Bank Soal Agribisnis Tanaman Buah

(1)

(2)

i

Sekapur sirih

Kurikulum 2022 dirancang lakukan memperkuat kompetensi pelajar dari arah sikap, pengetahuan dan keterampilan secara utuh. Keutuhan tersebut menjadi sumber akar dalam perumusan kompetensi dasar tiap mata les mencangam kompetensi dasar kerumunan sikap, kompetensi dasar kelompok pemberitaan, dan kompetensi dasar kelompok keterampilan. Semua netra cak bimbingan dirancang mengikuti rumusan tersebut.

Pendedahan kelas X dan XI jenjang Pendidikan Menengah Kejuruhan yang disajikan kerumahtanggaan buku ini juga menunduk pada ketentuan tersebut. Buku siswa ini diberisi materi penerimaan yang membekali petatar didik dengan pengetahuan, kegesitan dalam menyajikan warta nan dikuasai secara kongkrit dan abstrak, dan sikap umpama turunan nan mensyukuri anugerah alam seberinda yang dikaruniakan kepadanya melalui pemanfaatan yang bertanggung jawab.

Kiat ini menjabarkan usaha minimum nan harus dilakukan siswa buat mencapai kompetensi yang diharuskan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan n domestik kurikulum 2022, pelajar diberanikan untuk mencari dari sumber sparing tak nan tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru suntuk terdahulu cak bagi meningkatkan dan menyesuaikan kancing serp siswa dengan ketersediaan kegiatan buku ini. Temperatur bisa memperkayanya dengan kreasi kerumahtanggaan bentuk kegiatan -kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber berasal lingkungan sosial dan ala m.

(3)

ii

DAFTAR ISI

Prolog PENGANTAR … i

DAFTAR ISI … ii

DAFTAR GAMBAR … xii

DAFTAR TABEL… xv

Denah KEDUDUKAN BAHAN AJAR … xvi

GLOSARIUM…xvii

I. PENDAHULUAN …1

A. Deskripsi …1

B. Prasayarat …1

C. Petunjuk Penggunaan …2

D. Maksud Akhir …3

E. Kompetensi Inti (Gapura) dan Kompetensi Dasar (KD) …4

F. Cek Kemampuan Semula…7

II. PEMBELAJARAN …9

Kegiatan Pembelajaran 1. Melaksanakan Penentuan Dagangan Pokok kayu Buah Semusim yang Akan Diusahakan…9

A. DESKRIPSI …9

B. KEGIATAN Sparing …9

1.Tujuan Penelaahan …9

2.Uraian Materi …10

3.Refleksi…28

(4)

iii

5.Test Formatif…31

C. Penilaian…31

1.Sikap …31

2.Pengetahuan …36

3.Keterampilan…37

Kegiatan Penataran 2. Melaksanakan Awalan Kapling Produksi Tumbuhan Buah Semusim…38

A. Deskripsi …38

B. Kegiatan Belajar…38

1.Intensi Penataran …38

2.Uraian Materi …39

3.Refleksi…62

4.Tugas …64

5.Test Formatif…65

C. Penilaian…65

1.Sikap …65

2.Pengetahuan …65

3.Kelincahan…66

Kegiatan Penelaahan 3. Melaksanakan Pemuatan Mulsa Lahan Tanaman Buah Semusim…69

A. Deskripsi …69

B. Kegiatan Berlatih…69

(5)

iv

2.Uraian Materi …70

3.Refleksi…88

4.Tugas …90

5.Test Formatif…91

C. Penilaian…91

1.Sikap …91

2.Informasi …91

3.Keterampilan…92

Kegiatan Pendedahan 4. Melaksanakan Pembibitan Tanaman Buah Semusim …96

A. Deskripsi …96

B. Kegiatan Belajar…96

1.Tujuan Pembelajaran …96

2.Uraian Materi …97

3.Refleksi…125

4.Tugas …126

5.Test Formatif…127

C. Penilaian…128

1.Sikap …128

2.Pengetahuan …128

3.Kegesitan…128

Kegiatan Pembelajaran 5. Melaksanakan Penanaman Pokok kayu Buah Semusim ….134

(6)

v

B. Kegiatan Sparing…134

1.TujuanPembelajaran …134

2.Uraian Materi …135

3.Refleksi…147

4.Tugas …149

5.Test Formatif…150

C. Penilaian…150

1.Sikap …150

2.Pengetahuan …150

3.Ketangkasan…151

Kegiatan Pembelajaran 6. Melaksanakan Irigasi Tanaman Biji kemaluan Semusim. …153

A. Deskripsi …153

B. Kegiatan Membiasakan…153

1.Intensi Pendedahan …153

2.Uraian Materi …154

3.Refleksi…166

4.Tugas …168

5.Ulangan buletin …
Error! Bookmark not defined.
C. Penilaian…169

1.Sikap …169

2.Pengetahuan …169

(7)

vi Kegiatan Pembelajaran 7. Melaksanakan Pengendalian Gulma Tumbuhan Biji kemaluan

Semusim…171

A. Deskripsi …171

B. Kegiatan Sparing…171

1.TujuanPembelajaran …171

2.Uraian Materi …172

3.Refleksi…196

4.Tugas …198

5.Test Formatif…199

C. Penilaian…199

1.Sikap …199

2.Pengumuman …199

3.Keterampilan…200

Kegiatan Pembelajaran 8. Melaksanakan Proteksi Kesuburan Tanah pada Tanaman Biji zakar Semusim …202

A. Deskripsi …202

B. Kegiatan Sparing…202

1.Maksud Penelaahan …202

2.Jabaran Materi …203

3.Refleksi…227

4.Tugas …229

5.Test Formatif…229

(8)

vii

1.Sikap …230

2.Pengetahuan …230

3.Kegesitan…231

Kegiatan Penataran 9. Melaksanakan Pengendalian Wereng Tanaman Buah Semusim…233

A. Deskripsi …233

B. Kegiatan Belajar…233

1.Tujuan Pembelajaran …233

2.Uraian Materi …234

3.Refleksi…259

4.Tugas …260

5.Ulangan Koran …261

C. Penilaian…261

1.Sikap …261

2.Pemberitahuan …261

3.Kecekatan…262

Kegiatan Pembelajaran 10. Melaksanakan Pengendalian Komplikasi Tanaman Buah Semusim…265

A. Deskripsi …265

B. Kegiatan Belajar…265

1.Pamrih Pendedahan …265

2.Uraian Materi …266

(9)

viii

4.Tugas …290

5.Test Formatif…291

C. Penilaian…291

1.Sikap …291

2.Maklumat …291

3.Keterampilan…292

Kegiatan Penelaahan 11. Melaksanakan Penyerbukan Pokok kayu Buah Semusim …295

A. Deskripsi …295

B. KegiatanBelajar…295

1.Harapan Penataran …295

2.UraianMateri …296

3.Refleksi…305

4.Tugas …307

5.Test Formatif…307

C. Penilaian…308

1.Sikap …308

2.Kabar …308

3.Ketrampilan …309

Kegiatan Pengajian pengkajian 12. Melaksanakan Pemangkasan Tanaman Biji kemaluan Semusim …310

A. Deskripsi …310

(10)

ix

1.TujuanPembelajaran …310

2.Uraian Materi …311

3.Refleksi…322

4.Tugas …323

5.Test Formatif…324

C. Penilaian…324

1.Sikap …324

2.Pemberitaan …325

3.Ketangkasan…325

Kegiatan Pembelajaran 13. Melaksanakan Pemanenan Buah Semusim…327

A. Deskripsi …327

B. Kegiatan Belajar…327

1.Tujuan Pembelajaran …327

2.Uraian Materi …328

3.Refleksi…341

4.Tugas …343

5.Test Formatif…343

C. Penilaian…344

1.Sikap …344

2.Pengetahuan …344

3.Ketrampilan …345

(11)

x

A. Deskripsi …347

B. Kegiatan Belajar…347

1.Harapan Pembelajaran …347

2.Uraian Materi …348

3.Refleksi…365

4.Tugas …366

5.Ulangan Harian …
Error! Bookmark not defined.
C. Penilaian…367

1.Sikap …367

2.Pengetahuan …368

3.Ketrampilan …368

Kegiatan Pembelajaran 15. Melaksanakan Pemasaran Hasil Pokok kayu BuahSemusim. …370

A. Deskripsi …370

B. Kegiatan Belajar…370

1.TujuanPembelajaran …370

2.Uraian Materi …371

3.Refleksi…379

4.Tugas …380

5.Ulanganharian …381

C. Penilaian…381

1.Sikap …381

(12)

xi

3.Kegesitan…382

Kegiatan Pembelajaran 16. Melaksanakan Pembukuan Usaha Tanaman Buah Semusim…384

A. Deskripsi …384

B. Kegiatan Belajar…384

1.Tujuan Pembelajaran …384

2.Uraian Materi …384

3.Repleksi …399

4.Tugas …401

5.Test Formatif…401

C. Penilaian…402

1.Sikap …402

2.Siaran …402

3.Keterampilan…403

III. PENUTUP …404

(13)

xii

DAFTAR Rancangan

Bentuk 1. Bedeng an d eng an Pen ana ma n Tun gga l …51

Rencana 2. Bedengan dengan Penanaman Ganda …53

Gambar 3pH Indikator dan Soil Tester…59

Gambar 4. Mulsa Jerami(Organik) …72

Rang 5 Mulsa Mulsa Plastik Hitam Perak (Anorganik)…73

Bentuk 6. Pemasangan MPHP…79

Gambar 7. KalengBekas nan Digunakan bagi Pembuatan Gaung Tanam …80

Gambar 8. Alat Pusut Mulsa dengan Menggunakan Pegangan…81

Gambar 9. Perangkat Pencipta Lubang Tanam dari Kaleng Medan dengan Bara Arang …82

