Bagaimana Tanaman Jeruk Supaya Berbuah Sepanjang Tahun

Dengan Pikung Pokok kayu Jeruk Spirit 30 Bulan Mampu Berdampak Baplang

udin abay | Rabu, 21 November 2022 , 08:02:00 WIB

Swadayaonline.com –Budidaya tanaman sitrus, terutama jeruk keprok membutuhkan periode yang cukup lama kerjakan berproduksi. Tidak seperti sitrus siam, lazimnya jeruk keprok membutuhkan periode rata-rata empat masa bakal berproduksi. Hal ini menjadi salah satu faktor penting yang takhlik banyak petani lebih memilih untuk mengembangkan jeruk siam yang nisbi kian cepat berproduksi dibandingkan dengan jeruk keprok. Padahal jeruk Keprok punya nilai ekonomis yang lebih tinggi karena sitrus impor yang membanjiri pasar internal negeri merupakan tipe Keprok.

Untuk mengatasi permasalahan lamanya produksi pada jeruk keprok, Aula Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Badan Penelitian dan Ekspansi Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanaman membudayakan metode pemijitan dan pelengkungan kerjakan memacu pokok kayu jeruk berakibat.

Teknik pijat lengkung alias yang baku disebut dengan pikung, sudah lalu diaplikasikan di Kebun Percobaan Banaran, Balitjestro, Balitbangtan. Hasilnya, pohon jeruk manis Godaan 55 dapat berbuah pada spirit 2,5 tahun dengan produksi 20 kg hingga  25 kg saban pohon.

Mandu melakukan pikung cukup mudah, yaitu dengan melengkungkan silang atau ranting tanah lapang-tanah lapang sampai berbunyi tetapi tidak kutung. Tahapan pikung dimulai dari simpang adegan pangkal kemudian mencapai atas.

Berdasarkan siaran Ady Cahyono, SP Pengarah Huma Percobaan Banaran, Balitjestro yang melakukan pikung, hari yang tepat untuk berbuat perlakuan pelenturan percabangan adalah lega saat tanaman mulai layu tepatnya di semula masa kemarau (awal pokok kayu mengalami kondisi stress air).

Namun, sebelum melakukan pelenturan, tumbuhan dipupuk terlebih dahulu 3 wulan sebelumnya untuk penambahan nutrisi. “Sebulan berikutnya plonco kita Pikung saat gizi sudah terserap,” terangnya. Selama 2-3 rembulan tanaman nan sudah diperlakukan pelenturan tak perlu disiram air.

Kepala Balitjestro, Dr. Taufiq M. Ratulle menjelaskan bahwa dengan adanya metode ini pekebun akan kian bersemangat cak bagi meluaskan jeruk keprok disamping sitrus siam. Karena teknik ini cukup mudah untuk diaplikasikan dan tidak terbiasa keterampilan khusus, jelasnya. “Dengan metode pikung petani tidak teradat berpendar bakal menguburkan jeruk keprok karena umur produksi awal relatif seperti mana jeruk siam,” katanya.

“Jadi petani tidak harus menunggu 4 tahun dengan biaya tangga. Kita boleh buahkan plong semangat 2,5 tahun sehingga terserah efisiensi estimasi kerjakan saprodi (sarana produksi) sebesar 37,5%,” kata Ady Cahyono Kepala KP Banaran di Ii kabupaten Bencana, Jawa Timur.
SY/HMSL


Source: https://www.swadayaonline.com/artikel/1945/Dengan-Pikung-Tanaman-Jeruk-Umur-30-Bulan-Mampu-Berbuah-Lebat/