Bahasa Latin Tanaman Buah Tin

Menjadi tanaman yang sudah dibudidayakan sejak ribuan tahun silam, buah gangsa memiliki banyak kandungan nutrisi. Karena itu pula biji pelir tin dipercaya laksana buah firdausi dan mempunyai harga yang pas mahal.

Inibaru.id –
Kamu adv pernah mengenai pohon kaleng? Memiliki cap ilmiah
Ficus carica, buahnya juga memiliki nama nan seimbang yakni buah tin. Cap “tin” diambil berusul kata Arab. Akan halnya dalam bahasa Inggris disebut
fig
(common fig),
figue
(Prancis),
feige
(Jerman),
higo
(Spanyol),
fico
(Italia),
figu
(Austria),
figo
(Portugis), dan di Tiongkok disebut
wu hua guo.

Perlu dia senggang, biji zakar gangsa ini berbeda dengan biji kemaluan ara nan disebut di Indonesia. Buah kuningan dalam bahasa Inggris disebut
common fig
atau
edible fig, sedangkan buah kiara disebut
wild fig. Umumnya buah ara hidup di pangan dan nggak untuk dikonsumsi bani adam, melainkan misal perut hewan pemakan buah. Ya, memang keduanya memiliki kesamaan genus tapi berbeda spesies.

Diperkirakan ada sekeliling 850 spesies berpangkal tanaman
Ficus carica
nan ada di belahan marcapada. Namun sreg rata-rata terletak tiga diversifikasi variasi buah kuningan nan dikenal, ialah
cadocous
(Myrna),
persistent
(umum),
intermediate
(San Pedro).

Karakteristik

Mengutip
buahtin-fig.blogspot.co.id, pohon ini masih tercatat kerabat pohon beringin dari dari genus yang sama, yaitu
Ficus
semenjak keluarga
Moraceae.  Pohonnya dapat tumbuh segara dan dapat tumbuh mencapai ketinggiang 6,9 -10 meter (23-33 kaki). Sistem perakarannya dangkal dan menyebar, umumnya dapat mengerudungi area tanah hingga 15 meter.

Batangnya memiliki garis tengah 17,5 cm, dengan jumlah silang yang banyak dan tersebar merata. Batangnya lunak berwarna serbuk-bubuk halus kecokelatan, dan memiliki getah lateks mengandung susu berlebihan atau susu getah (latisifier) yang dapat menyebabkan iritasi lega kulit individu. Apalagi jika getahnya mengenai mata, itu akan habis berbahaya.

Berdaun tunggal bercelup hijau seri, daun pohon gangsa cukup besar dan ada yang berlekuk kerumahtanggaan (menjari) sebanyak 3-7 lobus. Tataran daunnya antara 12-25 cm (4,7-9,8 inci) dengan pesek antara 10-18 cm (3,9-7,1 inci), tergantung varietas. Selain itu, daunnya juga bersurai kasar pada permukaan aras dan lembut berbulu di penggalan bawah.

Adapun anakan kuningan berukuran mungil dan mempunyai perbungaan nan kompleks. Terdiri atas struktur berdaging berongga disebut
syconium, yang berarak dengan anakan berkelamin tunggal banyak. Ini menyebabkan bunganya jadi-jadian, karena terlindung oleh bawah bunga. Karena itu juga, pembuahan insek terjadi melalui terowongan puas
synconium.

Baca juga:

Senarai Flora Identitas Daerah di Jawa Paruh: Pohon Salam, Maskot Bumi Sukowati

Senarai Flora Identitas Daerah di Jawa Tengah: Indah Berkhasiat Srigading Pemalang

Perlu ia tahu, pada bilang diversifikasi buah perunggu n kepunyaan sifat pembuahan dengan sistem polinasi. Yaitu satu pohon memiliki variasi kelamin sendiri, artinya ada pokok kayu bahaduri dan lebah ratulebah dan proses pembuahan dibantu oleh lebah khusus yaitu lebah
Blastophaga psenes
dari tanggungan
Agonidae. Tapi banyak juga diversifikasi yang dapat berhasil tanpa melalui sistem polinasi.

