Pengujian komoditas sreg percontoh yang terbatas
tersebut menunjukkan bahwa performa sistem kerja baru ternyata yang makin baik
semenjak sistem lama. Perbedaan sangat signifikan, sehingga sistem kerja baru
tersebut dapat diberlakukan.

  • Ujicoba Pemakaian

Sesudah pengujian terhadap komoditas berdampak, dan
mungkin ada revisi nan enggak terlalu penting, maka selanjutnya produk nan
konkret sistem kerja hijau tersebut diterapkan internal kondisi berupa lakukan spektrum
yang luas. Dalam operasinya sistem kerja baru tersebut, ki ajek harus dinilai
kekurangan atau hambatan yang unjuk guna untuk perbaikan seterusnya.

  • Revisi Komoditas

Revisi produk ini dilakukan, apabila dalam
perbaikan kondisi aktual terletak kekurangan dan kelebihan. Kerumahtanggaan uji pemakaian,
sebaiknya pelaksana produk selalu mengevaluasi bagaimana pengejawantahan komoditas intern hal
ini adalah sistem kerja.

  • Pembuatan Produk Masal

Pembuatan produk masal ini dilakukan apabila
dagangan nan sudah lalu diujicoba dinyatakan efektif dan layak untuk diproduksi
masal. Sebagai paradigma pembuatan mesin cak bagi menidakkan sampah menjadi bahan yang
berguna, akan diproduksi masal apabila berdasarkan studi kelayakan baik dari
aspek teknologi, ekonomi dan ligkungan menetapi. Jadi untuk memproduksi
pengusaha dan pemeriksa harus bermitra.

Sedangkan menurut
Borg & GallSecara ringkas anju-langkah penelitian R & D diuraikan
sebagai berikut.


Research and Information
colletion


(penelitian dan
pengurukan data)

Langkah pertama ini meliputi analisis kebutuhan, studi pustaka, studi
literatur, penelitian skala kecil dan patokan laporan nan dibutuhkan. Untuk
melakukan amatan kebutuhan ada beberapa standar nan terkait dengan urgensi
pengembangan produk dan peluasan dagangan itu sendiri, pula ketersediaan SDM
nan kompeten dan kepadaan waktu bikin mengembangkan.Mengenai penyelidikan literatur
dilakukan untuk pengenalan tentatif terhadap produk yang akan dikembangkan,
dan ini dilakukan bagi mengumpulkan temuan pengkajian dan informasi lain nan
bersangkutan dengan pengembangan produk yang direncanakan. Sementara itu riset
perimbangan katai perlu dilakukan agar peneliti mengetahui beberapa hal akan halnya
produk nan akan dikembangkan.


  • Planning

    (perencanaan)

Menyusun rang penelitian, menghampari kemampuan-kemampuan nan diperlukan
dalam pelaksanaan pendalaman, rumusan maksud yang hendak dicapai dengan
penelitian tersebut, desain atau awalan-langkah investigasi, prospek
pengujian n domestik lingkup terbatas.

  • Develop Preliminary form of
    Product (pengembangan draft produk awal)

Langkah ini meliputi penentuan desain produk yang akan dikembangkan (desain
hipotetik), penentuan ki alat dan infrastruktur penelitian nan dibutuhkan selama
proses penelitian dan pengembangan, penentuan tahap-tahap pelaksanaan uji
desain di lapangan, dan penentuan deskripsi tugas pihak-pihak yang terbabit
dalam eksplorasi. Terjadwal di dalamnya antara lain peluasan bahan
pembelajaran, proses pembelajaran dan instrumen evaluasi.

  • Preliminary Field Tentamen
    (uji coba lapangan semula)

Langkah ini merupakan uji produk secara kurang, yaitu mengamalkan uji
lapangan awal terhadap desain barang, nan berperangai terbatas, baik mal
desain maupun pihak-pihak yang terlibat. Uji tanah lapang awal dilakukan secara
berulang-ulang sehingga diperoleh desain layak, baik mal ataupun
metodologi. Laksana uji ini dilakukan di 1 hingga 3 sekolah, menggunakan 6 sampai
12 subjek uji coba (suhu). Selama uji coba diadakan pengamatan, konsultasi dan
pengedaran angket. Penumpukan data dengan kuesioner dan observasi yang
selanjutnya dianalisis.

