Beda Usg 3d Dan 4d

Jangan Salah Juga! Inilah Perbedaan USG 2D, 3D dan 4D yang Terlazim Bunda Ketahui

Jangan Salah Lagi! Inilah Perbedaan USG 2D, 3D dan 4D yang Perlu Bunda Ketahui

Perbedaan USG 2D, 3D dan 4D – Sebagian besar ibu hamil akan menjalani pemeriksaan

ultrasound scan


alias USG sejauh kehamilan mereka. Termasuk Bunda, lain?

Setiap Bunda yang mengandung, tentu ingin mengetahui jalan janin dari waktu ke waktu. Melalui pemeriksaan USG, mantri boleh berburu masalah di rahim, ovarium, leher rahim, alias tembuni, menghitung detak jantung jabang bayi, mencari tahu tingkat hancuran ketuban dan tanda


Syndrome Down.

Nah, seiring dengan adanya teknologi yang semakin canggih, banyak variasi pemeriksaan USG nan dapat Bunda lakukan, seperti USG 2D, 3D, hingga 4D.
Marilah, cari tahu perbedaan dari variasi USG tersebut. Selamat mengaji!


Perbedaan USG 2D 3D 4D


1. Pemeriksaan USG 2D

USG 2D adalah metode USG tradisional yang sudah lalu digunakan selama bertahun-perian. Macam USG ini  adalah keberagaman USG yang minimal terkenal.

USG ini dapat Bunda temukan di semua kondominium sakit dan biasanya USG 2 matra dilakukan pada tahap awal kehamilan.

Ketika pertama bisa jadi berbuat USG, genekolog akan melakukan tipe USG ini cak bagi mengukur statistik janin. Pemindaian ini menghasilkan gambar embrio yang lebih datar, dua dimensi, hitam, dan masif.

Bunda dapat mengintai tulang embrio disorot dalam rona kudrati. Menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi dan radas lunak pencitraan solo untuk membuat rancangan fetus yang ditampilkan pada monitor.

Melewati pemeriksaan ini, mantri dapat mendeteksi ukuran bayi, banyaknya air ketuban, serta kelainan fisik pada janin dalam peranakan, sungguhpun sekadar menghasilkan rajah berwarna hitam tulus.

Apabila tabib mendapati adanya ki aib pada bakal anak Bunda, biasanya dokter akan menyarankan pemeriksaan USG dengan dimensi yang lebih jenjang dan canggih, merupakan 3D ataupun 4D.


2. Pemeriksaan USG 3D

USG 3D adalah pemeriksaan yang mengait gambar tiga dimensi pada fetus. Sekali-kali memungkinkan Bunda bikin meluluk fitur wajah tertentu dari janin.

Sebetulnya USG ini hampir sebagaimana USG 2 dimensi, namun pada USG 3D memberikan gambar yang bertambah tajam dan nyawa. Kaprikornus, situasi yang membedakannya adalah


output


dari hasil penapisan itu sendiri.

Dokter dapat memperalat USG 3 ukuran bikin meluluk ilmu tasyrih janin dengan bertambah baik. Ini dapat membantu buat mendiagnosis apakah ada potensi abnormal kelahiran atau keburukan. Contohnya bisa membantu dalam mendiagnosis labium sumbing, ki kesulitan jantung maupun yang lainnya.

Dengan serupa itu, kejadian tersebut akan membantu dokter cak bagi merencanakan proteksi dalam memperbaiki komplikasi tersebut selepas bayi lahir.

Dalam USG 3 dimensi, fetus akan tampak internal warna asfar alias coklat. Hasil terbit USG 3 dimensi adalah pelecok satu kenang-kenangan kehamilan yang boleh Bunda simpan, ya.

Meskipun Bunda dapat mulai mengaram fetus di kehamilan awal, sekadar waktu yang paling kecil direkomendasikan lakukan melakukan USG ini yaitu antara 24 – 32 minggu kehamilan.


3. Pemeriksaan USG 4D

USD 4D merupakan macam USG yang paling usil dibandingkan 2D dan 3D. Bentuk yang dihasilkan makanya pemeriksaan USG 4D makin detail dan akurat. Ultrasonografi ini enggak saja akan menunjukkan janin privat gambar tiga ukuran, tetapi menampilkan aksi dan gerakannya. Fetus dapat bergerak seperti sebuah film,


lho!

Pemeriksaan ini pula berlambak memvisualisasikan anggota dan kampanye jasad fetus internal makanan dengan lebih jelas. Bunda lebih lagi dapat menyaksikan janin momen tersenyum atau menguap.

Sayangnya, enggak semua turunan dapat melakukan pemeriksaan USG 4D. Sebab, hanya ibu hamil yang punya indikasi medis dan sesuai anjuran sinse saja yang bisa melakukannya.

USG 4D sebetulnya cukup mirip dengan USG

3D. Perbedaannya adalah menampilkan gambar diam janin, ini juga memungkinkan Bunda mengaram gambar 3 format dengan gerakan.

Hal ini berharga bahwa detik mengamalkan USG 4 format, Bunda boleh melihat sang Kecil tersenyum, berkedip, atau melakukan gerakan lain.  Begitu juga dengan USG 3D, perian yang disarankan buat melakukan USG ini adalah antara 24 – 32 minggu kehamilan.


Apakah USG Aman Dilakukan?


American College of Obstetricians and Gynecologist


(ACOG) bahkan menyebutkan tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan adanya bahaya sensor USG terhadap kesehatan fetus dalam tembolok.

Akan belaka, sejumlah pelayanan menyerahkan durasi selama 45 menit detik pengawasan 4D. Durasi ini lebih lama daripada nan dipetuakan untuk kesehatan mudigah. Bila Bunda ingin melakukannya, ki ajek berpegang tegar pada durasi 15 menit penapisan hanya.

Sreg umumnya, pemeriksaan USG bisa Bunda lakukan sebanyak 4 kali selama kehamilan, yakni suatu kali saat trimester 1, satu kali momen trimester kedua, dan 2 kali saat trimester ketiga.

Namun, jumlah ini bisa sekadar berubah, tergantung dengan kondisi kehamilan dan indikasi medis tertentu. Jadi, bertambah baik Bunda langsung bertanya dengan genekolog tentang hari sensor USG yang tepat, ya.

Demikianlah artikel sekeliling perbedaan USG 2D, 3D dan 4D nan boleh Bunda ketahui. Bunda sudah enggak rusuh pula ketel, tentang perbedaan dari jenis USG tersebut?

Jangan lupa untuk caruk jaga kondisi ya Bunda, supaya janin yang dikandung Bunda pun afiat.

dr triyoga - usg majalengka

Dr. Triyoga Pramadana merupakan Dokter Spesialis Ilmu kebidanan dan Ginekologi di USG Majalengka. Anggota aktif dari Perkumpulan Obstetri Dan Ginekologi Indonesia (POGI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Source: https://usgmajalengka.com/artikel/usg/kehamilan/perbedaan-usg-2d-3d-4d/

Posted by: gamadelic.com