Buahnya berukuran lonjong bulat berdiameter 3-5 cm. Berkulit tipis dan lembut, saat masih mulai dewasa, kulit buahnya bercat hijau, dan ketika matang ada yang bercelup hijau, kuning, cokelat atau ungu (tergantung varietas). Sangat bikin daging buah tin ini memiliki karakteristik basah., lembut bila sudah matang dengan warna cokelat maupun ungu. Plong buah hijau akan bergetah dan manis detik masak. Biji kemaluan tidak tahan lama sesudah dipetik, dan dapat bersitegang 2-3 hari dalam almari es.

Oya, di Indonesia pohon tin bisa berakibat sepanjang waktu, sebanyak 3-4 siapa per tahun. Terimalah, jika akan memetik buah kangsa sebaiknya menunggu hingga matang sepenuhnya sreg tumbuhan. Biji zakar nan matang ini akan tekor halus dan mulai menekuk pada pangkal buah. Selepas dipetik, buah kuningan bugar nggak dapat bertahan lama dan bisa bertahan 2-3 tahun tetapi n domestik lemari es.

Hanya terserah pula beberapa keberagaman buah tin yang gurih jika dikeringkan. Membutuhkan waktu sekitar 4-5 hari buat meringkaikan buah belek di bawah nur matahari. Tapi jikalau dikeringkan dalam
dehidrator
hanya membutuhkan 10-12 jam saja. Kerjakan biji zakar tin yang sudah sangar ini, anda boleh menyimpannya selama 6-8 rembulan.

Habitat dan Persebaran

Menjadi tanaman asli daerah Asia Barat, pohon tin telah tersebar ke area Mediterania. Meski merupakan tanaman asli subtropis, hanya pohon kangsa dapat punya adaptasi yang baik di negeri tropis. Pada setiap hari mempunyai varietas saban yang cocok bikin ditanam. Misalnya di Indonesia yang beriklim tropis, tidak semua varietas semupakat lakukan ditanam. Bilang varietas kuningan yang semupakat di Indonesia misalnya
Brown Turki, Green Yordania, Purple Yordania, Conadria, Red Israel,
dan bukan-lain.

Agar pertumbuhan optimal, pohon tin memerlukan cahaya matahari penuh. Selain itu, pohon tin pun dapat ditanam di lahan maupun didalam pot. Tanaman belek bisa tumbuh baik pada kapling yang porus, nggak menyukai alat angkut nan berlebih basah. Jika media tanamnya bersisa basah, maka akan mudah terserang rusak akar susu.

Telah dibudidayakan sejak ribuan hari habis, untuk perkembangbiakannya, pohon gangsa secara alami mengamalkan perkembangbiakan generatif adalah menunggangi nilai. Tapi kamu pula dapat memperbanyaknya dengan mandu vegetatif, yaitu menerobos stek dan transplantasi.

Baca juga:

Senarai Flora Identitas Distrik di Jawa Tengah: Duwet, Si Ungu Kebanggaan Purbalingga

Senarai Fauna Identitas Daerah di Jawa Tengah: Jalak Suren, Pengoceh Bandel Kecintaan Purbalingga

Nah, itu tadi yaitu penjelasan mengenai pohon kaleng,
Millens. N kepunyaan banyak kandungan nutrisi pada buahnya, buah perunggu dipercaya memiliki banyak kurnia untuk pengobatan, lo. Wajarlah bahwa buah kangsa mujur julukan biji kemaluan suralaya. (ALE/SA)

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom: Plantae

Divisi: Magnoliophyta

Kelas: Magnoliopsida

Ordo: Rosales

Famili: Moraceae

Genus: Ficus

Variasi: Ficus carica


Source: https://inibaru.id/indo-hayati/mengenal-pohon-penghasil-buah-surga