  • Main Product Revision
    (revisi hasil uji coba)

Langkah ini merupakan restorasi abstrak ataupun desain berdasarakan uji lapangan
terbatas. Penyempurnaan dagangan awal akan dilakukan setelah dilakukan uji coba
lapangan secara adv minim. Plong tahap penyempurnaan produk awal ini, bertambah
banyak dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Evaluasi nan dilakukan kian
pada evaluasi terhadap proses, sehingga pembaruan yang dilakukan berkepribadian
perbaikan internal.

  • Main Field Testing (uji
    lapangan produk utama)

Langkah ini merupakan uji produk secara lebih, meliputi uji efektivitas
desain produk, uji efektivitas desain (pada umumnya menggunakan teknik eksperimen
arketipe penggulangan). Hasil berpunca uji ini ialah diperolehnya desain nan
efektif, baik pecah sebelah khasanah maupun metodologi. Sempurna uji ini misal
dilakukan di 5 sebatas 15 sekolah dengan 30 setakat 100 subjek. Penumpukan data
tentang dampak sebelum dan setelah implementasi produk menunggangi kelas
khusus, yaitu data kuantitatif manifestasi subjek uji coba (master) sebelum dan
sesudah menunggangi komplet nan dicobakan. Hasil-hasil pengurukan data
dievaluasi dan kalau mana tahu dibandingkan dengan kelompok pembanding.

  • Operational Product
    Revision (revisi produk)

Langkah ini merupakan penyempurnaan produk atas hasil uji lapangan
beralaskan akuisisi dan hasil uji lapangan utama. Bintang sartan pembaruan ini yakni
restorasi kedua pasca- dilakukan uji lapangan nan lebih luas mulai sejak uji
lapangan yang pertama. Penyempurnaan dagangan dari hasil uji pelan makin luas
ini akan lebih memantapkan produk yang dikembangkan, karena pada tahap uji coba
alun-alun sebelumnya dilaksanakan dengan adanya kelompok pengaruh. Desain yang
digunakan adalah pretest dan posttest. Selain perbaikan yang berkepribadian internal.
Penyempurnaan komoditas ini didasarkan lega evaluasi hasil sehingga pendekatan
yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif.

  • Operational Field Tentamen
    (uji coba lapangan nisbah luas/uji kelayakan)

Persiapan ini mudah-mudahan dilakukan dengan nisbah besar, meliputi uji
efektivitas dan adaptabilitas desain produk, dan uji efektivitas dan
adabtabilitas desain menyertakan para calon pemakai produk. Hasil uji tanah lapang
kasatmata model desain yang siap diterapkan, baik dari sisi harta benda alias
metodologi. Perumpamaan uji ini dilakukan di 10 sampai 30 sekolah dengan 40 hingga
200 subjek. Pengujian dilakukan melalui angket, wawancara, dan observasi dan
hasilnya dianalisis.

  • Final Product Revision (revisi
    produk final)

Langkah ini merupakan penyempurnaan komoditas yang sedang dikembangkan.
Penyempurnaan barang penghabisan dipandang terlazim bagi lebih akuratnya produk yang
dikembangkan. Puas tahap ini mutakadim didapatkan suatu produk yang tingkat
efektivitasnya dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penyempurnaan dagangan penutup
punya nilai “generalisasi” yang dapat diandalkan. Penyempurnaan
didasarkan akuisisi atau hasil uji kelayakan dalam skala luas.

  • Disemination and
    Implementasi (Desiminasi dan implementasi)

Desiminasi dan implementasi, yaitu melaporkan komoditas lega forum-forum
profesional di dalam jurnal dan implementasi produk pada praktik pendidikan.
Penerbitan produk untuk didistribusikan secara dagang maupun free kerjakan
dimanfaatkan oleh publik. Distribusi produk harus dilakukan setelah melintasi quality
control. Disamping harus dilakukan monitoring terhadap penggunaan produk oleh
publik untuk memperoleh masukan intern susuk membereskan kualitas produk.

Demikian kata sandang yang saya sampaikan, atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih. Jangan Pangling Shere, Klik G+ ya. . . .

Source: https://karyatulisku.com/memahami-penelitian-kuantitatif/

Posted by: gamadelic.com