Gambar 10. Membuat lubang pada MPHP…83

Susuk 11. Pencantuman dan Perforasi MPHP Secara Intensif …84

Gambar 12. Rumah Pembibitan Model I …102

Gambar 13. Rumah Pembibitan Sempurna II…103

Gambar 14. Kondominium Pembibitan Paradigma III …104

Bentuk 15. KomposisiMedia Semai Nisbah 2:1…105

Gambar 16. KomposisiMedia Semaian Perbandingan 2:1:1 …105

Gambar 17. PeretakanBenih Semangka Non Biji dengan Gunting Kakas…109

Gambar 18. Proses Pengecambahan Benih Semangka Non Biji …110

Gambar 19. Proses Pengecambahan Benih Semangka Beriji …112

Rang 20. Pembibitan Nilai Stroberi…116

Rang 21. Bibit bersumber Stolon …117

Gambar 22. Bibit Stroberi Siap Tanam…118

Gambar 23. Penghutanan Bibit Semangka …141

Gambar 24. Hasil Penghijauan Ekstrak Semangka …142

Gambar 25. Menanam Pati Stroberi …143

Gambar 26. Kasih Mulsa Jerami Diantara Jajar Tanaman …144

(14)

xiii

Tulang beragangan 28. Pengairan Siste m Al ir …163

Gambar 29. Pengairan Secara Sprin kle d i Petak Stro beri …163

Gambar 30. Skema Pengambilan GulmaContoh Secara Sistematis …180

Bentuk 31. Asumsi Analisis Biaya Dan Keuntungan Pengendalian Gulma…182

Gambar 32. AlatPengendalian Mekanik …185

Gambar 33. Serangan Hama Trhip dan Wereng Trhip…237

Bentuk 34. Hama Oteng-oteng …238

Lembaga 35 Bidasan Kutu Aphids dan Wereng Aphid …240

Gambar 36. Tungau Biram …241

Tulang beragangan 37. A: Ulat
Helico verpa
sp, B:
Palpita
sp., C:
Spodoptera
sp. …243

Rangka 38. LalatBuah …244

Rancangan 39. Layu Fusarium …268

Gambar 40 Bidasan Dumping off …269

Rancangan 41. Antraknose plong daun dan buah…271

Rang 42. Penyakit Kresek …272

Gambar 43. Kebobrokan Layu Bakteri …273

Tulangtulangan 44. Kemungkus Buah Phytophthora …274

Gambar 45. Penyakit Downy Mldew …275

Gambar 46. PenyakitPowdery Mildew…276

Buram 47. PenyakitVirus …277

Buram 48. Pengambilan Tanaman Contoh Secara Acak …280

Tulangtulangan 49. Anak uang Nekat dan Betina…300

Gambar 50. Penyerbuaan Bunga Semangka …302

Buram 51. Kronologi Bunga Menjadi Biji kemaluan…303

Rangka 52. Buah Dikembangkan dalam Susuk Peti…303

Gambar 53. SetelahBerdaun 5 Pucuk Dipotong…316

Gambar 54. Tanaman Dibentuk 3 Cabang…317

Rang 55. Pemotongan Pucuk Setelah 32 Daun …318

Gambar 56. Buah Semangka Siap Penuaian …336

(15)

xiv

Gambar 58. Panen Buah Strobri …339

Gambar 59. Sortasi dan Grading Buah Stroberi …358

Gambar 60. Buah Stroberi internal Buntelan …360

Gambar 61. Pengangkutan Buah Semangka …361

(16)

xv

DAFTAR Grafik

Grafik 1. Diagram.1.1Persyaratan Tumbuh Tanaman Biji kemaluan Semusim …15

Tabel 2. Pendayagunaan Kapur Kg Per 1 Ha…54

Tabel 3. Dosis Kapur, Jamur, dan Racun serangga Karbufuran puas Budi daya Semangka Non Poin dan Berbiji dengan Sistem MPHP dan Tanpa MPHP …218

Tabel 4 Atak dan dosis jamur susulan semangka non biji dan berbiji tanpa mulsa plastic hitam perak …222

Diagram 5. Identifikasi hama pokok kayu…255

Grafik 6. keadaan gangguan Hama…258

Tabel 7. Dukumen Jenis Perlakuan…258

Tabel . Inferior Respirasi dari Beberapa Barang Pascapanen puas Su⁾u 5⁰C. …350

Diagram 9. Klasifikasi Komoditi Biji zakar Berdasarkan Laju Produksi Etilen …351

Tabel 10. Contoh Buku Jurnal …387

Grafik 11. Contoh Daya Besar …388

Diagram 12. Acuan Bagan Staffel …389

Diagram 13. Konseptual Bentuk Laporan Laba Rugi…390

(17)

xvi

Kar Singgasana BAHAN AJAR

Kamu madya mendaras kancing ini 1. Produksi

Pokok kayu Pangan Dan

Palawija

2. Produksi Pokok kayu Sayuran

4. Produksi Pokok kayu Hias

Kemasan Kepiawaian 1 :

Agribisnis Tanaman

Pangan dan

Hortikultura

(18)

xvii

GLOSARIUM

Elevasi : Ketinggiansuatutempatterhadapdaerahsekitarnya (di ataspermukaanlaut)

Etilen : senyawa organik hidrokarbon paling tertinggal (C2H4) berupa gas berwibawa terhadap proses fisiologis pokok kayu.

Gulma : Tumbuhan penggganggu

Hand traktor : Traktor kecil roda dua disambung denganalat pengolah ajak/singkal dan rotary

Herbisida : pestisida yang digunakan untuk pengendalian gulma alias tumbuhan pengganggu nan bukan dikehendaki

Kadar air tanah : Jumlah air yang

dapatditampungolehtanahsetelahhujanturundengansangatleb atataubesar

MPHP : MulsaPlastikHitam Perak

Permeabilitas : Kecepatanmasuknya air padatanahdalamkeadaanjenuh. Respirasi : karbohidrat kompleks dirombak menjadi tulang beragangan karbohidrat

yang paling sederhana (sukrosa) selanjutnya dioksidasi untuk menghasilkan energi

Topografi : Studitentangbentukpermukaan, vegetasinya,

pengaruhmanusiaterhadaplingkungandankebudayaanlokal Vegetasi : Bagianhidup yang tersusundaritetumbuhan nan

(19)

1

I. PENDAHULUAN

A.
Deskripsi

Anak kunci Teks Bahan Asuh Siwa SMK Mata Pelajaran Agribisnis Tanaman Biji zakar Semusim Semester 3 Kelas bawah XI memuat akan halnya Agribisnis Pohon Buah Semusim nan berisikan uraian materi sesuai Kompetensi Inti dan kompetensi dasar (Capuk-KD) yang terserah sreg mata pelajaran tersebut, begitu juga; melaksanakan penentuan barang tanaman biji kemaluan semusim yang akan diusahakan, melaksanakan langkah persil produksi tanaman biji zakar semusim, melaksanakan pengisian mulsa lahan pokok kayu biji kemaluan semusim, melaksanakan pembibitan pokok kayu b uah semusim, melaksanakan penghijauan bibit tanaman biji pelir semusim, melaksanakan pengairan tanaman biji pelir semusim, melaksanakan pengendalian gulma pokok kayu biji zakar semusim, melaksanakan pemeliharaan kesuburan tanah pohon biji zakar semusim, melaksanakan pengendalian wereng pohon buah semusim, melaksanakan pengendalian penyakit tanaman buah semusim, melaksanakan pembuahan tanaman buah semusim, melaksanakan pemangkasan pokok kayu buah semusim, melaksanakan pemanenan tumbuhan buah semusim, melaksanakan pasca panen tanaman buah semusim, melaksanakan pemasaran hasil biji pelir semusim, dan melaksanakan pembukuan persuasi tanaman buah semusim. Untuk KD melaksanakan pengajiran tidak digunakan intern semester ini tetapi plonco digunakan puas semester 4 kelas XI.

B.
Prasayarat

(20)

2

C.
Nubuat Penggunaan

Untuk menggunakan anak kunci ini Anda bisa mengawalinya dengan aktif menunaikan janji perintah–perintah yang tertera internal sosi ini, seperti perintah untuk mengamati korban/gambar tertentu. Anda perlu meminang kepada guru sebagai fasilitator tentang hal-situasi yang belum Kamu pahami, menanyakan tentang fasilitas/alat/mangsa yang diperlukan atau tentang pengembangan kian lanjur dari materi yang dibahas, lakukan itu Sira dapat menggunakan sumur berlatih yang lain.

Perlu diketahui bahwa wahana arketipe komoditas yang digunakan sebagian besar ialah tanaman semangka khususnya bagi dataran rendah dan adv minim siaran tanaman stroberi bikin dataran janjang. Pertimbangan pengambilan abstrak komoditas diatas karena dilihat berpangkal beberapa aspek seperti: kemasyhuran, kelengkapan dan kekomplekan, ekonomi, dan kemudahan dilakukan. Sekolah bisa tidak mengikuti contoh wahana komoditas tersebut diatas asalkan sekolah dapat menyelenggarakan Borek-KD pokok kayu biji kemaluan semusim semester 4 nan diwajibkan.

Kompetensi inti dan Kompetensi dasar (Burik-KD) yang disajikan kerumahtanggaan buku teks ini diurutkan bersendikan silabus saja penggunaannya ada yang bersambungan sesuai silabus ada pun nan tidak kronologis atau iteratif-ulangatau dilakukan secara paralel. bagi itu Bopeng-KD penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan di petak/lapangan.

