Batak Toba Berasal Dari Daerah

KOMPAS.com
– Batak merupakan suku yang tinggal di sekitar Haud Toba, Sumatera Lor. Suku ini tersebar hampir di seluruh wilayah provinsi Sumatera Utara.

Mengutip siasatSuku-tungkai Bangsa di Summatera karya Giyanto, nini moyang Kaki Batak merupakan kelompok Proto Melayu atau Melayu Tua.

Kelompok ini berusul dari Asia Selatan dan bermigrasi ke Nusantara melalui Pulau Sumatera.

Dari semenanjung Malaya, mereka menyeberang ke Pulau Sumatera dan kesannya menetap di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara.

Baca kembali:

  • Tungkai Gayo, Suku Terbesar Kedua di Aceh

  • Mengenal Suku Bawean nan Gemar Merantau


  • Mengenal Suku Tengger di Kawasan Bromo, Kebudayaan sejak Zaman Majapahit

Kelompok Proto Melayu kemudian membangun sebuah permukiman di Sianjur Mula-mula. Pemukiman tersebut berkembang dan hambur ke wilayah sekitarnya.

“Terserah beberapa varian tentang pitarah kaki bangsa Batak. Pelecok suatu versi menamakan bahwa nenek moyang suku bangsa Batak adalah si Raja Batak,” tulis Giyanto.

Menurut sendi
Tarombo Borbor Marsada yang dikutip Giyanto, Sultan Batak n kepunyaan tiga orang putra. Ketiga anak asuh itu lah yang menjadi awal mula marga di suku Batak.

Sebelas subsuku Batak

Ilustrasi suku Batak Toba, di Desa Huta Tinggi, Samosir, Sumatera Utara DOK.Shutterstock/Intansin
Shutterstock/Intansin
Ilustrasi suku Batak Toba, di Desa Huta Tinggi, Samosir, Sumatera Utara Galangan.Shutterstock/Intansin

Menurut Giyanto, Kaki Batak punya sebelas subsuku yang termaktub. Subsuku tersebut meliputi, Batak Karo, Batak Toba, Batak Papa, Batak Simalungun, Batak Angkola, Batak Mandailing, Batak Dairi, Batak Nias, Batak Alas, Batak Gayo, dan Batak Kluet.

“Bersumber subsuku bangsa tersebut ,ada lima subsuku bangsa yang menjadi subetnis utama Batak, yaitu Toba, Pakpak, Simalungun, Karo, dan Mandailing,” terang Giyanto.

Subsuku lainnya diketahui mengantarai diri dan membentuk identitas baru menjadi suku berbeda.

Misalnya, subsuku Gayo nan menjadi Suku Gayo dan subsuku Nias nan menjadi Suku Nias.

Suku Batak memencar akrab di seluruh Provinsi Sumatera Utara dan sebagian daerah Aceh. Sebagian ki akbar bersumber mereka masih tinggal di selingkung Danau Toba.

Menurut Giyanto, Suku Batak hidup secara berkelompok dalam satu kampung nan disebut
huta
atau
kuta
dalam bahasa Karo.

Setiap
huta
kebanyakan didiami sejumlah keluarga yang masih memiliki ikatan kekerabatan.

Baca juga: Mendalami Kehidupan Suku Batak Toba di Desa Pelancongan Huta Tinggi

Bahasa Batak

Tari Sipitu khas Batak DOK. Shutterstock/Maulana Image
Shutterstock/Maulana Image
Tari Sipitu khas Batak Galangan. Shutterstock/Maulana Image

Tungkai Batak menggunakan bahasa Batak untuk berkomunikasi sehari-waktu. Setiap subetnis memiliki logat ataupun dialek tersendiri dalam mengucapkan Bahasa Batak.

MengutipPeninggalan Nenek moyang
karya Uli Kozok, ahli bahasa mengkhususkan Bahasa Batak ke n domestik dua simpang.

Perbedaan dari kedua simpang tersebut plus raksasa, sehingga lain memungkinkan adanya komunikasi antara kedua kelompok bahasa tersebut.

Batak Angkola, Mandailingi, dan Toba menciptakan menjadikan rumpun kidul. Sedangkan Batak Karo dan Pakpak-Dairi termasuk ke dalam rumpun lor.

Baca kembali: Kwetiau Gomak sampai Dali Ni Horbo, Kuliner Unik Batak di Desa Huta Tataran

Batak Simalungun sering digolongkan ke dalam rumpun ketiga yang mampu di antara lor dan selatan.

Sahaja menurut ahli bahasa Adelaar, dialek Simalungun sebenarnya berasal dari rumpun selatan.

“Semua bahasa Batak pecah dari satu bahasa purba (proto
language) yang sebagian kosa katanya dapat direkonstruksi,” tulis Kozok intern buku tersebut.

Agama Suku Batak

Ada satu nama penting yang berhubungan dengan keimanan awam Batak yaitu Debeta Mula Bintang sartan Na Bolon. Hamba allah ini dipercaya ibarat pencipta standard seberinda dan tinggal di atas langit.

Menurut Nelita Br Situmorang intern jurnalnya yang berjudul
Eksistensi Agama Tempatan Parmalim, agama nan dianut Tungkai Batak awalnya disebut Parmalim ataupun Ugamo Malim.

