Balai Penelitian Tanaman Buah Karamunting

Mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) melakukan Pengembangan Nano Herbal Snedds (Self Nano Emulsifiying Drug Delivery System) Ekstrak Daun Karamunting (Rhodomyrtus Tomentosa (Ait.) Hassk) Laksana Terapi Antidiabetes. Di pangkal bimbingan Bambang Hernawan Nugroho., M.Sc., Apt., mahasiswa UII ini terdiri berpokok Nilam Permata Sari (angkatan 2022), Istana Paramita Wulandari (angkatan 2022) dan Rismanada Julia Putri (laskar 2022).

Disampaikan Nilam Permata Konsentrat plong Sabtu (9/6), Indonesia n kepunyaan keanekaragaman hayati melimpah yang makmur akan pokok kayu yang dikembangkan sebagai tanaman obat. Salah suatu penggunaan obat tradisional sebagai antidiabetes adalah daun karamunting. Daun karamunting mengandung fusi flavonoid yang mempunyai aktivitas antioksidan sebagai antidiabetes.

“Antioksidan dalam daun karamunting mampu mengikat ekstrem bebas sehingga dapat mengurangi stress oksidatif. Berkurangnya stress oksidatif dapat mengurangi resistensi insulin yang mencegah perkembangan disfungsi dan mencegah fasad rumah pasung β pancreas,” ujarnya.

Disampaikan Ketilang Berlian Sari, namun plong senyawa flavonoid rendah larut dalam air sehingga harapan penggalian cak bagi peluasan formulasi sediaan Self Nano Emulsifiying Drug Delivery System (SNEDDS) dari pati daun karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Ait.) Hassk) ibarat antidiabetes yang memasrahkan modifikasi terbaru untuk meningkatkan efektivitas pada saat digunakan, sehingga boleh memperbaiki ketersediaan hayati zat aktif di intern tubuh.

Dijelaskan Istana Paramita Wulandari, metode yang digunakan privat pembuatan SNEDDS konsentrat patera karamunting merupakan dengan melakukan maserasi daun karamunting privat bentuk simplisia nan telah dikeringkan memperalat etanol 96%. Kemudian ekstrak diuapkan dengan rotary evaporator setakat menjadi ekstrak pekat. Sediaan SNEDDS dibuat 40 formula misal fase patra, surfaktan, dan co-surfaktan memperalat teknik low energy. Evaluasi terhadap sediaan berupa ukuran molekul, polydispersity Index, zeta potensil, dan % transmittan.

Temporer disampaikan Rismanada, pengkhususan yang didanai oleh Kemenristekdikti internal Program Kreativitas Mahasiwa (PKM) ini ekspansi sediaan SNEDDS dari daun karamunting agar bisa memopulerkan bahwa daun karamunting yang merupakan pokok kayu liar dan keberadaannya banyak di kaki gunung Merapi dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan antidiabetes. “Penelitian ini telah terpublikasi dalam kronik, surat manifesto, dan event conference sejagat,” pungkasnya.

Source: https://www.uii.ac.id/mahasiswa-uii-manfaatkan-daun-karamunting-untuk-terapi-antidiabetes/