Selanjutnya Kamu diharapkan bisa mencoba semua keterampilan yang sudah di susun plong semua materi pembelajaran yaitu:

1.Melaksanakan penentuan produk tanaman biji zakar yang akan diusahakan,

(21)

3 5. Melaksanakan penanaman konsentrat tanaman biji kemaluan,

6. Melaksanakan pengairan pokok kayu buah,

8. Melaksanakan pengendalian gulma tanaman biji pelir,

9. Melaksanakan pemeliharaan kesuburan tanah tanaman buah,

10. Melaksanakan pengendalian hama tumbuhan buah, 11. Melaksanakan pengendalian penyakit pohon buah,

12. Melaksanakan penyerbukan tanaman buah,

13. Melaksanakan pemangkasan tanaman buah,

14. Melaksanakan pemanenan tanaman biji pelir,

15. Melaksanakan pasca pengetaman tanaman buah,

16. Melaksanakan pemasaran hasil pokok kayu buah semusim sesuai prosedur, dan

17. Melaksanakan pendaftaran aksi tanaman biji pelir semusim sesuai prosedur.

Kemudian Kamu diharapkan mampu
menganalisis dan merangkum
hasil pengamatan berusul mendaras pemberitahuan adapun semua materi , hasil diskusi dan hasil mencoba semua materi tanaman buah semusim. Apakah suka-suka hal-situasi yang sama alias berbeda atau mesti pengembangan, semuanya itu perlu Sira catat perumpamaan bahan laporan hasil pendedahan ini, dan nan terakhir Anda diharapakan boleh mempresentasikan laporan hasil penataran di depan kelas.

D.
Tujuan Penutup

(22)

4

E.
Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Asal (KD)

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI Radiks SEKOLAH Menengah KEJURUAN (SMK)/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN (MAK)

PROGRAM Kepiawaian : AGRIBISNIS Pokok kayu

Sampul Kepakaran : AGRIBISNIS TANAMAN BUAH

Alat penglihatan PELAJARAN : AGRIBISNIS Tumbuhan BUAH SEMUSIM

KELAS : XI

KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI DASAR

1. Menghayati dan mengamal-ketel tanzil agama nan dianutnya

1.1 Meyakini kasih Tuhan pada penataran agribisnis tanaman buah andai warta lakukan kemaslahatan umat manusia.

2. Menghayatidanmengamal-kanperilaku valid, disiplin, tanggung-jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, akur), santun, paham dan memihak-aktif dan menunjukkan sikap perumpamaan bagian pecah solusi atas berbagai persoalan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan

alam serta privat

menempatkan diri sebagai

2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, bonafide terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung jawab dalam mengumpulkan pesiaran/ eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan tanya dan berargumentasi, peduli sanggang royong, bekerjasama, ketabahan, rajin berbaik, berpendapat secara ilmiah dan tanggap, responsif dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas bawah/makmal maupun di luar kelas/lahan.

(23)

5

KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI Bawah

gambaran bangsa internal perikatan dunia.

mileu dengan menerapkan prinsip keselamatan kerja saat mengerjakan kegiatan pengamatan dan percobaan di laboratorium dan di lingkungan sekitar.

3. Mengarifi, menerapkan, dan menganalisis pengetahu-an riil, lengkap, pro-sedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahu-nya mengenai mantra penge-tahuan, teknologi, seni, bu-daya, dan humaniora dalam wawasan manusiawi, ke-bangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan keadaan dalam bidang kerja yang idiosinkratis

untuk menuntaskan

keburukan.

3.1 Menganalisis penentuan produk pokok kayu buah yang akan diusahakan

3.2 Menerapkan teknik ancang lahan produksi tanaman biji pelir

3.3 Menganalisis teknik penggunaan mulsa di lahan tanaman buah

3.4 Menerapkan teknik pembibitan pokok kayu buah 3.5 Menerapkan teknik penghijauan bibit tanaman

buah

3.6 Menerapkan teknik irigasi tanaman biji pelir 3.7 Menerapkan Teknik pengajiran/penopang

tanaman buah

3.8 Menganalisis teknik pengendalian gulma tanaman buah

3.9 Menerapkan teknik preservasi kesuburan tanah tanaman buah

3.10 Menganalisis kuala kebinasaan tanaman buah tahunan akibat ofensif hama

3.11 Menganalisis kerusakan tumbuhan buah akibat terjangan masalah

3.12 Menerapkan teknik penyerbukan pohon biji zakar

(24)

6

KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI Bawah

3.14 Menerapkan teknik pemanenan tanaman buah

3.15 Menerapkan teknik pasca panen pohon buah

3.16 Menerapkan teknik Pemasaran hasil tanaman buah . dengan pengembangan dari nan dipelajarinya di sekolah secara mandiri, berperan secara efektif dan bernas, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan sewaktu.

4.1 Melaksanakan penentuan komoditas tanaman biji kemaluan yang akan diusahakan sesuai prosedur 4.2 Melaksanakan langkah lahan produksi

tanaman buah sesuai prosedur

4.3 Melaksanakan pemasangan mulsa kapling pokok kayu biji kemaluan sesuai prosedur

4.4 Melaksanakan pembibitan pokok kayu buah sesuai prosedur

4.5 Melaksanakan reboisasi bibit tanaman biji zakar sesuai prosedur

4.6 Melaksanakan pengairan tanaman buah sesuai prosedur

4.7 Melaksanakan pengajiran /penopang tanaman buah sesuai prosedur

4.8 Melaksanakan pengendalian gulma tanaman buah sesuai prosedur

4.9 Melaksanakan pemeliharaan kesuburan kapling tanaman buah sesuai prosedur

(25)

7

KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI DASAR

4.11 Melaksanakan pengendalian penyakit pokok kayu biji pelir sesuai prosedur

4.12 Melaksanakan penyerbukan tanaman biji pelir 4.13 Melaksanakan pemangkasan pohon buah

sesuai prosedur

4.14 Melaksanakan pemanenan tanaman buah sesuai prosedur

4.15 Melaksanakan pasca panen tumbuhan buah 4.16 Melaksanakan Pemasaran hasil tanaman

buah sesuai prosedur.

4.17 Melaksanakan pendaftaran gerakan tanaman buah sesuai prosedur

F.
Cek Kemampuan Awal

Berilah tanda cek list √ sesuai jawaban yan⁽ Anda berikan plong kolom ya atau tidak di panggul⁾ ini.

No

Apakah Beliau mampu kegiatan pembelajaran:

Ya

Lain

1. Melaksanakan penentuan dagangan tanaman buah semusim yang akan diusahakan

2. Melaksanakan persiapan lahan produksi tumbuhan buah semusim

3. Melaksanakan pemsangan mulsa lahan tanaman buah semusim

(26)

8 8. Melaksanakan pengendalian gulma tanaman biji zakar semusim

9. Melaksanakan pelestarian kesuburan petak tanaman buah semusim

10. Melaksanakan pengendalian wereng tanaman buah semusim 11. Melaksanakan pengendalian penyakit tanaman buah

semusim

(27)

9

II. Pendedahan

Kegiatan Pembelajaran 1. Melaksanakan Penentuan Produk Tanaman Buah

Semusim yang Akan Diusahakan

A.
DESKRIPSI

Kompetensi Dasar (KD) Melaksanakan Penentuan Barang Tanaman Buah Nan Akan Diusahakanberisikan uraian pokok materi; kelayakan teknis membentangi:lokasi, iklim,keadaan lahan/petak. aspek pasar meliputi: terserah tidaknya pasar, seberapa besar pasar yang ada, kar kondisi pesaing, perilaku konsumen, strategi. aspek ekonomi meliputi: pembiayaan, pendapatan, penyusutan, bagaimana kita menilai kelayakan persuasi nan direncanakan?. amatan aksi budidaya semangka non poin meliputi: biaya produksi, pendapatan, dan keuntungan saban hektar (privat 1 waktu). aspek syariat, dan cara menetukan komoditas yang berpotensi.

B.
KEGIATAN BELAJAR

1.
Tujuan Penerimaan

Sehabis mempelajari mata tutorial ini dan disediakan gawai dan bahan penentuan komoditas tanaman biji zakar siswa didik mampu melaksanakan penentuan komoditas pokok kayu biji pelir yang akan diusahakansesuai tolok pabrik buah.

a. Apa yang Anda ketahui mengenai potensi area? b. Sebutkan potensi provinsi yang terserah ditempat Anda!

(28)

10 d. Daya dukung apa saja yang suka-suka di tempat Anda sehingga potensi distrik

tersebut terkelola dengan optimal?

e. Untuk menjawab pertanyaan di atas Anda diminta untuk menuduh dan mempelajari wacana fakta dilapangan yang terkait dengan potensi yang ada dan macam/jenis daya dukung yang ada seperti: aspek teknis (iklim, tanah, topografi, ketinggian tanah dari permukaan laut), aspek ekonomi (komoditas unggulan apa yang menguntungkan), aspek pasar ( eksistensi pasar, perilaku pemakai, perilaku produksi), dan aspek hukum (dukungan pemerintah, model bisnis melalaui koperasi/perorangan).

f. Privat mengerjakan pengamatan persiapkan dengan rayon pertanyaan malah dulu!

2.
Jabaran Materi

Potensi wilayah adalah kemampuan suatu distrik nan mempunyai prospek menjadi aktual kerjakan dikembangkan. Misalnya didaerah Anda dilalui sungai yang airnya bisa dimanfaatkan untuk pengairan pertanian bisa jadi tempat Anda berpotensi untuk kegiatan operasi pertanaman artinya berba gai kegiatan produk pertanian seperti mana budidaya iwak, piaraan dan pokok kayu sangat mungkin dikembangkan bagaikan usaha alias agribisnis. Terbit pernyataan diatas bisa disimpulkan bahwa adanya potensi gerakan pertanian karena didukung adanya air nan memadai tetapi ki akal dukung privat bidang pertanaman tak sekedar maka dari itu air sekadar hanya banyak faktor lainnya seperti iklim (suhu, kelembaban pangkat penyorotan dan curah hujan angin), varietas kapling, topografi, transpotasi, sumur daya turunan (SDM) nan trampil, biaya dan lai-lain.