“Pemeluk Agama Pamalim bersikeras dengan keyakinan yang kukuh bahwa Malim yaitu sebuah agama nan mereka yakini misal kepercayaan nan jatuh temurun dari anak cucu pertama bakat batak,” tulis Situmorang.

Suku Batak di Pulau Samosir, Danau Toba, Sumatera Utara DOK. Shutterstock/Lenisecalleja Photograhy
Shutterstock/Lenisecalleja Photograhy
Kaki Batak di Pulau Samosir, Situ Toba, Sumatera Lor DOK. Shutterstock/Lenisecalleja Photograhy

Dalam keyakinan tersebut, Mulajadi Na Bolon dipercaya sebagai Tuhan Yang Maha Besar tempat semua makhluk terbit. Penganut Ugamo Malim beribadah di Bale Parsaktian alias disebut kembali Bale Pasogit.

Menurut masyarakat Batak, agama ini purwa mungkin berdiri pada 497 Serani (M) atau 1450 perian Batak. Mereka memperalat kitab suci yang bernama Pustaha Habonoron.

Tajali Agama Kristen berangkat turut ke Suku Batak pada tahun 1863. Wangsit agama ini dibawa para misionaris yang datang ke Sumatera.

“Hanya sekarang mayoritas kabilah Batak memluk agama Kristen. Ada juga yang memeluk Agama Islam, tetapi persentasenya masih sepan katai,” imbuh Giyanto.

Baca juga: Homestay Unik Desa Huta Tataran Pulau Samosir, Menginap di Rumah Kebiasaan Batak

Gereja pertama yang berdiri di provinsi tersebut adalah Huria Serani Batak Protestan (HKBP). Gereja ini dibangun di Huta Dame, Tarutung.

Agama Kristen timbrung dan berkembang ke wilayah pelosok, termaktub Samosir, Dairi, Karo, dan Simalungun pada hari 1920-an.

Dilansir dari
Kebiasaan dan Iman Kristen di Kapling Batak karya Togar Nainggolan, penyerantaan ajaran agama Katolik makanya para misionaris puas tahun 1930 sampai 1970 dahulu berhasil.

Jumlah pemeluk agama Katolik meningkat secara tajam dalam kurun tahun sembilan tahun. Antara tahun 1950 hingga masa 1959, besaran penghuni beragama Katolik di Wadah termuat mencapai 101.550 orang, yang awalnya hanya sekitar 35.524 bani adam.

Baca pun: 9 Bekas Wisata Samosir, pecah Perbukitan hingga Desa

Rumah kebiasaan Kaki Batak

Rumah adat Suku Batak berbentuk kondominium tempat dengan korban dasar berupa kayu. Rumah rasam ini disebut Rumah Bolon di kalangan Batak Toba.

MengutipAnalisis Arsitektur sreg Rumah Tradisional Batak Toba di Kabupaten Toba Samosir, Balinge karya Yunita Syafitri Rambe, rumah Batak memiliki oranamen berupa relief dinding yang spesifik.

Ornamen di rumah adat Tungkai Batak n kepunyaan makna yang berkaitan dengan kesejahteraan, keselamatan, serta perlindungan bagi warga dan desanya.

Rumah adat Batak Toba, Samosir, Sumatera Utara DOK. Shutterstock/Julius Bramanto
Shutterstock/Julius Bramanto
Rumah adat Batak Toba, Samosir, Sumatera Utara Limbung. Shutterstock/Julius Bramanto

Motif yang banyak ditemukan, antara bukan
gorga, raja hutan-singa, dan gajah dumpak.

“Flat tradisional Batak Toba di Balige ada dua macam, merupakan ruma dan sopo,” tuis Rambe.

Ruma merupakan konstruksi tradisional Suku Batak yang digunakan ibarat medan habis. Sedangkan sopo berupakan konstruksi nan digunakan buat menyimpan padi pada zaman lewat.

Baca pula: Ruma Gorga, Rumah Adat Batak yang Sarat Makna

Kejai Ulos tunggal Batak

Pembuatan kain ulos khas Batak di Sumatera Utara DOK. Shutterstock/Zulfikri Sasma
Shutterstock/Zulfikri Sasma
Pembuatan kain ulos solo Batak di Sumatera Paksina DOK. Shutterstock/Zulfikri Sasma

Selendang yakni karet hasil budaya khusus Batak. Kejai ini punya peran penting dalam umur publik Batak.

Ulos secara harfiah berarti selimut. Tiras ini yakni hasil tenun berbentuk selendang dengat motif tunggal Suku Batak.

Menurut Giyanto, mahajana setempat menganggap kain ulos ibarat lambang anugerah besar perut yang dapat menerimakan harmoni.

Umum Batak sayang memperalat kain sandang hampir di setiap upacara adat yang diselenggarakan.

Kain ini menjadi komponen terdahulu dalam seremoni kelahiran, pernikahan, kematian, dan penantian tamu agung.

Baca lagi: 14 Jenis Ulos, Kain Kebanggaan Tungkai Batak

Dapatkan update
berita pilihan
dan
breaking news
saban hari dari Kompas.com. Yuk bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install permintaan Telegram terlebih dulu di ponsel.

Source: https://travel.kompas.com/read/2021/08/23/073100227/suku-batak-di-sumatera-utara-nenek-moyangnya-dari-asia-selatan?page=all

Posted by: gamadelic.com