(29)

11 studi kelayakan apakah komoditas tersebut memadai diusahakan atau tidak perlu melalui sejumlah tahapan kegiatan.

Sebelum kita berbuat kegiatan penelitian pengamatan terlebih dahulu marilah kita mengagungkan cap Allah Yang Maha Esa (YME) karena suatau wilayah ternyata Tuhan memberikan potensi yang asing biasa apabila kita boleh menggali potensi tersebut akan mendatangkan dan meningkatkan sikap, ketrampilan, amanat refleks meningkatkan kesejahteraan kita .Amiin.

a. Kelayakan teknis

Untuk menentukan tanaman yang akan dipilih sebagai wahana agrib isnis pelecok satu pertimbangan nan digunakan adalah hasil studi aspek teknis, aspek ini sebagian besar adalah kondisi kasatmata yang ada di alam dan merupakan sentral dukung untuk kegiatan agrisbistersebut, antara lain membentangi;

1) Lokasi

Terserah sejumlah pertimbangan kerumahtanggaan menyibuk lokasi yang akan digunakan andai tempat agribisnis seperti:

(30)

12 b) Elevasi persil alias meres petak dari atas permukaan laut harus diukur dengan benar karena tanaman tertentu memperlukan persyaratan tersebut, seperti tumbuhan biji kemaluan stroberi membutuhkan keagungan diatas 1000 meter di atas permukaan laut (dpl).

c) Topografi areal ialah peristiwa paras bumi pada suatu daerah juga dapat mempengaruhi penyortiran jenis tanaman seperti lega pohon biji pelir semusimmembutuhkan areal yang relatif datar sehingga penanganannya mudah dan lancar.

2) Iklim

Tanaman memaui varietas iklim tertentu.Tak semua tanaman boleh ditanam di arbitrer tempat plong iklim yang berbagai jenis. Sebaliknya puas iklim tertentu (nan setimbang) enggak semua tipe tanaman dapat hidup/produktif ditempat tersebut. Buat tanggulang halangan hidupnya, tanaman membutuhkan jumlah panas dan kuantitas air sesuai dengan kebutuhannya.

Setiap jenis dan variasi harus disesuaikan dengan panjang penyinaran sebagaimana tumbuhan melon ataupun semangka membutuhkan panjang penyinaran ± 11 jam dibanding tanaman yang tak. Dan kebutuhan jumlah airnya tingkatan tetapi apabila pada jumlah curah hujannya yang tahapan tanaman tersebut terlebih kurang baik karena proses pertumbuhannya lambat dan waktu panennya kembali akan ki bertambah.

(31)

13 Suatu panggung, walaupun kapling dan pemeliharaannya sama, belum pasti hasil setiap tahunnya akan sama, hal ini amung-alat penglihatan disebabkan karena keadaan cerah belaka. Bermacam ragam macam cara kita bisa menyesuaikan diri dengan kirana, tetapi pada umumnya manusia tidak dapat mengatasi pengaruhnya. Kurang kian 30% produksi panenan tersangkut dari situasi cuaca,kadang bahkan panenan bisa gagal besaran hanya karena akibat cuaca buruk, termasuk banjir, pengikisan dan tak sebagainya.

Cerah tidak hanya mempengaruhi kuantitas produksi (jumlahnya) melainkan sekali lagi kualitas produksi (mutunya). Karena perbedaan terang itulah, privat satu tahun, tak semua produksi tanaman jumlah/kualitasnya setimbang baik/buruknya hal ini akan saling berbeda.

Cuaca bukan hanya mempengaruhi produksi secara langsung, melainkan ada nan tidak langsung, misalnya akan kulur hama dan komplikasi. Maka dengan adanya hama dan penyakit, secara kontan ataupun lain sewaktu akan samudra pula pengaruhnya terhadap produksi tanaman. Maka bisa terjadi bahwa musim kemarau hanya dinilai merusak cuma, karena orang enggak boleh menyelamatkan. Musim kemarau sebenarnya memiliki nilai maujud pula, karena terjadinya sensual dan kekeringan akan menghancurkan hama dan kelainan.

(32)

14 3) Keadaan lahan/tanah

Lahan merupakan alat angkut tempat tumbuh bagi tanaman. Petak adalah alat produksi buat menghasilkan hasil persawahan/buah, minus lahan pokok kayu buah tak akan ekonomis untuk diusahakan secara komersial. Sebegai alat produksi maka lahan intern peristiwa ini lahan laksana medan tegak tanaman, tempat bakal persediaan unsur-unsur makanan pokok kayu, panggung persediaan air bagi tanaman dan udara sehingga akar bisa bernapas dan menghisap rezeki dari dalam kapling. Maka itu sebab itu lahan harus disediakan sesuai peruntukkannya.

Pemberitahuan dan kondisi aktual persil adalah faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam memintal suatu pohon yang akan diusahakan. Informasi tersebut bisa dilakukan dengan pengamatan langsung sebagaimana kondisi topografi, ilmu permukaan bumi, dll, tetapi buat melihat sifat fisik, kimia dan biologi tanah (kedalaman solum, ketinggian muka air tanah, tekstur, struktur, konsistensi, permeabilitas, dan keasaman) terbiasa adanya pengkhususan laboratorium. Selain itu diperlukan pun persyaratan tanaman mengenai kondisi petak nan diinginkan, apakah tanah tersebut internal katagori baik, kurang baik, atau tidak baik untuk tanaman nan dipilih. Dapat juga disajikan dengan kriteria kesesuaian tanah sebagaimana kesesuaiannya tinggi, sedang, terbatas dan tak sesuai

(33)

15 Di bawah ini data-data persyaratan merecup bikin bilang pohon buah semusim

Grafik 1. Persyaratan Tumbuh Pohon Biji kemaluan Semusim

(34)

16 Berpangkal data diatas coba kerjakan di daerah seputar anda bakal mendapatkan infomasi tentang Iklim (curah hujan, suhu kelembaban, dan tangga penerangan), kondisi tanah ( jenis tanah, dan pHnya), dan ketinggian tanah semenjak satah laut (dpl).

a) Aspek Pasar

Setiap aksi nan akan dijalankan harus memiliki pasar yang jelas. N domestik aspekpasar dan pemasaran, keadaan-peristiwa yang teristiadat dicermati ialah;

 Ada-tidaknya pasar (konsumen)  Seberapa segara pasar nan ada

 Peta kondisi pesaing, terutama kerjakan produk nan sejenis  Perilaku konsumen

 Kebijakan yang dijalankan untuk memenangkan persaingan dan merebut pasar yang cak semau.

Bikin mengarifi ada tidaknya pasar dan seberapa besarnya pasar, serta perilakukonsumen, maka perlu dilakukan pengamatan pasar, dengancara:

o
Melakukan survey dengan terjun berbarengan ke pasar untuk

melihat kondisi pasaryang ada. Dalam kejadian ini kerjakan

mengerti jumlah pemohon dan pesaing.

o
Melakukan tanya jawab dengan berbagai pihak nan dianggap

memegangperanan. Internal hal ini mengamalkan wawancara kepada pesaing secara bungkam-diam.

(35)

17 Permohonan pasar pada dasarnya menunjukkan besarnya kuantitas permintaan pengguna atas produk, segmentasi pasar juga yakni bagian penting dalam menetukan golongan pengguna yang potensial, dan persaingan berpokok firma lain, merupakan unsur -unsur yang terdahulu n domestik menetukan perilaku pasar dalam keadaan ini perumpamaan pertimbangan bagi menentukan produk dagangan yang akan ditawarkan

Diharapkan dengan menimang aspek pasar ini pemilihan penetuan jenis tanaman yang akan diusahakan boleh memperoleh keuntungan, dapat berkembang dan berkelanjutan.

b) Kelayakan Ekonomis

Maksud utama dari suatu manuver yaitu memperoleh keuntungan maupun laba keuangan. Karena itu, penentuan pas tidaknya satu rencana gerakan akan ditentukan makanya runding-perhitungan dalam analisis gemi. Apabila analisis kelayakan dilakukan dengan benar dan jadinya menunjukkan pas untuk dilaksanakan, maka pelaksanaannya jarang mengalami kekosongan. Kecuali amatan kelayakan usaha dilakukan dengan data yang tidak ter-hormat dan atau karena adanya faktor- nan tidak terkontrol misalnya terjadi rayuan alam.

Sebelum menguraikan berbagai peristiwa tentang analisis hemat, perlu justru dahulu mengetahui kebobrokan pembiayaan, pendapatan, dan penyusutan.

 Pembiayaan

(36)

18 Biaya dikelompokan menjadi 2, yaitu biaya tetap (fixed cost) dan biaya bukan teguh (laur cost).

o
Fixed Cost (biaya tetap), merupakan biaya nan besarnya enggak

berubah walaupun terjadi penambahan pada volume produksi. Termasuk privat kerubungan ini adalah: gaji dan tunjangan, peralatan/perlengkapan (sprayer, cangkul, bak penampung air, gembor dsb), biaya penyusutan (depreciation), biaya perawatan mesin dan konstruksi, biaya perijinan, anak uang kredit, asuransi, fiskal perusahaan, dan biaya enggak terduga, dan tidak-bukan.

o
Variabel Cost (biaya tidak tunak), yaitu: biaya yang besarnya

berubah

sesuai dengan penambahan bersumber volume produksi. Tercatat dalam

kelompok ini merupakan: wahana produksi (bibit, serabut dan obat- obatan)dan Upah jurnal tenaga kerja.

Selain kedua kelompok pembiayaan diatas, dalam penerapannya masih terletak pengeluaran pembiayaan tidak seperti halnya lakukan pengadaan tanah, konstruksi, peralatan, maupun pembiayaan lainnya.

Sehingga apabila dikelompokan, maka gerombolan pembiayaan ini ikut kedalam gerombolan Modal Investasi dan Modal Kerja.

(37)

19 perijinan, pengadaan alat-alat transportasi, peralatan dinas, instrumen kantor, instalasi air dan listrik dan tak lain.

o
Modal kerja, yaitu: modal yang dipergunakan bagi

membayari keseluruhan kegiatan agar usaha berjalan lancar sesuai dengan rencana setelah investasi dianggap memadai. Tertulis kedalam keramaian modal kerja antara tidak: bahan baku, bahan penolong, sasaran bakar dan mangsa pelumas, bahan pembungkus (packing), bahan buat pembersih air (zat kimia), gaji, lewat waktu, biaya administrasi, dan bukan-lain. c) Pendapatan

Pendapatan suatu usaha meliputi semua dagangan atau molekul yang bisa dijual dari kegiatan usaha tersebut. Barang atau unsur yang boleh dijual bukan hanya produk utama, belaka dapat juga dagangan afkir atau produk ikutan yang dapat substansial limbah. Untuk dapat menghitung pendapatan haruslah berbenda menotal harga sosi sendirisendiri unit dan harga jual.

Perkiraan Laba Firma

 Harga pokok/unit = Fixed Cost + Variabel Cost Kapasitas Lazim

 Harga jual = Harga pusat + Biaya Overhead Biaya Overhead, menghampari:

ozon
Korban mukhalis/pembantu

o
Biaya pelestarian

udara murni
Biaya tenaga kerja tak serentak

ozon
Biaya penyusutan (Depresiasi)

 Produktivitas Seremonial, diperkirakan 10% lebih kerdil dari hasil nan diramalkan.

(38)

20 permulaan, 75% cak bagi triwulan kedua dan 100% bakal keempat dan selanjutnya.

Laba untuk pertama, pajak pendapatan = X%

= (75% nubuat) (% pajak) (Harga jual – Harga taktik) Laba lakukan masa kedua dan lebih jauh.

= (kapasitas normal) (% pajak) (Harga jual – Harga daya). d) Penyusutan (Depresiasi)

Kerjakan berjalannya suatu kegiatan usaha diperlukan pengadaan fasilitas kantor, peralatan, gedung atau lainnya yang sebangsa. Fasilitas-fasilitas tersebut pada waktu tertentu habis masa pakainya karena usang/rusak, sehingga harus diganti. Untuk itu sebelum saatnya diganti, wajib meluangkan dana setiap bulan untuk pengadaan fasilitas. Sehingga apabila pada saatnya harus diganti, maka sudah lalu tersedia fasilitas yunior misal pengganti yang sudah rusak/usang.

e) Bagaimana kita menilai kelayakan usaha yang direncanakan?

Bakal memonten apakah suatu usaha yang direncanakan layak (feasible) atau tidak dilaksanakan dapat dilakukan dengan bermacam rupa pendirian, diantaranya melewati kajian cermat/moneter. Ada bilang kriteria yang umumnya digunakan, sebagai halnya:Break Event Point (BEP) dan net benefit cost ratio (Jaring B/C).

(39)

21 Rumus;

Analisis net B/C yakni perbandingan antara presen value dari arus kas bersih dengan present value investasi yang dikeluarkan. Net B/C sering juga disebut ibarat profitability penunjuk. Kriteria penilaian dilakukan sebagai berikut: jika net B/C .> 1, maka usaha yang direncanakan layak untuk dilaksanakan, dan jika net B/C < 1 maka kampanye yang direncanakan tidak sepan untuk dilaksanakan. Lebih jauh dapat dipahami contoh analisis aksi budidaya keramboja berikut ini:

Analisis Persuasi Budidaya Mendikai Non Ponten

Ancangan analisis budidaya tanaman semangka dengan luas 1 Hektar

permusim

(4 bulan) di negeri Jawa barat 2022

1) Biaya produksi (Rp)

1 Lahan

▪ Sewa lahan 1 ha per

waktu tanam 2.500.000

▪ Pembuatan bedengan 75 HKP 30.000 2.250.000 ▪ Serat Sisa

binatang/kandang 9 ton 175.000 1.575.000 ▪ Dolomit 500 kg 350 175.000 ▪ Mulsa Plastik
100

kg

30.000


3.000.000

▪ Kawul kandang dan

dolomit 11 HKP 30.000 330.000

2 Persemaian

(40)

22 3 Kebutuhan jamur, pestisida dan perekat

▪ urea
210

kg

2.000


420.000

Pengeluaran 28.639.000

2) Pendapatan

Keuntungan masing-masing hektar (dalam

1 musim) 34.461.000

(41)

23 b. Aspek Hukum

Aspek yang tak kalah berfaedah dari tataran analisis dalam studi kelayakan agribisnis ialah aspek syariat. Usaha, dalam bentuk apa pula, memerlukan kebenaran legalitas karena faktor ini yang menentukan keberlanjutan hidupnya. Seelok segala apa lagi prospek niaga, secanggih barang apa pun teknologi produksi dan operasi, seprofesional apa pula personalia, dan sesolid apa pun sumber keuangannya, sekadar takdirnya legalitas usaha tidak terserah atau tak boleh diperoleh dari pengaturan pemerintah melewati instansi/departemen terkait, usaha tersebut tidak akan dapat beroperasi secara kontinu

Sebelum melakukan pemodalan di satu daerah/wilayah secara serampak, pada saat menganalisis aspek-aspek studi kelayakan di awal pra-investigasi, terlebih dahuludilakukan identifikasi tentang peraturan hukum dan ganjaran-ketentuan keabsahan/perizinan yang berlaku di daerah/wilayah tersebut, seperti mana: rajah usahanya perorangan, koperasi, firma, atau perseroan; legalitas usaha dan proses perijinannya; penyelenggaraan lingkungan dan tak tidak.

Berasal plural analisis tersebut diatas (teknis, pasar, hemat, dan hukum) diharapkandapat mengantarkan penyortiran atau penentuan jenis tanaman yang lebih akurat sehingga dalam melakukan agribisnis lebih maksimal hasilnya.

1) Bagaimana caranya anda mengupas aspek teknis, pasar, ekonomis, dan syariat tersebut?

(42)

24 3) Dapatkah Anda untuk, menentukan komoditas yang berpotensi bertepatan mencari daya panggul berpokok aspek teknisseperti (iklim, petak, topografi, ketinggian tanah dari permukaan laut), aspek ekonomi (komoditas unggulan barang apa yang menguntungkan), aspek pasar ( kesanggupan pasar, perilaku konsumen, perilaku produksi), aspek syariat (dukungan pemerintah, model dagang melalaui koperasi/perorangan) dengan ter-hormat, teliti, jujur dan akurat.

4) Jumlah kegiatan praktik dilapangan tolong di sesuai dengan ketersediaan waktu yang ada!!

a) Lembar kerja

 Menentukan dagangan yang berpotensi secara kasar ozon
Tujuan

Pasca- melakukan tiang penghidupan ini peserta ajar akan mampu melakukan penetuan dagangan yang berpotensi sesuai tolok Industri tumbuhan buah

o
Bahan dan Alat

 Form pengambilan data  Radas tulis kantor (ATK)

o
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
– Gunakan pakaian nan rapih

– Ketat dalam pengembaraan khususnya memperalat kendaraan motor sendiri

o
Awalan Kerja

– siapkan form untuk aspek teknis, pasar, ekonomi – buat interviu pada bani adam yang mempunyai

(43)

25 – simpulkan secara kasar komoditas apa nan

berpotensi di daerah anda

Form untuk mendapatkan data berusul aspek teknik, pasar, ekonomi, dan hukum

I. Form Aspek Teknis

Form . Data panjang iradiasi, macam kapling, Iklim, dan ketinggian lahan (aspek teknis)

1. Panjang iradiasi: 2. Diversifikasi tanah

Distrik/blok/komplek Tipe tanah keterangan

1. ………

2. ………

3. Data curah hujan

Kronik Bulanan Tahunan Maksimal Minimal Rata-Rata Keterangan

4. Kelembaban

Harian Bulanan Tahunan Maksimal Paling kecil Lazimnya Keterangan

5. Suhu

(44)

26 6. Data Ketinggian gelanggang terbit permukaan laut

Tertinggi Terendah Galibnya Keterangan

7. Topografi Jenis biji kemaluan Tingkat pembeli

(45)

27 III. Form Aspek Ekonomi

Tingkat Kelayakan Usaha

Variasi

Barang

Tingkat kelayakan keterangan

sedikit sedang tinggi

1. ……. Ambil

percontoh

beberapa

petani

Dst ………

Quesioner Aspek Hukum

Cak bagi Dinas Pertanian

(data ini untuk recheck kesimpulan berbunga data lokasi, pasar dan ekonomi. Diusahakan datanya diambil pasca- disimpulkan!)

1. Komoditas apa yang sedang dikembangkan?

2. Bentuk bantuan apa saja untuk komoditas yang dikembangkan? 3. Macam buah segala yang berpotensi?

4. Berapa rata-rata produksi per hektar 5. Berapa produksi yang dicapai per waktu? 6. Bagaimana tingkat kelayakan usahanya? 7. Bagaimana kondisi pasarnya?

(46)

28  Presentasikan dan simpulkan apa saja komoditas yang berpotensi di negeri anda.(urutkan berdasarkan produksi nan paling banyak jumlah produknya) serta daya bopong yng ada.

 Apakah komoditas buah semangka termasuk berpotensi didaerah anda?  Jika buah keramboja tak ada mungkinkah di kewedanan Engkau dapat

diusahakan/dibudidayakan?

 Jika sarana produksinya untuk semangka enggak suka-suka kamu boleh mencoba jenis biji pelir semusim lainnya seperti timun suri,dan blewah!

3.
Refleksi

Sira telah mendapatkan materi akan halnya:

a. Kelayakan teknis (lokasi, Iklim,Keadaan tanah/tanah)

b. Aspek Pasar ( Ada tidaknya pasar, seberapa besar pasar yang ada, Peta kondisi pesaing, Perilaku konsumen, Politik)

c. Aspek Ekonomi( Pembiayaan, Pendapatan, Penyusutan, Bagaimana kita menilai kelayakan propaganda yang direncanakan?,

d. Analisis Usaha Budidaya Semangka Non Angka (Biaya produksi, Pendapatan, Keuntungan per hektar (dlm 1 musin),

e. Aspek Syariat

1) Beliau dimohon untuk menjawab pertanyaansebagai berikut: A. Pertanyaan:

Sikap spiritual apa semata-mata yang Anda peroleh dari materi melaksanakan penentuan komoditas tanaman semusim nan akan diusahakan?

(47)

29 B. Pertanyaan:

Sikap sosial apa sahaja nan Dia cak dapat berusul materi melaksanakan penentuan komoditas tumbuhan semusim yang akan diusahakan?

Jawaban:

2) Anda diminta menampung (√) dan memberi komentar alias masukan tentang materi tersebut diatas !

No. Materi

Tingkat kemanfaat Komentar /

Masukan *) Abnormal cukup jenjang

a) …

b) …

c) …

*) Apabila anda menampar (√) kolom minus wajib anda memberi komentar atau pemerolehan

3) Materi-materi mana yang Anda anggap dapat dikembang atau dimodifikasi nan bertambah strata ? (Metakognitif)

No Dari materi Dikembangkan menjadi

1 … …

(48)

30

4.
Tugas

a. Apa hanya yang Ia sudah lalu amati kaitannya dengan potensi daerah dan daya dukung nan terserah? Tolong identifikasi yang sudah diamati dibawah ini:

1) Daya bawa bendera sebagai halnya iklim (suhu, kelembaban, curah hujan angin, panjang penyinaran), tanah, topografi, kebesaran tanah dari latar laut.

2) Perilaku konsumen, adanya pasar, dan perilaku penghasil 3) Bervariasi data analisis biaya dagangan yang menguntungkan

4) Dukungan pihak pemerintah (mudahnya perijinan, enggak adanya pungutan, dll), system usahanya melalui koperasi atau perorangan. b. Bersumber data persyaratan tumbuh tanaman biji pelir semusim, adakah berusul

persyaratan tersebut nan sulit ditemukan, kalau ada kenapa, dan bagaimana solusinya?

Dari data analisa biaya seman⁽ka tabel … Dapatka⁾ Anda menandai⁽⁾itun⁽ biaya tetap dan biaya variabelnya. Dan juga anda bisa menghitung berapa BEP, dan BC rationya?

c. Apabila disekitar daerah Engkau ada nan melakukan agribisnis tanaman buah semusim, dagangan segala yang potensinya kurang dan nan tinggi? coba anda buat secara kerumunan lakukan kajian biayanya secara jujur dan teliti baik yang kurang maupun yang tinggi.dan apakah usahanya dilakukan secara perorangan, menciptakan menjadikan koperasi, alias dalam bentuk usaha lain?

d. Buatlah laporan hasil pengamatan diatas!.

(49)

31

5.
Test Formatif

a. Kenapa persyaratan bersemi pohon dapat pun sebagai indikasi dalam menentukan komoditas nan berpotensi?

b. Tipe barang yang berpotensi didaerah anda apa hanya daya dukungnya? Jelaskan!

c. Kenapa aspek pasar ikut juga dalam menentukan komoditas yang berpotensi?

d. Bagaimanakah caranya menetukan suatu gerakan tanaman secara ekonomis dikatakan memadai?

e. Dari ke 4 aspek manakah yang paling berperanan dalam menentukan komoditas nan berpotensi beserta daya dukungnya?

C.
Penilaian

1.
Sikap

(50)

32 a. Rubrik Penilaian Sawala

Kriteria

1) Aspek Berkujut munjung :

Kredit 4 : Kerumahtanggaan diskusi kelompok terlihat aktif, beban jawab, mempunyai pemikiran/ide, berani berpendapat

Skor 3 : Dalam urun pendapat kelompok kelihatan aktif, dan nyali berpendapat

Kredit 2 : Dalam sumbang saran kelompok sewaktu-waktu berpendapat Biji 1 : Diam adakalanya lain terlibat

NO

ASPEK

PENILAIAN

4

3

2

1

1. Terlibat penuh

2. Bertanya

3. Menjawab

4. Memasrahkan gagasan orisinil

5. Kerjasama

(51)

33 2) Aspek bertanya :

3)Apek Menjawab
:

Skor 4 : Menyerahkan jawaban pecah tanya n domestik kelompok dengan bahasa yang jelas

Ponten 3 : Memberikan jawaban dari soal dalam kelompok dengan bahasa yang minus jelas

Angka 2 : Kadang-kadang memberikan jawaban berasal pertanyaan kelompoknya

Skor 1 : Diam enggak aliansi menjawab cak bertanya

4)Aspek Menerimakan gagasan orisinil
:

Ponten 4 : Memasrahkan pertanyaan n domestik kelompok dengan bahasa yang jelas

Skor 3 : Memberikan pertanyaan intern keramaian dengan bahasa yang kurang jelas

Skor 2 : Sewaktu-waktu menerimakan pertanyaan Skor 1 : Bungkam sewaktu-waktu tdak bertanya

Poin 4 : Memberikan gagasan/ide nan orisinil berdasarkan pemikiran seorang

Skor 3 : Memberikan gagasan/ide yang didapat dari sentral bacaan

(52)

34 5) Aspek Kerjasama
:

Skor 4 : Dalam diskusi kelompok terlibat aktif, tanggung jawab internal tugas, dan membuat teman-temannya nyaman dengan keberadaannya

Skor 3 : Dalam diskusi kerumunan terlibat aktif tapi sekali-kali membuat teman-temannya abnormal nyaman dengan keberadaannya

Ponten 2 : Kerumahtanggaan sumbang saran keramaian kurang terlibat aktif Skor 1 : Diam tak aktif

6) Aspek Tertib
:

Nilai 4 : Dalam sawala kelompok aktif, santun, sabar mendengarkan pendapat teman-temannya

Skor 3 : Dalam diskusi kerumunan tampak aktif,tapi adv minim santun

Skor 2 : Dalam diskusi kelompok doyan menyela pendapat orang bukan

Poin 1 : Selama terjadi sawala sibuk sendiri dengan pendirian berjalan kesana kemari

b. Kolom Presentasi

NO

ASPEK

PENILAIAN

4

3

2

1

1. Kejelasan presentasi

2. Maklumat

(53)

35 Kriteria

1) Kejelasan pengutaraan

2). Pengetahuan

Skor 4 : Sistematika penjelasan logis dengan bahasa dan suara nan sangat jelas

Skor 3 : Sistematika penjelasan logis dan bahasa sangat jelas belaka suara rendah jelas

Skor 2 : Sistematika penjelasan tidak sensibel sungguhpun menggunakan bahasa dan suara patut jelas Nilai 1 : Sistematika penjelasan tidak logis meskipun

menunggangi bahasa dan celaan patut jelas

Skor 4 : Menguasai materi presentasi dan dapat menjawab soal dengan baik dan kesimpulan kondusif topik nan dibahas

Skor 3 : Menguasai materi presentasi dan dapat menjawab soal dengan baik dan kesimpulan kontributif topik nan dibahas

Skor 2 : Penguasaan materi tekor kendatipun bisa menjawab seluruh soal dan kesimpulan tidak berhubungan dengan topik nan dibahas

(54)

36 3). Penampakan

2.
Pengetahuan

Jawablah soal di asal ini dengan singkat dan jelas !

a. Kenapa persyaratan tumbuh tanaman dapat juga sebagai indikasi dalam menentukan dagangan nan berpotensi?

b. Varietas barang yang berpotensi didaerah ia apa semata-mata taktik dukungnya? Jelaskan!

c. Kenapa aspek pasar turut juga dalam menentukan komoditas yang berpotensi?

d. Bagaimanakah caranya menetukan satu usaha tanaman secara ekonomis dikatakan layak?

e. Semenjak ke 4 aspek manakah yang paling berperanan dalam menentukan komoditas yang berpotensi beserta taktik dukungnya?

Skor 4 : Penampilan menghirup, bersusila dan rapi, dengan penuh beriktikad diri serta menggunakan alat tolong

Skor 3 : Pengejawantahan patut menarik, sopan, rapih dan percaya diri menggunakan perlengkapan bantu

Nilai 2 : Penampilan kurang menggandeng, sopan, rapi sekadar kurang percaya diri serta memperalat organ bantu

(55)

37

3.
Kelincahan

No Kompetensi/Kegiatan Standar Ya Tidak

a Mempersiapkan bahan dan alat bakal pengam-diisi berdasarkan hasil wawancara

Wawancara untuk

keperluan aspek syariat telah dilakukan sesuai tujuan

c Pengambilan kesimpulan

Hasil data telah di simpulkan berdasar fakta dan recheck data berbunga maktab perladangan

(56)

38

Kegiatan Pembelajaran 2. Melaksanakan Persiapan Kapling Produksi Pokok kayu

Buah Semusim

A.
Deskripsi

Kompetensi Dasar (KD)Melaksanakan Langkah Lahan Produksi Tanaman Buahberisikan jabaran sentral materi; Cara penggodokan lahan menutupi: Pengolahan Petak Secara Resmi, Pengolahan lahan secara mekanis.Faktor Penghambat Pengolahan Tanah Secara Mekanis menghampari: Faktor teknis, Faktor perigi sendi bani adam.Persyaratan Lahan Siap Tergarap Tahapan Kegiatan Pengolahan Tanah Secara Mekanis, Sistem Penggarapan, Langkah-langkah pengolahan persil agribisnis buah semusim dalam kejadian ini tumbuhan semangka Meliputi: Pembersihan persil, Pengukuran Lahan, Pembentukan Bedengan, Pengapuran, dan Pemupukan Sumber akar serta Pengolahan petak tanaman stroberi

B.
Kegiatan Belajar

1.
Harapan Pembelajaran

Selepas mempelajari mata pelajaran ini dan disediakan gawai dan bahan persiapan lahan pelajar didik mampu melaksanakan persiapan lahan produksi tanaman buahsesuai standar industri buah.

a. Moga dapat kontributif n domestik memperlancar pemahaman pengajian pengkajian adapun mata persiapan lahan, Anda diminta secara berkelompok 4 -5 siswa untuk menghakimi malar-malar silam tentangpersiapan persil agribisnis buah semusim (semangka, timun suri, blewah,dan stroberi ) dilingkungan Anda dan membaca referensiatau atau uraian materi tentang Sistem pengolahan lahan,peralatan pengolahan tanah, teknik persiapan lahan, teknik pemupukan bawah!

(57)

39

2.
Uraian Materi

Setiap kegiatan pertanian karuan membutuhkan pengolahan tanah. Mematangkan tanah yakni membalik dan menggemburkan struktur tanah agar menjadi gembur, sehingga memudahkan perakaran untuk timbrung ke internal tanah dan memudahkan akar tanaman menyerap zarah hara. Pengolahan tanah dalam usaha budidaya pertanian berujud untuk menciptakan hal tanah olah yang siap tanam baik secara fisik, khemis dan biologis tanah menjadi kian baik, memenggal gulma dan tanaman yang tidak diinginkan, menempatkan cebis-cebisan pokok kayu (seresah) pada kancah yang sesuai agar dekomposisi berjalan dengan baik, menurunkan lampias abrasi, meratakan tanah untuk memudahkan tiang penghidupan di lapangan, mencampur dan meratakan pupuk dengan persil, dan mempersiapkan pengaturan irigasi dan drainase, sehingga tanaman yang dibudidayakan akan tumbuh dengan baik.

Pengolahan tanah memungkirkan keadaan lahan perkebunan dengan perkakas tertentu hingga memperoleh pertalian lahan ( struktur persil ) yang dikehendaki oleh tanaman. Setiap upaya pengolahan lahan akan menyebabkan terjadinya perlintasan sifat-resan tanah. Tingkat perubahan yang terjadi sangat ditentukan oleh cara atau metode pengolahan tanah. Perlintasan sifat tanah akibat pengolahan tanah lagi berhubungan dengan seringnya tanah privat hal terbuka, terutama antara 2 musim tanam, sehingga menjadi lebih riskan terhadap, erosi, dan proses iluviasi yang selanjutnya bisa memampatkan tanah.

(58)

40 a. Cara penggarapan lahan

Cara pengolahan dapat dibagi menjadi 2 (dua) metode adalah secara tradisional (sah), dan secara modern.

1) Pengolahan Lahan Secara Seremonial

Pengolahan petak dengan metode konvensional lazimnya dilakukan bikin persil lahan yang sempit dan punya kemiringan tertentu. Metode ini kebanyakan banyak dilakukan di lingkungan pedesaan yang sebagian masyarakat banyak menggunakan lahannya umpama lahan persawahan dan tanaman sayuran. Alat-alat yang digunakan dalam system pengolahan ini antara lain cangkul, sekop, bajak, kesisipan, bikin yang dua terakhir penggunaannya dibantu dan digerakkan oleh sato. Kelebihan dari metode ini adalah enggak dibutuhkan modal yang pas lautan, karena dilakukan oleh tenaga manual dan biasannya dilakukan secara sanggang royong. Tetapi pengolahan lahan dengan system ini banyak mengalami kekurangan, diantaranya membutuhkan waktu yang lama privat pengerjaannya.

2)Perebusan Persil Secara Mekanis

Penggodokan lahan dengan cara berbudaya biasanya banyak dilakukan untuk tanaman perkebunan atau pengelolaannya secara ki akbar dan memiliki tanah yang luas.

a) Kelebihan pengolahan persil secaramekanis

Penggarapan tanah dengan secara mekanis ini mempunyai arti kelebihan antara lain sebagai berikut :

 Secara Teknis

(59)

41 dengan mudah diselesaikan. Hasil pengolahan tanah secara mekanis dapat lebih internal.

 Secara Ekonomis

Beralaskan hasil penggalian (di Pulau Jawa), biaya pengolahan tanah per hektar dengan traktor akan lebih murah dibandingkan dengan menggunakan tenaga manusia maupun sato. Penghamburan biaya pengolahan tanah ini tentunya akan meningkatkan keuntungan para peladang.

 Keuntungan Hari

Dengan tenaga yang cukup ki akbar, tentunya perebusan tanah yang dilakukan secara mekanis akan bertambah cepat. Dengan cepatnya waktu pengolahan tanah, akan mempercepat lagi proses budidaya secara keseluruhan. Untuk beberapa tumbuhan yang berumur sumir, sisa waktu nan tersedia ini dapat digunakan bagi melakukan budidaya sekali lagi.

b) Faktor Penghambat Penggarapan Persil Secara Mekanis

Faktor Pengadang Pengolahan Kapling Secara Mekanis antara lain sebagai berikut:

 Faktor Teknis

(60)

42  Faktor ekonomi

Kemampuan daya beli radas mesin persawahan mempengaruhi peluasan pengolahan tanah secara mekanis khususnya para petani di pedesaan.

 Faktor Sendang Rahasia Manusia

Pendayagunaan alat/mesin persawahan galibnya memaksudkan pengumuman dan keterampilan.Begitu juga dengan pemakaian alat pengolahan persil.Tingkat pendidikan pembajak di Indonesia plong lazimnya masih rendah.

c) Persyaratan petak siap diselesaikan

Terserah beberapa kejadian yang perlu disiapkan moga lahan siap bagi diolah secara mekanis, adalah :

 Topografi (kenampakan rataan kapling)

Traktor dapat berkarya pada lahan dengan topografi yang terbatas. Cak bagi traktor besikal empat sebaiknya jangan melebihi 20°. Apabila lahan terlalu bengot, traktor bisa terguling. Lahan yang bergelombang juga akan berpengaruh terhadap hasil pengolahan.

Hendaknya lahan nan demikian dibuat berteras sehingga tanah boleh menetapi syarat bikin tergarap secara mekanis. Selain itu, traktor sebagai kendaraan beroda, memerlukan jalan dan jeti untuk memasuki lahan yang akan diolah.

Pembuatan teras, perkembangan, dan sirat tidak dibahas n domestik modul ini.

 Vegetasi (tumbuhan yang merecup di lahan)

(61)

43 akan menambah beban dan dapat destruktif mesin. Akar tunggang pokok kayu yang kuat (liat) dan saling berhubungan akan mengikat tanah sehingga jarang untuk diselesaikan.

Vegetasi nan sekiranya mengganggu harus dipindakan dari lahan atau dihancurkan.Vegetasi tersebut bisa dibabat dengan ketu udeng/arit.Saat ini sudah ada mesin pemotong nan digerakkan makanya traktor. Semata-mata cara pengoperasiannya tidak dibahas pada modul ini.

 Bebatuan yang besar dan gigih, apabila tertabrak maka itu implemen, bisa merusak implemen. Mata bajak singkal ataupun piringan bisa terbit, sementara itu pisau mesin rotari bisa patah. Bujukan-bisikan yang lautan harus disingkirkan terlebih dahulu dari tanah sebelum diolah, dengan cara dicongkel dengan linggis atau digali dengan cangkul. Alai-belai yang sudah lalu tergali dapat diangkat untuk disingkirkan ke got persil. Madya gangguan-batu yang mungil dapat disingkirkan setelah lahan diolah.

 Takdir air tanah

Kondisi bilangan air tanah akan mempengaruhi sifat dari persil itu sendiri.

 Sreg tanah yang terlalu kering, tanah akan sangat gigih dan padat. Apabila diolah, akan memerlukan implemen yang langgeng dan gerendel tarik traktor yang sangat besar. Sehingga pengolahan akan tidak efisien. Tanah hasil olahan berpariasi dari retakan segara sampai persil nan bertarai. Selain itu juga menimbulkan serdak yang berterbangan.

(62)

44 dilakukan pengolahan tanah. Penggarapan lega kondisi ini sering dinamakan pengolahan tanah kering.

 Apabila tanah dibasahi sekali lagi, persil akan liat dan lengket. Apabila diolah, akan lengket di implemen dan roda traktor. Hasil perebusan tidak akan sempurna (tidak efektif). Darurat babak roda traktor mudah slip. Tanah dalam kondisi ini, kemampuan menyangganya dulu kurang, sehingga traktor yang memasuki petak, rodanya akan masuk ke dalam tanah.  Apabila lahan kian dibasahi juga, kapling akan menjadi lendut.

Tanah enggak akan lengket lagi saja dapat mengalir. Kondisi ini lagi setuju untuk dilakukan pengolahan kapling. Penggodokan pada kondisi ini sering dinamakan perebusan lahan basah.

d)Janjang kegiatan pengolahan tanah secara mekanis meliputi:  Pengolahan mula-mula sedalam ± 30 cm dengan traktor yang

dilengkapi luku piringan berdiameter 71 cm, ada nan dilakukan pembajakan ulang dilakukan 4 minggu selepas pembajakan permulaan dengan arah 45 dari pembajakan pertama

o
Perabot-alat yang digunakan intern perebusan pertama antara

lain:

– luku singkal (moldboard plow) – beluku piring (disk plow)

– bajak pisau berputar (rotary plow) – bajak chisel (chisel plow)

– bajak subsoil (subsoil plow) – bajak raksasa (giant plow)

ozon
Cara pengolahan pertama antara lain seumpama berikut:

(63)

45 acuan tengah, pola berkeliling selokan, dan pola bolak perot rapat (lihat alat penglihatan pelajaran radiks Organ Mesin Pertanian)

– Atur tabun dan posisi gigi persneling yang direkomendasikan makanya industri. Untuk itu terlampau disarankan agar operator mengaji buku ramalan pengoperasian (manual)

– Pembajakan dimulai. Kedalaman pembajakan buat galur mula-mula (lega ketika kedua roda traktor belum turut ke silsilah), enggak perlu berlebih kerumahtanggaan.

– Pron bila berbelok, implemen diangkat

– Pembajakan selanjutnya dilakukan dengan cara menjaringkan salah suatu sepeda ke galur. Kedalaman pembajakan otomatis menjadi makin internal.

– Dua sampai empat alur terakhir (terampai dari jenjang traktor dan rata gigi kerja radas tenggala),
head land
start dibajak.

(64)

46 – garau khusus (special harrow).

o
Cara

pengolahan kedua

Setelah dilakukan penggodokan lahan permulaan, kondisi tanah

masih berbentuk bongkahan besar dan berkanjang, maka perlu

dilakukan penggemburan dengan cara :

Mengerjakan penggemburan tanah dengan bajak rotary yang

ditarik dengan traktor (apabila pengolahannya menggunakan

alat mekanis), dan menggunakan sisir atau cangkul apabila

dilakukan secara tradisional, adapun persiapan-langkah sebagai

berikut :

– Melakukan pencangkulan/pengolahan dengan rotary/sikat rambut, lega kapling yang telah dibajak

– Bongkahan-bongkahan tanah dihancurkan sampai menjadi

kenyatkenyit dan halus

– Pada detik melakukan penggemburan lahan sekaligus membuang gulma dan seresah-seresah yang tertinggal

dengan cara mengambilnya atau melenyapkan ke kerumahtanggaan

lahan.

– Pasca- tanah digemburkan kemudian diratakan dan dibentuk petakan/bedengan sehingga menggampangkan dalam pencahanan

berikutnya.

b. Sistem pengolahan

Berdasarkan sistem pengolahan tanah atau dilihat dari tingkat intensifitasnya suka-suka beberapa pengolahan tanah antara lain:

(65)

47 pengolahan tanah tambahan pula lewat dilakukan penaburan mani kedelai bikin memanfaatkan kelembaban persil.

2) Perebusan tanah minimum (Mimimum Tillage). Penggalan tanah yang diolah hanya sreg calon zona perakaran dengan kelembaban dan suhu nan sesuai untuk pertumbuhan dan jalan tanaman.Pada pengolahan tanah ini umumnya banyak dilakukan untuk kapling persawahan seperti penanaman semangka petak yang diolah hanya untuk babak sejauh tanaman, hamparan lahan yang lainnya bukan terjamah.

Pengolahan tanah minimum adalah teknik konservasi persil dimana gangguan mekanis terhadap kapling diupayakan sesedikit kelihatannya. Dengan cara ini kerusakan struktur persil boleh dihindari sehingga aliran rataan dan erosi menyusut. Teknik ini juga mengurangi biaya dan tenaga kerja untuk pengolahan tanah dan mengurangi biaya / tenaga kerja bakal penyiangan secara mekanik.Pengolahan tanah minimal cukup efektif dalam mengendalikan erosi, dan lazim dilakukan pada tanah-persil yang berpasir dan rentan terhadap abrasi.

Pengolahan tanah paling hanya dapat dilakukan pada tanah yang bergembut-gembut. Petak berdebardebar boleh terbentuk seumpama hasil dari eksploitasi mulsa secara terus menerus dan / atau pemberian pupuk hijau / serabut kandang / tanah daun dari bahan organik nan lain secara terus menerus. Penerapan teknik pengolahan kapling paling selalu perlu disertai pemberian mulsa.

a) Keuntungan:

 Menghindari kerusakan struktur tanah  Mengurangi aliran permukaan dan erosi

(66)

48  Tenaga kerja yang lebih rendah daripada pengelolaan penuh,

sehingga mengurangi biaya produksi.

 Dapat diterapkan pada lahan-lahan marginal nan jika bukan dengan cara ini mungkin tidak dapat tergarap.

b) Kelemahan:

 Persiapan bedengan yang rendah layak dapat menyebabkan pertumbuhan yang minus baik dan produksi yang terbatas, terutama untuk tanaman seperti jagung dan ubi.  Perakaran mungkin abnormal dalam persil nan berstruktur

keras.

 Lebih semupakat kerjakan tanah yang gembur

 Pemberian mulsa wajib dilakukan secara terus menerus  Herbisida diperlukan apabila pengendalian pohon

pengganggu tak dilakukan secara manual / mekanis.

3) Pengolahan tanah optimum (Optimum Tillage). Pengolahan hanya dilakukan pada lajur pokok kayu saja (sistem Reynoso untuk tanaman tebu). Hamparan lahan makin banyak diolah tetapi sahaja pada tempat pokok kayu saja menghafaz populasi tanamannya relatif banyak

(67)

49 c. Langkah-langkah penggarapan lahan agribisnis biji pelir semusim dalam keadaan

ini tanaman buah semangka

Kegiatan persiapan tanah ini berbeda-beda tertgantung pada: jenis tanah yang akan diusahakan, system budidaya nan akan diterapkan serta produksi pokok kayu yang diinginkan.

Begitu juga yang sudah disampaikan diatas bahwa perebusan lahan disemangka tertera menggunskan system Olah tanam minimum dan secara umum kegiatan persiapan lahannya meliputi kegiatan pembersihan lahan, pembedengan, dan pemupukan dasar.

1)Penyabunan kapling

Petak yang banyak residu-residu tanaman berpunca kegiatan produksi sebelumnya ataupun rerumputan dan semak yang bertaruk pada lahan tersebut, pertama kali haruslah dibersihkan untuk memudahkan kegiatan penggarapan tanah. Pencucian tanah ini dapat dilakukan dengan pembabatan, penggunaan herbisida , dan pencabutan.

Kaidah pembersihan lahan nan paling cepat kerjakan dilakukan adalah dengan cara membabat sisa tanaman, lalu tanaman tersebut dikumpulkan disuatu kancah untuk dijadikan kompos, dan bunga tanah tersebut boleh dikembalikan ke lahan tersebut kerumahtanggaan bentuk serabut. Kompos yang diberikan akan meningkatkan mutiara petak dengan meningkatnya rezeki bahan organik, maka bahaya kerusakan tanah dapat ditekan.

2)Pengukuran Lahan

(68)

50 wadah pakus sarana produksi tanaman (Saprotan), gelanggang kerjakan keamanan, tempat pembibitan, yang lebih penting berapa luasan tumbuhan yang akan ditanam dapat lekas diketahui sehingga perencanaan kebutuhan tenaga dan saprotannyadapat ditentukan.

3)Pembentukan Bedengan

Tanaman semangka membutuhkan bedengan supaya air yang terkandung didalam tanah mudah mengalir keluar melangkahi saluran drainase yang dibuat.Pembentukan bedengan dalam budidaya pohon dapat dipengaruhi oleh bilang hal seperti mana: sistem irigasi, kelembaban petak, masa tanam, keluasan pikiran akar tunggang tanaman terhadap kondisi jenuh air serta resan tanah.

Untuk pohon yang memiliki perakaran cangkat seperti mana semangka, timun suri, blewah pada persil dengan tingkat alias laju perkolasi yang pangkat (tanah dengan tekstur berpasir) dan sistem irigasi leb (penggenangan) atau sistem irigasi alur (penggenangan puas susukan), dimana air merembes pada ke negeri perakaran berdasarkan gravitasi dan penyiaran air secara horizontal maka tinggi bedengan nan dibuat perlu dipertimbangkan semoga tanaman dapat memperoleh air yang sepan serta biaya pengairan dapat efisien.

(69)

51 a) Bedengan dengan penanaman unik

Rancangan penanaman tunggal artinya penanaman satu kafe is t a cakrawala a m a kaki langit p a d a b e d e tepi langit g a n p e n a n a m a cakrawala m e n u j u k e s a t u a r a h . Ukuran bedengan sistem reboisasi tunggal bagaikan berikui:

Gambar 1. Bedengan dengan Penanaman Individual Keuntungan dari mo del penghijauan spesifik yaitu mudah d a l a m p e r a w a kaki langit a cakrawala k a r e n a c a b a t g – c a b a n g a ufuk a u b a falak a n g lengkung langit a falak a m a n memiliki tekor resiko untuk terinjak -injak pada saat peme liharaan tanaman. Kerugiannya banyak kapling nan tidak terpa k a i u n t u k p e lengkung langit a n a m a n k a r e t a m o d e l i horizon i m e m e r l u k a n b a n y a k serokan. Kesannya biaya

Panjang bedengan maksimum : 12-15 m

Tinggi bedengan : 30-50 cm

Lebar bedengan : 85-100 cm

Rata gigi petakan tempat menjalarnya

Percabangan tanaman : 2,15-2,50 m

Dempak parit : 50 cm

Kedalaman parit :
20-25 cm

Source: https://123dok.com/document/q05njgxy-agribisnis-tanaman-buah-xi.html